Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematik

KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN#3

This entry is part 3 of 12 in the series Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

Diterbitkan pertama kali pada: 16-Okt-2020 @ 07:42

6 menit membaca

KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN 3
Ustadz Dr Firanda Andirja MA
22 Shafar 1442H

Kaidah #7 : tidak ada jalan untuk menyalahkan orang yang sudah (berusaha) berbuat baik tapi tidak mampu..

لَيْسَ عَلَى الضُّعَفَاءِ وَلَا عَلَى الْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى الَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنْفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُوا لِلَّهِ وَرَسُولِهِ ۚ مَا عَلَى الْمُحْسِنِينَ مِنْ سَبِيلٍ ۚ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Tiada masalah bagi orang-orang yang lemah, orang-orang yang sakit dan atas orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan, apabila mereka telah berusaha dengan baik dan ikhlas kepada Allah dan Rasul-Nya. Tidak ada jalan sedikitpun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, QS Taubah ayat 91.

Allah sebutkan kelompok lain..

وَلَا عَلَى الَّذِينَ إِذَا مَا أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَا أَجِدُ مَا أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّوْا وَأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ الدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُوا مَا يُنْفِقُونَ

dan tiada (pula) berdosa (masalah) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu (untuk ikut jihad), supaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata: “Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawamu”. lalu mereka kembali, sedang mata mereka bercucuran air mata karena kesedihan (karena tidak bisa ikut jihad) , lantaran mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka nafkahkan. Qs At Taubah ayat 92.

Dan Allah mencela orang yang tidak punya udzur…

إِنَّمَا السَّبِيلُ عَلَى الَّذِينَ يَسْتَأْذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَاءُ ۚ رَضُوا بِأَنْ يَكُونُوا مَعَ الْخَوَالِفِ وَطَبَعَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang kaya. Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat perbuatan mereka). Qs Taubah ayat 93.

Ada kaidah Tafsir , keumuman lafazh bukan kekhususan sebab.
Karena ayat ini sebabnya adalah persiapan jihad.

Contoh aplikasi nya, bila A datang ke B dan meminjam uang 100 juta, tapi si B hanya mampu memberi pinjaman 5 juta maka A tidak boleh mencela si B, misal nya dibilang pelit dll.

Contoh lain, istri baru bangun jam 3 untuk siaokan sahur tapi ternyata terlalu asin.. Maka tidak ada celah untuk mencela istri..

Contoh lain, anak sudah belajar serius tapi ternyata dapat nilai buruk… Maka jangan cela anak tersebut…

Teguran sebaiknya dilakukan dengan cara yang baik, bukan dengan mencela..

Bila orang yang berusaha berbuat baik namun tidak sempurna kemudian dicela maka bisa jadi orang tidak mau berbuat baik.

Kaidah #8 : Seseorang tidak menanggung dosa orang lain

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى 

Seorang tidak akan menanggung kesalahan (dosa) orang lain.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menjelaskan dosa dengan
وَازِرَ
Sesuatu yang dipikul. Karena di akhirat kelak dosa itu memberatkan.

مَنْ أَخَذَ شِبْرًا مِنْ الْأَرْضِ ظُلْمًا فَإِنَّهُ يُطَوَّقُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ سَبْعِ 

“Barangsiapa yang mengambil sejengkal saja dari tanah secara dzalim maka dia akan dikalungkan dengan tanah sebanyak tujuh lapis bumi pada hari qiyamat “.

Allah Subhanahu wa Ta’ala sangat adil dengan ayat ini.

Adapun bila seseorang menjadi sebab orang lain berbuat dosa maka dia juga menanggung dosa tersebut.

{لِيَحْمِلُوا أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمِنْ أَوْزَارِ الَّذِينَ يُضِلُّونَهُمْ بِغَيْرِ عِلْمٍ}

(ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosanya dengan sepenuh-penuhnya pada hari kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). (An-Nahl: 25)

Contoh seorang musyrikin ajak orang lain berbuat syirik..

Contoh lain, seseorang menyediakan sarana kemaksiatan..

