This entry is part 26 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 17-Okt-2020 @ 21:09

6 menit membaca

SIFAT SHOLAT NABI : Qunut dan doa 4 perkara
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny MA
1 Rabi’ul Awal 1442H

Qunut Nazilah disyariatkan bila kaum muslimin tertimpa musibah besar, dan dilaksanakan pada semua waktu sholat.

Bahwa di dalam sholat witir disyariatkan untuk berdoa dengan doa Qunut.

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam melakukan doa Qunut pada rakaat witir, kadang-kadang.

Kadang-kadang, karena para shahabat yang meriwayatkan tentang sholat witir menyebutkan adanya Qunut di dalamnya. Seandainya beliau shallallahu alaihi wasallam melakukan terus menerus maka pasti semua sahabat meriwayatkannya.
Memang hanya shahābat Ubay bin Ka’ab yang meriwayatkannya.

Jumhur ulama berpendapat bahwa Qunut Witir ini tidak wajib.

Syaikh Albani memilih pendapat Qunut dilakukan sebelum ruku, dan ini bukan satu-satunya pendapat tapi kuat hujjah nya.

Beliau berpendapat bahwa Qunut ini berbeda dengan Qunut Nazilah, dimana Qunut Nazilah dilakukan setelah ruku.

Dalil Qunut ruku sebelum ruku..

Atsar Ibnu Mas’ud Radhiyallahu anhu yang disampaikan Alqamah rahimahullah, ia berkata: أَنَّ ابْنَ مَسْعُوْدٍ وَأَصْحَابَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانُوْا يَقْنُتُوْنَ فِي الْوِتْرِ قَبْلَ الرُّكُوْعِ. أخرجه ابن أبي شيبة. Sungguh, dahulu Ibnu Mas’ud dan para sahabat Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam melakukan qunut dalam Witir sebelum ruku’. [HR Ibnu Abi Syaibah, dan dikatakan oleh Syaikh al-Albani dalam Irwa’ al-Ghalil (2/166): “Sanadnya baik dan ia sesuai syarat Muslim,” setelah itu beliau berkata: “Kesimpulannya, bahwasanya yang shahih benar dari para sahabat ialah qunut sebelum ruku’ dalam Witir”].

Jumhur ulama berpendapat bahwa Qunut Witir itu setelah ruku.

Di jaman Umar bin Khaththab,

Apabila selesai melaknat orang-orang kafir, bershalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , memohon ampunan untuk kaum mukminin dan mukminat serta permintaan lainnya, ia mengucapkan: ‘Ya Allah, kami hanya menyembah kepada-Mu, berusaha dan beramal hanya untuk-Mu, dan memohon rahmat kepada-Mu, wahai Rabb kami, dan kami takut kepada adzab-Mu yang pedih. Sesungguhnya adzab-Mu ditimpakan kepada orang yang Engkau musuhi,’ kemudian ia bertakbir dan turun untuk sujud”. [HR Ibnu Khuzaimah dalam Shahîh-nya 2/155-156. Dikatakan oleh pentahqîqnya: “Isnadnya shahîh”.].

Ada kalimat jelas – kemudian sujud..

Mereka juga berdalil dengan Qunut Nazilah bahwa apa yang disyariatkan pada sholat wajib juga ada di sholat sunnah, sehingga Qunut dilakukan setelah ruku.

Juga menurut jumhur menjelaskan doa dilakukan setelah bacaan Samiallahu liman haamidah.. (setelah ruku).

Namun kedua pendapat itu keduanya kuat.

Doa yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan kepada cucu beliau, Hasan bin Ali.

اَللَّهُمَّ اهْدِنِيْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ، وَعَافِنِيْ فِيْمَنْ عَافَيْتَ، وَتَوَلَّنِيْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ، وَبَارِكْ لِيْ فِيْمَا أَعْطَيْتَ، وَقِنِيْ شَرَّ مَا قَضَيْتَ، فَإِنَّكَ تَقْضِيْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ، وَإِنَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ، (وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ)، تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ لا منجا منك الّا إلبك

Ya Allah, berilah aku petunjuk sebagaimana orang yang telah Engkau beri petunjuk, berilah aku perlindungan (dari penyakit dan apa yang tidak disukai) sebagaimana orang yang telah Engkau lindungi, sayangilah aku sebagaimana orang yang telah Engkau sayangi. Berilah berkah pada apa yang Engkau berikan kepadaku, jauhkan aku dari kejelekan apa yang Engkau takdirkan, sesungguhnya Engkau yang menjatuhkan hukum, dan tidak ada orang yang memberikan hukuman kepadaMu. Sesungguhnya orang yang Engkau bela tidak akan terhina, (dan orang yang Engkau musuhi tidak akan mulia), Maha Suci Engkau, wahai Tuhan kami dan Maha Tinggi Engkau.
(tidak ada tempat berlindung dari Mu, kecuali kepada-Mu)
HR Ibnu Khuzaimah.

Apakah kita boleh berdoa dengan doa lain? Boleh tapi sangat tidak pantas karena kita melakukan sesuatu yang kurang afdhal dan meninggalkan yang paling afdhal padahal kita mampu.

Tasyahhud akhir

Selanjutnya setelah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menyempurnakan rakaat ke 4 nya beliau duduk untuk Tasyahhud akhir.

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintahkan para shahabat di Tasyahhud akhir sama dengan yang di Tasyahud awal.

Ini pendapat beliau dan ada pendapat lain.
Jumhur ulama berpendapat ada hal yang dianjurkan dilakukan di Tasyahhud akhir saja yaitu doa.
Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Tasyahhud awal nya lebih singkat daripada Tasyahhud akhir.

Begitu pula membaca Sholawat.
Sebagian ulama pendapat nya juga ada khilaf.

