This entry is part 14 of 14 in the series Ayat_pilihan
5 menit membaca

*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-14*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
18 Shafar 1448H / 2 Agustus 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi

🔹 Tafsir Qs Al Baqarah 127-128

Firman Allah.

﴿وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَٰهِـۧمُ ٱلْقَوَاعِدَ مِنَ ٱلْبَيْتِ وَإِسْمَـٰعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ ۝ رَبَّنَا وَٱجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَآ أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ﴾

*”Dan (ingatlah) ketika Ibrahim meninggikan pondasi Baitullah/Ka’bah bersama Ismail (seraya berdoa), ‘Ya Tuhan kami, terimalah (amal) dari kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha mendengar, Maha mengetahui’.*

*Ya Tuhan kami, jadikanlah kami orang yang berserah diri kepada-Mu, dan anak cucu kami (juga) umat yang berserah diri kepada-Mu dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara melakukan (ibadah) haji kami, dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha penerima tobat, Maha penyayang.”* (QS. Al-Baqarah: 127-128)

Ini adalah dalil bahwa seseorang yang melaksanakan amal sholeh boleh berdoa dengan wasilah amal sholeh tersebut.

▸ **Ketiga:** Ibrahim dan Ismail ﷺ berdoa dan tawasul dengan sifat-sifat Allah ﷻ.

Doa dalam ayat ini,

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

Berdoa dengan permintaan yang disesuaikan dengan nama Allah

Ya Razzaq – untuk meminta rezeki

Makna ٱلسَّمِيعُ adalah Maha Mendengar (atau makna khusus – Mendengar doa).

Makna ٱلْعَلِيمُ – Maha Mengetahui segala sesuatu atau Maha Mengetahui yang terbaik buat kita.

✅ Faidah Tutup setiap doa dengan Dua Nama Allah ini.

▸ **Keempat:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ agar Allah memberikan mereka keislaman, padahal mereka adalah mereka (para nabi dan rasul Allah). Maka melalaikan makna yang terkandung pada doa ini termasuk hal yang mengherankan.

Memohon untuk tetap Islam adalah perkara yang menakjubkan.

Setiap nabi adalah Islam, muncul nya Yahudi dan Nasrani adalah belakangam setelah terjadi penyimpangan.

Keturunan Ibrahim ada 4,
1. Yahudi
2. Nasrani
3. Quraisy
4. Islam, hanya inilah yang Allah terima.

Doa meminta Islam adalah meminta istiqamah dalam Islam atau tambahan untuk beriman. Islam kalau disebut sendirian mencakup iman.

Doa minta takwa – istiqamah takwa atau tambah kan kualitas takwa.

Istiqamah itu bukan perkara yang sembarangan.

Karena iman itu naik turun, maka Sering lah berdoa

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
.
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.

▸ **Kelima:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ yang mencakup sebagian keturunan mereka. Hal ini menunjukkan kecintaan dan keinginan baik seorang mukmin terhadap keturunannya.

Ibrahim Dan Ismail tidak berdoa semua keturunan nya baik karena mereka tahu aturan berdoa, karena keturunan mereka ada yang baik dan ada yang dzalim.

Banyak orang-orang arab adalah keturunan Ismail.. Ada yang beriman dan ada yang kafir seperti Abu Jahal.

Contoh lain adalah doa Ibu Maryam sesaat setelah lahir,

وَإِنِّي أُعِيذُهَا بِكَ وَذُرِّيَّتَهَا مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Artinya: “Dan aku memohon perlindungan-Mu untuknya dan anak keturunannya dari godaan setan yang terkutuk.” (QS. Ali ‘Imran: 36)

Dan ini Allah kabulkan.

▸ **Keenam:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ agar keduanya diajarkan manasik. Hal ini menunjukkan kesungguhan mereka dalam beramal dengan nas syariat meskipun keduanya adalah orang yang maksum.

Yaitu pada potongan ayat,

وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا

Nabi ﷺ sudah ajarkan manasik haji dan ibadah yang lain.

Hindari inovasi ibadah yang mana bid’ah akan menghilangkan sunnah.

Misal saat ada yang meninggal, sunnah nya selama 3 hari kita kirim makanan ke keluarga yang kesusahan.

Doa ini adalah kalau ibadah itu dari Allah.

Islam sudah sempurna.

