KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #1
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #2
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN#3
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-4
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-5
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-7
- KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-8
- KAIDAH-KAIDAH Kehidupan Dalam Al-Qur’an #9
- KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN #10
Diterbitkan pertama kali pada: 04-Des-2020 @ 09:49
6 menit membaca📖 KAIDAH-KAIDAH KEHIDUPAN DALAM AL-QUR’AN BAGIAN-6
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 18 Rabi’ul Akhir 1442H
Kita lanjutkan…
➡️Kaidah 19- Kejujuran adalah keselamatan
Banyak orang menyangka bahwa kedustaan menyelamatkan, dan banyak orang menyangka kejujuran itu membinasakan.. Tapi akhirnya kejujuran akan menyelamatkan.
Butuh ketakwaan untuk bisa jujur.
يَـٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَكُونُوا۟ مَعَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang jujur.
Qs At-Taubah : 119
Ayat ini terkait kisah 3 orang yang taubat nya ditangguhkan, karena kejujuran mereka dalam alasan tidak ikut perang..
وَعَلَى الثَّلاثَةِ الَّذِينَ خُلِّفُوا
dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan tobat) mereka,
Yaitu Ka’ab bin Malik yang tidak ikut perang Tabuk.
Mereka bertiga akhirnya diterima taubat nya oleh Allah ﷻ.
Orang jujur akan ditolong oleh Allah. Baik itu secara langsung maupun ditunda.
Kisah kejujuran lainnya adalah Kisah Nabi Yusuf alaihissalam, yang awalnya dipenjara, akhirnya dimuliakan oleh Allah.
Yang pada akhirnya istri Mentri Mesir itu yang konon namanya Zulaikho yang menggoda Nabi Yusuf.
قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ قُلْنَ حَـٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوٓءٍۢ ۚ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْـَٔـٰنَ حَصْحَصَ ٱلْحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّـٰدِقِينَ
Raja berkata (kepada wanita-wanita itu): “Bagaimana keadaanmu ketika kamu menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepadamu)?” Mereka berkata: “Maha Sempurna Allah, kami tiada mengetahui sesuatu keburukan dari padanya”.
Berkata isteri Al Aziz: “Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya untuk menundukkan dirinya (kepadaku), dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang jujur”.Surat Yusuf (12) Ayat 51
Rasulullah ﷺ bersabda,
عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَصْدُقُ وَيَتَحَرَّى الصِّدْقَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ صِدِّيْقًا
‘Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga. Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur.
HR Bukhari dan Muslim
Ibnu Ma’in,ketika ditanya Imam Syafi’i berkata, “Demi Allah seandainya dusta itu halal, maka Imam Syafi’i tidak akan pernah dusta (karena kemuliaannya mencegah dari berbuat dusta)”.
Rasulullah ﷺ melanjutkan,
وَإِيَّاكُمْ وَالْكَذِبَ ، فَإِنَّ الْكَذِبَ يَهْدِيْ إِلَى الْفُجُوْرِ ، وَإِنَّ الْفُجُوْرَ يَهْدِيْ إِلَى النَّارِ ، وَمَا يَزَالُ الرَّجُلُ يَكْذِبُ وَيَتَحَرَّى الْكَذِبَ حَتَّى يُكْتَبَ عِنْدَ اللهِ كَذَّابًا
Dan apabila seorang selalu berlaku jujur dan tetap memilih jujur, maka akan dicatat di sisi Allâh sebagai orang yang jujur. Dan jauhilah oleh kalian berbuat dusta, karena dusta membawa seseorang kepada kejahatan, dan kejahatan mengantarkan seseorang ke Neraka. Dan jika seseorang senantiasa berdusta dan memilih kedustaan maka akan dicatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta” HR Bukhari dan Muslim.
Orang yang dicap pendusta oleh Allah maka dia tidak akan jujur.
