Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATazkiyatun Nafs

KELAS UFA# TADABUR 16-17-18-19-20 : Bersyukur – Bertakwa

This entry is part 17 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 07-Mei-2021 @ 17:14

8 menit membaca

Kelas UFA 27.04.2021

➡️ Tadabur 16: Bersyukur kepada Allah, bersyukur kepada orang tua

Allah berfirman,

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

Dan Kami wasiatkan (perintahkan) kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah serta menyapihnya dalam dua tahun. Agar bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orangtua kalian. Hanya kepada-Ku lah kamu kembali. (QS. Luqman: 14)

Dalam ayat ini Allah menjelaskan agungnya hak orang tua. Allah mewasiatkan secara khusus kepada manusia untuk berbakti kepada orang tuanya.
Setelah itu Allah menyebutkan berbakti kepada Ibu, karena seorang anak berbakti kepada ayah adalah sesuatu yang wajar karena mungkin dia takut kepada ayahnya, ayah yang kasih duit, memberi tanggungan nya. Adapun ibu terkadang dilupakan.

Allah sebutkan tentang ibu, karena ibu punya keutamaan, diantaranya :
1. Mengandungnya dalam kondisi lemah yang bertambah-tambah. Seorang wanita kodratnya adalah lemah, saat mengandung dalam kondisi lemah lagi.
Dan kelemahan tersebut bertambah yang puncaknya tatkala melahirkan.

2. Allah juga ingatkan bahwa ibunya menyusui selama dua tahun.

Ibu akan sangat repot saat mengasuh bayi mulai dari lahir dan kesehariannya.

Karena itu Allah mengatakan

أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ
Agar bersyukur kepada-Ku dan kepada kedua orangtua kalian

Allah gandengkan bersyukur kepada Allah dan bersyukur kepada orang tua.
Yang menunjukkan diantara konsekuensi bersyukur kepada Allah adalah bersyukur kepada orang tua.
Siapa yang tidak berbakti kepada orang tuanya berarti tidak bersyukur kepada Allah.

Berarti tauhid/aqidah nya dipertanyakan.

Dan dalam hadits, Rasulullah ﷺ mengatakan,

لا يشكر الله من لا يشكر الناس

“Orang yang tidak berterima kasih kepada Allah , orang yang tidak berterima kasih kepada manusia” 

Kita tahu bahwa orang tua punya jasa sangat besar kepada kita.
Bila kita tidak bersyukur kepada orang tua maka aqidah kita dipertanyakan.

Maka di akhir ayat, Allah mengatakan

Hanya kepada-Ku lah kamu kembali.

Akan ada pertanggungjawaban, akan ada pertanyaan, bagaimana bakti kita kepada orang tua..

Maka bila orang tua masih hidup maka kesempatan untuk berbakti, meraih surga dengan begitu mudah sebagaimana disebutkan dalam hadits, “Bahwasanya bila seseorang bertemu dengan orang tuanya di masa jompo, maka sangat mudah membuat dia masuk surga”.

➡️ Tadabur 17: Rumahku Istanaku, Rumahku Tempat Ibadahku

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ وَلَا تَبَـرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْاُ

“Dan hendaklah kalian tetap di rumahmu dan janganlah kalian bertabarruj/berhias (menampilkan diri) dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu,

Ayat ini adalah salah satu rangkaian dari ayat-ayat yang Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi nasihat kepada istri-istri Nabi.

Diantara Allah mengatakan,
وَقَرْنَ فِيْ بُيُوْتِكُنَّ

Tetaplah kalian di rumah-rumah kalian.

dan janganlah kalian bertabarruj/berhias (menampilkan diri) dan (bertingkah laku) seperti orang-orang jahiliah dahulu,

Sebagian ulama mengambil Faidah dari ayat ini bahwasanya menetapnya wanita di rumah adalah ibadah,argo pahala jalan baginy.
Oleh karenanya wanita yang terbaik adalah tidak sering keluar rumah bahkan untuk ibadah yang agung seperti sholat berjamaah lebih baik di rumahnya.

«لا تمنعوا إماء الله مساجد الله وبيوتهن خير لهن»

“Janganlah kalian larang wanita (dari) hamba Allah pergi ke masjid untuk sholat, namun rumah-rumah mereka lebih baik bagi mereka”.

Artinya wanita kalau ada dua pilihan, maka sholat di rumah lebih afdhal.

Kata para ulama, ini berlaku bagi para wanita penduduk kota Madinah, karena hadits tersebut Nabi ﷺ sampaikan di kota Madinah. Dan kita tahu bahwa sholat di masjid Nabawi 1000x lipat.

Karenanya Kata para ulama, seorang wanita yang sholat di rumah, dia sudah mendapatkan pahala 27 derajat.

Ini adalah bentuk pemuliaan kepada para wanita.

Bila wanita keluar rumah, Maka akan dijadikan oleh syetan untuk menggoda para lelaki.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,

        الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ

Wanita adalah aurat. Apabila dia keluar rumah, maka akan diintai oleh syetan.