Perbedaan pendapat ini biasa karena tidak ada dalil yang tegas.

Ustadz berpendapat Sholawat diwajibkan di Tasyahhud awal dan Tasyahhud akhir.

Perbedaan yang Syaikh Albani tentang Tasyahhud adalah hanya di cara duduk.

di Tasyahud awal dengan duduk iftirasy.

Sedangkan..

Tasyahhud akhir dengan tawaruk (pantat kiri menempel lantai), telapak kaki kiri di bawah paha dan betis dan jadikan telapak kaki kanan berdiri dan kadang beliau shallallahu alaihi wasallam membentangkan telapak kaki kanannya.,

Dan Beliau shallallahu alaihi wasallam memegangkan telapak kiri tangan ke lutut kiri. Dalam keadaan seperti menyandar pada tangan kiri beliau shallallahu alaihi wasallam.

Disebutkan tangan kiri karena tangan kanan bertelunjuk.

Wajib nya Sholawat Kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam

Ketika membahas bab ini, bisa jadi bantahan yang telak bahwa orang-orang yang dituduh wahabi tidak cinta kepada Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Para ulama kita menjelaskan Wajibnya membaca Sholawat Kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam dalam banyak waktu.

Bahkan orang-orang yang dituduh wahabi dengan mengembalikan setiap amalan kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam.

Kita harus melakukan Sholawat dengan bersandar pada Sholawat yang diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Misalnya bacaan dan gerakan yang tidak pantas dilakukan saat Sholawat.

Ketika Rasulullah shallallahu alaihi wasallam di juluki Sayyidina menolak dan mengatakan bahwa yang Sayyid hanyalah Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Juga pada kitab ulama2 kita setiap nama Rasulullah shallallahu alaihi wasallam disebut selaku ditulis Sholawat setelahnya.

Rasulullah ﷺ pernah mendengar seorang laki-laki berdoa dalam sholatnya,dimana orang itu tidak memuji Allah dan tidak bershalawat kepada Nabi ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda, “Orang ini terburu-buru”. Kemudian beliau ﷺ memanggilnya seraya berkata kepadanya dan kepada yang lainnya, “Apabila salah seorang diantara kalian sholat, maka hendaklah ia memulai dengan memuliakan dan menyanjung Rabbnya Yang Maha Agung lagi Maha Mulia, kemudian (hendaklah ia) bershalawat kepada Nabi ﷺ lalu dia berdoa dengan apa yang ia kehendaki.”

Hadits lain, dan Rasulullah ﷺ juga pernah mendengar seorang laki-laki sedang shalat, di mana orang tersebut memuliakan dan memuji Allah, serta bershalawat kepada Nabi ﷺ, maka beliau ﷺ bersabda,” Berdoa lah, niscaya doamu akan dikabulkan dan mintalah, niscaya permintaanmu akan diberi.”

Yang kedua ini tidak menunjukkan adanya kewajiban untuk shalawat. Hanya saja ada keutamaan membaca shalawat.

Wajibnya meminta perlindungan dari 4 perkara sebelum berdoa

وعن أَبي هريرة – رضي الله عنه – : أنَّ رسُولَ اللهِ – صلى الله عليه وسلم – ، قَالَ : (( إِذَا تَشَهَّدَ أَحَدُكُمْ فَلْيَسْتَعِذْ بِاللهِ مِنْ أرْبَعٍ ، يقول : اللَّهُمَّ إنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ جَهَنَّمَ ، وَمِنْ عَذَابِ القَبْرِ ، وَمِنْ فِتْنَةِ المَحْيَا وَالْمَمَاتِ ، وَمِنْ شَرِّ فِتْنَةِ المَسِيحِ الدَّجَّالِ )) . رواه مسلم .

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila salah seorang di antara kalian bertasyahud, hendaklah ia meminta perlindungan kepada Allah dari empat perkara dengan mengucapkan, ‘ALLAHUMMA INNI A’UDZU BIKA MIN ‘ADZAABI JAHANNAM, WA MIN ‘ADZABIL QOBRI, WA MIN FITNATIL MAHYAA WAL MAMAAT, WA MIN SYARRI FITNATIL MASIIHID DAJJAAL’ (Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari siksa neraka Jahannam, dari siksa kubur, dari fitnah kehidupan dan kematian, dan dari kejahatan fitnah Al-Masih Ad-Dajjal).” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 588]

Ini hal yang mendasari amalan ini wajib, karena ada kata perintah.

Sedang kan jumhur ulama yang menghukumi doa 4 hal ini sebagai sunnah muakadah.

Ibnu Mas’ud menjelaskan hadits bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memerintah pada Tasyahhud dimulai dengan At Tahiyat….. Dan diakhiri dengan memilih doa yang paling disenangi. Bisa lain dari doa 4 hal tersebut.

Begitu juga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak menyebutkan doa 4 perkara saat menegur orang yang tidak sempurna shalatnya.

Juga hadist lain yang menjelaskan ada sahabat yang dalam sholatnya hanya berdoa minta surga dan minta jauhkan dari neraka dan Rasulullah ﷺ benarkan. (dengan menyebut doa Rasulullah ﷺ ya sekitar itu)

Rasulullah ﷺ sungguh sangat tawadhu dalam menyikapi sahabat tersebut.

Dengan perkataan beliau ﷺ yang tidak melebih-lebihkan banyaknya doa yang beliau ﷺ baca saat sholat. (dengan mengatakan “Ya sekitar itu”).

##$$-aa-$$##

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI Faidah2 Penting berkaitan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Qunut Nazilah. SIFAT SHOLAT NABI #DOA SEBELUM SALAM & REDAKSINYA dan BACA SALAM
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?