This entry is part 24 of 27 in the series Sifat Sholat Nabi

Diterbitkan pertama kali pada: 05-Sep-2020 @ 21:21

9 menit membaca

Sifat sholat Nabi : Tasyahhud
Ustadz Dr Musyaffa Ad Dariny, Lc MA
18 Muharam 1442H

Tasyahhud merupakan sesuatu yang menjadi rukun sholat.
Tasyahhud awal wajib dan Tasyahhud akhir adalah rukun shalat.

Pernah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam lupa melakukan Tasyahhud awal dan beliau shallallahu alaihi wasallam bersabda ganti dengan sujud sahwi.

Sedang Tasyahhud akhir bila tidak dikerjakan maka tidak sah sholatnya.

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dulu ajarkan bermacam-macam Tasyahhud.

Tasyahhud ada 6 bacaan..

1. Umar Radhiallahu’anhu, 2. Ibnu Umar, 3. Ibnu Mas’ud, 4. Ibnu Abbas, 5. Abu Musa Al Atsary, 6. Ibunda Aisyah.

Ini adalah perbedaan yang tanawuk (variasi).

Sikap yang benar adalah mengamalkannya secara bergantian, agar kita bisa mengamalkan semua sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan melestarikannya, sehingga tidak dilupakan

1. Dari ibnu Mas’ud.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan berbagai macam lafal tasyahud. .

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajari Ibnu Mas’ud sambil kedua tangan Beliau shallallahu alaihi wasallam memegang kedua tangan Ibnu Mas’ud.

Ibnu Mas’ud mengatakan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. Bacaannya:

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، وَالصَّلَوَاتُ وَالطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, wash-sholawaatu wath-thoyyibaat. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya milik Allah, begitu juga shalawat dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 1/13 dan Imam Muslim 1/301.

Ini yang paling kuat sanadnya.

As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin.

Apabila seseorang baca doa ini maka akan mengenai semua hamba yang shaleh baik yang di langit dan bumi.

Bahwa orang-orang yang sholeh akan didoakan oleh orang sholeh lainnya.
Maka ini harusnya jadi semangat untuk menjadi orang yang taat kepada Allah.

Bisa dibayangkan berapa banyak orang yang sholat dan mendoakan orang yang sholeh..
Selain manusia juga jin yang sholat karena NABINYA sama.

Ucapan salam menggunakan kata ganti kedua.

As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh

Ada kata wahai Nabi dan alaika..

Beliau ajarkan seperti ini ketika beliau masih hidup..
Ketika beliau wafat maka diganti dengan Assalamu’ ala Nabi..

Kita ambil Faidah bahwa tidak mengapa bagi kita untuk merubah redaksi yang dicontohkan oleh Ibnu Mas’ud dan Aisyah radhiyallahu anha..

Ibnu Mas’ud mengatakan Qulnaa Kami – para sahabat.

Yang benar kedua bacaan redaksi – seperti yang diucapkan oleh Umar bin Khaththab.. (tidak merubah).

Ustadz lebih condong bacaan yang ada kata ganti orang kedua.. Faidah masih ada kata alaika..

1. Agar kita merasa dekat dengan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam agar kita ada semangat untuk melaksanakan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam m

2. Ketika suatu bacaan sudah diajarkan dengan redaksi tertentu maka redaksi tersebut bisa kita baca apapun keadaannya karena kita dapat nya seperti itu dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam…

Dalam bahasa Arab dhamir mukhotob (kata ganti orang kedua) tidak ada kelaziman orang tersebut di depan kita.

Ini sesuai dengan kejadian saat para sahabat terpemcar di berbagai daerah dan salam nya sama.

Begitu juga saat kita ziarah kubur..

Kita ucapkan.

Assalamualaikum..
اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُوْنَ، (وَيَرْحَمُ اللَّهُ الْمُسْتَقْدِمِيْنَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِيْنَ)، نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ

Semoga keselamatan atas kalian, wahai penghuni kubur, dari kaum mukminin dan muslimin. Sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. (Semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kita dan yang datang belakangan). Kami memohon kepada Allah untuk kami dan kalian keselamatan (dari apa yang tidak diinginkan).
HR Muslim.

2. Doa Tasyahhud 2 (Dari Ibnu ‘Abbas)

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajariku bacaan tasyahud sebagaimana beliau mengajariku surat Al-Quran. Ini menunjukkan bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam sangat serius dalam ajarin para sahabat.

Bacaan nya adalah..

اَلتَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ

At-tahiyyaatul mubaarokaatush-sholawaatuth-thoyyibaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadar-rosuulullaah. Dalam riwayat lain ada abdan Rasulullah.

Segala ucapan selamat, keberkahan, shalawat dan kebaikan hanya milik Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah.

HR. Muslim no. 403.

Ini redaksi yang dipilih oleh Imam Syafi’i, karena lebih lengkap.

mubaarokaatush, yaitu ada tambahan ini.

3. Doa Tasyahhud 3 (Dari Ibnu Umar)

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaahish-sholawaatuth-thoyyibaat. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya milik Allah, begitu juga shalawat dan kebaikan. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Abu Daud dan dishahihkan Al-Albani.

4. Doa Tasyahhud 4 (Dari Abu Musa al-Asy’ari)

Dari Abu Musa, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian duduk tasyahud, hendaknya yang pertama dia baca: (bacaan ini).”

اَلتَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ لِلَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatuth-thoyyibaatush-sholawaatu lillaah. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan, kebaikan dan shalawat hanya milik Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Muslim no. 902.

Ada 7 kalimat..

1. At-tahiyyaatuth-
2. thoyyibaatush-
3. sholawaatu lillaah.
4. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaahi wa barokaatuh.
5. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin.
6 Asyhadu al-laa ilaaha illallaah,
7. wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Sebutan angka 7 bukan batasan tetapi bisa jadi yang paling penting dan untuk mempermudah.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

Contoh lain angka dua..

كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ ، ثَقِيلَتَانِ فِى الْمِيزَانِ ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ ، سُبْحَانَ اللَّهِ الْعَظِيمِ

“Dua kalimat yang ringan di lisan, namun berat ditimbangan, dan disukai Ar Rahman yaitu “Subhanallah wa bi hamdih, subhanallahil ‘azhim” (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya. Maha Suci Allah Yang Maha Agung). (HR. Bukhari no. 6682 dan Muslim no. 2694)

5. Doa Tasyahhud 5 (Dari Umar bin Khatab)

Doa ini ketika beliau jadi Khalifah,
Khalifah Umar bin Khatab pernah ajarkan doa tasyahhud ini..

اَلتَّحِيَّاتُ لِلَّهِ، اَلزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، اَلطَّيِّبَاتُ ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatu lillaah, az-zaakiyaatu lillaah, ath-thoyyibaatush. As-salaamu ‘alaika ayyuhan-nabiyyu wa rohmatullaah. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abdullaahi wa rosuuluh.

Segala penghormatan hanya milik Allah, amal-amal shalih yang menumbuhkan pahala untuk pelakunya di akhirat adalah untuk Allah, begitu juga kebaikan . Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba Allah dan utusan-Nya.

HR. Malik dalam Al-Muwatha’, Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf, dan dishahihkan Al-Albani.

6. Doa Tasyahhud 6 (Dari A’isyah)

Dari Al-Qosim bin Muhammad, bahwa A’isyah mengajari beliau lafal tasyahud dengan isyarat tangan.

تَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَى النَّبِيِّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

At-tahiyyaatuth-thoyyibaatush-sholawaatuz-zaakiyaatu lillaah. As-salaamu ‘alan-nabiyyi wa rohmatullaah. As-salaamu ‘alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish-shoolihiin. Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.

Segala penghormatan, kebaikan, shalawat, amal-amal shalih yang menumbuhkan pahala untuk pelakunya di akhirat adalah untuk Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada Nabi, begitu juga rahmat Allah. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

HR. Ibnu Abi Syaibah dalam Al-Mushanaf dan dishahihkan Al-Albani.

Dari Imam Malik, redaksi nya

Doa Tasyahhud 7 (Dari A’isyah)

اَلتَّحِيَّاتُ الطَّيِّبَاتُ الصَّلَوَاتُ الزَّاكِيَاتُ لِلَّهِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِيُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ، اَلسَّلَامُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِيْنَ، اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ

Segala penghormatan, kebaikan, shalawat, amal-amal shalih yang menumbuhkan pahala untuk pelakunya di akhirat adalah untuk Allah. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepadamu wahai Nabi, begitu juga rahmat Allah dan berkah-Nya. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kami dan hamba-hamba Allah yang shalih. Semoga kesejahteraan terlimpahkan kepada kalian.

HR. Malik no. 209.

Bagaimana bila digabung? Jawab : tidak boleh, karena sudah disebutkan redaksi yang berbeda dan mirip, ini berbeda dengan bacaan yang berbeda jauh.. Misalnya doa rukuk.. Karena isi kandungan ya berbeda (Imam Nawawi).

