Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KELAS UFA#TEMATIK 60-61-62-63-64-65-66-67 QA 14-15 -Harta Halal..

This entry is part 33 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 22-Okt-2021 @ 17:03

7 menit membaca

KELAS UFA 11.10.2021

➡️ 🍃TEMATIK 60 – Karakteristik Penghuni Surga Adalah Hamba yang Makan Dari Harta Halal dan Tidak Mengikuti Jalan-jalan Setan🍃

Allah sebutkan dalam Al-Qur’an bahwa orang-orang yang masuk surga adalah orang yang thayyibin..

Allah berfirman,

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَـٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُوا۟ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ
(yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka): “Salaamun’alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan”.
QS An-Nahl (16) Ayat 32

Demikian juga dalam ayat..berkata para malaikat penjaga surga kepada penghuni surga

طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

Kalian dalam kondisi baik, masuklah kalian dalam surga, kekal selamanya.

Ini dalil bahwa yang masuk surga adalah orang yang baik.

Mereka akan gelisah bila mendapat atau melakukan hal yang tidak baik (dosa).

Kata Allah dalam Al Baqarah,

Surat Al-Baqarah (2) Ayat 168

يَـٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَـٰلًۭا طَيِّبًۭا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌ
Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.

Yang halal yang baik.

Kenapa Allah langsung melarang untuk ikuti syetan, karena kata sebahagian ulama, syetan berusaha agar menjerumuskan anak-anak Adam, makan makanan yang haram.

Dan syetan telah berhasil menggelincirkan nenek moyang manusia untuk memakan makanan yang haram.

وَلَا تَقْرَبَا هٰذِهِ الشَّجَرَةَ

Jangan engkau dekati pohon ini..

Namun dengan godaan syetan, dengan hiasi larangan.. Maka Adam dan Hawa memakan makanan yang haram.

Syetan ingin manusia terjerumus dalam hal-hal yang maksiat. Syetan menghiasi supaya kelihatan indah.

➡️ 🍃TEMATIK 61 – Hukum Asal Makanan Halal Kecuali Apa yang Telah Diharamkan Oleh Syariat🍃

Firman Allah,

{كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ}

Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepada kalian.

وَاشْكُرُوا لِلَّهِ إِنْ كُنْتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

Dan bersyukurlah kepada Allah jika kalian benar-benar beribadah kepada Allah

Hal yang halal itu banyak..

Allah juga telah menjelaskan mana yang baik dan yang buruk.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

اَ لَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الرَّسُوْلَ النَّبِيَّ الْاُ مِّيَّ الَّذِيْ يَجِدُوْنَهٗ مَكْتُوْبًا عِنْدَهُمْ فِى التَّوْرٰٮةِ وَا لْاِ نْجِيْلِ يَأْمُرُهُمْ بِا لْمَعْرُوْفِ وَيَنْهٰٮهُمْ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ الطَّيِّبٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ الْخَبٰٓئِثَ

(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi (tidak bisa baca tulis) yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada pada mereka, yang menyuruh mereka berbuat yang makruf dan mencegah dari yang mungkar, dan (diantara sifat Nabi) yang menghalalkan segala yang baik bagi mereka dan mengharamkan segala yang buruk bagi mereka,

Dari sini kita harus perhatikan yang halal dan yang haram, karena hal ini berpengaruh pada kehidupan dunia dan akhirat.

➡️🍃TEMATIK 62 – Tragis, Gara-gara Harta Haram Amal Shalihpun Tidak Diterima🍃

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya Allah adalah baik dan tidaklah menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah memerintahkan kepada kaum mukminin sebagaimana perintah kepada para Rasul :

يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ

Wahai sekalian para Rasul, makanlah yang baik-baik dan beramal sholihlah, sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan (Q.S al-Mukminun:51)

Dan Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman, makanlah makanan yang baik dari rezeki yang Kami berikan kepada kalian (Q.S Al Baqoroh:172).

Kemudian Nabi menceritakan keadaan seseorang yang melakukan safar panjang, rambutnya kusut, mukanya berdoa, menengadahkan kedua tangan ke langit dan berkata: Wahai Rabbku, wahai Rabbku. Sedangkan makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, diberi asupan gizi dari yang haram, maka bagaimana bisa diterima doanya?! (H.R Muslim)

Hadits ini menjelaskan bahwa amal sholeh tidak diterima dari hasil yang haram.

Nabi ﷺ memberi contoh, orang yang telah melakukan Sebab-sebab doa dikabulkan namun Allah tidak kabulkan karena ada hasil yang haram padanya.

Sebab terkabul doa, diantaranya sedang Safar (sedang sulit,rahmat turun), semakin lama Safar semakin mustajab, lusuh (tidak sombong).
Allah bangga dengan jamaah haji yang lusuh, penuh debu… Tidak sombong.

