This entry is part 44 of 48 in the series dosabesar_MBAW
5 menit membaca

🗞️ *ALKABAIR – HATI DAN LISAN#46*
✒️ Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
🎤 Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
🗓️ 7 Sya’ban 1447H/ 25 Januari 2026
Ba’da Maghrib

Agama itu nasihat, dalam bahasa arab, Nasihat – berbuat terbaik bagi orang yang di hadapannya.

Lawan nasihat = غاش

➡️ *MENIPU RAKYAT*

Dari Ma’qil bin Yasar al Muzani radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

ما من عبد يسترعيه الله رعية يموت يوم يموت وهو غاش لرعيته إلا حرم الله عليه الجنة

“Tidaklah seorang hamba yang Allah berikan kepemimpinan atas orang lain, lalu ia mati dalam keadaan berbuat curang terhadap orang-orang yang dipimpinnya, melainkan Allah akan mengharamkan surga atasnya. Dalam satu riwayat : Kemudian dia tidak memelihara rakyatnya dengan nasihatnya, melainkan dia tidak akan mencium bau surga. ”
HR Bukhari dan Muslim

Yang buat dia jadi penguasa adalah Allah, ini amanah dan nanti akan bertanggung jawab di hadapan Allah.

Berat jadi penguasa. Apabila dari awal sudah berniat buruk maka sangat buruk akibatnya di akhirat kelak.

➡️ *KASIH SAYANG TERHADAP RAKYAT*

Ini harus ada pada diri penguasa.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَا خْفِضْ جَنَا حَكَ لِلْمُؤْمِنِيْنَ

“dan berendah hatilah engkau terhadap orang yang beriman.”
(QS. Al-Hijr 15: Ayat 88)

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَبِمَا رَحْمَةٍ مِّنَ اللّٰهِ لِنْتَ لَهُمْ ۚ 

وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيْظَ الْقَلْبِ لَا نْفَضُّوْا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka berkat rahmat Allah engkau (Muhammad) berlaku lemah lembut terhadap mereka.

Sekiranya kamu bersikap keras dan berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitarmu.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 159).

Jika seseorang lemah lembut maka itu dapat karunia dari Allah.

Rasulullah ﷺ sangat merendah di hadapan orang-orang miskin.
Dan dihadapan orang-orang kaya, maka beliau seolah-olah tidak butuh pada mereka.

Saat itu Nabi ﷺ adalah penguasa.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa (dari Aisyah radhiyallahu anhaa) :

اللهُمَّ، مَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَشَقَّ عَلَيْهِمْ، فَاشْقُقْ عَلَيْهِ، وَمَنْ وَلِيَ مِنْ أَمْرِ أُمَّتِي شَيْئًا فَرَفَقَ بِهِمْ، فَارْفُقْ بِهِ

Yaa Allah, barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia menyusahkan mereka, maka susahkanlah dia, dan barangsiapa mengurusi sesuatu dari urusan umatku, lalu dia bersikap lembut kepada mereka, maka bersikaplah lembut kepadanya”. HR Muslim

Ini adalah balasan sesuai dengan amal.
Ini doa Nabi ﷺ dan pasti Allah kabulkan.

Kerepotan di dunia tidak ada apa-apa nya dibanding dengan kerepotan di akhirat.

➡️ *MENUTUP DIRI DARI KEBUTUHAN RAKYAT*

Tidak mau ketemu dengan rakyat.

