Diterbitkan pertama kali pada: 28-Agu-2023 @ 12:43

4 menit membaca

*FITNAH HARTA DALAM AL-QUR’AN*
Ustadz Musa Mulyadi, Lc
10 Shafar 1445 H / 27.08.2023
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ أُمَّةٍ فِتْنَةً وَفِتْنَةُ أُمَّتِي الْمَالُ

“Sesungguhnya setiap umat itu memiliki fitnah dan fitnah umatku adalah harta.” HR Tirmidzi

Fitnah adalah ujian/ikhtibar yang berat yang kadang manusia tidak bisa melampauinya.

Fitnah harta bisa berupa,

1. Pelit
2. Berlebihan
3. Tidak peduli harta dan haram
4. Jahat dalam mendapatkannya.

Ujian harta disebutkan dalam Al Qur’an..

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَـنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِّنَ الْخَـوْفِ وَا لْجُـوْعِ وَنَقْصٍ مِّنَ الْاَ مْوَا لِ وَا لْاَ نْفُسِ وَا لثَّمَرٰتِ ۗ وَبَشِّرِ الصّٰبِرِيْنَ 

“Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar,”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 155)

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـتُبْلَوُنَّ فِيْۤ اَمْوَا لِكُمْ وَاَ نْفُسِكُمْ ۗ وَلَـتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِيْنَ اَشْرَكُوْۤا اَذًى كَثِيْـرًا ۗ وَاِ نْ تَصْبِرُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِ نَّ ذٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْاُ مُوْرِ

“Kamu pasti akan diuji dengan hartamu dan dirimu. Dan pasti kamu akan mendengar banyak hal yang sangat menyakitkan hati dari orang-orang yang diberi Kitab sebelum kamu dan dari orang-orang musyrik. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang (patut) diutamakan.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 186)

Ada 3 ujian dalam ayat ini,
1. Ujian harta – paling ringan. Untuk yang kekurangan bisa berupa syahwat untuk memilikinya.

Hadits – kalian tidak bisa berbuat baik kepada setiap orang dengan hartamu.

2. Diri kita, misalnya sakit.
3. Ujian yang menimpa agama. Agama dihina oleh orang-orang kafir dan musyrik.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْلَمُوْۤا اَنَّمَاۤ اَمْوَا لُكُمْ وَاَ وْلَا دُكُمْ فِتْنَةٌ ۙ وَّاَنَّ اللّٰهَ عِنْدَهٗۤ اَجْرٌ عَظِيْمٌ
“Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai fitnah/cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 28)

Ujian harta – apakah dengannya kita bisa dekat atau jauh dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Ujian anak – karena rasa sayang. Misalnya anak tidak bangun sholat subuh dibiarkan.
Anak perempuan yang tidak tutup aurat.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اِنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا يُنْفِقُوْنَ اَمْوَا لَهُمْ لِيَـصُدُّوْا عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۗ فَسَيُنْفِقُوْنَهَا ثُمَّ تَكُوْنُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُوْنَ ۗ وَا لَّذِيْنَ كَفَرُوْۤا اِلٰى جَهَـنَّمَ يُحْشَرُوْنَ 

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menginfakkan harta mereka untuk menghalang-halangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan (terus) menginfakkan harta itu, kemudian mereka akan menyesal sendiri, dan akhirnya mereka akan dikalahkan. Ke dalam Neraka Jahanamlah orang-orang kafir itu akan dikumpulkan,”
(QS. Al-Anfal 8: Ayat 36)

Fitnah harta juga menimpa orang-orang kafir.

Elgebete adalah salah satu wujud ujian harta bagi orang-orang kafir seperti dalam ayat ini.

Ayat ini adalah nasihat bagi kita supaya tidak seperti orang-orang kafir yang gunakan harta nya untuk hal-hal yang buruk.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمِنْهُمْ مَّنْ عَاهَدَ اللّٰهَ لَئِنْ اٰتٰٮنَا مِنْ فَضْلِهٖ لَـنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُوْنَنَّ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
“Dan di antara mereka ada orang yang telah berjanji kepada Allah, “Sesungguhnya jika Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya kepada kami, niscaya kami akan bersedekah dan niscaya kami termasuk orang-orang yang saleh.””
(QS. At-Taubah 9: Ayat 75)

Itu janji sebelum punya harta dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.

فَلَمَّاۤ اٰتٰٮهُمْ مِّنْ فَضْلِهٖ بَخِلُوْا بِهٖ وَتَوَلَّوْا وَّهُمْ مُّعْرِضُوْنَ
“Ketika Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karunia-Nya, mereka menjadi kikir dan berpaling, dan selalu menentang (kebenaran).”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 76)

Beda sikap antara belum punya dan sudah punya. Inilah bentuk fitnah harta.
Allah hukum orang yang demikian dengan sifat munafik.