Orang sujud, tidak sombong.

Lanjutan sebab doa terkabul adalah angkat tangan, tawasul dengan nama Allah, ulangan…

Namun sulit dikabulkan.. Karena makan, minum, pakaian haram..

➡️🍃TEMATIK 63 – Orang Kaya Posisinya Paling Rendah Di Akhirat, Kecuali dari Harta yang Halal dan Digunakan Untuk Sedekah🍃

Rasulullah ﷺ bersabda, “Orang yang banyak harta adalah yang paling rendah kedudukannya di hari kiamat kelak, kecuali orang yang berkata dengan hartanya, ‘Seperti ini dan seperti ini, ‘ dan ia memperoleh hartanya dengan baik. HR Ibnu Majah, hasan

Yaitu mengeluarkan harta di jalan Allah, dan dari hasil yang baik.

Orang yang kelihatan ibadah kecil dari hasil yang halal, maka Allah akan menerima dan membesarkan..

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ تَصَدَّقَ بِعَدْلِ تَمْرَةٍ مِنْ كَسْبٍ طَيِّبٍ وَلاَ يَقْبَلُ اللهُ إِلاَّ الطَّيِّبَ فَإِنَّ اللهَ يَقْبَلُهَا بِيَمِيْنِهِ ثُمَّ يُرَبِّيْهَا لِصَاحِبِهِ كَمَا يُرَبِّيْ أَحَدُكُمْ فَلُوَّهُ، حَتَّى تَكُوْنَ مِثْلَ الْجَبَلِ.

“Barangsiapa yang bersedekah dengan sesuatu yang senilai dengan sebutir kurma dari usaha yang halal, sedangkan Allah tidaklah menerima kecuali yang thayyib (yang baik), maka Allah akan menerima sedekahnya dengan tangan kanan-Nya kemudian mengembangkannya untuk pemiliknya seperti seorang di antara kalian membesarkan kuda kecilnya hingga sedekah tersebut menjadi besar seperti gunung.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Ini motivasi kita dalam bermuamalah dengan hasil yang halal.

Para salaf dahulu berusaha makan dari yang halal.

Rasulullah ﷺ pernah pulang ke rumah dan menemukan sebutir kurma yang jatuh di rumah dan bermaksud ingin memakannya, namun Rasulullah ﷺ kuatir kalau kurma tersebut dari sedekah maka Rasulullah ﷺ membuang nya.

Karena Rasulullah ﷺ dan keluarganya tidak boleh makan hatta dari sedekah tetapi boleh dari harta hadiah (Kisah Salman Al Farisi)

Lihatlah bagaimana Rasulullah ﷺ menjaga makanan dari yang haram.

Beliau tidak mau ada yang haram di perutnya, bahkan dari yang syubhat.

➡️ 🍃TEMATIK 64 – Kisah Abu Bakar Memuntahkan Makanan Syubhat🍃

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu anha , bahwa beliau memiliki seorang budak yang setiap hari membayar setoran berupa harta atau makanan. Setoran tersebut beliau gunakan untuk makan sehari-harinya. Suatu hari, budak tersebut membawa makanan dan Abu Bakar radliallahu ‘anhu memakannya seperti biasa. Dan Abu Bakar makanan itu, setelah itu Berkatalah si budak: “Apakah anda mengetahui apa yang anda makan ini?”. Beliaupun balik bertanya: “Makanan ini memangnya dari mana?”.

Lalu budak itu menceritakan bahwa makanan itu ia dapatkan sebagai hadiah dari seseorang yang ia tipu saat melakukan praktik perdukunan di jaman Jahiliyah. Setelah mendengar pengakuan budaknya itu Abu Bakar radliallahu ‘anhusegera memasukkan jari tangan beliau ke dalam mulut, lalu beliau memuntahkan semua makanan dalam perut beliau”. (HR. Bukhari)

Abu Bakar memuntahkan makanan yang syubhat…

➡️ 🍃TEMATIK 65 – Kisah Ulama – Gara-gara Delima Dijodohkan Dengan Putri Majikan🍃

Ibnu Mubarok, terkumpul banyak kemuliaan :ulama, zuhud, dermawan, kaya, ahli ibadah, ahli hadits, mujahid.

Kisah Salaf – Adalah ayah Abdullah Bin Al-Mubarok dahulu seorang budak (Turkiya) yang bekerja di kebun delima orang kaya. Selama bertahun-tahun ia bekerja tidak pernah sama sekali memakan buah delima yang ia jaga. Sampai suatu hari sang majikan datang ke kebun dan meminta Al-Mubarok untuk memetikkan buah delima yang baling bagus dan paling manis.