Bahkan saat ini orang banyak dusta supaya orang-orang tertawa termasuk Pendakwah, padahal Rasulullah ﷺ mengancam,
وَيْلٌ لِلَّذِى يُحَدِّثُ فَيَكْذِبُ لِيُضْحِكَ بِهِ الْقَوْمَ وَيْلٌ لَهُ وَيْلٌ لَهُ
“Celakalah orang yang berbicara kemudian dia berdusta agar suatu kaum tertawa karenanya. Kecelakaan untuknya. Kecelakaan untuknya.” [HR Abu Dawud no. 4990. Hasan]
Allah banyak memuji orang-orang yang jujur dalam Al Qur’an.
Latih diri kita untuk jujur, jangan pernah bohong karena hati akan menjadi cacat.. Dan akan mudah untuk ulangi bohong.
Pahala yang sangat besar untuk orang yang jujur..
قَالَ ٱللَّهُ هَـٰذَا يَوْمُ يَنفَعُ ٱلصَّـٰدِقِينَ صِدْقُهُمْ ۚ لَهُمْ جَنَّـٰتٌۭ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَـٰرُ خَـٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًۭا ۚ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا۟ عَنْهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ
Allah berfirman: “Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang jujur. Bagi mereka surga yang dibawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya; Allah ridha terhadap-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar”. Qs Al Maidah ayat 119.
Kejujuran adalah perkara yang mulia bahkan pada zaman jahiliyah.
Renungkan kisah Abu Sufyan saat masih musyrikin, ketika ditanya Raja Heraklius tentang Rasulullah ﷺ. Dan Abu Sufyan jujur akan baiknya ajaran Islam.
Jangan berdusta termasuk jualan..
Betapa banyak orang yang hartanya banyak tapi tidak berkah, karena hartanya diperoleh tidak jujur (jualan dengan sumpah palsu, korupsi dll).
➡️Kaidah 20-*Bertakwa dan bersabar*
Firman Allah,
{إِنَّهُ مَنْ يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ }
Sesungguhnya barang siapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (Yusuf: 90-91)
Ayat ini datang 3x dalam Al Qur’an.
Kisah Nabi Yusuf yang sebelumnya dikucilkan saudaranya, dan akhirnya jadi bangsawan..
Dan saudaranya yang 11 orang itu meminta bantuan kepada Yusuf saat telah menjadi bangsawan.
فَلَمَّا دَخَلُوا۟ عَلَيْهِ قَالُوا۟ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَـٰعَةٍۢ مُّزْجَىٰةٍۢ فَأَوْفِ لَنَا ٱلْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجْزِى ٱلْمُتَصَدِّقِينَ
Maka ketika mereka masuk ke (tempat) Yusuf, mereka berkata: “Hai Al Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah sukatan untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah”. Surat Yusuf (12) Ayat 88
Kesimpulan kisah Yusuf adalah ketakwaan dan kesabaran akan berbuah manis.
Ayat lainnya, QS Ali Imran 124-125, yaitu saat perang Badr.
إِذْ تَقُولُ لِلْمُؤْمِنِينَ أَلَنْ يَكْفِيَكُمْ أَنْ يُمِدَّكُمْ رَبُّكُمْ بِثَلَاثَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُنْزَلِينَ
(Ingatlah), ketika kamu mengatakan kepada orang mukmin: “Apakah tidak cukup bagi kamu Allah membantu kamu dengan tiga ribu malaikat yang diturunkan (dari langit)?”
بَلَىٰ ۚ إِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا وَيَأْتُوكُمْ مِنْ فَوْرِهِمْ هَٰذَا يُمْدِدْكُمْ رَبُّكُمْ بِخَمْسَةِ آلَافٍ مِنَ الْمَلَائِكَةِ مُسَوِّمِينَ
Ya (cukup), jika kamu bersabar dan bertakwa, dan mereka datang menyerang kamu dengan seketika itu juga, niscaya Allah menolong kamu dengan lima ribu Malaikat yang memakai tanda.
Ayat lainnya, Ali Imran : 186.