Dia berdosa dan juga menanggung dosa orang-orang yang dia jerumuskan.

وَقَالَ الَّذِينَ كَفَرُوا لِلَّذِينَ آمَنُوا اتَّبِعُوا سَبِيلَنَا وَلْنَحْمِلْ خَطَايَاكُمْ وَمَا هُمْ بِحَامِلِينَ مِنْ خَطَايَاهُمْ مِنْ شَيْءٍ ۖ إِنَّهُمْ لَكَاذِبُونَ

Dan berkatalah orang-orang kafir kepada orang-orang yang beriman: “Ikutilah jalan kami, dan nanti kami akan memikul dosa-dosamu”, dan mereka (sendiri) sedikitpun tidak (sanggup), memikul dosa-dosa mereka. Sesungguhnya mereka adalah benar-benar orang pendusta. Qs Al Ankabut ayat 12.

وَلَيَحْمِلُنَّ أَثْقَالَهُمْ وَأَثْقَالًا مَعَ أَثْقَالِهِمْ ۖ وَلَيُسْأَلُنَّ يَوْمَ الْقِيَامَةِ عَمَّا كَانُوا يَفْتَرُونَ

Dan sesungguhnya mereka akan memikul beban (dosa) mereka, dan beban-beban (dosa yang lain) di samping beban-beban mereka sendiri, dan sesungguhnya mereka akan ditanya pada hari kiamat tentang apa yang selalu mereka ada-adakan.
Qs Al Ankabut ayat 13.

Dalam kisah Nabi Yusuf, beliau tidak mau menimpakan hukuman kepada orang yang karung nya tidak ditemukan piala raja..

{قَالُوا جَزَاؤُهُ مَنْ وُجِدَ فِي رَحْلِهِ فَهُوَ جَزَاؤُهُ كَذَلِكَ نَجْزِي الظَّالِمِينَ}

Mereka menjawab, “Balasannya ialah pada siapa diketemukan (barang yang hilang) dalam karungnya, maka dia sendirilah balasannya (tebusannya).” Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang zalim. (Yusuf: 75)

Beda dengan Firaun yang salahkan orang lain.. Dengan memerintahkan anak buah nya untuk membunuh bayi laki-laki padahal yang ditujukan hanyalah 1 bayi saja.

Aplikasi..
1. Seseorang kerja di kantor sedang ada problem di kantor, tapi di rumah juga marah2 kepada anak istri.

2. Dalam kehidupan rumah tangga, bisa istri yang salah suami tidak boleh menyalahkan atau marah2 kepada anak-anak..

Kita harus adil, tidak boleh membebankan kepada orang yang tidak salah.

Misalnya 1,2 orang suku tertentu berbuat buruk dan kita pikulkan kepada seluruh suku tersebut.

Kaidah #9 : Lelaki tidak seperti perempuan

وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالْأُنْثى

dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. (Ali Imran: 36)

{إِذْ قَالَتِ امْرَأَةُ عِمْرَانَ رَبِّ إِنِّي نَذَرْتُ لَكَ مَا فِي بَطْنِي مُحَرَّرًا فَتَقَبَّلْ مِنِّي إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ (35) فَلَمَّا وَضَعَتْهَا قَالَتْ رَبِّ إِنِّي وَضَعْتُهَا أُنْثَى وَاللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا وَضَعَتْ وَلَيْسَ الذَّكَرُ كَالأنْثَى وَإِنِّي سَمَّيْتُهَا مَرْيَمَ وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ (36) }

(Ingatlah) ketika istri Imran berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku menazarkan kepada Engkau anak yang dalam kandunganku menjadi hamba yang saleh dan berkhidmat (di Baitul Maqdis-Masjidil Asgha). Karena itu, terimalah (nazar) itu dariku. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Maka tatkala istri Imran melahirkan anaknya, dia pun berkata, “Ya Tuhanku, sesungguhnya aku melahirkannya seorang anak perempuan; dan Allah lebih mengetahui apa yang dilahirkannya itu; dan anak laki-laki tidaklah seperti anak perempuan. Sesungguhnya aku telah menamai dia Maryam dan aku melindungkannya serta anak-anak keturunannya kepada (pemeliharaan) Engkau dari setan yang terkutuk.”
Qs Ali Imran ayat 35-36.

