Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATazkiyatun Nafs

KELAS UFA : MATERI 72(Tawadhu) & TADABUR (12-13-14-15)

This entry is part 16 of 37 in the series kelasUF

Diterbitkan pertama kali pada: 02-Mei-2021 @ 07:55

6 menit membaca

Kelas UFA 12.04.2021

➡️ MATERI 72: TAWADHU KEPADA YANG DIBAWAH

Kita masih melanjutkan sikap Tawadhu Nabi ﷺ kepada anak-anak.

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَنَّهُ مَرَّ عَلَى صِبْيَانٍ فَسَلَّمَ عَلَيْهِمْ وَقَالَ كَانَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَفْعَلُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, ia melewati anak-anak, maka ia mengucapkan salam kepada mereka dan berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melakukannya.” (HR Muslim)

Anas menceritakan bagaimana tawadhunya Rasulullah ﷺ, Nabi ﷺ yang memberi salam kepada anak-anak. Kita tahu bahwa seharusnya yang muda memberi salam kepada yang tua, apalagi Rasulullah ﷺ yang kedudukannya lebih tinggi dari siapapun, yang Nabi ﷺ mengatakan

أَنَا سَيِّدُ وَلَدِ آَدَمَ يَوْمَ اْلقِيَامَةِ وَلاَ فَخْرَ،

Aku adalah pemimpin anak adam pada hari kiamat dan aku tidak sombong,

Artinya orang termulia di alam semesta ini adalah Rasulullah ﷺ, yang pintu surga tidak akan terbuka kecuali diketuk oleh Rasulullah ﷺ, beliau ﷺ juga Syafa’atul Utsma (Ketika para nabi menolak memberi syafa’at di padang Mahsyar, Nabi ﷺ yang memberi Syafa’atul Utsma di padang Mahsyar).

Namun begitu agungnya kedudukan Nabi ﷺ, memberi salam kepada anak-anak.

Tidak ada salahnya kita memberi salam kepada yang lebih rendah daripada kita, sebagai bentuk tawadhu.

Saat ini susah memberi salam, milih-milih.

Ucapan salam ini selain untuk sebarkan salam juga sebagai bentuk tawadhu.

Sebaiknya kita introspeksi diri untuk mudah memberi salam. Tidak perlu pengakuan orang lain, yang penting kita baik, menjalankan sunnah, mulia di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.

➡️ Tadabur 12 : Amal kebaikan akan menghapus dosa-dosa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاَ قِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَا رِ وَزُلَـفًا مِّنَ الَّيْلِ ۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِ ۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ 
“Dan laksanakanlah sholat pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian malam (maksudnya sholat 5 waktu). Sesunguhnya kebaikan-kebaikan akan menghilangkan keburukan-keburukan. Itulah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).”
(QS. Hud 11: Ayat 114)

Diceritakan bahwa ada seorang lelaki datang menghadap Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu bertanya, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita di dalam sebuah kebun, lalu aku melakukan segala sesuatu terhadapnya, hanya aku tidak mneggaulinya. Aku menciuminya dan memeluknya, lain itu tidak; maka tegakkan atas aku hukum had menurut apa yang engkau sukai.”

Kita tahu bahwa tidak ada hukum had untuk orang seperti ini karena tidak sampai terjadi zina.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam tidak menjawab sepatah kata pun, dan lelaki itu ikut sholat berjamaah. Setelah selesai sholat maka Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam membacakan kepadanya ayat tersebut, yaitu firman Allah Subhanahu wa Ta’ala: 

Dan dirikanlah salat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat. (Hud: 114) 

Ayat ini menunjukkan bahwa dosa-dosa bisa diampuni dengan beberapa cara, bahkan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyebutkan dosa-dosa bisa terampuni dengan 10 cara. Salah satunya dengan bertaubat. Masih ada 9 yang lain.
Diantara cara yang lain adalah banyak melakukan kebaikan. Dengan banyak melakukan kebaikan maka dosa-dosa terleburkan.
Makanya para ulama mengatakan dosa-dosa seperti najis, sementara kebaikan-kebaikan seperti air yang bersih l. Jika air yang bersih itu sangat banyak maka dosa-dosa bisa terleburkan.

