KELAS UFA# TEMATIK 53-54-55-56-57-59 Segera beramal..
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA# TEMATIK 53-54-55-56-57-59 Segera beramal..
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
Diterbitkan pertama kali pada: 10-Okt-2021 @ 21:47
6 menit membacaKELAS UFA 27.09.2021
➡️🍃TEMATIK 53 – Bersegeralah Beramal Shalih Sebelum Datang Fitnah Pada Dirimu🍃
Kalau sudah terkena fitnah, akan susah beramal.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ فِتَنًا كَقِطَعِ اللَّيْلِ الْمُظْلِمِ يُصْبِحُ الرَّجُلُ مُؤْمِنًا وَيُمْسِى كَافِرًا أَوْ يُمْسِى مُؤْمِنًا وَيُصْبِحُ كَافِرًا يَبِيعُ دِينَهُ بِعَرَضٍ مِنَ الدُّنْيَا
“Bersegeralah melakukan amalan sholih sebelum datang fitnah (musibah) seperti potongan malam yang gelap. Yaitu seseorang pada waktu pagi dalam keadaan beriman dan di sore hari dalam keadaan kafir. Ada pula yang sore hari dalam keadaan beriman dan di pagi hari dalam keadaan kafir. Ia menjual agamanya karena sedikit dari keuntungan dunia” (HR. Muslim no. 118).
Fitnah baik syahwat maupun syubhat..
Firman berupa kekacauan, perang membuat orang susah beramal..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
العبادة في الهَرْج كهجرة إليَّ
“Ibadah dalam zaman harju seperti hijrah kepadaku.” (HR Muslim dan Ibnu Majah)
Fitnah sekarang banyak, nonton film berseri-seri…
➡️ 🍃TEMATIK 54 – Manfaatkan Masa Mudamu Sebelum Masa Tuamu🍃
Manfaatkan waktu muda selagi masih kuat untuk beribadah.
وَشَابٌّ نَشَأَ بِعِبَادَةِ اللهِ
(2) seorang pemuda yang tumbuh dewasa dalam beribadah kepada Allâh,
Masih muda sudah sadar Itu top, kalau sudah tua maka itu wajar.
➡️ 🍃TEMATIK 55 – Belajar Dermawan dalam Kondisi Kaya Atau Miskin🍃
Kalau ada uang mau sedekah, segera lakukan…uang itu keluar masuk dengan cepat.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا مَرِضَ الْعَبْدُ أَوْ سَافَرَ ، كُتِبَ لَهُ مِثْلُ مَا كَانَ يَعْمَلُ مُقِيمًا صَحِيحًا
“Jika seorang hamba sakit atau melakukan safar (perjalanan jauh), maka dicatat baginya pahala sebagaimana kebiasaan dia ketika mukim dan ketika sehat.” (HR. Bukhari)
Ketika kaya suka sedekah, maka ketika miskin akan tetap mengalir pahala sedekah.
➡️ 🍃TEMATIK 56 – Manfaatkan Waktu Luang dan Jangan Tunda Peluang Beramal🍃
Manfaatkan waktu luang, akan banyak waktu yang terlewatkan..
Dan yang ada hanya penyesalan. Kematian akan datang tiba-tiba..Dan salah satu tanda hari kiamat adalah kematian tiba-tiba.
Kita semua akan meninggal, waktu kita sedikit. Jangan sampai kehilangan kesempatan, bila terbetik untuk berbuat kebaikan, maka segera kerjakan.
Kesempatan ini berkaitan dengan nasib kita di akhirat.
➡️ 🍃TEMATIK 57 – Karena Iman yang Membedakan Antara yang Bersegera dan Menunda dalam Kebaikan🍃
Kalau kita menunda-nunda maka kesempatan beramal akan hilang.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Jika salah seorang dari kalian ingin haji maka lakukanlah, karena kita tidak tahu ada udzur di kemudian hari.”
Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda :
خيْرُ صُفُوفِ الرِّجَالِ أَوَّلُهَا ، وَشَرُّهَا آخِرُهَا
“Sebaik-baik shaf bagi laki-laki adalah yang paling depan, dan yang paling jelek adalah yang paling belakang.”
لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ
“Orang-orang yang terbiasa mengakhirkan hadir ketika shalat jamaah, niscaya Allah akan mengakhirkan urusan mereka “ (HR. Muslim)
Dan Allah berfirman,
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱسْتَجِيبُوا۟ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ
Hai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila Rasul menyeru kamu kepada suatu yang memberi kehidupan kepada kamu.
Sejauh mana kita menyambut seruan tersebut itulah kadar keimanan kita.
Ada orang yang bisa bangun malam tanpa alarm itu karena iman yang kuat.
➡️ 🍃TEMATIK 58 – Kita Jadi Malu, Bagaimana Semangatnya Sahabat Berlomba-lomba Dalam Ketaatan🍃
Para sahabat sangat luar biasa dalam hal ketaatan.
Contohnya kisah Abdullah bin Rowahah.
Suatu saat Rasulullah ﷺ sedang berkhutbah di masjid. Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Duduklah”. Abdullah bin Rowahah yang ketika mendengar perintah Nabi tersebut masih di jalan langsung duduk. Dan tetap duduk di jalan sampai Rasulullah ﷺ menghampirinya. Itulah contoh saking taatnya para sahabat kepada Rasulullah ﷺ. Dan kemudian Nabi ﷺ mendoakan Abdullah bin Rowahah supaya Allah menambah ketaatan padanya.
Lihatlah Ubair bin Al Hammam. Pada perang Badar ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bangkitlah kalian menuju Surga yang lebarnya seluas langit dan bumi.” Umair bertanya, “Wahai Rasulullah, Lebar Surga seluas langit dan bumi?” Beliau menjawab, “Benar,” Umair berkata, “Bah-bah.” Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa yang menyebabkan kamu mengatakan Bah-bah?” Umair menjawab, “Demi Allah, Tidak wahai Rasulullah, aku hanya berharap, mudah-mudahan aku termasuk penghuninya.” Rasulullah bersabda, “Sungguh, engkau termasuk penghuni Surga.”
Umair lalu mengambil beberapa biji kurma dari tempat makanannya lalu menyuapnya. Kemudian berkata, “Sekiranya aku masih hidup sehingga menghabiskan kurma ini, sungguh ini merupakan kehidupan yang sangat panjang.” Selanjutnya ia melemparkan kurma yang masih tersisa untuk maju berperang sebentar kemudian ia terbunuh dalam peperangan ini. (HR Muslim).
Lihatlah Hanzalah Ibnu Abi Amir, baru menikah, berhubungan dengan istri di pagi hari, belum sempat mandi junub. Dan langsung ikut perang begitu mendengar panggilan perang (jihad). Dan terbunuh.
Rasulullah ﷺ melihat para malaikat memandikannya..
Seorang sahabat yang pincang, ikut perang dan terbunuh. Rasulullah ﷺ melihatnya di surga sudah tidak pincang lagi.
Lihatlah bagaimana ketaatan Abu Bakar.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنْ أَصْبَحَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ صَائِمًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ تَبِعَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ جَنَازَةً قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ أَطْعَمَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مِسْكِينًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا قَالَ فَمَنْ عَادَ مِنْكُمْ الْيَوْمَ مَرِيضًا قَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَا فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا اجْتَمَعْنَ فِي امْرِئٍ إِلَّا دَخَلَ الْجَنَّةَ
“Siapakah di antara kalian yang pagi ini sedang berpuasa?”. Abu Bakar menjawab : “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah mengantarkan jenazah?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah memberi makan orang miskin?” Abu Bakar menjawab: “Aku.” Beliau bertanya lagi: “Siapa di antara kalian yang hari ini telah menjenguk orang sakit?”. Abu Bakar menjawab : “Aku.” Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah semua itu ada pada seseorang kecuali dia pasti akan masuk surga.” ( HR. Muslim).
Ketika perang tabuk, para sahabat berlomba-lomba untuk kumpulkan sedekah.
