KAIDAH TADABUR ALQUR’AN
Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 14:44
5 menit membacaKaidah Tadabur Al Qur’an
Ustadz Kholid Syamhudi
22 Muharam 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Ilmu tertulis dengan Al Qur’an..
Dan Ilmu yang terbukti di alam semesta sebagai bukti kebenaran Al Qur’an..
Untuk sukses perbaikan diri, harus ada 3 hal.
1. Cinta
2. Rasa takut
3. Pengharapan
Faktor eksternal yaitu Ma’rabatul hayah.
Faktor syetan.
Syetan yang menghambat manusia berbuat kebaikan dan ajak manusia kepada kebaikan.
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ (1) مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ (2)
Katakanlah, ‘Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ (1) مَلِكِ النَّاسِ (2) إِلَهِ النَّاسِ (3) مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ (4) الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ (5) مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ (6)
Katakanlah, “Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.
Kita menggunakan 3 nama Allah untuk berlindung dari was-was syetan.
Allah memberi kemampuan kepada syetan untuk membisikkan was-was yang akan menyeret keburukan dengan menutupi dan hiasi supaya kelihatan baik.
Misalnya, kelihatan aurat dipandang sebagai kemajuan, sedangkan yang menutup aurat disebut ketinggalan jaman.
Was-was harus dilawan.
Allah menjelaskan gangguan syetan sejak dari Nabi Adam..
فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَـٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا
Maka syaitan membisikkan pikiran jahat kepada keduanya untuk menampakkan kepada keduanya apa yang tertutup dari mereka yaitu auratnya . Qs Al Araf 20.
Juga firman Allah, syetan membisikkan was-was yang lain…
فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَـٰنُ قَالَ يَـٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍۢ لَّا يَبْلَىٰ
Kemudian syaitan membisikkan pikiran jahat kepadanya, dengan berkata: “Hai Adam, maukah saya tunjukkan kepada kamu pohon khuldi dan kerajaan yang tidak akan binasa?”
Qs Thaha 20.
Dalam Al Qur’an banyak dijumpai perlawanan manusia dan iblis mulai dari Qs Al Baqarah sampai An Naas.
Iblis adalah musuh manusia, seperti Allah ingatkan…
Dan Allah sudah memperingatkan kepada Adam,bahwa iblis adalah musuh yang nyata..
فَقُلْنَا يَـٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَـٰذَا عَدُوٌّۭ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا
Maka Kami berkata: “Hai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi isterimu Qs Thaha 117.
Allah juga memperingatkan manusia untuk tidak menjadikan syetan sebagai walinya.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَـٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُوا۟ لِـَٔادَمَ فَسَجَدُوٓا۟ إِلَّآ إِبْلِيسَ كَانَ مِنَ ٱلْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِۦٓ ۗ أَفَتَتَّخِذُونَهُۥ وَذُرِّيَّتَهُۥٓ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِى وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۢ ۚ بِئْسَ لِلظَّـٰلِمِينَ بَدَلًۭا
Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: “Sujudlah kamu kepada Adam, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin, maka ia mendurhakai perintah Tuhannya. Patutkah kamu mengambil dia dan turanan-turunannya sebagai pemimpin selain daripada-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah iblis itu sebagai pengganti (dari Allah) bagi orang-orang yang zalim. Qs Al Kahfi 50.
وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّۢ
Ini menunjukkan penekanan (penegasan).
Syetan tidak pernah bosan dan capek menggoda manusia sampai hari kiamat kelak.
Syetan akan selalu membisikkan ketakutan kepada manusia,
ٱلشَّيْطَـٰنُ يَعِدُكُمُ ٱلْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُم بِٱلْفَحْشَآءِ
Syaitan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir).
Qs Al Baqarah 268.
Allah jelaskan efek buruk ikuti bisikan syetan seperti kisah Nabi Adam, dan kita seolah lupa bahwa kita juga harus berhati-hati.
Allah juga memberi peringatan di ayat lain
۞ أَلَمْ أَعْهَدْ إِلَيْكُمْ يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ أَن لَّا تَعْبُدُوا۟ ٱلشَّيْطَـٰنَ ۖ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّۭ مُّبِينٌۭ
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” qs Yasin 60.
*Sesunguhnya syetan hanya mengajak golongannya..*
إِنَّ ٱلشَّيْطَـٰنَ لَكُمْ عَدُوٌّۭ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا ۚ إِنَّمَا يَدْعُوا۟ حِزْبَهُۥ لِيَكُونُوا۟ مِنْ أَصْحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ
Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya syaitan-syaitan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala Qs Al Fathir.