Karenanya saat ada orang Arab Badui kencing di masjid, kemudian Rasulullah ﷺ suruh ambil seember air, kemudian ditumpahkan pada air kencing tadi, karena airnya banyak (seember), maka najisnya pun hilang.

Dan Rasulullah ﷺ bersabda tentang air bersih,

إِذَا كَانَ الْمَاءُ قَدْرَ الْقُلَّتَيْنِ لَمْ يَحْمِلْ الْخَبَثَ

Jika air telah mencapai 2 Qullah (sekitar 200 liter/1 drum) maka tidak akan mengandung najis.

Artinya kalau najis kecil-kecil dia tidak berpengaruh.

Maka seorang dalam kehidupan ini harus perbanyak amal sholeh. Maka kalau amal sholeh banyak, maka dosa-dosa yang tidak terlalu besar akan melebur, meskipun dia tidak minta ampun kepada Allah,apalagi kalau disertai taubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Makanya ketika Nabi ﷺ berkata kepada seorang sahabat,

اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها

Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kesalahan/dosa, segera lakukan kebaikan niscaya kebaikan itu akan hapus kesalahan.

Jadi kalau seorang melakukan dosa segera lakukan kebaikan, sedekah, berbakti kepada orang tua, sholat jamaah, baca Al Qur’an..

Sebagian ulama mengatakan jika anda melihat aurat wanita yang terbuka, maka segera banyak melihat Al Qur’an dengan membacanya.. Semoga bisa menghapus dosa pandangan mata tersebut.

➡️ Tadabur 13 : Catatlah utang – piutang mu

Ayat terpanjang dalam Al-Qur’an, bagian akhir yang isinya terkait masalah hutang piutang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَى أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
Hai orang-orang yang beriman, jika kalian ada hutang piutang maka catatlah.

Kemudian Allah perinci sampai panjang.

Diantara Faidah ayat ini, yaitu :

1. Seorang kalau ada hutang piutang dicatat.
Hingga yang memberi hutang enak untuk menagih dan yang punya hutang sadar bahwa dia punya hutang.

2. Dianggap sebagai ayat yang paling memberi harapan bagi hamba-hamba Allah.
Karena ayat ini berbicara tentang kemaslahatan hutang piutang, duniawi. Artinya Allah perhatian kepada hamba-hamba – Nya.
Sampai aturan tentang piutang diturunkan ayat terpanjang.
Ini menunjukkan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya agar tidak terjadi apa-apa di kemudian hari.

Kalau Allah perhatian terhadap urusan yang begini, apalagi urusan yang lain.
Maka seorang hamba harus senantiasa husnudzon kepada Allah, dan berharap kepada Allah, dalam menjalankan syariat Nya ada keselamatan dan kebahagian.

➡️ TADABUR 14 Nikmat Persaudaraan

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا ذْكُرُوْا نِعْمَتَ اللّٰهِ عَلَيْكُمْ اِذْ كُنْتُمْ اَعْدَآءً فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ فَاَ صْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهٖۤ اِخْوَا نًا ۚ 

“Dan ingatlah nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu saling bermusuhan, lalu Allah mempersatukan hati-hati kalian, ”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 103)

Ayat ini turun berkaitan dengan kaum Al Anshar, yang asalnya penduduk kota Madinah yang terdiri dari dua suku, suku Al Aus dan Al Khazraj. Kedua suku ini berinduk pada satu nenek moyang, mereka dikenal dengan Banu Qailah.
Tetapi terjadi perang saudara diantara mereka, disebutkan terjadi sampai 120 tahun.

Dan puncak peperangan yang paling hebat sekitar lima tahun sebelum Nabi berhijrah.
Suatu peperangan yang disebut dengan Yaumu Bu’ats.

Maka datanglah Nabi ﷺ dan Allah menyatukan hati mereka,

فَاَ لَّفَ بَيْنَ قُلُوْبِكُمْ

Maka Allah satukan hati-hati kalian.

