This entry is part 4 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 04-Jul-2020 @ 17:06

5 menit membaca

SIFAT SHOLAT NABI – lanjutan
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny
24 Rabi’ul Awwal 1440H

Baca Al Fatihah dibelakang Imam pada sholat Jahr, pendapat yang kuat, makmum diperintahkan untuk diam mendengarkan.

Dalilnya adalah surat al-A’raf/7 : 204.

وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Apabila dibacakan al-Qur’an, maka dengarkanlah dan diamlah agar kalian mendapat rahmat”

*Bagaimana dengan sholat sirriyyah?*
Makmum wajib baca Al Fatihah.

Di sini letak hadist..,
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam

لا صلاةَ لمن لم يقرأْ بفاتحةِ الكتابِ

“tidak ada shalat bagi orang yang tidak membaca Faatihatul Kitaab” (HR. Al Bukhari 756, Muslim 394)

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: «كُنَّا نَقْرَأُ فِي الظُّهْرِ وَالْعَصْرِ خَلْفَ الْإِمَامِ فِي الرَّكْعَتَيْنِ الْأُولَيَيْنِ، بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ، وَسُورَةٍ وَفِي الْأُخْرَيَيْنِ بِفَاتِحَةِ الْكِتَابِ

Dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu anhuma dia berkata“Kami dahulu membaca Fatihatul Kitab (Al-Fatihah) dan surat (Al-Qur’an) pada shalat Zuhur dan Ashar di belakang Imam pada dua rakaat pertama. Sedangkan pada dua rakaat terakhir, (membaca) Fatihatul Kitab (saja).” (HR. Ibnu Majah no.843 dinyatakan shahih oleh Al-Albany)

Hanya saja para sahabat pernah diingkari oleh Rasulullah shallallahu alaihi wassalam, karena bacaan yang terlalu keras dan mengganggu bacaan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam.

أَيُّكُمْ قَرَأَ أَوْ أَيُّكُمُ الْقَارِئُ فَقَالَ رَجُلٌ أَنَا. فَقَالَ قَدْ ظَنَنْتُ أَنَّ بَعْضَكُمْ خَالَجَنِيهَا.

“Siapa diantara kalian yang membaca (Surat Sabbihisma Robbikal A’la di belakangku) ? Lantas ada seseorang yang menjawab, ‘Saya (namun saya tidak mengingankan/meniatkan dari hal itu kecuali kebaikan)’. Nabi Shollallahu ‘alaihi wa Sallam pun bersabda, “Sungguh aku telah mengetahui bahwa sebagian kalian telah menyelisihiku padanya”. HR Muslim.

Dalam sebuah hadits..

أَيُّهَا النَّاسُ كُلُّكُمْ يُنَاجِى رَبَّهُ ، فَلاَ يَجْهَرْ بَعْضُكُمْ عَلَى بَعْضٍ فِى الْقِرَاءَةِ

“Wahai sekalian manusia, seluruh kalian sedang bermunajat kepada Rabbnya, maka janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaan atas sebagian yang lain”.HR Bukhari.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menjelaskan keutamaan baca Kitabullah.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ وَالْحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُولُ الم حرْفٌ وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلاَمٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

“Barangsiapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah, maka dia akan mendapatkan satu kebaikan sedangkan satu kebaikan itu (bernilai) sepuluh kali lipatnya, aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim ‘ sebagai satu huruf, akan tetapi ‘Alif sebagai satu huruf, ‘Laam ‘ sebagai satu huruf dan ‘miim ‘ sebagai satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi 2910 dan dishahihkan al-Albani).

Kalau membaca Alquran yang mengganggu sholat orang lain dilarang, bagaimana dengan gangguan lain? (sholawat antara 2 adzan dll)

*Membaca Amin.*

Dibaca dengan suara keras.

Bukhari dan Muslim yang berbunyi,

إذا أمن الإمام فأمنوا فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه

“Apabila imam mengucapkan amiin, maka ucapkanlah amin. Karena barangsiapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan aminnya malaikat, maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”
HR Bukhari dan Muslim.

Dalam riwayat lain.

فَقُولُوا آمِينَ. يُجِبْكُمُ اللَّهُ

Maka ucapkan amin, niscaya Allah akan mengabulkan doa kalian. HR Muslim.

Doa tersebut adalah bacaan

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
Tunjukilah kami jalan yang lurus

{صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلا الضَّالِّينَ }

(yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan pula (jalan) mereka yang sesat.

Yahudi dimurkai karena mereka tahu Al Kitab tapi tidak mau beramal. Nasrani sesat karena tidak ada ilmu tapi amalan banyak sehingga sesat..

Maka Muslim harus berilmu sebelum beramal. Islam menjunjung tinggi ilmiah, inilah kemuliaan Islam.

