This entry is part 34 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 15-Nov-2021 @ 05:28

7 menit membaca

KELAS UFA
25.10.2021

➡️*🍃16 Q & A – Hukum Orang Tua Kerja di Tempat Haram🍃*

Kalau bisa mandiri yang terbaik. Tetapi kalau tidak mampu, darurat boleh, seperlunya saja, kebutuhan primer..
Darurat itu boleh seperlunya saja.

Nasihat kepada orang tua dengan nasihat yang baik..itu bentuk berbakti kepada orang tua.

➡️ *🍃17 Q & A – Haruskah Bertanya Kehalalan Makanan Kepada Penjual?🍃*

Tugas kita hanya menilai yang dhahir. Kalau dhahir nya halal maka itu halal. Kita tidak dibebani bertanya yang detail.

Apalagi kita tinggal di negeri muslim.

Lain halnya bila kita tinggal di negeri yang sembelihan mereka tidak halal bagi muslim. Kita harus bertanya.

➡️ *🍃18 Q & A – Hukum Ditraktir Makanan Oleh Kawan yang Bekerja di Tempat Haram?🍃*

1. Ada orang kerja di haram dan halal (campur).
2. Ada yang murni haram..

Bila ditraktir yang kondisi pertama maka boleh
Kalau murni haram (kondisi 2) maka sebaiknya menghindar

➡️*🍃Tematik 68 – Hati-hati Fitnah Aurat dan Lawan Jenis🍃*

Fitnah wanita itu paling besar bagi laki-laki.

Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda,

مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ

“Aku tidak meninggalkan satu fitnah pun yang lebih membahayakan para lelaki selain fitnah wanita.” (HR. Bukhari dan  Muslim)

➡️ *🍃19 Q & A – Hukum Berziarah Ke Kuburan Wali dan Orang Shalih🍃*

Dulu dilarang oleh Nabi ﷺ (karena Islam masih baru, takut terjerumus kepada kesyirikan).

Sekarang Nabi ﷺ lihat ada manfaat maka Nabi ﷺ perintahkan.

Manfaat ziarah kubur,ada dua.
1. Ingat akhirat
2. Mendoakan penghuni kubur

Jadi boleh ziarah kubur wali-wali (orang sholeh) tapi jangan meminta-minta kepada penghuni kubur.

Dan jangan sampai dengan Safar jauh.

➡️*🍃20 Q & A – Bagaimana Sikap yang Benar Ketika Penyeru Kemaksiatan Meninggal Dunia🍃*

Bahagia dan sedih..
Bahagia karena dia tidak menyerukan kesesatan lagi
Sedih karena dia muslim hendaknya kita doakan..

Seorang hendaklah membersihkan hati..

Ibnu Taimiyyah adalah contoh yang baik saat musuh (yang selalu ingin menjatuhkan Ibnu Taimiyyah) meninggal dunia dan menyantuni keluarga musuh tersebut m

Ibnu Taimiyyah, dakwah Ikhlas karena Allah terlihat dari sikap tersebut.

➡️*🍃21 Q & A – Bingung Kenapa Sesama Dai Saling Bantah-Bantahan🍃*

Itu hal yang biasa, sejak para imam dahulu.
Untuk menyampaikan kebenaran yang diyakini. Yang sering hilang adalah adab.

Pilihan adalah pada dai yang lebih alim.

➡️*🍃22 Q & A – Hukum Mendengar Ceramah Dari Banyak Dai🍃*

Itu benar bagi orang yang sudah punya filter.

Bagi orang awam maka harus memilih dai yang kita percaya kebenaran.
Orang awam bisa terkena syubhat.
Ilmu adalah agama maka perhatikan daripada kalian ambil.

Manhaj salaf itu mulia, adapun Ustadz nya bisa jadi benar bisa jadi ada yang salah.

Manhaj salaf itu sarana mengenal iman. Sesuatu orang-orang yang mulia yaitu para sahabat, tabiin dan Tabiut Tabi’in..

➡️*🍃23 Q & A – Apakah Orang yang Menunda Tobat Tidak Akan Diberi Petunjuk Lagi Oleh Allah?🍃*

Wallahu a’lam, menunda taubat adalah dosa.
Semakin tunda taubat hati semakin hitam.

Sebuah hadits Bukhari dan Muslim, Jangan menunda taubat meskipun kita terjerumus dalam dosa, yang penting sekarang bertaubat.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam

أَذْنَبَ عَبْدٌ ذَنْبًا ، فَقَالَ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ . ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ ، فَقَالَ: أيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: عَبْدِيْ أَذْنَبَ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ . ثُمَّ عَادَ فَأَذْنَبَ ، فَقَالَ: أيْ رَبِّ اغْفِرْ لِيْ ذَنْبِيْ. فَقَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: أَذْنَبَ عَبْدِيْ ذَنْبًا فَعَلِمَ أَنَّ لَهُ رَبًّا يَغْفِرُ الذَّنْبَ وَيَأْخُذُ بِالذَّنْبِ ، اِعْمَلْ مَا شِئْتَ فَقَدْ غَفَرْتُ لَكَ .