Allah menyebutkan bahwa persaudaraan adalah nikmat.

فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ

Maka jadilah kalian dengan nikmat Allah

اِخْوَا نًا

Bersaudara.

Ini adalah nikmat yang sering dilupakan.
Persahabatan, Persaudaraan,..

Segala perkara yang bisa memupuk persaudaraan, persahabatan maka dianjurkan.

Dan perkara yang merenggangkan persahabatan, Persaudaraan hendaknya dihindari…

➡️ TADABUR 15 : Amalan saat kita terbangun dari tidur malam

Hadits dari Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma, Nabi ﷺ kalau bangun dari tidur, beliau duduk dulu di tempat tidur kemudian beliau memandang ke langit sambil membaca firman Allah

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضِ وَا خْتِلَا فِ الَّيْلِ وَا لنَّهَا رِ لَاٰ يٰتٍ لِّاُولِى الْاَ لْبَا بِ 

(sampai akhir surat Ali Imran) sebelum beliau berwudhu. Sambil memandang ke atas yang mengagungkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Setelah itu beliau berwudhu kemudian sholat.

Ini diantara sunnah yang hendaknya kita berusaha mengerjakannya yang mengharuskan kita untuk menghafal ayat-ayat tersebut karena dibaca ketika bangun tidur kemudian melihat ke atas, kemudian membaca ayat-ayat tersebut.

Dan Sunnah-sunnah ketika bangun tidur banyak, diantaranya tadi, diantaranya juga membaca doa

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا وَإِلَيْهِ النُّشُوْرِ

Alhamdulillaahil-ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin-nusyuur

Segala puji bagi Allah, yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami dan kepadaNya kami akan kembali.

Demikian juga

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ عَافَانِيْ فِيْ جَسَدِيْ، وَرَدَّ عَلَيَّ رُوْحِيْ، وَأَذِنَ لِيْ بِذِكْرِهِ

Alhamdulillaahil-ladzii ‘aafaanii fii jasadii, wa rodda ‘alayya ruuhii, wa adzina lii bidzikrih.

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan kesehatan pada jasadku dan mengembalikan ruhku kepadaku serta mengizinkanku untuk berdzikir kepadaNya.

Diantara perkara yang menakjubkan adalah doa bila kita terjaga di malam hari,

Rasulullah ﷺ beliau bersabda: “Barangsiapa yang terjaga di malam hari, kemudian dia membaca:

لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ، اَلْحَمْدُ لِلَّهِ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَلاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَرُ، وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

Laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamdu, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir, alhamdulillaah, wa subhaanallaah, wa laa ilaaha illallaah, wallaahu akbar, wa laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagiNya. BagiNya kerajaan dan pujian. Dia-lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu. Segala Puji bagi Allah, Maha Suci Allah, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Allah Maha Besar, tiada daya dan kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah.

kemudian dia mengucapkan:

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِي

Allaahummaghfir lii.

Ya Allah, ampunilah dosaku.

Atau dia berdoa (dengan doa yang lain), maka akan dikabulkan doanya, jika dia berwudhu dan melaksanakan shalat maka akan diterima shalatnya.”

Ini sebenarnya sangat mudah karena dzikir nya sudah kita hafal.

Bila kita tidur lagi setelah baca doa ini juga gak papa, maka Allah ampuni dosa-dosa kita.

Hendaklah sunnah-sunnah ini kita amalkan.
Sehingga kita senantiasa ingat Allah.

{الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِهِمْ}

Orang-orang yang senantiasa mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring. (Ali Imran: 191)

Kita mau tidur ingat Allah, di tengah terjaga ingat Allah, bangun tidur juga ingat Allah ﷻ, siapa yang biasa mengingat Allah mudah-mudahan meninggal dalam kondisi mengingat Allah dengan Husnul khatimah.

kelasUF

KELAS UFA : TADABUR 10-11, MATERI : 69-70-71 (TAWADHU) KELAS UFA# TADABUR 16-17-18-19-20 : Bersyukur – Bertakwa
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?