Sehingga dengan doa ini, Maryam dan Isa tidak diganggu syetan saat lahir (tidak menangis).

Ayat lain yang membedakan laki-laki dan perempuan.

الرِّجالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّساءِ

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita. (An-Nisa: 34)

{وَلِلرِّجَالِ عَلَيْهِنَّ دَرَجَةٌ}

Akan tetapi, para lelaki mempunyai satu tingkatan kelebihan daripada wanita. (Al-Baqarah: 228)

Bukan dalam hal keimanan… Dalam hal kepengurusan (Qowamah).

Ini kaidah perlu dicermati, karena kaum liberal gencar menyebarkan kesalahan pemahaman mereka.
Kita harus adil, dengan menempatkan sesuatu pada tempatnya.
Dan lelaki tidak sama dengan perempuan.

Ayat-ayat banyak menjelaskan ada nya perbedaan..

Apakah sama orang yang punya ilmu dengan yang tidak punya ilmu?

Demikian juga dalam hal warisan.. Lelaki dapat lebih banyak karena tugas lelaki yang berkaitan dengan harta lebih banyak, misalnya nafkah, memberi mas kawin dll.

Begitu pula dalam persaksian dalam hal perdagangan, saksi wanita dihitung 1/2 dibanding saksi laki-laki. Karena yang biasa berdagang adalah laki-laki.

Beda dengan saksi perempuan dalam hal haid dan lihat hilal, maka diterima sama.

Kaidah ini dibuang di negara-negara kafir, sehingga kita lihat wanita disuruh kerja yang kasar dan berat.

Penyamaan wanita dengan laki-laki adalah merendahkan wanita..

Kaidah #10 : Allah akan menolong orang yang menolong agama Allah

{وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ}

Sesungguhnya Allah pasti menolong orang yang menolong (agama)-Nya (Al-Hajj: 40)

Aslinya Wallahi….

وَلَيَنْصُرَنَّ
Lam taukid.. Dan Nun Taukid,
Demi Allah sungguh-sungguh benar-benar…

{إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ}

Sesungguhnya Allah benar-benar Mahakuat lagi Mahaperkasa. (Al-Hajj: 40)

Jadi ada 4 penekanan dari Allah..

{الَّذِينَ إِنْ مَكَّنَّاهُمْ فِي الأرْضِ أَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوُا الزَّكَاةَ وَأَمَرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَنَهَوْا عَنِ الْمُنْكَرِ وَلِلَّهِ عَاقِبَةُ الأمُورِ (41) }

(yaitu) orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi niscaya mereka mendirikan salat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat yang makruf, dan mencegah dari perbuatan yang mungkar; dan kepada Allah-lah kembali segala urusan.
(Al-Hajj: 41)

Sebab mendapatkan pertolongan Allah..

1. Mendirikan sholat
2. Bayar zakat
3. Amar ma’ruf
4. Nahi munkar

Dan bila kita tinggalkan perintah Allah maka pertolongan Allah akan dicabut

Seperti kisah perang Uhud yang para shahabat tidak patuh pada perintah Allah dan Rasul-Nya.

Juga dalam perang Hunain..muslim kalah diawal perang, karena ada seseorang yang ujub dengan jumlah pasukan muslim yang sangat banyak.

Kalau ingin menang harus taat kepada Allah dan Rasul-Nya..

Kita akan kalah, sudah dijelaskan oleh Allah dalam firman-Nya

وَأَطِيعُوا۟ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَـٰزَعُوا۟ فَتَفْشَلُوا۟ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓا۟ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّـٰبِرِينَ

Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. Surat Al-Anfal (8) Ayat 46

Kita harus kembali kepada jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala..

##$$-aa-$$##

Kaidah Kehidupan Dalam AlQuran

KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #2 KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-4
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?