Dan Iblis sudah janji akan menyesatkan manusia.
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ﴿١٦﴾ثُمَّ لَآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
Iblis menjawab, ‘Karena Engkau telah menghukumku tersesat, maka saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan-Mu yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur. [Al-A’raf/7:16-17]
Iblis tidak pernah mati sejak Nabi Adam sampai sekarang, sehingga punya keahlian yang sangat hebat dalam menggoda manusia.
Kita harus mempunyai bekal untuk melindungi diri dari syetan dan iblis.
Allah memberi jawaban, saat memerintahkan Nabi Adam dan Istrinya ke dunia. Qs Thaha 123-124.
قَالَ اهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ مِنِّي هُدًى فَمَنِ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ
Dia (Allah) berfirman, “Turunlah kamu berdua dari surga bersama-sama, sebagian kamu menjadi musuh bagi sebagian yang lain.
Jika datang kepadamu petunjuk dari-Ku, maka (ketahuilah) barang siapa mengikuti petunjuk-Ku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.
وَمَنْ أَعْرَضَ عَنْ ذِكْرِي فَإِنَّ لَهُ مَعِيشَةً ضَنْكًا وَنَحْشُرُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَعْمَىٰ
Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”
Jadi senjata kita adalah *petunjuk Allah.*,yaitu Al Qur’an, yang mampu menyelamatkan diri dari iblis dan mengalahkan iblis.
Yang mampu memanfaatkan Al Qur’an adalah orang yang mampu ambil Sebab-sebab kemenangan dan yang mampu bergaul dengan Al Qur’an seperti Rasulullah shallallahu alaihi wasallam dan para sahabat Radhiallahu anhum.
Iblis pun menjauhkan manusia dari Al Qur’an.
Seperti yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam keluhkan kepada Allah.
وَقَالَ ٱلرَّسُولُ يَـٰرَبِّ إِنَّ قَوْمِى ٱتَّخَذُوا۟ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ مَهْجُورًۭا
Berkatalah Rasul: “Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Quran itu sesuatu yang tidak diacuhkan”. Qs Al Furqan 30.
Ada 5 jenis orang yang meninggalkan Al Qur’an.
1. Tidak membaca Al-Qur’an, padahal pahalanya sangat besar. Pahala 1 huruf = 10.
Kita saat ini kurang semangat kepada Al Qur’an sehinga kurang membaca.
Tidak ada harapan dapat pahala besar.
2. Tidak mau Tadabur dan memahami kandungan Al Qur’an.
3. Tidak mau mengamalkan isi kandungan Al Qur’an.
4. Tidak mau berhukum dengan Al Qur’an dan tidak memutuskan perkara dengan hukum Al Qur’an.
Allah berfirman,
فَلَا وَرَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ حَتَّىٰ يُحَكِّمُوكَ فِيمَا شَجَرَ بَيْنَهُمْ ثُمَّ لَا يَجِدُوا۟ فِىٓ أَنفُسِهِمْ حَرَجًۭا مِّمَّا قَضَيْتَ وَيُسَلِّمُوا۟ تَسْلِيمًۭا
Maka demi Tuhanmu, mereka (pada hakekatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, kemudian mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang kamu berikan, dan mereka menerima dengan sepenuhnya. Qs An Nisa 65.
Sehingga kaidah perbaikan diri adalah,
4.1 dijadikan pedoman
4.2 dievaluasi sampai jiwa mau ikut petunjuk Al Qur’an.
5. Tidak menggunakan Al Qur’an sebagai obat.
Allah berfirman
ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ ﺇَﻻّ ﺧَﺴَﺎﺭﺍً
“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al Quran itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian” (QS. Al-Israa’: 82).
Al Qur’an adalah pelindung segala hal.
Jalan perbaikan diri bermula dari ambil dari Al Qur’an.
AL QUR’AN adalah senjata paling ampuh untuk melawan was-was syetan..
Orang yang mampu
Tipe orang dalam hadapi musibah
1. Marah, dan bisa jatuh kepada kukufuran.
2. Sabar, minimal sikap.
3. Ridho, merasa kena musibah dan tidak sama saja.
4. Bersyukur – Alhamdulilah ‘alaa kulli haal.
Allah berfirman,
فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ
Barangsiapa yang beriman dan mengadakan perbaikan, maka tak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak pula mereka bersedih hati. Qs Al Anam 48.
##$$-aa-$$##


