This entry is part 11 of 12 in the series Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

Diterbitkan pertama kali pada: 11-Mar-2021 @ 21:18

6 menit membaca

📖 KAIDAH KEHIDUPAN DALAM ALQUR’AN#11
👤Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ Rajab 1442H.

➡️ KAIDAH KE 44-TAAT KEPADA RASULULLAH

Allah ﷻ berfirman,

{وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا}

Apa yang datang dari Rasulullah ﷺ , maka ambillah. Dan apa yang Rasulullah ﷺ larang, maka tinggalkanlah. (Al-Hasyr: 7)

Apa yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ adalah wahyu.

 وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى (3) إِنْ هُوَ إِلا وَحْيٌ يُوحَى (4)

Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al-Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).

✳️♦️Ada beberapa hal yang membuat kita harus bersikap demikian:

1️⃣ Rasulullah ﷺ begitu semangat sampaikan agama kepada kita.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مِّنْ اَنْفُسِكُمْ عَزِيْزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيْصٌ عَلَيْكُمْ بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

“Sungguh, telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kamu alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah 9: Ayat 128)

Terkumpul pada Nabi ﷺ sifat-sifat yang tidak mungkin Nabi ﷺ ingin memberatkan kita.

Yakinlah bahwa Nabi ﷺ ingin kebaikan buat kita. ❗❗❗

Beliau ﷺ bersabda,

لَوْلاَ أَنْ أَشُقَّ عَلىَ أُمَّتِي لأَمَرْتُهُمْ باِلسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَّلاَةٍ

“Kalau bukan karena akan memberatkan umatku maka akan kuperintahkan mereka untuk bersiwak setiap akan shalat”. [Hadits riwayat Bukhari dan Muslim]

Dari Aisyah radhiyallahu anha, “Nabi shallallahualaihiwasallam shalat di masjid pada suatu malam. Maka orang-orang pun shalat bermakmum kepada beliau. Kemudian kabilah-kabilah pun ikut shalat bersama beliau, sehingga jumlahnya sangat banyak. Kemudian pada malam yang ketiga atau keempat mereka sudah berkumpul di masjid, namun Rasulullah shallallahualaihiwasallam tidak keluar. Ketika pagi hari tiba beliau bersabda: ‘Aku telah melihat apa yang kalian lakukan, tidaklah ada yang menghalangi aku untuk keluar kecuali aku khawatir shalat tersebut diwajibkan atas kalian’. Itu ketika bulan Ramadan”.

Karena kalau diwajibkan akan menjadi berat.

Sifat Nabi ﷺ adalah memilih yang termudah bagi umat nya kecuali yang diharamkan. (Hadits dari Aisyah radhiyallahu anha)

Karena tahu bahwa Nabi ﷺ tidak ingin memberatkan umatnya, maka perintah yang sulit pasti baik untuk kita…

2️⃣ Rasulullah ﷺ semangat untuk kebaikan.

Sejak Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ berdakwah,
يَا أَيُّهَا الْمُدَّثِّرُ (1) قُمْ فَأَنْذِرْ (2) 

Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan (kepada manusia) 

Maka beliau ﷺ tidak pernah berhenti berdakwah kebaikan bagi umatnya….

Ini demi kita semua, dan tegar dalam semua ujian.

3️⃣ Rasulullah ﷺ sayang kepada orang-orang mukmin.

بِا لْمُؤْمِنِيْنَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ

رَءُوْفٌ
Maknanya lembut.

Dalam sebuah hadits disebutkan, Rasulullah ﷺ kepada umatnya adalah seperti seorang ayah kepada anaknya.

Para sahabat menyaksikan kebagusan akhlaq Nabi ﷺ.

Nabi ﷺ yang saat sholat ada anak nangis, maka sholat dipercepat, kasihan kepada anak dan ibunya..

وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الأمْرِ لَعَنِتُّمْ

Dan ketahuilah olehmu bahwa di kalangan kamu ada Rasulullah. Kalau Rasulullah ﷺ menuruti (kemauan) kamu dalam beberapa urusan, benar-benarlah kamu akan mendapat kesusahan, QS Al Hujurat ayat 7.