Umar bin Khattab berkata, “Rasulullah selalu mengajarkan untuk bersedekah kepada sesama” Lalu Rasulullah ﷺ bertanya, “Wahai Umar, apa yang kau tinggalkan untuk keluargamu?” Umar menjawab, “Saya meninggalkan sebagian harta saya untuk keluarga saya” Tidak berselang lama, datanglah Abu Bakar , dan Rasulullah kembali bertanya, “Wahai Abu Bakar, apa yang kamu tinggalkan untuk keluargamu?” Abu Bakar pun langsung menjawab dengan tegas, “Saya meninggalkan untuk mereka Allah dan Rasul-Nya
Dan saat itu Utsman memberikan banyak sedekah yang sangat diperlukan kaum muslimin, dan Rasul ﷺ sampai mengatakan, “tidak ada sesuatu yang memudhoroti Utsman setelah hari ini (apapun yang dia lakukan) “.
Ibnu Umar tidak pernah tinggalkan sholat malam setelah mendengar Rasulullah ﷺ berkata bahwa orang yang terbaik adalah orang yang sholat malam.
➡️ 🍃TEMATIK 59 – Nabi Bersegera dalam Kebaikan, dan Sedikit Nasehat Untuk Kita Di Zaman Gadget Ini🍃
Kata Ibnu Abbas tentang sifat Nabi di bulan Ramadhan, “Sungguh Rasulullah ﷺ lebih cepat kebaikannya daripada angin yang berhembus”.
Kata para ulama, sifat angin itu ada dua yaitu cepat dan menyebar.
Dan Nabi lebih baik daripada itu.
Ketika sholat dan Nabi ﷺ ingat ada uang yang belum disedekahkan, maka Rasulullah ﷺ segera pulang ke rumah untuk menyedekahkan uang tersebut.
Kita tidak tahu kapan akan dipanggil Allah, gunakan waktu sebaik mungkin dan murnikan niat karena Allah.
➡️ 🍃Q & A – Kenapa Perceraian Ada di Tangan Laki-laki🍃
Allah menjadikan perceraian di tangan lelaki, karena lelaki (secara umum)
1. Yang membayar mahar pernikahan
2. Pemimpin keluarga
3. Berfikir lebih panjang
4. Tidak mudah terbawa perasaan
Bukan ditangan wanita karena secara umum wanita tidak stabil pemikirannya, sebagaimana kata Nabi ﷺ
النساء ناقصات عقل ودين
“Wanita kurang akal dan agamanya”
Maksudnya bukan bodoh,tidak mudah berfikir.
Karena wanita lebih mendahulukan perasaan daripada akalnya.
Maka Rasulullah ﷺ mengatakan,
اِرْفَقْ بِالْقَوارِيْرِ
“Lembutlah kepada gelas-gelas kaca (maksudnya para wanita).”
Para wanita seperti gelas kaca , mudah pecah.
Saat sedang haid, hamil, maka mudah berubah emosinya..
Itulah hikmahnya Allah menjadikan perceraian di tangan para lelaki.
➡️ 🍃Q & A 12 – Kapan Istri Boleh Minta Cerai Secara Syar’i?🍃
Sebab syari wanita boleh minta cerai:
1. Akhlaq suami yang buruk terhadap sang istri. (kadang ada yang agamanya baik dan baik sama orang lain tapi buruk kepada istri).
2. Akhlaq baik tapi agama buruk (zina, minum khamr, judi dll)
3. Jika suami tidak tunaikan gak primer istri dan kluarga (nafkah, pakaian, sekolah)
4. Jika suami tidak bisa penuhi kebutuhan biologis istri, tidak adil dalam mabit. Pendapat wajib nafkahi istri minimal 4 bulan adalah pendapat yang lemah.
5. Wanita tidak benci suami tapi wanita khawatir tidak bisa jalankan kewajiban istri dan hak-hak suami. Contoh istri (anak tunggal misalnya) yang ingin berbakti kepada orang tua, sehingga jadi tidak ada waktu untuk berbakti kepada suami.
6. Jika wanita tidak suka kepada suami (tidak bisa mencintai). Walaupun suami baik. Dikuatirkan tidak ikhlas.
Ibnu Qudamah : jika dia tidak benci karena akhlaq, atau penampilan, atau agamanya atau sudah terlalu tua, atau suami lemah dan kuatir tidak bisa tunaikan hak Allah untuk taat kepada suami.. Maka boleh minta khuluq dengan syarat bayar tebusan dirinya.
➡️ 🍃Q & A 13 – Kiat Menghindari Konflik dengan Mertua🍃
Adalah tugas suami untuk jadi penengah yang baik


