Ustadz Rizal Yuliar Putrananda, LcIbadah

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 29- ORANG-ORANG YANG JAGA SILATURAHIM

This entry is part 24 of 29 in the series 40Karakter
3 menit membaca

*KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 29- ORANG-ORANG YANG JAGA SILATURAHIM*
Ustadz Rizal Yuliar Putrananda
22 Jumadil Akhir /13 Desember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Alhamdulilah kita Allah mudahkan untuk duduk di majelis ilmu, tidak semua orang diberi anugerah ini.

Hati-hati dengan penyakit hati, yaitu riya, sum’ah, ujub. Penyakit yang hinggap pada orang-orang sholeh yang akan gugurkan pahala amalannya.

Orang yang bisa terapkan Iyyakana’bud maka ibadah nya ikhlas, dan orang yang bisa terapkan iyyakanas ta’im maka akan hilang ujub, riya, sum’ah.

Silaturahim dalam konteks ini adalah jaga hubungan baik dengan kerabat yang ada hubungan darah/rahim.

Dari seorang laki-laki dari Bani Khats’ am dia berkata,

Saya datang kepada Nabi ﷺ dan beliau sedang bersama sebagian sahabatnya. Kemudian saya bertanya, ‘Apakah engkau yang mengaku sebagai Rasulullah? Beliau menjabat,’ Ya’. Perawi berkata, Saya bertanya, Wahai Rasulullah, amalan apa yang paling dicintai Allah? Beliau jawab ; Iman kepada Allah. Perawi berkata, Saya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, kemudian apa? Beliau jawab : Silaturahim.”

Dari Mu’awiyah bin Haidah Al Qusyairi radhiallahu’ahu, beliau bertanya kepada Nabi:

يا رسولَ اللهِ ! مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ : قال : أُمَّكَ ، قُلْتُ : مَنْ أَبَرُّ ؟ قال : أباك ، ثُمَّ الأَقْرَبَ فَالأَقْرَبَ

“wahai Rasulullah, siapa yang paling berhak aku perlakukan dengan baik? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: Ibumu. Lalu siapa lagi? Nabi menjawab: ayahmu, lalu yang lebih dekat setelahnya dan setelahnya” (HR. Al Bukhari dalam Adabul Mufrad, sanadnya hasan).

Ibu disebut 3x karena ibu itu mengandung, melahirkan dan menyusui yang tidak bisa dilakukan oleh bapak.

Dan Allah sandingkan berbakti kepada orang tua, setelah perintah tauhid.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا عْبُدُوا اللّٰهَ وَلَا تُشْرِكُوْا بِهٖ شَيْـئًـا وَّبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّبِذِى الْقُرْبٰى  

“Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat,”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 36)

Ini juga Ada larangan untuk ujub.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاِ ذْ اَخَذْنَا مِيْثَا قَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ لَا تَعْبُدُوْنَ اِلَّا اللّٰهَ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا وَّذِى الْقُرْبٰى

“Dan (ingatlah) ketika kami mengambil janji dari Bani Israil, “Janganlah kamu menyembah selain Allah dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kerabat, ”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 83)

Kalau orang tua sudah mulai merendahkan suaranya, maka sebagian ulama mengatakan itu termasuk durhaka.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَقَضٰى رَبُّكَ اَ لَّا تَعْبُدُوْۤا اِلَّاۤ اِيَّاهُ وَبِا لْوَا لِدَيْنِ اِحْسَا نًا 

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 23)

Dan ambillah pelajaran dari Uwais Al Qarni yang Nabi ﷺ kabarkan bahwa doa nya pasti terkabul karena bakti kepada ibunya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَاٰ تِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ

“Dan berikanlah haknya kepada kerabat dekat.”
(QS. Al-Isra’ 17: Ayat 26)

Allah sebutkan tujuh orang yang

وَالَّذِينَ يَصِلُونَ مَا أَمَرَ اللَّهُ بِهِ أَنْ يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوءَ الْحِسَابِ (21) وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ (22) جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلائِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِمْ مِنْ كُلِّ بَابٍ (23) سَلامٌ عَلَيْكُمْ بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ (24)
dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkannya, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk. Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridaan Tuhannya, mendirikan salat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik), (yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucunya, sedangkan malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu (sambil mengucapkan), “Keselamatan terlimpahkan kepada kalian berkat kesabaran kalian.” Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu.
Ar-Ra’d, ayat 21-24

Dan Allah melarang memutuskan silaturahmi dan ancam orang-orang yang meninggalkannya.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا النَّا سُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَّفْسٍ وَّا حِدَةٍ وَّخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَا لًا كَثِيْرًا وَّنِسَآءً ۚ وَا تَّقُوا اللّٰهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهٖ وَا لْاَ رْحَا مَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَا نَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا

“Wahai manusia! Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah) menciptakan pasangannya (Hawa) dari (diri)nya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertakwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 1)

Yang paling dipercepat balasan pahalanya adalah silaturahim.

Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada kebaikan yang pahalanya lebih cepat diberikan oleh Allah selain silaturahim, dan tidak ada dosa yang lebih pantas untuk dipercepat balasannya selain kezaliman.”
— HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibn Majah.

Yakinlah bahwa silaturahmi akan melapangkan rezeki.

Nabi shallallahu ’alaihi wasallam bersabda,
مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ عَلَيْهِ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ
“Siapa saja yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaknya ia menyambung silaturahimnya (dengan kerabat).” (HR. Bukhari)

Penyambung silaturahmi sejati adalah yang apabila kerabatnya putus silaturahmi dia tetap sambung. Dia tetap cinta kerabatnya walaupun kerabatnya benci.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,

Silaturahim itu memperbanyak harta, menumbuhkan rasa cinta dalam keluarga dan mengakhirkan ajal. HR Tirmidzi.

Sambung silaturahmi walaupun dengan salam… (hadits).

Sisihkan uang kita untuk silaturahmi.

Semoga bermanfaat.

#salaf #cinta #Allah #beriman #surga #firdaus #sholeh

##$$-aa-$$##

40Karakter

KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 28- ORANG-ORANG YANG BERIMAN KARAKTERISTIK HAMBA YANG DICINTAI ALLAH – 30 – AMAR MA’RUF NAHI MUNKAR
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?