This entry is part 8 of 14 in the series dzikirpp

Diterbitkan pertama kali pada: 22-Okt-2022 @ 06:40

5 menit membaca

*Syarah Dzikir Pagi Petang-9*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
25 Rabbiul Awwal 1444H

✅ 1 Membaca Ayat Kursi

✅ 2. Membaca paket surat. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.

✅ 3. Mensucikan dan Memuji Allah, dibaca 100x

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Subhanallahi wabihamdihi.

Artinya : “Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya” (Dibaca 100x)

✅ 4. Dzikir Mengandung Keagungan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ

Ash-bahnaa wa ash-bahal mulku lillaah, wal hamdulillaah, laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, lahul mulku wa lahul hamd, wa huwa ‘alaa kulli syai-in qodiir. Robbi as-aluka khoiro maa fii haadzal yaumi wa khoiro maa ba’dahu, wa a’uudzu bika min syarri maa fii haadzal yaumi wa syarri maa ba’dahu, robbi a’uudzu bika minal kasali wa suu-il kibar, robbi a’uudzu bika min ‘adzaabin fin-naari wa ‘adzaabin fil qobr.

Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah, segala puji bagi Allah. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi-Nya. Bagi-Nya kerajaan dan bagi-Nya pujian. Dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Hai Tuhan, aku mohon kepada-Mu kebaikan di hari ini dan kebaikan sesudahnya. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan hari ini dan kejahatan sesudahnya. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan kejelekan di hari tua. Wahai Tuhan, aku berlindung kepadaMu dari siksaan di Neraka dan kubur.
HR. Muslim.

✅ 5. Sayyidul Istighfar

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allaahumma anta robbii, laa ilaaha illaa anta, kholaqtanii, wa anaa ‘abduka, wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika mas-tatho’tu, a’uudzu bika min syarri maa shona’tu, abuu-u laka bini’matika ‘alayya, wa abuu-u laka bi-dzanbii, faghfir lii, fa-innahu laa yagh-firudz-dzunuuba illaa anta.

Ya Allah, Engkau adalah Rabbgku, tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu. Aku akan setia pada perjanjianku denganMu semampuku. Aku berlindung kepadaMu dari kejelekan yang kuperbuat. Aku mengakui nikmatMu kepadaku dan aku mengakui dosaku, oleh karena itu, ampunilah aku. Sesungguhnya tiada yang mengampuni dosa kecuali Engkau.

HR. Al Bukhari , at-Tirmidzi, an-Nasa’i dan lain-lain.

🔹Keutamaan istighfar ini, seperti yang Rasulullah ﷺ jelaskan.

من قالها من النهار موقنا بها فمات من يومه قبل أن يمسي فهو من أهل الجنة و من قالها من الليل و هو موقن بها فمات قبل أن يصبح فهو من أهل الجنة . ‌

Barangsiapa mengucapkannya disiang hari dalam keadaan yakin dengannya kemudian dia mati pada hari itu sebelum sore hari, maka dia termasuk penduduk surga dan siapa yang mengucapkannya di waktu malam hari dalam keadaan dia yakin dengannya, kemudian dia mati sebelum shubuh maka ia termasuk penduduk surga.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Harus dengan keyakinan => yakin, artinya memahami makna dzikir ini.

Mari kita lihat dzikir ini lebih detail..

🔸
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ

Ini adalah pengakuan atas tauhid Allah
Dan kalimat ini ada syarat dan rukunnya

Jangan sampai salah dalam memahami hadits barangsiapa siapa dalam hidupnya mengucapkan Laailaha illa Allah.

🖍️ Rukun kalimat tauhid ini adalah :

1. An Nafyu – menafikan sesembahan
2. Itsbat – menetapkan Allah hanya yang *berhak disembah.*

🖍️ Syarat kalimat tauhid.

1. Al Ilmu – mengilmui
2. Al Yaqin – meyakini
3. Al Qabulu – menerima
4. Al Inqiyadu – Tunduk dan patuh
5. Ash Shidqu-Jujur, membenarkan kalimat tersebut
6. Al Ikhlas, murni tanpa riya, tanpa paksaan
7. Al Mahabbah – cinta.

🔸

خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ

Engkaulah yang menciptakan aku. Aku adalah hambaMu.