Yahudi iri dengan adanya salam dan ta’min pada kaum Muslimin. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْيَهُوْدَ قَوْمٌ حَسَدٌ وَ إِنَّهُمْ لاَ يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى شَيْءٍ كَمَا يَحْسِدُوْنَنَا عَلَى السَّلاَمِ وَ عَلَى (آمِيْنَ )

Sesungguhnya yahudi adalah kaum yang penuh hasad dan mereka tidak hasad kepada kami tentang sesuatu yang melebihi hasadnya mereka kepada kita dalam salam dan ucapan Amin. HR Bukhari.

Semoga bermanfaat,
Abu Fildzah

##$$-aa-$$##

Bila ada ucapan salam maka kita jawab dengan yang semisal atau lebih baik,
Karena Allah memerintahkan dalam Al-Quran,

وَإِذَا حُيِّيتُم بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا

“Apabila kamu diberi penghormatan dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa)” (QS. An-Nisa`: 86).

Bila ada Imam yang berdoa untu diri sendiri (misalnya Ya Allah, sembuhkan aku), dan diaminkan makmum maka ini makruh..

Maka bacaan dalam Al Fatihah.. Adalah..

اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ

Dhamir nya
اهْدِنَا
Kami bukan saya..

*Bacaan Rasulullah shallallahu alaihi wassalam setelah Al Fatihah*

Beliau shallallahu alaihi wassalam membaca surat lain setelah Al Fatihah, terkadang panjang, terkadang pendek jika ada sebab seperti safar, batuk, sakit, atau mendengar tangisan bayi.

Anas bin Malik berkata membaca surat paling pendek saat sholat Subuh. (rata-rata Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bacaan panjang – ada riwayat 100 ayat).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنِّى لأَقُومُ فِى الصَّلاَةِ أُرِيدُ أَنْ أُطَوِّلَ فِيهَا ، فَأَسْمَعُ بُكَاءَ الصَّبِىِّ ، فَأَتَجَوَّزُ فِى صَلاَتِى كَرَاهِيَةَ أَنْ أَشُقَّ عَلَى أُمِّهِ

Saya pernah mengimami shalat, dan saya ingin memperlama bacaannya. Lalu saya mendengar tangisan bayi, dan sayapun memperingan shalatku. Saya tidak ingin memberatkan ibunya. (HR. Ahmad 2202 dan Bukhari 707)

Dan biasanya bacaan surat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam adalah dari awal sampai akhir dalam satu rakaat.

Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda :
“Berikanlah setiap surat bagiannya, dari rukuk dan sujud, ”

Maksudnya setelah selesai sholat, dilanjutkan ruku..

Kadang-kadang Rasulullah shallallahu alaihi wassalam membagi 1 surat dalam 2 rakaat.

Terkadang, Rasulullah shallallahu alaihi wassalam membaca surat pada 2 rakaat (diulangi).

Terkadang Beliau shallallahu alaihi wassalam menggabungkan dua surat atau lebih dalam satu rakaat..

Seseorang (sahabat) dari al Anshar mengimami (shalat) mereka (para shahabat lainnya) di Masjid Quba.

Setiap ia membuka bacaan (di dalam shalatnya), ia membaca sebuah surat dari surat-surat (lainnya) yang ia (selalu) membacanya.

Ia membuka bacaan surat di dalam shalatnya dengan قُلْ هُوَ اللهُ أَحَدٌ, sampai ia selesai membacanya, kemudian ia lanjutkan dengan membaca surat lainnya bersamanya. Ia pun melakukan hal demikan itu di setiap raka’at (shalat)nya. (Akhirnya) para sahabat lainnya berbicara kepadanya, mereka berkata:

“Sesungguhnya engkau membuka bacaanmu dengan surat ini, kemudian engkau tidak menganggap hal itu telah cukup bagimu sampai (engkau pun) membaca surat lainnya. Maka, (jika engkau ingin membacanya) bacalah surat itu (saja), atau engkau tidak membacanya dan engkau (hanya boleh) membaca surat lainnya”.

Ia berkata: “Aku tidak akan meninggalkannya. Jika kalian suka untuk aku imami kalian dengannya, maka aku lakukan. Namun, jika kalian tidak suka, aku tinggalkan kalian,” dan mereka telah menganggapnya orang yang paling utama di antara mereka, sehingga mereka pun tidak suka jika yang mengimami (shalat) mereka adalah orang selainnya.

Sehingga tatkala Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendatangi mereka, maka mereka pun menceritakan kabar (tentang itu), lalu ia (Nabi) bersabda: “Wahai fulan, apa yang menghalangimu untuk melakukan sesuatu yang telah diperintahkan para sahabatmu? Dan apa pula yang membuatmu selalu membaca surat ini di setiap raka’at (shalat)?”

Dia menjawab,”Sesungguhnya aku mencintai surat ini,” lalu Rasulullah n bersabda: “Cintamu kepadanya memasukkanmu ke dalam surga”. HR Bukhari.

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI # MEMBACA AL FATIHAH SIFAT SHOLAT NABI# BACAAN SETELAH AL FATIHAH
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?