TAFSIR & TADABUR – MUQADIMAH
Diterbitkan pertama kali pada: 21-Jul-2020 @ 19:21
2 menit membacaKAIDAH TAFSIR DAN TADABUR AL QUR’AN (muqadimah)
Ustadz Kholid Syamhudi
27 Rabi’ul Awal 1441H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Belajar memahami Al Qur’an, yang mampu menyelamatkan manusia dari tersesat dan kesengsaraan.
Al Qur’an, bisa dipahami dengan mudah dan benar oleh para shahabat. Sahabat yang menerangkan kepada para tabiin, dst… Sehingga makin lama makin banyak memerlukan penjelasan.
Sehingga perlu ada kaidah untuk memahami Al Qur’an..
Kita belajar dari kitab yang ditulis Syaikh Nasir As Sa’di.
Al Qur’an harus dipahami dengan bimbingan para ulama melalui kaidah dan tafsir para ulama.
Sekarang banyak muncul hal-hal yang aneh yang disandarkan Al Qur’an karena tidak dipahami secara benar.
Istilah-istilah yang berkaitan dengan cara memahami Al Qur’an..
Tafsir : penjelasan tentang makna Al Qur’an. Tafsir ini di dasarkan atas pendapat para shahabat, tabiin dan tabiut tabi’in. Serta para ulama yang mengikuti mereka..
Ulama terdahulu banyak memilih pendapat yang paling shahih dari beberapa pendapat para ulama sebelumnya.
Tadabur : merenungkan ayat Al-Quran dengan tujuan ambil pelajaran dan mengamalkannya.
At – Ta’atsur : berusaha untuk terpengaruh oleh Al Qur’an yang dia baca.
Sehingga At —Ta’atsur adalah bagian dari Tadabur.
Sehingga dimulai dari tafsir, dilanjutkan Tadabur baru mendapatkan Ta’atsur.
Bagaimana mempelajari tafsir Al Qur’an?
Orang yang ingin mencapai kefaqihan sebagai ulama harus tahu semua hal walaupun hanya secara global.
Syaikh Nasir As Sa’di : Ilmu yang paling utama dan mulia adalah ilmu tentang Al Qur’an.
Ilmu pengetahuan, semuanya, mengambil dasar dari Al Qur’an.
Ilmu yang berat karena ditinjau dari makna dan pengaruhnya.
Kaidah nya.
1. Memahami melalui beberapa tahap melalui pintu yang benar. yaitu jalan para sahabat, tabiin, tabiut tabiin.
Hikmah Al Qur’an akan didapatkan secara maksimal bila masuk melalui pintunya.
أْتُوا الْبُيُوتَ مِنْ أَبْوَابِهَا
Masuklah ke rumah melalui pintu-pintu nya.
Qs Al Baqarah 189.
Misalnya belajar ilmu faraid, harus belajar kepada yang ahli faraid, tidak bisa hanya dengan daurah sebentar.
Pintu itu bisa orang ahli atau melalui fase yang benar.
Belajar berbagai Madzhab dimulai dari memahami dasar-dasar mahdzab bukan langsung melalui buku perbandingan Madzhab.
إِنَّ هَـٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ
Sesungguhnya Al Quran ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus
Qs Al Isra 9.
Sehingga rujukan yang paling shahih adalah pemahaman para shahabat, karena belajar tiap 10 ayat, sampai benar paham dan diamalkan baru lanjut ke ayat berikutnya.
Perlu ada daftar
+ apakah sudah diamalkan
+ apakah sudah istiqomah
+ apakah sudah lepas dari sifat-sifat buruk dst6
Bila melalui pintu-pintu yang benar (melalui pemahaman para sahabat dan para salaf) maka kita akan mendapatkan manfaat yang sangat besar dari Tadabur Al Qur’an.
Isi Al Qur’an ada 2:
Berita (kita imani)
Perintah dan larangan (taati)
Ibnu Abbas, Qotadah adalah rujukan utama dalam tafsir Al Qur’an.
Ibnu Katsir meringkas dari Ath Thabari.
Para sahabat, saat ayat turun mereka mempelajari sampai paham dan bila tidak paham mereka bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam.
Nama-nama Allah dalam setiap ayat punya hikmah dalam ayat atau kasus sebelumnya.
Kajian berikutnya akan dijelaskan lebih detail..
Islam itu agama yang mudah, maksudnya jelas karena semua ada aturannya.