Syetan mengintai untuk menghiasinya di hadapan mata para lelaki.

Oleh karena nya harus kita sampaikan kepada istri dan anak perempuan.
Harus dihadirkan dalam hatinya ini perintah Allah.

Tidaklah keluar rumah kecuali ada keperluan.

Ini juga menjadi konsekuensi para lelaki untuk menyiapkan mereka supaya betah di rumah. Harus diperhatikan, diajak ngobrol dll. Lelaki harus membantu para wanita untuk menjalankan ibadah di rumah, yaitu menetap di rumah.

➡️Tadabbur Quran 18 – Hati-hati Dengan Penyakit Hasad!! Ia Bisa Menghalangi Kebaikan dan Menjemerumuskan Ke Dalam Neraka Jahannam!!

Kita akan berbicara tentang kaum-kaum yang dibiasakan oleh Allah ﷻ, diantaranya kaum Tsamud, yaitu kaumnya Nabi Sholeh.

Allah berfirman,

كَذَّبَتْ ثَمُودُ بِالنُّذُرِ. فَقَالُوا أَبَشَرًا مِّنَّا وَاحِدًا نَّتَّبِعُهُ إِنَّا إِذًا لَّفِي ضَلَالٍ وَسُعُرٍ. أَأُلْقِيَ الذِّكْرُ عَلَيْهِ مِن بَيْنِنَا بَلْ هُوَ كَذَّابٌ أَشِرٌ. سَيَعْلَمُونَ غَدًا مَّنِ الْكَذَّابُ الْأَشِرُ

Sesungguhnya kaum Tsamud telah mendustakan peringatan-peringatan Ku (para rasul Ku, yaitu Nabi Sholeh alaihissalam).
(diantaranya kekufuran mereka)
Maka mereka berkata: “Bagaimana kita akan mengikuti seorang manusia (biasa) di antara kita?”

Sesungguhnya kalau kita begitu benar-benar berada dalam keadaan sesat dan gila”.

Apakah wahyu itu diturunkan kepadanya di antara kita?

Sebenarnya dia adalah seorang yang amat pendusta lagi sombong. Kelak mereka akan mengetahui siapakah yang sebenarnya amat pendusta lagi sombong._ (QS. Al-Qomar: 23-26)

Allah menjelaskan diantara sebab diantara mereka menolak hidayah adalah karena hasad

Kata mereka, “dia cuma satu orang, smentara kita komplotannya banyak. Kok dia yang dipilih jadi rasul sementara kita tidak”

Ini hasad penyakit berbahaya, penyakit pertama di langit.
Dosa pertama di langit dan di bumi adalah hasad.

Di langit hasad nya iblis kepada Adam sehingga menjadikan iblis tidak mau sujud kepada Adam.
Diantaranya karena hasad, karena Iblis sudah lama diciptakan Allah dan kedudukannya tinggi bahwa dia dari jin tapi dia bergaulnya sama malaikat karena kedudukan tinggi.

Tapi Allah tiba-tiba menciptakan pendatang baru, Adam Alaihissalam yang Allah beri kemuliaan.
Dan akhirnya menolak untuk sujud kepada Adam karena hasad.

Kemudian hasad pertama terjadi, Qabil membunuh Habil.

Karena qurban nya Habil diterima dan qurbannya Qabil tidak diterima, akhirnya Qabil membunuh Habil karena hasad.

Kemudian Yahudi tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wasallam karena hasad, karena Nabi Muhammad ﷺ dari suku Arab dan Yahudi dari Bani Israil. Mereka tidak mau beriman kepada Nabi kecuali dari suku mereka padahal mereka mengetahui akan kebenaran Nabi ﷺ.

Dan sebelumnya, kaum Tsamud tidak beriman kepada Nabi Sholeh karena hasad.

Kata mereka, “Kenapa kita yang banyak harus nurut sama satu orang? KOK dia yang dipilih jadi Nabi kok bukan kita”

Demikian juga, kaum musyrikin tidak beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ diantaranya mereka hasad.

{ أَهَؤُلاءِ مَنَّ اللَّهُ عَلَيْهِمْ مِنْ بَيْنِنَا}
Allah sebutkan perkataan mereka, ‘Kok bisa mereka yang dapat kenikmatan dari Allah, sedangkan kita tidak. (Al-An’am: 53)

Oleh karenanya diantara sebab kenapa Abu Jahal sangat tidak mau beriman kepada Nabi Muhammad ﷺ, sebab utamanya karena hasad.

Karena Abu Jahal (Amr bin Hisyam Al Makhzumy) dia berasal dari suku Bani Makhzum. Sementara Nabi ﷺ dari Banu Hasyim. Keduanya Quraisy.

Kedua nya selalu bersaing dalam kemuliaan (dalam memberikan pelayanan kepada Jama’ah haji, dalam pengurusan, dalam sedekah dan infaq) sehingga Abu Jahal berkata, “Sampai ketika kami (Bani Makhzum dan Bani Hasyim) sudah setara, tiba-tiba dari Banu Hasyim ada seorang Nabi” kalau mereka juga mengaku ada Nabi maka mereka kalah.
Supaya persaingan tetap berjalan, maka gak ada Nabi dari mereka.

