This entry is part 15 of 15 in the series Ayat_pilihan
5 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-15*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
25 Shafar 1448H / 9 Agustus 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir surat Al Baqarah ayat 130.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman x

> ﴿وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥۚ وَلَقَدِ ٱصْطَفَيْنَٰهُ فِى ٱلدُّنْيَاۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْأَخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ﴾

*”Dan orang yang membenci agama Ibrahim, hanyalah orang yang memperbodoh dirinya sendiri. Dan sungguh, Kami telah memilihnya (Ibrahim) di dunia ini. Dan sesungguhnya di akhirat dia termasuk orang-orang yang saleh.”* (QS. Al-Baqarah: 130)

Ayat ini termasuk *jawami’ Alkalim – padat makna* dan dalil yang sangat jelas argumentasinya (yang tegak untuk Ahlul Kitab).

Berikut beberapa pelajaran yang dapat diambil dalam ayat ini:

▸ **Pertama:** Allah menjelaskan bahwa agama Ibrahim ﷺ adalah Islam (seperti doa Ibrahim agar Ibrahim dan Ismail dikaruniai Islam – ; di antaranya adalah diagungkannya Baitullah dan disyariatkannya berhaji ke sana. Meskipun para ulama Ahlul Kitab mengakui hal itu, mereka tetap membenci agama Islam. Ini adalah perkara yang penting, sebagaimana sabda Nabi ﷺ,

((فَمَنْ رَغِبَ عَنْ سُنَّتِي فَلَيْسَ مِنِّي))

*”Siapa yang membenci sunahku, maka dia bukan termasuk dariku.”*

Syaikh ingin jelaskan bahwa milah Ibrahim Adalah Islam dan salah satu syariat nya adalah haji.
Maka barang siapa yang tidak suka ajaran Ibrahim maka bukan dari golongan Ibrahim. Seperti hadits Nabi ﷺ di atas.

Ada buku bagus tentang siapa yang disembelih oleh Ibrahim? Ulama India menjelaskan dengan sangat baik.

Islam – Ismail (Ibnul Qayyim bilang ada 20 dalil)
Bibel – Ishaq. Karena banyak penyimpangan. Dan banyak penjelasannya.

Harusnya Yahudi dan Nasrani tahu tentang haji tetapi mereka benci Islam.

▸ **Kedua:** Kebanyakan manusia berpaling dari nama Islam, dan menurut mereka tidak ada keutamaan pada nama ini. Bahkan mereka harus menisbahkan agama kepada nama tertentu selain Islam.

Banyak orang yang dakwah terpeleset dengan menyeru kepada dirinya, bukan murni kepada Tauhid dan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Oleh karena itu banyak orang beranggapan tauhid adalah sepele,padahal tauhid adalah inti ajaran Islam.

▸ **Ketiga:** Lebih mengherankan lagi, mereka tidak mengetahui makna Islam, dan menurut mereka tidak ada keutamaan padanya. Bahkan bagi mereka Islam itu hanya dianggap sebagai satu bentuk lafal tanpa makna (ajaran dan syariat).

Makna Islam adalah tauhid yang sangat dalam. Kebanyakan orang tidak tahu.

▸ **Keempat:** Lebih mengherankan lagi dari poin sebelumnya, ketika makna Islam beserta konsekuensinya dijelaskan kepada mereka, mereka mengingkarinya dengan keras, padahal mereka membaca ayat ini dan ayat-ayat yang semisalnya.

Kalau dijelaskan bahwa makna Islam (tidak sembah kuburan, tidak sembah wali, takut terjerumus kesyirikan dst) mereka ingkari.

Inilah makna Islam seluruh nabi, yaitu tauhid.

Nabi Hud misalnya juga menyeru tauhid dan juga diingkari oleh kaumnya.

▸ **Kelima:** Hikmah utama dari ayat ini adalah jika engkau telah mengetahui hakikat agama Ibrahim ﷺ, maka wajib bagimu mengikutinya, bukan sekadar klaim sedangkan engkau berpaling dari ajarannya.

Hakikat milah Ibrahim adalah tauhid.

Dzikir pagi kita juga tauhid.

أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ،……

Kami telah memasuki waktu pagi dan kerajaan hanya milik Allah….

Seorang yang tahu ajaran Ibrahim hendaknya mengakui dan mengikutinya.

▸ **Keenam:** Barang siapa berpaling dari agama Ibrahim ﷺ, maka tidak ada yang dirugikan kecuali dirinya sendiri.

وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَٰهِـۧمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ

Dan tidak ada yang membenci agama Ibrahim, melainkan orang yang memperbodoh dirinya sendiri.

إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُۥ

Ada Fiil lazim – sudah tahu ajaran Ibrahim itu bagus dipuji Allah tapi gak mau ikuti Ibrahim dan ini bodoh sekali. Karena kontradiktif.

▸ **Ketujuh:** Apa yang dilakukan Ahlul Kitab itu merupakan puncak kebodohan dan kedunguan yang terang benderang, meskipun mereka mengklaim memiliki ilmu yang sempurna tentangnya.

Syaikh jelaskan orang-orang di zaman beliau. Banyak kuburan ditinggikan, meminta pada kuburan.

Dari Abu Al-Hayyaj Al-Asadi رحمه الله, ia berkata:

قَالَ لِي عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ: أَلَا أَبْعَثُكَ عَلَى مَا بَعَثَنِي عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ؟ أَنْ لَا تَدَعَ تِمْثَالًا إِلَّا طَمَسْتَهُ، وَلَا قَبْرًا مُشْرِفًا إِلَّا سَوَّيْتَهُ

“Ali bin Abi Thalib berkata kepadaku: ‘Maukah engkau aku utus dengan tugas yang dahulu Rasulullah ﷺ mengutusku dengannya? Yaitu jangan engkau biarkan ada patung kecuali engkau hancurkan, dan jangan engkau biarkan ada kuburan yang tinggi kecuali engkau ratakan.’” HR Muslim.

