ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA : MUQODIMAH
- Asmaul Husna – Kaidah
- ASMAUL HUSNA # Al Baary, Al Mushowir, Al Maalik, Al Malik.
- ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA# AL GHOFIR, AL GHOFUR, AL GHOFAR, AT AL AFUU, AT TAWWAB
- ASMAUL HUSNA # AL SUBBUH, AL QUDDUS, AS SALAM, ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
Diterbitkan pertama kali pada: 21-Jun-2020 @ 07:37
5 menit membacaASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
29 Syawal 1441 H
Kemuliaan ilmu itu tergantung apa yang kita pelajari.
AL ALIM (Maha Mengetahui)
AL KHOBIIR (Maha Mengetahui yang detail)
AL LATIF (Maha Halus)
AL ALIM, datang dalam beberapa bentuk Aalim lebih dari 150x dan Aalaam.
Makna Alim, ada beberapa
1. Allah Maha Mengetahui Segala sesuatu.
Surat Al-Hadid (57) Ayat 3
وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ
dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu.
إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۭ
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.
رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍۢ رَّحْمَةًۭ وَعِلْمًۭا
“Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu,
Menunjukkan ilmu Allah meliputi segala sesuatu tanpa terkecuali.
Ilmu Allah meliputi segala sesuatu, karena
A. Sebelum Allah menciptakan segala sesuatu Allah sudah mentakdirkan (merencanakan) terlebih dahulu. Jadi sebelum mencipta segala sesuatu Allah sudah mengetahui segala sesuatu tersebut.
إِنَّا كُلَّ شَىْءٍ خَلَقْنَـٰهُ بِقَدَرٍۢ
Sesungguhnya Kami menciptakan segala sesuatu dengan takdir.
B. Merupakan kelaziman bahwa yang menciptakan tahu akan ciptaan-Nya.
أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Bukankah Yang menciptakan mengetahui apa yang diciptakan-Nya.
اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ سَبْعَ سَمَاوَاتٍ وَمِنَ الأرْضِ مِثْلَهُنَّ يَتَنزلُ الأمْرُ بَيْنَهُنَّ لِتَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ وَأَنَّ اللَّهَ قَدْ أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا
Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu; dan sesungguhnya Allah, ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.
Qs Ath Thalaq ayat 12.
2. Ilmu Allah meliputi segala sesuatu dari sisi
+ Allah Mengetahui sebelum terjadi
+ Allah Mengetahui Yang Telah Terjadi
+ Allah Mengetahui Yang sedang terjadi
+ Allah Mengetahui yang akan terjadi
+ Allah Mengetahui sesuatu yang tidak terjadi, seandainya terjadi maka bagaimana nya pun Allah Mengetahui.
{لَوْ خَرَجُوا فِيكُمْ مَا زَادُوكُمْ إِلا خَبَالا}
Jika mereka berangkat bersama-sama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian selain dari kekacauan . (At-Taubah: 47)
{وَلَوْ رُدُّوا لَعَادُوا لِمَا نُهُوا عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ}
Sekiranya mereka dikembalikan ke dunia, tentulah mereka kembali kepada apa yang mereka telah dilarang mengerjakannya. Dan sesungguhnya mereka itu adalah pendusta-pendusta belaka. (Al-An’am: 28)
{لَوْ كَانَ فِيهِمَا آلِهَةٌ لَفَسَدَتَا}
Sekiranya ada di langit dan di bumi tuhan-tuhan selain Allah, tentulah keduanya itu telah rusak binasa. (Al-Anbiya: 22)
{وَلَوْ عَلِمَ اللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لأسْمَعَهُمْ}
Kalau kiranya Allah mengetahui kebaikan ada pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar. (Al-Anfal: 23)
3. Perbedaan antara Ilmu Allah dengan ilmu makhluk, sangat banyak, diantaranya :
+ ilmu Allah tidak dikenai oleh lupa dan lalai
قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى فِى كِتَـٰبٍۢ ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنسَى
Musa menjawab: “Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab, Tuhan kami tidak akan salah dan tidak (pula) lupa;
+ Ilmu Allah tidak melalaikan satu ilmu dengan lainnya.
FAIDAH
1. Kita akan takut kepada Allah untuk bermaksiat
Yang Paling membuat takut maksiat adalah dengan menyadari bahwa Allah Mengetahui Segala sesuatu.. (seorang ulama).
AL KHOBIIR Maha Mengetahui yang detail.
Al Alim = umum
Al KHOBIIR = lebih khusus, bagian dari Al Alim.
Secara bahasa Al KHOBIIR, diambil dari Al Khibroh (ahli, pakar).
Telah dijelaskan Allah Mengetahui segala sesuatu karena Allah Yang Menciptakan.
وَمَا تَسْقُطُ مِنْ وَرَقَةٍ إِلا يَعْلَمُهَا}
dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula). (Al-An’am: 59)
Kenapa Allah Tahu? Karena Allah menciptakan.
Demikian pula manusia. Yang menciptakan manusia adalah Allah.
+ Yang ciptakan mata manusia , Allah
قُل لِّلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا۟ مِنْ أَبْصَـٰرِهِمْ وَيَحْفَظُوا۟ فُرُوجَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا يَصْنَعُونَ
Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandanganya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka pandang”.
Allah gunakan kata
خَبِيرٌۢ
+ lisan kita, Allah yang ciptakan
+ Allah yang ciptakan hatinya.