Seorang hamba mengerjakan dosa kemudian  berkata, ‘Ya Allâh, ampunilah aku.’ Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hamba-Ku mengerjakan dosa dan ia tahu bahwa ia mempunyai Rabb yang mengampuni dosa dan menyiksa karenanya.’ Kemudian hamba tersebut berbuat dosa lagi, lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, ampunilah dosaku.’ Allâh Azza wa Jalla berfirman, ‘Hamba-Ku berbuat dosa dan ia tahu bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menyiksa karenanya.’ Kemudian hamba tersebut berbuat dosa lagi, lalu berkata, ‘Wahai Rabbku, ampunilah dosaku.’ Allâh Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Hambaku berbuat dosa dan ia tahu bahwa ia memiliki Rabb yang mengampuni dosa dan menyiksa karenanya, berbuatlah sesuka engkau, Aku telah mengampunimu.’”

Ingat syarat taubat – harus ada tekad untuk tidak mengulangi dosa tersebut.

Yang penting segera taubat, urusan nanti ya kita selesaikan nanti..

➡️*🍃Tematik 69 – Kisah Taubatnya Penyihir Fir’aun🍃*

Sihir adalah syirik, dosa yang paling besar dan tidak diampuni bila meninggal tidak taubat atas kesyirikan nya.

Saat Nabi Musa mengalahkan para penyihir Firaun… (yang hidup nya penuh dengan kesyirikan), namun berubah jadi beriman dalam sekejap.

Kata Allah ﷻ,

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدًۭا قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَـٰرُونَ وَمُوسَىٰ
Lalu tukang-tukang sihir itu tersungkur dengan bersujud, seraya berkata: “Kami telah percaya kepada Tuhan Harun dan Musa”.
Surat Ta-Ha (20) Ayat 70

Fir’aun marah dan membunuh para tukang sihir tersebut, namun mereka dimasukkan Allah ke dalam surga. Hanya sekali sujud kepada Allah, dosa mereka yang puluhan tahun dihapus oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Bahkan diganti surga..

Jangan ragu dengan taubat kepada Allah ﷻ.

➡️*🍃Tematik 70 – Kisah Taubatnya Pembunuh 100 Nyawa🍃*

Lihat betapa sadisnya orang tersebut. Allah beri hidayah karena hatinya ingin kembali.

Dahulu, pada masa sebelum kalian ada seseorang yang pernah membunuh 99 jiwa. Lalu ia bertanya tentang keberadaan orang-orang yang paling alim di muka bumi. Namun ia ditunjuki pada seorang ahli ibadah. Lantas ia pun mendatanginya dan berkata, ”Jika seseorang telah membunuh 99 jiwa, apakah taubatnya diterima?” ahli ibadah pun menjawabnya, ”Orang seperti itu tidak diterima taubatnya.” Lalu orang tersebut membunuh rahib itu dan genaplah 100 jiwa yang telah ia renggut nyawanya.

Kemudian ia kembali lagi bertanya tentang keberadaan orang yang paling alim di muka bumi. Ia pun ditunjuki kepada seorang ‘alim. Lantas ia bertanya pada ‘alim tersebut, ”Jika seseorang telah membunuh 100 jiwa, apakah taubatnya masih diterima?” Orang alim itu pun menjawab, ”Ya masih diterima. Dan siapakah yang akan menghalangi antara dirinya dengan taubat? Beranjaklah dari tempat ini dan ke tempat yang jauh di sana karena di sana terdapat sekelompok manusia yang menyembah Allah Ta’ala, maka sembahlah Allah bersama mereka. Dan janganlah kamu kembali ke tempatmu(yang dulu) karena tempat tersebut adalah tempat yang amat jelek.”
Laki-laki ini pun pergi (menuju tempat yang ditunjukkan oleh orang alim tersebut). Ketika sampai di tengah perjalanan, maut pun menjemputnya.

Allah pun masukan ke dalam surga.
Maka segera bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kalau perlu sholat dua rakaat dan istighfar kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

➡️ *🍃Tematik 71 – Kisah Pemilik Onta dan Allah Bergembira dengan Hamba yang Bertobat🍃*

Rasulullah ﷺ bersabda,

لَلَّهُ أَشَدُّ فَرَحًا بِتَوْبَةِ عَبْدِهِ حِينَ يَتُوبُ إِلَيْهِ مِنْ أَحَدِكُمْ كَانَ عَلَى رَاحِلَتِهِ بِأَرْضِ فَلاَةٍ فَانْفَلَتَتْ مِنْهُ وَعَلَيْهَا طَعَامُهُ وَشَرَابُهُ فَأَيِسَ مِنْهَا فَأَتَى شَجَرَةً فَاضْطَجَعَ فِى ظِلِّهَا قَدْ أَيِسَ مِنْ رَاحِلَتِهِ فَبَيْنَا هُوَ كَذَلِكَ إِذَا هُوَ بِهَا قَائِمَةً عِنْدَهُ فَأَخَذَ بِخِطَامِهَا ثُمَّ قَالَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ اللَّهُمَّ أَنْتَ عَبْدِى وَأَنَا رَبُّكَ.أَخْطَأَ مِنْ شِدَّةِ الْفَرَحِ