Abu Maryam Al Azdi, telah mengabarkan kepadanya; ia berkata, aku menemui Mu’awiyah, kemudian ia berkata, -kenikmatan apakah yang diberikan kepada kami melaluimu wahai Abu Fulan? Hal itu merupakan perkataan yang biasa diucapkan orang-orang Arab-. Kemudian aku katakan; sebuah hadits yang aku dengar, aku akan mengabarkannya kepadamu, aku telah mendengar Rasulullah ﷺ berkata

مَنْ وَلَّاهُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ شَيْئًا مِنْ أَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَاحْتَجَبَ دُونَ حَاجَتِهِمْ وَخَلَّتِهِمْ وَفَقْرِهِمْ احْتَجَبَ اللَّهُ عَنْهُ دُونَ حَاجَتِهِ وَخَلَّتِهِ وَفَقْرِهِ قَالَ فَجَعَلَ رَجُلًا عَلَى حَوَائِجِ النَّاسِ

“Barang siapa yang Allah ‘Azza wa Jalla serahkan kepadanya sebagian urusan orang muslim kemudian ia menutup diri dari melayani kebutuhan mereka dan keperluan mereka, maka Allah menutup diri darinya dan tidak melayani kebutuhannya, serta keperluannya.”

Abu Maryam berkata, kemudian Mu’awiyah menjadikan seseorang untuk mengurusi kebutuhan-kebutuhan manusia. HR Abu Dawud.

Idealnya penguasa bertemu langsung dengan rakyat. Tapi kalau gak mampu, boleh ada wakil.

➡️ *MENGANGKAT KARENA KECENDERUNGAN DALAM KEKUASAAN.*

Ahmad dan Al-Hakim mengeluarkan dan Al Hakim menshahihkannya, dari Yazid bin Abu Sufyan bahwa Abu Bakar Radhiallahu’anhu berkata kepadanya:

“Wahai Yazid, sesungguhnya engkau mempunyai kerabat, mungkin engkau akan mendahulukan mereka dalam kekuasaan.

Dan itu adalah perkara terbanyak yang aku khawatirkan atasmu setelah apa yang telah dikatakan oleh Rasulullah ﷺ :

من ولي من أمر المسلمين شيأ فأمر عليهم أحدا محاباة فعليه لعنة الله و الملاإكة والناس أجمعين، لا يقبل الله منه صرفا ولا عد لاحتى يدخله خهنم

“Barangsiapa yang diserahi sesuatu dari urusan kaum muslimin, kemudian dia mengangkat seseorang (pegawai) atas mereka karena kecenderungan hati, maka atasnya laknat Allah, para malaikat dan manusia semua, Allah tidak akan menerima darinya amalan fardhu dan amalan nafilah, sampai Allah memasukkannya ke neraka Jahanam.” HR Ahmad dan AlHakim.

Ini ngeri. Ketika dia angkat pejabat karena gak enak, maka ini merugikan rakyat.
Hukuman yang dahsyat karena amalan nya gak diterima.

Carilah ridha Allah daripada ridha manusia (saudara).

Dan dalam riwayat Al Hakim, dan dia menshahihkannya dari Ibnu Abbas secara marfu’:

من استعمل رجلا على عصابة وفيهم من هو أرضى الله منه فقد خان الله ورسوله والمؤمنين

Barangsiapa yang mengangkat seseorang karena kekerabatan, padahal diantara mereka ada yang lebih diridhai Allah dari pada orang itu, maka dia telah mengkhianati Allah, Rasul-Nya, dan kaum mukminin. HR Al Hakim.

Makna عصابة = kelompok kecil. 20-30 orang.

➡️ *BAB KELALIMAN, ANIAYA, DAN BAHAYA KEKUASAAN*

Al Hakim telah mentakhrij dan menshahihkannya,

ما من احد يكون على شيءٍ من أمور هذه الأ مة فلم يعدل فيهم إلا كبّه الله في النار

“Tidaklah seseorang mengurusi sesuatu dari urusan umat ini, kemudian dia tidak adil pada mereka, melainkan Allah akan menelungkupkan dia di neraka.” HR Al Hakim.

Tersungkur di atas wajah di neraka Jahanam.

Dan dalam riwayat Bukhari dan Muslim dari Muadz radhiyallahu anhu secara marfu,

إِتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ الله حِجَابٌ

”Dan berhati-hatilah terhadap doa orang yang terzalimi, karena tidak ada penghalang antara doanya dengan Allah”.

Hadits ini sangat mashur. Ketika Rasulullah ﷺ mengutus Muadz ke Yaman.