Di sini ada kandungan tauhid Rububiyah (Mengesakan Allah dalam perbuatan) dan Tauhid Uluhiyah (Mengesakan Allah dalam menyembah /tunduk).

Konsekuensi dari tauhid Rububiyah harusnya juga Tauhid Uluhiyah.
Orang-orang Musyrikin Quraisy dahulu mengakui tauhid Rububiyah tetapi mereka tidak bertauhid uluhiyah, dalam ibadah mereka menyembah kepada selain Allah.

Dalam Al-Qur’an sering dijumpai ayat-ayat tauhid Rububiyah disandingkan dengan tauhid uluhiyah.

Jangan sampai beranggapan bahwa orang Islam selamat dari kesyirikan.

Nabi Ibrahim alaihissalam yang dikenal karena kuat nya tauhid saja sangat takut jatuh pada kesyirikan.

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

Wajnubni wabaniyya an na’budal ashnaam

“Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”(QS Ibrahim 35)

🔸
[وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ]

“Aku menetapi perjanjian untuk taat kepada-Mu dan janji balasan-Mu sesuai dengan kemampuanku”

Hamba yang lemah ini menyatakan bahwa dirinya tetap setiap dengan janjinya kepada rabnya, janji untuk selalu tunduk dan taat kepada-Nya, menjalankan perintah dan menjauhi larangan-Nya, semaksimal kemampuan hamba. Disertai keyakinan akan janji yang Allah berikan kepadanya, bahwa siapa yang taat akan mendapatkan surga. Sehingga dia beribadah dengan semangat husnudzan kepada Allah, bahwa Dia akan memberikan balasan atas ketaatan hamba-Nya.

Ada kata semampuku menunjukkan akan rahmat Allah

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مَا نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ فَاجْتَنِبُوْهُ، وَمَا أَمَرْتُكُمْ بِهِ فَأْتُوْا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ، فَإِنَّمَا أَهْلَكَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ كَثْرَةُ مَسَائِلِهِمْ وَاخْتِلاَفُهُمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ.

“Apa saja yang aku larang terhadap kalian, maka jauhilah. Dan apa saja yang aku perintahkan kepada kalian, maka kerjakanlah semampu kalian. Sesungguhnya apa yang membinasakan umat sebelum kalian hanyalah karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Maknanya meninggalkan larangan harusnya lebih mudah dari pada mengerjakan perintah.
(ada kata semampu nya)

🔸

[أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ]

“Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku.”

Hamba mengakui setiap maksiat dan kedurhakaan murni karena kejahatan kita, artinya tidak kita nisbahkan kepada yang lain, apalagi kepada Allah. Dan hamba menyadari setiap maksiat itu akan mendatangkan keburukan baginya dunia dan akhirat, sehingga hamba hanya bisa berlindung kepada Allah dari potensi keburukan itu.

Seharusnya kita tidak boleh merasa aman dari keburukan.

🔸

[أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمتِكَ عَلَيَّ]

“aku mengakui nikmat-Mu kepadaku”

Pengakuan hamba bahwa semua kelebihan yang dia miliki, murni dari Allah, bukan dari hasil jasanya, bukan pula dari kemampuannya, tapi murni dari Allah, sehingga hamba tidak ujub dengan nikmat itu.. namun meskipun demikian, hamba tidak pandai bersyukur, sehingga masih sering menggunakan semua nikmat itu untuk durhaka kepada-Mu..

Banyak dosa yang sebab nya karena kita tidak mampu bersyukur kepada Allah.

Bersyukur itu tidak cukup hanya dengan mengucapkan Alhamdulilah. Anggota tubuh harus tunduk diatas ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

🔸

[وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ]

“aku mengakui semua dosa-dosaku”

Para ulama menjelaskan dosa yang dimaksud ini bukan dosa maksiat tapi kurang nya kita bersyukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

🔸

[فَاغْفِرْ لِيْ ، فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلاَّ أَنْتَ]

“Karena itu, ampunilah aku, sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain Engkau”

Kalimat itghfar di akhir. Dari awal didahului kalimat-kalimat tauhid.

Perbaiki tauhid kita.

Semoga bermanfaat.

##$$-aa-$$##

dzikirpp

Syarah Dzikir Pagi Petang-8 Syarah Dzikir Pagi Petang-10
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?