فَاَ عْقَبَهُمْ نِفَا قًا فِيْ قُلُوْبِهِمْ اِلٰى يَوْمِ يَلْقَوْنَهٗ بِمَاۤ اَخْلَفُوا اللّٰهَ مَا وَعَدُوْهُ وَبِمَا كَا نُوْا يَكْذِبُوْنَ
“Maka, Allah menanamkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka menemui-Nya, karena mereka telah mengingkari janji yang telah mereka ikrarkan kepada-Nya dan (juga) karena mereka selalu berdusta.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 77)

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَا تُعْجِبْكَ اَمْوَا لُهُمْ وَاَ وْلَا دُهُمْ ۗ اِنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّعَذِّبَهُمْ بِهَا فِى الدُّنْيَا وَتَزْهَقَ اَنْفُسُهُمْ وَهُمْ كٰفِرُوْنَ
“Dan janganlah engkau (Muhammad) kagum terhadap harta dan anak-anak mereka. Sesungguhnya dengan itu Allah hendak menyiksa mereka di dunia dan agar nyawa mereka melayang, sedang mereka dalam keadaan kafir.”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 85)

Anak-anak orang kafir mungkin baik secara dhahir. Harta tidak selamanya baik, bisa berupa siksaan (bagi orang-orang kafir) – bisa tidak merasa bahagia, merasa terjajah dengan hartanya, rakus dengan hartanya.

🔹Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُلْهِكُمْ اَمْوَا لُكُمْ وَلَاۤ اَوْلَا دُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللّٰهِ ۚ وَمَنْ يَّفْعَلْ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah harta bendamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Dan barang siapa berbuat demikian, maka mereka itulah orang-orang yang rugi.”
(QS. Al-Munafiqun 63: Ayat 9)

Ajarkan anak terkait harta dengan baik.

Manusia itu sangat suka dengan harta.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 14)

Ini konsep Allah, bahwa laki-laki itu syahwatnya kepada perempuan, bukan kepada laki-laki.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا لَّذِيْنَ يَكْنِزُوْنَ الذَّهَبَ وَا لْفِضَّةَ وَلَا يُنْفِقُوْنَهَا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ ۙ فَبَشِّرْهُمْ بِعَذَا بٍ اَلِيْمٍ 

“Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfakkannya di jalan Allah, maka berikanlah kabar gembira kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) azab yang pedih,”
(QS. At-Taubah 9: Ayat 34)

Perhatikan zakat harta kita, keluarkan zakat bila nishab dan haul sudah terpenuhi.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ نِ امْرَاَ ةٌ خَا فَتْ مِنْۢ بَعْلِهَا نُشُوْزًا اَوْ اِعْرَا ضًا فَلَا جُنَا حَ عَلَيْهِمَاۤ اَنْ يُّصْلِحَا بَيْنَهُمَا صُلْحًا ۗ وَا لصُّلْحُ خَيْرٌ ۗ وَاُ حْضِرَتِ الْاَ نْفُسُ الشُّحَّ ۗ وَاِ نْ تُحْسِنُوْا وَتَتَّقُوْا فَاِ نَّ اللّٰهَ كَا نَ بِمَا تَعْمَلُوْنَ خَبِيْرًا
“Dan jika seorang perempuan khawatir suaminya akan nusyuz atau bersikap tidak acuh, maka keduanya dapat mengadakan perdamaian yang sebenarnya, dan perdamaian, itu lebih baik (bagi mereka) walaupun manusia itu menurut tabiatnya kikir. Dan jika kamu memperbaiki (pergaulan dengan istrimu) dan memelihara dirimu (dari nusyuz dan sikap acuh-tak-acuh), maka sungguh, Allah Maha Mengetahui terhadap apa yang kamu kerjakan.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 128)

Arti الشُّحَّ lebih buruk dari pelit.

🔹Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ لَّوْ اَنْـتُمْ تَمْلِكُوْنَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّيْۤ اِذًا لَّاَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ الْاِ نْفَا قِ ۗ وَكَا نَ الْاِ نْسَا نُ قَتُوْرًا

“Katakanlah (Muhammad), “Sekiranya kamu menguasai perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya (perbendaharaan) itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya.” Dan manusia itu memang sangat kikir.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 100)

Manusia itu sangat pelit.

🔹 Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّتُحِبُّوْنَ الْمَا لَ حُبًّا جَمًّا 
“dan kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebihan.”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 20)

Yang tidak punya harta harus sabar begitu pula dengan yang punya harta.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

Digita Template

Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?