This entry is part 17 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 17:38

5 menit membaca

*SIFAT shalat NABI* (Lanjutan)
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
11 Rabi’ul Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

*MEMANJANGKAN SUJUD*

Anjuran Nabi ﷺ agar kita memanjangkan sujud kita…

Dan dahulu Nabi ﷺ ketika shalat menjadikan sujudnya panjang seperti panjangnya Rukuknya…

Ruku’ dan sujud dalam waktu yang lama….
Kadang² Beliau ﷺ sangat memanjangkan sekali sujudnya karena ada suatu kondisi yang khusus….

Sebagaimana disebutkan oleh sebagian sahabat….

Suatu ketika Nabi ﷺ pernah keluar untuk menjadi imam kami ( sahabat) di salah sati shalat siang ( dhuhur/ ashar) dan ketika itu Beliau membawa Hasan/Husain رضي الله عنهما

Maka Nabi ﷺ maju ( menjadi Imam) dan meletakkan cucunya di samping kaki kananya, kemudian Nabi ﷺ bertakbir dan memulai sholatnya, ditengah shalat ini Nabi ﷺ bersujud dengan sujud yang sangat lama, maka akupun ( perawi hadits) mengangkat kepalaku, ternyata ada anak kecil yang berada di punggung Nabi ﷺ, dan Beliau ﷺ dalam keadaan sujud, maka akupun akhirnya sujud kembali, maka ketika Rasulullah ﷺ selesai dari sholatnya, orang-orang berkata kepada Rasulullah ﷺ…

“Wahai Rasulullah ﷺ, anda sujud sangat lama sekali, sampai-sampai kami mengira ada sesuatu yang terjadi atau sedang turun Wahyu…?

Nabi ﷺ berkata… : Keduanya tidak terjadi kepadaku, akan tetapi anakku ( cucuku) ini menunggangiku…

Sehingga aku tidak ingin mempercepat untuk mengangkat kepalaku, sampai anakku ini puas dengan keinginannya…

Dalam hadits yang lain disebutkan…

Dulu Nabi ﷺ pernah shalat, lalu ketika beliau sujud Hasan dan Husein meloncat ke atas punggung Beliau ﷺ ,ketika melihat itu Sahabat yang berada di belakang beliau melarangnya, Maka Rasulullah memberikan Isyarat untuk membiarkan keduanya, seusai shalat, Beliau ﷺ meletakkan keduanya di kakinya, dan bersabda… :
“Barangsiapa siapa mencintaiku maka hendaklah ia mencintai kedua anakku (cucuku) ini. ”

Dari Hadits ini, Syaikh Albani memberikan Faidah… :

1) Kadang-kadang boleh sujud dalam waktu lama melebihi rukuk dan i’tidal karena ada sesuatu hal, boleh sujud lama untuk berdo’a karena kita membutuhkannya….
Memberikan kesempatan bermain untuk anak kecil saja diperbolehkan, apalagi untuk do’a suatu kebutuhan kita….

2) Betapa sayangnya Rasulullah ﷺ kepada cucunya….

3) Mencintai Dzurriyah (keturunan) Nabi ﷺ adalah wujud kecintaan kita kepada Rasullah ﷺ

*Keutamaan Sujud*

Dahulu Nabi ﷺ mengatakan tentang keutamaan sujud…

Rasulullah ﷺ bersabda…. :”Tidak ada seorang pun dari umatku kecuali aku mengenalnya pada hari kiamat kelak.”
Para shahabat bertanya… :”Ya Rasulullah, bagaimana anda mengenali mereka di tengah banyaknya makhluk?”

Beliau menjawab, “Tidakkah kamu lihat, jika di antara sekumpulan kuda yang berwarna hitam terdapat seekor kuda yang berwarna putih di dahi dan kakinya?
Bukankah kamu dapat mengenalinya?” “Ya”, jawab shahabat. “Sesungguhnya pada hari itu umatku memancarkan cahaya putih dari wajahnya bekas sujud dan bekas air wudhu’.
(HR Ahmad dan Tirmizy)

Nabi ﷺ juga bersabda….:

Jika Allah ingin memberikan rahmat kepada ahli neraka, maka Dia memerintahkan malaikat untuk mengeluarkan mereka yang menyembah Allah. Lalu malaikat mengeluarkan mereka. Mereka dikenali karena ada bekas sujud pada wajahnya. Dan Allah mengharamkan neraka untuk memakan tanda bekas sujud sehingga mereka keluar dari neraka. Seluruh anak Adam bisa dimakan api neraka, kecuali bekas sujud.
(HR Bukhari dan Muslim)

*Mana yang lebih utama memperlama sujud atau berdiri ketika shalat….???*

*Para Ulama berbeda pendapat,*

1. ada yang mengatakan lebih utama memperlama sujud, karena banyak hadits² yang menjelaskannya…

عَلَيْكَ بِكَثْرَةِ السُّجُودِ لِلَّهِ فَإِنَّكَ لاَ تَسْجُدُ لِلَّهِ سَجْدَةً إِلاَّ رَفَعَكَ اللَّهُ بِهَا دَرَجَةً وَحَطَّ عَنْكَ بِهَا خَطِيئَةً

‘Hendaklah engkau memperbanyak sujud (perbanyak shalat) kepada Allah. Karena tidaklah engkau memperbanyak sujud karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatmu dan menghapuskan dosamu’.”