“Sesungguhnya Allah sangat gembira dengan taubat hamba-Nya ketika ia bertaubat pada-Nya melebihi kegembiraan seseorang di antara kalian yang berada di atas kendaraannya dan berada di suatu tanah yang luas (padang pasir), kemudian hewan yang ditungganginya lari meninggalkannya. Padahal di hewan tunggangannya itu ada perbekalan makan dan minumnya. Sehingga ia pun menjadi putus asa. Kemudian ia mendatangi sebuah pohon dan tidur berbaring di bawah naungannya dalam keadaan hati yang telah berputus asa (menunggu kematian). Tiba-tiba ketika ia dalam keadaan seperti itu, kendaraannya tampak berdiri di sisinya, lalu ia mengambil ikatnya. Karena sangat gembiranya, maka ia berkata (sebagai bentuk syukur kepada Allah) , ‘Ya Allah, Engkau adalah hambaku dan aku adalah Rabb-Mu.’ Ia telah salah mengucapkan karena sangat gembiranya.” (HR. Muslim).

Saking gembira nya sampai salah ngomong (kalimat kufur). Tapi Allah lebih gembira karena taubat nya.

Jadi jangan putus asa dalam taubat.

➡️*🍃Tematik 72 – Ayat-ayat yang Memberikan Pengharapan Kepada Seorang Hamba🍃*

Ada ayat yang paling memberi harapan kepada hamba.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰعِبَا دِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِ ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًا ۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

“Katakanlah, “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 53)

Allah masih anggap orang-orang yang berlebihan dalam maksiat, sebagai hamba.

Fir’aun pernah berkata Aku adalah Tuhan mu yang Maha Tinggi.. Kalimat kekufuran..

Allah masih menawarkan taubat kepada Firaun… Allah utus Musa dan Harun.

Allah ingkari orang-orang Nasrani yang mengatakan Allah adalah satu dari tiga..

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)

Allah masih tawarkan taubat kepada mereka yang telah berbuat syirik m.

اَفَلَا يَتُوْبُوْنَ اِلَى اللّٰهِ وَيَسْتَغْفِرُوْنَهٗ ۗ وَا للّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampunan kepada-Nya? Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 74)

Demikian kisah ashabul uhdud (parit) yang menyiksa kaum mukminin

اِنَّ الَّذِيْنَ فَتَـنُوا الْمُؤْمِنِيْنَ وَ الْمُؤْمِنٰتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوْبُوْا فَلَهُمْ عَذَا بُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَا بُ الْحَرِيْقِ 

“Sungguh, orang-orang yang mendatangkan cobaan (bencana, membunuh, menyiksa) kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan lalu mereka tidak bertobat, maka mereka akan mendapat azab Jahanam dan mereka akan mendapat azab (neraka) yang membakar.”
(QS. Al-Buruj 85: Ayat 10)

Ayat ini tentang raja yang dhalim dan pengikutnya yang menyiksa kaumnya yang beriman..

Allah masih beri kesempatan mereka untuk bertaubat.

Hasan Al Bashri berkata,” Lihatlah bagaimana baiknya Allah.. Orang-orang ini telah membunuh wali-wali Allah tetapi Allah beri kesempatan bertaubat”.

➡️*🍃Tematik 73 – Khianatnya Hati Saat Menunda-nunda Taubat, Akhirnya Su’ul Khatimah🍃*

Kewajiban taubat harus segera di lakukan..

وَسَارِعُوا إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنْ رَبِّكُمْ

Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Tuhan kalian

Jangan menunda-nunda..

Padahal seseorang bila maksiat maka hati hitam, makin banyak maka hati jadi keras.

HATI ini sering berkhianat.. Diwaktu-waktu yang diperlukan

Ibnu Qayyim berkata, menunda taubat itu bentuk dosa tersendiri.

➡️*🍃Tematik 74 – Saat Mata Berkhianat, Allah Perintahkan Hamba Bertobat🍃*

Kita sering lalai, sepele dosa-dosa kita..

Dosa remeh tapi Allah peringatkan.. Dosa tidak jaga pandangan..

{وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ}

Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman, supaya kalian beruntung. (An-Nur: 31)

Ini adalah akhir ayat6, yang Allah awali dengan perintah menjaga pandangan

{وَقُلْ لِلْمُؤْمِنَاتِ يَغْضُضْنَ مِنْ أَبْصَارِهِنَّ}

Katakanlah kepada wanita yang beriman, “Hendaklah mereka menahan pandangannya.” (An-Nur: 31)

{وَيَحْفَظْنَ فُرُوجَهُنَّ}

dan memelihara kemaluannya. (An-Nur: 31)

Allah mengetahui pengkhianatan pandangan.

Syaikh Utsaimin mengatakan Ini dalil bahwasanya untuk segera bertaubat dalam dosa pandangan.
Taubat adalah kewajiban seumur hidup.

kelasUF

KELAS UFA#TEMATIK 60-61-62-63-64-65-66-67 QA 14-15 -Harta Halal.. KELAS UFA#Tematik#75-88-argumentasi salah dalam agama & Tadabur#28
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?