Dan dalam riwayat Muslim dari ‘Adily bin ‘ Umairah radhiyallahu anhu secara marfu,

 مَنِ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِخْيَطًا فَمَا فَوْقَهُ كَانَ غُلُولًا يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Barangsiapa di antara kalian yang kami pekerjakan dengan satu pekerjaan, lalu ia menyembunyikan sebatang jarum atau yang lebih dari itu, maka itu termasuk ghulul (korupsi) yang akan dibawanya di hari kiamat…’.”HR Muslim.

Ghulul = harta panas., Harta yang membawa ke neraka Jahanam.
Termasuk gratifikasi.

Dan dalam riwayat Ahmad dari Abu Hurairah Radliyallaahu anhu secara marfu’:

وَيْلٌ لِلْأُمَرَاءِ، وَيْلٌ لِلْعُرَفَاءِ، وَيْلٌ لِلْأُمَنَاءِ، لَيَتَمَنَّيَنَّ أَقْوَامٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَنَّ نَوَاصِيَهُمْ كَانَتْ مُعَلَّقَةً بِالثُّرَيَّا، يَتَذَبْذَبُونَ بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ، وَلَمْ بَكُو نُوا عَمِّلُوا عَلَى شَيْءٍ

“Kecelakaan bagi para penguasa, kecelakaan bagi para pemimpin, dan kecelakaan bagi orang-orang yang diberi amanah. Sungguh orang-orang pada hari kiamat akan berangan jambul-jambul mereka digantung di bintang tsuraya, dimana mereka bergelantungan antara langit dan bumi dan mereka tidak mengurusi sesuatu apapun.”

➡️ *PENGUASA YANG TIDAK BISA ADIL*

Abu Dzarr berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
يَا أَبَا ذَرٍّ إِنِّى أَرَاكَ ضَعِيفًا وَإِنِّى أُحِبُّ لَكَ مَا أُحِبُّ لِنَفْسِى لاَ تَأَمَّرَنَّ عَلَى اثْنَيْنِ وَلاَ تَوَلَّيَنَّ مَالَ يَتِيمٍ
“Wahai Abu Dzarr, sesungguhnya aku melihatmu adalah orang yang lemah dan aku sangat senang memberikanmu apa yang aku senangi untuk diriku sendiri. Janganlah engkau menjadi pemimpin atas dua orang dan janganlah pula engkau mengurusi harta anak yatim.” (HR. Muslim).

Dari Abu Buraidah dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:

اَلْقُضَاةُ ثَلاَثَةٌ اثْنَانِ فِي النَّارِ وَوَاحِدٌ فِي الْجَنَّةِ رَجُلٌ عَلِمَ الْحَقَّ فَقَضَى بِهِ فَهُوَ فِي الْجَنَّةِ وَرَجُلٌ قَضَى لِلنَّاسِ عَلَى جَهْلٍ فَهُوَ فِي النَّارِ وَرَجُلٌ جَارَ فِي الْحُكْمِ فَهُوَ فِي النَّارِ.

“Hakim itu ada tiga macam, dua di Neraka dan satu masuk Surga;

(1) seorang hakim yang mengetahui kebenaran lalu memberi keputusan dengannya, maka ia di Surga,

(2) seorang hakim yang mengadili manusia dengan kebodohannya, maka ia di Neraka, dan

(3) seorang hakim yang menyimpang dalam memutuskan hukuman, maka ia pun di Neraka.” HR Abu Dawud.

Dan Dalam Riwayat Abu Dawud Dari Abu Hurairah secara marfu,

Barangsiapa yang berfatwa Tanpa ilmu, maka dosa atas hal itu ditanggung oleh orang yang berfatwa.”

Semoga bermanfaat.

#alkabaair #sunnah #salaf #dosabesar
#penguasa #adil #fatwa #tanpa #ilmu #ghulul

##$$-aa-$$##

dosabesar_MBAW

ALKABAIR – HATI DAN LISAN#44 ALKABAIR – HATI DAN LISAN#48
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?