Jadi sebab utama nya adalah hasad.

Jadi hati-hati dengan hasad yang menjauhkan orang dari kebaikan dan menjerumuskan dalam neraka Jahanam.

➡️ Tadabbur Quran 19 – Saudaraku, Janganlah Engkau Berputus Asa dari Rahmat Allah ﷻ!

Kali ini kita akan mentadabburi Alquran, Surat Az-Zumar : 53

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِن رَّحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang berlebih-lebihan dalam bermaksiat, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Az-Zumar: 53)

Ayat ini salah satu ayat yang disebut dengan Arja Ayatin Fii Kitabillah,Ayat Yang Paling Memberikan Harapan kepada manusia dalam Al-Qur’an, karena memberi harapan besar bagi orang-orang yang berbuat dosa.

Allah berkata,
قُلْ

Katakanlah, maksudnya Allah perintahkan kepada Nabi ﷺ untuk mengatakan kepada hamba-hamba Allah, atau para Dai untuk menyampaikan kepada hamba-hamba Allah.

Hamba-hamba dimaksud adalah hamba-hamba yang melakukan kemaksiatan. Tetapi Allah masih menisbahkan hamba-hamba tersebut kepada diri-Nya.

Allah mengatakan hamba-hamba Ku. Artinya meskipun dia terjerumus kepada maksiat, dia adalah hamba Allah.

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنفُسِهِمْ

Yaitu orang yang berlebih-lebihan dalam bermaksiat, bukan sekedar bermaksiat,bbergelimang dalam bermaksiat,

Sampaikan kepada mereka, supaya jangan putus asa dari kasih sayang Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Karena sesungguhnya Allah mengampuni seluruh dosa.

Allah sudah mengatakan..

الذُّنُوبَ
Artinya seluruh dosa, karena dia Lafazh umum, mencakup seluruh dosa.
Dosa besar sebesar apapun, sebanyak apapun, semodel apapun, Allah ampuni.

Allah tekankan lagi..

جَمِيعًا
Seluruhnya..

Kemudian, Allah tutup ayat dengan, “Dialah Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang”.

Ketika digabungkan Maha Pengampun dan Maha Penyayang, maka ini menunjukkan Kasih Sayang Allah yang luar biasa.

Oleh karenanya bagi hamba yang berbuat dosa segeralah kembali kepada Allah, sesungguhnya Rabbnya adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

➡️ Tadabbur Quran 20 – Janji Allah ﷻ Ketika Seorang Bertakwa

Ketika menghadapi kesulitan dalam kehidupan.
Contoh yang Allah sebutkan adalah masalah perceraian, suatu perkara yang sangat berat.. Mungkin yang terberat dalam kehidupannya.

وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا .‏ وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ ۚ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ

…Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan Allah akan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukup Allah baginya .. (QS. Ath-Thalaq : 2-3)

 وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مِنْ أَمْرِهِ يُسْرًا

Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya. (Ath-Thalaq: 4)

Allah juga berfirman,

{وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُعْظِمْ لَهُ أَجْرًا}

dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan menghapus dosa-dosanya dan Allah akan besarkan ganjarannya. (Ath-Thalaq: 5)

Kemudian Allah berfirman,

{سَيَجْعَلُ اللَّهُ بَعْدَ عُسْرٍ يُسْرًا}

Allah kelak akan perkara yang mudah sesudah adanya kesulitan. (Ath-Thalaq: 7)

6 janji Allah kepada orang yang bertakwa ketika menghadapi problematika kehidupan.
Dia berusaha ikuti prosedur yang disebutkan dalam Islam.

Sebaliknya kalau dia tidak ikuti prosedur, maka akan banyak kesulitan.

Setelah itu Allah menyebut tentang kasus perceraian,

{وَكَأَيِّنْ مِنْ قَرْيَةٍ عَتَتْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهَا وَرُسُلِهِ}

Dan betapa banyaknya (penduduk) negeri yang mereka sombong terhadap perintah Allah . (Ath-Thalaq: 8)

{فَحَاسَبْنَاهَا حِسَابًا شَدِيدًا وَعَذَّبْنَاهَا عَذَابًا نُكْرًا}

maka Kami hisab penduduk negeri itu dengan hisab yang keras, dan Kami azab mereka dengan azab yang mengerikan. (Ath-Thalaq: 8)

Seakan-akan Allah berikan sampel berikutnya bagi orang yang membangkang, tidak bertakwa, maka dia akan merasakan kesulitan, bahkan kalau sudah tingkatan parah, suatu negeri bisa diadzab oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Jadi ada dua pilihan.. Kalau bertakwa maka akan solusi.. Jadi kalau ada masalah kita mestinya bertakwa.

kelasUF

KELAS UFA : MATERI 72(Tawadhu) & TADABUR (12-13-14-15) KELAS UFA# TADABUR 21-22-23-24-25 : JAGA KELUARGA -SOMBONG-Al ABRAR-Nabi Yusuf.
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?