This entry is part 2 of 7 in the series ks.kaidah

Diterbitkan pertama kali pada: 21-Jul-2020 @ 19:30

5 menit membaca

Kaidah Tafsir dan Tadabur Al Qur’an
Ustadz Kholid Syamhudi
29 Jumadil Akhir 1441 H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Semakin tinggi nilai kebutuhan kita kepada sesuatu maka akan semakin mudah untuk mendapatkannya.
Kebutuhan kita akan udara lebih besar dari pada kebutuhan kita akan air, sehingga lebih mudah untuk mendapatkan udara…

Begitu juga kebutuhan air dibanding makanan
Kebutuhan matahari dibanding bulan

Demikian juga kebutuhan tauhid dibanding kesyirikan, semakin sempurna tauhid semakin aman dihadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Paling besar kebutuhan kita adalah tauhid, sebab yang akan menjadi sebab keselamatan kita di akhirat…

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يَلْبِسُوْۤا اِيْمَا نَهُمْ بِظُلْمٍ اُولٰٓئِكَ لَهُمُ الْاَ مْنُ وَهُمْ مُّهْتَدُوْنَ
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 82)

• Yang dimaksud dzalim adalah kesyirikan sebagaimana perkataan Luqman kepada Anaknya

وَاِ ذْ قَا لَ لُقْمٰنُ لِا بْنِهٖ وَهُوَ يَعِظُهٗ يٰبُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِا للّٰهِ ۗ اِنَّ الشِّرْكَ لَـظُلْمٌ عَظِيْمٌ

“Dan (ingatlah) ketika Luqman berkata kepada anaknya, ketika dia memberi pelajaran kepadanya, Wahai anakku! Janganlah engkau menyekutukan Allah, sesungguhnya mempersekutukan Allah adalah benar-benar kezaliman yang besar.”
(QS. Luqman 31: Ayat 13)

“Semakin besar tauhid kita semakin besar rasa aman kita dan semakin dzalim / syirik kita maka semakin hilang rasa aman kita “

Yang mendapat keamanan paling sempurna di Dunia ini adalah Nabi Muhammad ﷺ

Negeri dengan kemaksiatan yang banyak, maka makin tidak aman, contohnya negeri dengan kesyirikan yang banyak (cina), dengan 1 virus corona saja,kenyamanan sudah susah didapat..

Demikian bila kebutuhan orang akan ilmu lebih besar dari makan minum, maka sarana untuk mendapatkan ilmu juga semakin banyak.

Lanjutan
cara Al Qur’an menjelaskan tauhid

Syaikh As Sa’di : Hampir semua ayat Al Qur’an menetapkan tauhid dan meniadakan syirik, namun Ibnul Qayyim mengandung, menyaksikan, dan ajak kepada Tauhid,mencakup tauhid Rububiyah, tauhid Asma Wasifat dan tauhid Uluhiyah..

“Adapun Perintah dan larangan dan pengharusan untuk mentaati Allah dan Rasul-Nya maka itu adalah hak2 tauhid dan penyempurnanya, ada juga berita Allah Mulyakan orang yg bertauhid dan Allah Mulyakan Didunia dan Akhirat, adakalanya berita tentang kaum musyrikin dan siksanya maka ini adalah hukuman buat orang yang tidak bertauhid, maka semua tentang tauhid, tentang hak2 tauhid dan tentang sangsi orang² yg tdk bertauhid.”

(Madari jus salikin juz3 halaman 450)

Dan juga disebutkan hak, balasan tauhid serta balasan yang menyelisihi tauhid..

Maka, sebisa mungkin hubungkan semua ayat dengan tauhid..

Bismillah, ada 3 tauhid..

Bismi = dengan Nama, isti’anah ada tauhid uluhiyah

Ar Rahman Ar Rahim ada tauhid Asma Wasifat dan Tauhid Rububiyah (hanya Allah yang mampu).

Kebutuhan manusia akan tauhid uluhiyah lebih besar dari pada kebutuhan tauhid yang lain karena manusia hampir tidak pernah merasa tidak merasa nikmat dari Allah..

Firaun tahu bahwa Allah ada di atas..

{وَقَالَ فِرْعَوْنُ يَا هَامَانُ ابْنِ لِي صَرْحًا لَعَلِّي أَبْلُغُ الأسْبَابَ. أَسْبَابَ السَّمَوَاتِ فَأَطَّلِعَ إِلَى إِلَهِ مُوسَى وَإِنِّي لأظُنُّهُ كَاذِبًا وَكَذَلِكَ زُيِّنَ لِفِرْعَوْنَ سُوءُ عَمَلِهِ وَصُدَّ عَنِ السَّبِيلِ وَمَا كَيْدُ فِرْعَوْنَ إِلا فِي تَبَابٍ}

Dan berkatalah Fir’aun, “Hai Haman, buatkanlah bagiku sebuah bangunan yang tinggi supaya aku sampai ke pintu-pintu, (yaitu) pintu-pintu langit, supaya aku dapat melihat Tuhan Musa dan sesungguhnya aku memandangnya seorang pendusta.” Demikianlah dijadikan Fir’aun memandang baik perbuatan yang buruk itu, dan dia dihalangi dari jalan (yang benar); dan tipu daya Fir’aun itu tidak lain hanyalah membawa kerugian. (Al-Mu-min: 36-37)

Allah sengaja menampakkan existensinya agar manusia bisa beribadah kepada Allah.