Hati-hati dengan kelompok Alquraniyyun yang ingkari sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Ini kekufuran.

Kisah perjanjian Hudaibiyah yang mana para sahabat awalnya tidak setuju dengan langkah Nabi ﷺ karena dhahir nya perjanjian itu merugikan Islam. Namun ternyata kemenangan bagi kaum muslimin.

Maka para sahabat pun berkata, Curigailah otak kalian
➡️❗Karena syariat pasti benar. ❗❗

Semua sunnah Nabi pasti mendatangkan kebahagiaan.

Oleh karena itu pelajari semua sunnah dalam segala hal.

➡️ KAIDAH KE 45: Sesungguhnya kebaikan akan menghilangkan dosa-dosa /keburukan

 إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Ayat ini dalam surat Hud,

وَأَقِمِ الصَّلاةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ

Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. 

Kaidah sangat penting, karena setiap hari kita berdosa,sehingga sangat butuh hal yang bisa hapuskan dosa-dosa kita.

Tidak semua orang diilhamkan untuk bertaubat.

Ayat-ayat seperti ini ada beberapa dalam Al-Qur’an,

{وَيَدْرَؤُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ}

dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan. (Al-Qashash: 54) atau Qs Ar Ra’ad:22

Ibnu Abbas, amal sholeh akan buang keburukan.

Ayat lainnya,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَلَوْ اَنَّ اَهْلَ الْـكِتٰبِ اٰمَنُوْا وَا تَّقَوْا لَـكَفَّرْنَا عَنْهُمْ سَيِّاٰتِهِمْ وَلَاَ دْخَلْنٰهُمْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ
“Dan sekiranya Ahli Kitab itu beriman dan bertakwa, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan mereka dan mereka tentu Kami masukkan ke dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 65)

Ayat-ayat ini menjelaskan bahwa dosa-dosa bisa gugur, yang terbesar adalah taubat dan amal sholeh.

Kalau banyak amalan sholeh maka dosa kita bisa gugur meskipun kita tidak bertaubat. Kita juga lupa taubat.

Rasulullah shallallahualaihiwasallam bersabda,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن

“Bertakwalah kepada Allah di manapun anda berada. Iringilah perbuatan dosa dengan amal kebaikan, karena kebaikan itu dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik HR Ahmad.

➡️ Kebaikan akan hapus keburukan.

Dari Ibnu Mas’ud, ia berkata,

أَنَّ رَجُلاً أَصَابَ مِنَ امْرَأَةٍ قُبْلَةً ، فَأَتَى النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَأَخْبَرَهُ ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ ( أَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ) . فَقَالَ الرَّجُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِى هَذَا قَالَ  لِجَمِيعِ أُمَّتِى كُلِّهِمْ 

Ada seseorang yang sengaja mencium seorang wanita (non mahram yang tidak halal baginya), lalu ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mengabarkan tentang yang ia lakukan. Maka turunlah firman Allah Ta’ala (yang artinya), “Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan daripada malam.” (QS. Hud: 114). Laki-laki tersebut lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah pengampunan dosa seperti itu hanya khusus untuk aku?” Beliau bersabda, “Untuk seluruh umatku.” (HR. Bukhari dan Muslim).

➡️ Maka, seharusnya kita perbanyak lakukan amal sholeh, kita tidak tahu amalan mana yang Allah terima. Kita ini sedang dalam masa perhitungan. ✳️❗

➡️ KAIDAH KE 46: kebaikan apapun yang kau lakukan, Allah tahu

 وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ 
Apapun yang kalian lakukan berupa kebaikan, Allah tahu. Qs Al Baqarah ayat 197.

Selengkapnya,

{الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ فَمَنْ فَرَضَ فِيهِنَّ الْحَجَّ فَلا رَفَثَ وَلا فُسُوقَ وَلا جِدَالَ فِي الْحَجِّ وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ (197) }

(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafas, berbuat fasik, dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kalian kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku, hai orang-orang yang berakal. Qs Al Baqarah:197.