يَعْلَمُ خَآئِنَةَ ٱلْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِى ٱلصُّدُورُ
Dia mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.
FAIDAH
1. Kita lebih mudah ikhlas karena yakin Allah melihat dan tidak usah kuatir ada amalan kita yang terluput.
2. Waspada untuk tidak maksiat karena Allah tahu dosa-dosa kita secara detail.
انه كان بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًۭا
Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui dosa-dosa hamba-hamba-Nya secara detail
{إِنَّ رَبَّهُمْ بِهِمْ يَوْمَئِذٍ لَخَبِيرٌ}
sesungguhnya Tuhan mereka secara detail pada hari kiamat Maha Mengetahui keadaan mereka (untuk membalas mereka) . (Al-‘Adiyat: 11)
3. Kita akan tenang dan Husnudzon kepada Allah atas segala keputusanNya.
AL LATIF Maha Lembut
Makna ada 2 tafsir :
1. Sama dengan Al KHOBIIR, Maha Mengetahui yang detail hanya saja Al Latif lebih fokus pada yang detail, adapun Al Khobir ada tambahan pakar..
وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
dan Dialah Yang Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.
2. Maha Lembut, Allah memberikan kebaikan kepada hamba-hamba-Nya dengan cara yang halus yang terkadang tidak disadari bahkan tidak disukai sang hamba.
Contoh.
A. Kisah Nabi Yusuf.
Musibah 1 (hasad kakak2 nya)
Musibah 2 (dimasukkan ke sumur)
Musibah 3 (dijual sebagai budak)
Musibah 4 (dituduh berzina)
Musubah 5 (dipenjarakan)
Semua lama, namun akhirnya jadi pembesar mesir.
{ إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ}
Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. (Yusuf: 100)
B. Kisah Nabi Musa, saat baru lahir dipisahkan dengan ibunya namun akhirnya disusui oleh ibunya.
C. Istri-istri Nabi. Al Adzab 28-34.
{يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لأزْوَاجِكَ إِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ الْحَيَاةَ الدُّنْيَا وَزِينَتَهَا فَتَعَالَيْنَ أُمَتِّعْكُنَّ وَأُسَرِّحْكُنَّ سَرَاحًا جَمِيلا (28) وَإِنْ كُنْتُنَّ تُرِدْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَالدَّارَ الآخِرَةَ فَإِنَّ اللَّهَ أَعَدَّ لِلْمُحْسِنَاتِ مِنْكُنَّ أَجْرًا عَظِيمًا (29) }
Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, “Jika kamu sekalian mengingini kehidupan dunia dan perhiasannya, maka marilah supaya kuberikan kepadamu mut’ah (kesenangan) dan aku ceraikan kamu dengan cara yang baik. Dan jika kamu sekalian menghendaki (keridaan) Allah dan Rasul-Nya serta (kesenangan) di negeri akhirat, maka sesungguhnya Allah menyediakan bagi siapa yang berbuat baik di antaramu pahala yang besar.
{يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ مَنْ يَأْتِ مِنْكُنَّ بِفَاحِشَةٍ مُبَيِّنَةٍ يُضَاعَفْ لَهَا الْعَذَابُ ضِعْفَيْنِ وَكَانَ ذَلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرًا (30) }
Hai istri-istri Nabi, siapa-siapa di antaramu yang mengerjakan perbuatan keji yang nyata, niscaya akan dilipatgandakan siksaan kepada mereka dua kali lipat. Dan adalah yang demikian itu mudah bagi Allah.
{وَمَنْ يَقْنُتْ مِنْكُنَّ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ وَتَعْمَلْ صَالِحًا نُؤْتِهَا أَجْرَهَا مَرَّتَيْنِ وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا (31) }
Dan barang siapa di antara kamu sekalian (istri-istri Nabi) taat kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal yang saleh, niscaya Kami memberikan kepadanya pahala dua kali lipat dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia.
{يَا نِسَاءَ النَّبِيِّ لَسْتُنَّ كَأَحَدٍ مِنَ النِّسَاءِ إِنِ اتَّقَيْتُنَّ فَلا تَخْضَعْنَ بِالْقَوْلِ فَيَطْمَعَ الَّذِي فِي قَلْبِهِ مَرَضٌ وَقُلْنَ قَوْلا مَعْرُوفًا (32) وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى وَأَقِمْنَ الصَّلاةَ وآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ إِنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيُذْهِبَ عَنْكُمُ الرِّجْسَ أَهْلَ الْبَيْتِ وَيُطَهِّرَكُمْ تَطْهِيرًا (33) وَاذْكُرْنَ مَا يُتْلَى فِي بُيُوتِكُنَّ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ وَالْحِكْمَةِ إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا (34) }
Hai istri-istri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya, dan ucapkanlah perkataan yang baik, dan hendaklah kamu tetap di rumahmu, dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliah yang dahulu dan dirikanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai Ahlul Bait, dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya. Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah Nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Mahalembut lagi Maha Mengetahui.
Kenapa ditutup dengan
إِنَّ اللَّهَ كَانَ لَطِيفًا خَبِيرًا
Karena dalam ayat ini banyak peraturan yang mungkin sebagian wanita tidak suka,
FAIDAH
1. Selalu Husnudzon kepada Allah
2. selalu semangat melakukan kebajikan meskipun sedikit karena Allah Maha detail dalam mencatat amalan hamba. (jangan tunda niat amalan baik)
$$##-aa-#$$