Setelah Al-Mubarok mendapatkan buah delima, sang majikan memakannya. Namun yang terjadi, banyak buah delima yang rusak dan rasanya kecut sekali. Sampai-sampai sang majikan marah kepada Al-Mubarok..

Karena Al Mubarak ternyata tidak pernah makan delima, karena tuan nya belum diizinkan makan.

Mubarak berkata ; yahudi menikah karena harta, Nasrani karena kecantikan, arab karna nasab dan kedudukan, Islam karena takwa.

Mubarak tidak pernah makan yang haram bahkan yang syubhat..

Rasulullah ﷺ bersabda :

إِنَّكَ لَنْ تَدَعَ شَيْئًا للهِ عَزَّ وَجَلَّ إِلاَّ بَدَّلَكَ اللهُ بِهِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكَ مِنْهُ

“Sesungguhnya tidaklah engkau meninggalkan sesuatu karena Allah ‘Azza wa Jalla, kecuali Allah akan menggantikannya bagimu dengan yang lebih baik bagimu” (HR Ahmad)

➡️🍃TEMATIK 66 – Kisah Masa Kecil Imam Bukhari, Ayahnya Tidak Memberikan Makan Dari Harta Haram🍃

Saat itu Ahmad bin Hafsh menemui Ismail, ayahanda Imam Al Bukhari dalam keadaan lemah terbaring. Dalam keadaan yang sudah sangat kritis dan sedang meregang nyawa. Ahmad bin Hafsh menirukan pernyataan ayah Al Bukhari saat dalam keadaan seperti itu, “Saya tidak mengetahui ada satu dirham pun dari hartaku yang haram. Dan tidak ada pula satu dirham pun yang syubhat.”

Imam Bukhari yang membuat kitab yang paling shahih setelah Al Qur’an.

➡️🍃TEMATIK 67 – Jujurlah Dalam Berdagang, Ada Keberkahan Hartamu Disana🍃

Kisah seseorang yang jual kambing.
Dan selalu kasih tahu kalau susu kambing nya ada rasa asamnya..

Rasulullah ﷺ bersabda,

فَإِنْ صَدَقَا وَبَيَّنَا بُوْرِكَ لَهُمَا فِي بَيْعِهِمَا، وَإِنْ كَتَمَا وَكَذَبَا مُحِقَتْ بَرَكَةُ بَيْعِهِمَا

“Apabila keduanya jujur dan menjelaskan (keadaan barang.), keduanya jual beli keduanya diberkahi. Namun, apabila keduanya menyembunyikan dan berdusta, akan dihilangkan keberkahan jual beli keduanya.” 

Akan berpengaruh terhadap kebahagian, akhlaq, pelit… Kita, keluarga dst.

➡️🍃14 Q & A – Hukum Makan Harta Haram dan Memanfaatkan Anak Yatim Untuk Donasi🍃

Hadits shahih tentang daging mana saja yang tumbuh dari harta haram maka neraka lebih utama untuk mengenai nya.

Maka segeralah untuk bertaubat.
Kalau sudah bertaubat tidak ulangi..

فَمَنْ جاءَهُ مَوْعِظَةٌ مِنْ رَبِّهِ فَانْتَهى فَلَهُ مَا سَلَفَ وَأَمْرُهُ إِلَى اللَّهِ

Orang-orang yang telah sampai kepadanya larangan dari Tuhannya, lalu terus berhenti (dari mengambil riba), maka baginya apa yang telah diambilnya dahulu (sebelum datang larangan – Allah maafkan), dan urusannya terserah kepada Allah. (Al-Baqarah: 275)

وَمَنْ عادَ

Orang yang kembali. (Al-Baqarah: 275)

Yakni kembali melakukan riba sesudah sampai kepadanya larangan Allah, berarti ia pasti terkena hukuman dan hujah mengenainya. Karena itulah dalam firman selanjutnya disebutkan:

{فَأُولَئِكَ أَصْحَابُ النَّارِ هُمْ فِيهَا خَالِدُونَ}

maka orang itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. (Al-Baqarah: 275)

Allah juga berkata yang seperti ini terkait harta anak yatim..

{إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا إِنَّمَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ نَارًا وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا}

Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara aniaya, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka). (An-Nisa: 10)

Kita harus waspada dari harta haram dan bila kita pernah melakukannya maka segeralah bertaubat..

➡️🍃15 Q & A – Apakah Makanan Haram Berdampak Buruk Kepada Anak Kita?🍃

Makanan haram benar-benar berakibat buruk. Bisa jadi akibat ditunda.

Tidak ada kata terlambat untuk bertaubat..

kelasUF

KELAS UFA# TEMATIK 53-54-55-56-57-59 Segera beramal.. KELAS UFA#QA: 16-23, TEMATIK 68-74
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?