لَتُبْلَوُنَّ فِي أَمْوَالِكُمْ وَأَنْفُسِكُمْ وَلَتَسْمَعُنَّ مِنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا أَذًى كَثِيرًا ۚ وَإِنْ تَصْبِرُوا وَتَتَّقُوا فَإِنَّ ذَٰلِكَ مِنْ عَزْمِ الْأُمُورِ
Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.
Sabar digabung dengan takwa..,sabar saja tidak cukup, takwa saja tidak cukup..
Bila ada orang yang mencela kita, maka sabar dan bertakwa..
Cepat atau lambat Allah akan meninggikan derajat kita.
Sabar dan takwa juga perlu dalam ketaatan kepada Allah, terutama saat sendirian dan godaan berbuat maksiat.
Sabar, tundukkan pandangan, terutama di jaman sekarang ini..
Jangan pernah suudzon kepada Allah, harus sabar dan takwa..
➡️Kaidah 21-ikuti prosedur / koridor
Firman Allah,
وَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَٰبِهَا
Datang rumah-rumah itu dari pintu-pintunya;
Qs Al Baqarah : 189.
Yaitu masuk rumah melalui pintu depan..
Ayat lengkapnya adalah,
۞ يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَهِلَّةِ ۖ قُلْ هِىَ مَوَٰقِيتُ لِلنَّاسِ وَٱلْحَجِّ ۗ وَلَيْسَ ٱلْبِرُّ بِأَن تَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِن ظُهُورِهَا وَلَـٰكِنَّ ٱلْبِرَّ مَنِ ٱتَّقَىٰ ۗ وَأْتُوا۟ ٱلْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَٰبِهَا ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Mereka bertanya kepadamu tentang bulan sabit. Katakanlah: “Bulan sabit itu adalah tanda-tanda waktu bagi manusia dan (bagi ibadat) haji; Dan bukanlah kebajikan memasuki rumah-rumah dari belakangnya, akan tetapi kebajikan itu ialah kebajikan orang yang bertakwa. Dan masuklah ke rumah-rumah itu lewat pintunya; dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Dulu saat orang-orang Anshar mau haji, saat sudah pakai ihram dan diluar rumah, bila ada yang tertinggal mereka masuk lewat atas karena kurofat bahwa mereka tidak mau terlepas dari langit (lewat pintu terhalang palang pintu).
Ini dijadikan kaidah, melakukan sesuatu harus ikut prosedur, termasuk ibadah.
Jangan ibadah tidak ikut prosedur, malah akan menjadi bid’ah.
Begitu dalam dakwah, setiap kaum ada trik atau cara khusus untuk dakwah… (cara, waktu, dll)
Begitu juga saat mencari rezeki, jangan datangi lewat pintu belakang dengan cara suap, dusta dll.
Amar ma’ruf nahi munkar juga ada cara dan aturannya yang dijelaskan dalam syariat.
➡️Kaidah 22-Orang yang berjuang di jalan Kami maka akan dibantu dalam jalan Kami
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ (69)
Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridaan) Kami benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.
Bagaimana awal surat Al Ankabut?
{الم (1) أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) }
Alif Lam Mim. Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji lagi? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta.
Jadi kita akan diuji, dan harus kita lalui dengan penuh kesabaran..
Dai yang jujur dalam dakwah akan membutuhkan banyak kesabaran, perjuangan dan ketakwaan..
Ulama mengatakan surat ini surat Makkiyah, padahal di Mekkah belum ada perintah jihad.
Jihad yang ada adalah jihad dengan dalil.. Jihad besar dengan Al Qur’an…
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا
Jihad (dakwah) di jalan kami….
Tujuan dakwah adalah kepada Allah, bukan kepada organisasi, kelompok, apalagi diri sendiri..
Ikhlas bukan perkara yang mudah, karena banyak gangguan – banyak materi, pengikut dll-.
Hadirkan sifat Ihsan, merasa diawasi oleh Allah, sehingga memudahkan kita untuk ikhlas kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala..
Semoga bermanfaat,
##&&-aa-&&##