Lalu Ma’dan berkata, “Aku pun pernah bertemu Abu Darda’ dan bertanya hal yang sama. Lalu sahabat Abu Darda’ menjawab sebagaimana yang dijawab oleh Tsauban padaku.”
(HR. Muslim no. 488)

Juga ada hadits lain, Nabi ﷺ bersabda… :

” أَقْرَبُ مَا يَكُونُ الْعَبْدُ مِنْ رَبِّهِ وَهُوَ سَاجِدٌ فَأَكْثِرُوا الدُّعَاءَ ”

“Tempat yang paling dekat antara seorang hamba dengan Rabbnya adalah ketika ia sujud, maka perbanyaklah do’a ketika itu”
(HR. Muslim no. 482).

2. *Sebagian Ulamak mengatakan lebih utama berdiri dengan alasan Rukun berdiri lebih utama dari sujud…*

Banyak ayat Alquran mengatakan shalat itu dengan Kata “Berdiri” ini menunjukkan rukun berdiri lebih afdhal dari yang lainya….

Praktek Rasulullah ﷺ ketika shalat lebih lama berdiri daripada Rukun-rukun yang lain….

Sangat Masyhur amalan sahabat memperlama berdiri seperti Utsman Bin Affan pernah mengkhatamkan Alquran dalam satu Rakaat…

Dari alasan-alasan diatas dapat disimpulkan bahwa berdiri lebih lama, adalah lebih utama…

Ibnu Taimiyah memberi pendapat yang lebih adil, pendapat pertengahan bahwa….:

“Sujud dan berdiri dalam shalat, keduanya memiliki keutaman sendiri-sendiri. “

” أَفْضَلُ الصَّلاَةِ طُوْلُ الْقِيَامِ ”

“Shalat yang paling utama adalah yang panjang berdirinya.” (HR. Muslim no. 1765)

Ada banyak Ulama yang lebih alim (lebih banyak pengetahuan) dari sebagian sahabat Nabi ﷺ ,tapi karena mereka Sahabat, Maka “Sahabat lebih Mulia daripada para Ulama” akan tetapi Ulama mempunyai keutamaan sendiri disisi Alloh ﷻ

Demikian pula, Nabi Musa dan Nabi Muhammad ﷺ, maka lebih Utama Nabi Muhammad ﷺ akan tetapi Nabi Musa mempunyai keutamaan seperti memiliki Tongkat yang membela lautan, tangan yang mengeluarkan sinar, begitu pula berdiri dalam shalat dan Sujud dalam shalat….

*Sujudnya Rasulullah ﷺ di atas tanah atau Tikar…*

Islam itu sesuai dengan Fitrah (apa adanya) kadang Rasulullah ﷺnsujud diatas tanah, kadang diatas tikar, kadang bahkan pernah diatas tanah yang basah…

Dahulu Rasulullah ﷺ seringnya sujud diatas Tanah langsung….

Para Sahabat pernah shalat bersama beliau ﷺ dalam keadaan sangat panas, apabila salah seorang diantara mereka tidak bisa menempelkan keningnya (karena saking panasnya), maka mereka meletakkan kain di tanah untuk sujud,

Beliau ﷺ mengatakan… :

” جُعِلَتِ الأَرْضُ كُلُّهَا لِى وَلأُمَّتِى مَسْجِداً وَطَهُوراً ”

Dijadikan (permukaan) bumi seluruhnya bagiku dan ummatku sebagai tempat untuk sujud dan media atau alat bersuci”
[HR. Ahmad dalam al-Musnad no. 22190, dinyatakan shahih lighairihi oleh Syaikh Syu’aib al Arnauth].

Beliau ﷺ pernah bersujud diatas tanah yang basah karena Masjid Nabawi yang beratapkan daun kurma bocor di malam 21 Ramadhan, dan Abu Said al-khudri berkata, akau melihat kening Beliau basah dengan tanah. “

Nabi pernah bersujud diatas tikar

Dari Abu Sa’id al khudri , ia berkata bahwa beliau pernah menemui Rasulullah ﷺ dan beliau katakan…. :

دَخَلَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : فَرَأَيْتُهُ يُصَلِّي عَلَى حَصِيرٍ يَسْجُدُ عَلَيْهِ

“Aku melihat Rasulullah ﷺ shalat di atas tikar, beliau sujud di atasnya.”
(HR. Muslim).

Dari Maimunah, ia berkata… :

” كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي عَلَى الْخُمْرَةِ ”

“Rasulullah ﷺ pernah shalat di atas tikar kecil.”
(Diriwayatkan oleh Al Jama’ah kecuali Tirmidzi. Namun Tirmidzi meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas).

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

$$##-aa-$$##

Digita Template

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN SUJUD SIFAT SHOLAT NABI # BANGKIT DARI SUJUD
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?