Sekarang sebagian yang mengakui keturunan nabi kuburannya ditinggikan.

Ibrahim ajarkan untuk kultuskan Allah, bukan kepada Ibrahim.

Ibrahim tidak pernah ajarkan minta-minta pada wali/kuburan.

▸ **Kedelapan:** Bagaimana mungkin seseorang mencari jalan yang lebih baik dari jalan Ibrahim ﷺ, padahal Allah sendiri yang memilihnya dan menjanjikan ganjaran baginya di akhirat karena jalan yang ditempuhnya.

Jalan tauhid adalah jalan yang terbaik.

🔹 Ayat selanjutnya..

﴿إِذْ قَالَ لَهُۥ رَبُّهُۥٓ أَسْلِمْۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ﴾

*”(Ingatlah) ketika Tuhan berfirman kepadanya (Ibrahim), ‘Berserah dirilah!’ Dia menjawab, ‘Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam’.”* (QS. Al-Baqarah: 131)

Istiqomah dan ditambah level takwa.

🔸 Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

▸ **Pertama:** Bahwa perkara Islam yang menjadi sebab pembahasan dan perselisihan ini adalah sesuatu yang diperintahkan oleh Allah ﷻ.

Allah lah yang perintahkan Ibrahim di atas tauhid yang mana tauhid ini yang sebabkan Ibrahim dimusuhi oleh ayahnya, oleh kaumnya.

Demikian juga Nabi Muhammad ﷺ karena dakwah tauhid dimusuhi kaumnya.

Demikian juga para nabi lainnya dimusuhi karena dakwah tauhid.

▸ **Kedua:** Ibrahim ﷺ memenuhi perintah Allah tersebut, sebagaimana ditunjukkan dalam firman-Nya,

> ﴿قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ﴾

*”Dia menjawab, ‘Aku berserah diri kepada Tuhan seluruh alam’.”*

Sebagian tafsir menjelaskan bahwa ketika Ibrahim di perintah Allah, maka langsung dilaksanakan, tanpa dipikir dulu.

Contoh sembelih anak, diperintah lewat mimpi, tingkat paling rendah tapi perintah paling berat, dan juga langsung dilaksanakan.

Demikian juga perintah Allah agar Ibrahim Islam, langsung dilaksanakan.

▸ **Ketiga:** Ibrahim ﷺ menyifati Rabb-nya dengan *rububiyyah* bagi seluruh alam semesta, yang menjadikan perkara ini menjadi jelas.

Syirik itu dosa paling besar karena ibadah pada Dzat yang bukan menciptakan nya.

Tauhid Rubbubiyah konsekuensi nya adalah Uluhiyyah.

Zaman sahabat, ketika terjadi banyak masalah mereka tidak pernah meminta kepada kuburan Nabi, karena Nabi ﷺ memang tidak pernah ajarkan demikian.

Maka perhatikanlah—semoga Allah merahmatimu, pada penegasan Ibrahim, pujian, dan penjelasannya tentang hakikat ajaran Islam ini, sementara ia dianggap remeh dan diingkari oleh orang yang membaca ayat-ayat ini dan orang-orang setelahnya.

Mereka anggap sepele tauhid.

🔹 ❉ ❉ ❉

Ada perkara yang menakjubkan.

> ﴿وَوَصَّىٰ بِهَآ إِبْرَٰهِـۧمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَٰبَنِىَّ إِنَّ ٱللَّهَ ٱصْطَفَىٰ لَكُمُ ٱلدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ﴾

*”Dan Ibrahim mewasiatkan (ucapan) itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. ‘Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini (Islam) untukmu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”* (QS. Al-Baqarah: 132)

Anak Ibrahim ada dua.
1. Ismail (anak Hajar)
2. Ishaq (Anak Sarah)

Di literatur mereka (ahli kitab) ada istri Ibrahim yang lain yaitu Qonturah dan punya 6 anak.

Sebagian literatur lain, punya istri ke empat dan punya anak 5.

Nabi Ya’qub memiliki empat istri, yaitu:

1. Layyā (ليّا / Leah)
Anak-anaknya:
Rūbīl (Reuben)
Syam‘ūn (Simeon)
Lāwī (Levi)
Yahūdzā (Judah)
Yasykar (Issachar)
Zabulūn (Zebulun)

2. Rāhīl (راحيل / Rachel)
Anak-anaknya:
Yūsuf عليه السلام (Nabi Yusuf)
Binyāmīn (Benjamin)

3. Zulfah (زلفى / Zilpah)
Anak-anaknya:
Jād (Gad)
Asyīr (Asher)

4. Bilhah (بلهة / Bilhah)
Anak-anaknya:
Dān (Dan)
Naftālī (Naphtali)

Total nya 12 anak, itulah Banu Israil.

Dan wasiat lebih tinggi dari pada sekedar perintah.

Apakah seseorang tahu kapan mati? Tidak.. Maka kita harus selalu perhatikan tauhid kita karena kita bisa mati kapan saja.

Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

❋ **Pertama:** Allah menyebutkan bahwa Ibrahim mewasiatkan Islam kepada kedua anaknya, Ismail dan Ishak. Padahal keduanya adalah nabi.

Mereka berdua nabi tapi mereka tidak sombong. Mau dinasihati.

Semoga bermanfaat,

#tafsir #pilihan #tauhid #takwa #albaqarah #Ibrahim #Ismail #ishaq

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-14
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?