Begitu juga baca doa iftitah, i’tidal boleh digabung.. Bila ingin shalat malam. Berbeda bila jadi Imam maka usahakan singkat.

shalawat kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam

Dahulu Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika shalat bershalawat untuk dirinya sendiri baik tasyahhud awal maupun akhir dan ajarkan kepada para sahabat.
Beliau shallallahu alaihi wasallam memerintahkan membaca shalawat Nabi setelah salam.

1. Redaksi 1

1. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ، وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, keluarganya, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Dan berkahilah Muhammad, keluarganya, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

HR. Ahmad, Abdurazaq dalam Mushanaf, At-Thahawi dengan sanad yang shahih.

2. Redaksi 2

Dari Ka’ab bin Ujrah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan shalawat:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، اَللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia. Ya Allah, berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad (termasuk anak dan istri atau umatnya), sebagaimana Engkau telah memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/408 dan Muslim.

3. Redaksi 3

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Atas sekalian alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

4. Redaksi 4.
Shalawat Setelah Tasyahhud

Shalawat Setelah Tasyahhud 4 (Dari Abu Thalhah)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ وَبَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَآلِ إِبْرَاهِيمَ، إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad dan keluarga Muhammad, dan berkahilah Muhammad dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat dan memberkahi Ibrahim dan keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

HR. Nasai, At-Thahawi, dan sanadnya shahih

Shalawat Setelah Tasyahhud

5.Shalawat Setelah Tasyahhud 5

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَزْوَاجِهِ وَذُرِّيَّتِهِ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad, istri-istri dan keturunannya, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

HR. Al-Bukhari dalam Fathul Baari 6/407 dan

6. Shalawat Setelah Tasyahhud 3 (Dari Abu Mas’ud Al-Anshari)

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ، النَّبِيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ، النَّبِيِّ الأُمِّيِّ، وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ، فِي الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

Ya Allah, berikanlah shalawat kepada Muhammad Nabi yang ummi, dan kepada keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberikan shalawat kepada keluarga Ibrahim. Dan berkahilah Muhammad Nabi yang ummi, dan keluarga Muhammad, sebagaimana Engkau telah memberkahi keluarga Ibrahim. Atas sekalian alam, sesungguhnya Engkau Maha Terpuji dan Maha Mulia.

Semua tidak ada syayyidina.. Begitu juga pada kitab para ulama terdahulu termasuk Imam Syafi’i.

Ini menunjukkan ketawadhu’an Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Jadi sebaiknya bila sholatnya masih pakai syayyidiina maka sebaiknya dihilangkan..

Bagaimana bila diluar sholat? Standar nya bukan bacaan dalam atau luar sholat.. Tetapi ketentuan dalam syariat..

Syayyidiina bisa dibaca saat sholat bila kita baca shalawat sebelum doa bukan saat baca Tasyahhud…

QA

1. Subuh duduk Tasyahud, duduk tawaruk atau Iftirasy

Hanafi = Tasyahud dalam semua shalat adalah iftirasy
Malik =Tasyahud dalam semua shalat adalah tawaruk
Syafi’iyah = semua Tasyahud yang ada salam adalah tawaruk
Hanabilah (Imam Ahmad), semua Tasyahud dalam shalat adalah Iftirasy kecuali duduk Tasyahud kedua

Setiap orang diwajibkan mengikuti dalil yang menurutnya lebih kuat tapi jangan ikuti hawa nafsu, karena kita tidak dibebaskan untuk berpendapat tapi wajib ikuti dalil.

Kenapa mereka berbeda pendapat? Karena tidak ada dalil khusus yang menjelaskan.

2. Sebab Khusyu sholat :
1. persiapan yang baik,
2.sadar diri akan hadapi Allah Maha Raja.
3. Berusaha untuk sampai derajat Ihsan. (Seakan-akan melihat Allah atau seakan-akan dilihat Allah). Bukan bayangkan Dzat Allah. Yang dimaksud adalah pengaruhnya.
4. Ingat makna bacaan yang kita baca..

Syetan yang goda saat sholat adalah khinzib. (

Semoga bermanfaat.

##$$–aa-$$##

Digita Template

Sifat Sholat Nabi

SIFAT SHOLAT NABI # BACAAN TASYAHHUD SIFAT SHOLAT NABI Faidah2 Penting berkaitan dengan shalawat kepada Nabi Muhammad ﷺ dan Qunut Nazilah.
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?