Ketika haji ada dua bekal, bekal fisik dan bekal mental (takwa).

Maksud ayat ini adalah agar kita ikhlas, karena Allah sudah tahu.

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ

Nakhirah yang dalam konteks syarat memberi makna keumuman.

Para salaf dulu sering sembunyikan amal sholeh nya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ
“Barang siapa diantara kalian yang mampu untuk memiliki amal sholeh yang tersembunyikan maka lakukanlah !” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2313)

Lawan hati kita bila ingin adanya pengakuan manusia.

Bila kita cukupkan dengan kaidah ini, bahwa Allah tahu amal baik kita, maka akan membuat kita bahagia.

Pahala kita akan lebih besar bila yang kita bantu tidak berterima kasih.

Perkataan Ibnu Taimiyyah sebagai hiburan buat kita , “Jangan sampai karena sikap orang yang tidak tahu terima kasih, membuat kau kasar sama orang, akhirnya kau tidak pernah berbuat baik, akhirnya tidak sabar terhadap mereka tetapi berbuat baiklah kepada karena Allah, sebagaimana kau tidak takut terhadap mereka, jangan berharap kepada mereka, tapi Takutlah kepada Allah dalam bermuamalah dengan manusia. Jangan takut kepada manusia dan salah dalam muamalah dengan Allah. Jadilah seperti orang yang berbuat kebajikan karena Allah.”

Keadaan dimana saat kita bantu orang tetapi tidak ucap terima kasih adalah bentuk ujian Allah kepada kita dalam hal keikhlasan.

Kita bisa berbuat baik adalah karena Allah juga bukan dari diri kita sendiri..

➡️ KAIDAH KE 47: Barangsiapa yang beriman kepada Allah, Allah akan memberi petunjuk

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلا بِإِذْنِ اللَّهِ

Tidak ada sesuatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan izin Allah. 
 وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Dan barang siapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Qs Ath Thaghabun-11.

Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang beriman, Allah akan beri petunjuk, solusi..

Oleh karena itu Nabi shallallahu alaihi wasallam memuji orang-orang mukmin,

عَجَبًا لأَمْرِ الْمُؤْمِنِ إِنَّ أَمْرَهُ كُلَّهُ خَيْرٌ وَلَيْسَ ذَاكَ لأَحَدٍ إِلاَّ لِلْمُؤْمِنِ إِنْ أَصَابَتْهُ سَرَّاءُ شَكَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ وَإِنْ أَصَابَتْهُ ضَرَّاءُ صَبَرَ فَكَانَ خَيْرًا لَهُ

“Sungguh menakjubkan keadaan seorang mukmin. Seluruhnya urusannya itu baik. Ini tidaklah didapati kecuali pada seorang mukmin. Jika mendapatkan kesenangan, maka ia bersyukur. Itu baik baginya. Jika mendapatkan kesusahan, maka ia bersabar. Itu pun baik baginya.” (HR. Muslim)

Allah kasih ujian, sejatinya itu obat yang pas buat kita, yang kalau terima dengan baik akan jadi obat bagi kita.

Berkata Aun bin Abdillah, “Sesungguhnya Allah memaksa hambaNya untuk terkena ujian sebagaimana orang yang memaksa orang sakit untuk minum obat. Sebagaimana kita memaksa anak minum obat”

Maka terimalah musibah sebagai obat..

Ibnu Abbas, “Allah akan beri petunjuk hatinya untuk yakin sehingga ia tahu apa yang mengenai dirinya tidak akan darinya, dan apa yang melesat tidak akan mengenai dirinya.”

Ini penting buat kita karena dalam kehidupan, sering tidak sesuai dengan keinginan.

Maka saat terkena musibah, kita harus sabar dan menjadi obat yang tepat buat perbaikan diri kita.

Semoga bermanfaat.

$$&&-aa-&&$$

Digita Template

Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN #10 KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN #12
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?