1. Semua Rasul mengajak kaum nya untuk bertauhid.

Allah Ta’ala berfirman:

وَمَا أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ مِن رَّسُولٍ إِلاَّ نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan Kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Ilah (yang haq) melainkan Aku, maka sembahlah Aku olehmu sekalian” (QS. Al-Anbiya: 25).

Allah Ta’ala juga berfirman:

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِي كُلِّ أُمَّةٍ رَسُولاً أَنِ اعْبُدُوا اللهَ وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut’” (QS. An-Nahl: 36).

Ini menunjukkan kebutuhan manusia akan tauhid semakin besar…
Baik mukmin maupun kafir.

2. Bahwa Allah Subhanahu wa Ta’ala ciptakan jin dan manusia untuk beribadah kepada Allah.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku” (QS. Adz Dzariyat: 56).

Dengan lafaz yang sangat tegas, penafikan dan isbat,

Dan ibadah = tauhid..

Untuk mewujudkan ibadah ini Allah siapkan rezeki dan makanan..

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:

{مَا أُرِيدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيدُ أَنْ يُطْعِمُونِ. إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ}

Aku tidak menghendaki rezeki sedikit pun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi Aku makan. Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. (Adz-Dzariyat: 57-58)

Jadi sangat pantas bila ada yang tidak ibadah adalah durhaka.

3. Semua Kitab suci dan para Rasul sepakat akan mentauhidkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Dan kitab2 yang sudah dirubah mudah ditemukan kontradiksi.

4. Siapa yang tidak beragama dengan Agama ini maka amalannya batil.

Surat Az-Zumar (39) Ayat 65

وَلَقَدْ أُوحِىَ إِلَيْكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَـٰسِرِينَ
Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.
Qs Az Zumar 65.

firman Allah,

وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Andai mereka melakukan perbuatan syirik, maka akan hilang semua amal yang pernah mereka kerjakan. (QS. al-An’am: 88)

5. Allah ajak hamba-hamba-Nya untuk kembali kepada fitrah-fitrah mereka.

Hanya DIA yang berhak diibadahi.. (Penciptaannya Allah mengantarkan kepada tauhid)

6. Semua makhluk tidak punya sifat penciptaan, tidak memberi manfaat.. Dan tidak bisa berlindung selain dari Allah..

Kisah Ibrahim dan patung besar yang dikalungi kapak.

7. Ajak makhluk-Nya untuk lihat tauhid ini dengan Pujian Agung kepada Allah.
Sifat-sifat yang menunjukkan keagungan Allah.

8. Allah sering sampaikan kesempurnaan yang mutlak, tentunya lebih berhak untuk diikhlaskan ibadah kepada-Nya.

9. Allah adalah satu-satunya hakim,yang membuat aturan.

Surat Al-Qashash (28) Ayat 70

وَهُوَ ٱللَّهُ لَآ إِلَـٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْحَمْدُ فِى ٱلْأُولَىٰ وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ وَلَهُ ٱلْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ
Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nya-lah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nya-lah segala penentuan dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

10. Kadangkala Allah sampaikan tauhid dengan keindahan tauhid.

Sehingga Islam ini agama yang syari.. Orang yang syirik akal nya yang bermasalah..

11. Kadangkala Allah ajak tauhid berupa balasan yang baik di dunia dan akhirat serta akibat buruk dari lawannya (syirik).

Kesimpulan : semua kebaikan (dunia dan akhirat) adalah buah dari tauhid.
Semua keburukan (dunia dan akhirat) adalah buah dari lawan tauhid. (Syaikh As Sa’di rahimahullah Ta’ala).

Sehingga perlu waktu yang lama untuk belajar tauhid.

Orang dengan Tauhid yang benar tidak akan korupsi..

Semoga Bermanfaat…. ditutup dengan doa kafaratul Majelis..

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وبِحَمْدِكَ ، أشْهَدُ أنْ لا إلهَ إِلاَّ أنتَ أسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إليكَ

SUBHAANAKALLOHUMMA WA BIHAMDIKA, ASY-HADU ALLA ILAHA ILLA ANTA, AS-TAGHFIRUKA WA ATUUBU ILAIK

(Mahasuci Engkau, wahai Allah, dan dengan memuji-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau. Aku meminta ampun kepada-Mu dan aku bertaubat kepada-Mu)

ks.kaidah

TAFSIR & TADABUR – MUQADIMAH KAIDAH TAFSIR # 01
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?