▸ **Ketujuh:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ agar Allah menerima tobat mereka, padahal mereka adalah mereka (para nabi dan rasul Allah ﷻ). Hal ini menunjukkan adanya rasa takut pada diri mereka terhadap dosa yang bisa menimpa.

وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

dan terimalah tobat kami. Sungguh, Engkaulah Yang Maha penerima tobat, Maha penyayang

doa Ibrahim yang lain adalah adalah,

وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.”
(QS. Ibrahim: 35)

Padahal Ibrahim yang hancurkan berhala, takut akan kesyirikan.

Ibrahim dan Ismail baru saja beribadah tetap merendah, jauh dari ujub.

Senang dengan ibadah boleh tapi jangan ujub.

Setelah ibadah banyak beristighfar, karena pasti ada kekurangan.

▸ **Kedelapan:** Disyariatkannya tawasul dengan sifat-sifat Allah.

إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

Allah di sebut At Tawwab,ada dua makna.
1. Menerima taubat
2. Beri taufik agar bertaubat

Hukum asal taubat, Allah pasti terima taubat.

Syarat taubat yang sering disebut ada 4 perkara, yaitu:
• Menyesali perbuatan dosa yang telah dilakukan
• Berhenti dari perbuatan dosa tersebut
• Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa tersebut
• Mengembalikan hak orang lain apabila dosa berkaitan dengan manusia

Beda istighfar dan taubat.

Istighfar – proses menuju taubat, belum tentu meninggalkan
Taubat – pernyataan

Istighfar yang sempurna adalah taubat.

▸ **Kesembilan:** Penyebutan *ta’lîl* setelah doa dengan nama dan sifat-Nya *at-Tawwâb ar-Rahîm*, Maha menerima tobat lagi Maha Menyayangi. Jika tidak bersifat demikian, niscaya mereka berhak mendapatkan hukuman dari Allah.

▸ **Kesepuluh:** Bantahan terhadap orang-orang musyrik dan Ahlul Kitab.

▸ **Kesebelas:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ akan suatu nikmat yang merupakan karunia terbesar (hidayah Islam dan tauhid) untuk keturunan mereka, justru dijadikan sebagai salah satu musibah terbesar oleh keturunan mereka (berpaling dari Islam dan memilih kekufuran dan kesyirikan).

Quraisy (anak keturunan Ismail) malah beranggapan Islam adalah musibah terbesar mereka. Mereka saling berwasiat dalam kesyirikan.

➡️ Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

> ﴿رَبَّنَا وَٱبْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ﴾

*”Ya Tuhan kami, utuslah di tengah mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat-Mu, dan mengajarkan Kitab dan Hikmah kepada mereka, dan menyucikan mereka. Sungguh, Engkaulah Yang Maha perkasa, Maha bijaksana.”* (QS. Al-Baqarah: 129)

Berdoa lah setelah ibadah.

Salah satu dikabulkan doa mereka adalah,

وَمُبَشِّرًا بِرَسُولٍ يَأْتِي مِنۢ بَعْدِي اسْمُهُ أَحْمَدُ

“Dan (aku datang) membenarkan Taurat yang datang sebelumku dan memberi kabar gembira dengan seorang Rasul yang akan datang setelahku, yang namanya Ahmad.”
(QS. Ash-Saff: 6)

✅ Terdapat beberapa pelajaran dalam ayat ini:

▸ **Pertama:** Doa Ibrahim dan Ismail ﷺ untuk keturunan mereka agar diutus seorang rasul. Namun hal itu justru menjadi ujian besar bagi keturunan Ibrahim dan Ismail (untuk menaati rasul tersebut), padahal mereka mengklaim berada di atas agama kedua nenek moyang mereka.

Kata Quraisy,

وَيَقُولُونَ أَئِنَّا لَتَارِكُوٓا۟ ءَالِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُونٍ

“Dan mereka berkata, ‘Apakah kami harus meninggalkan sesembahan-sesembahan kami karena seorang penyair yang gila?'”
(QS. Ash-Saffat: 36)

▸ **Kedua:** Ibrahim dan Ismail ﷺ ingin agar rasul yang nanti diutus kepada keturunan mereka mengajarkan kitab dan hikmah, membacakan ayat-ayat, dan menyucikan mereka. Ada yang mengatakan bahwa mendengarkan bacaan dan penyucian dengannya hukumnya fardu ‘ain, sedangkan mengajarkan kitab dan hikmah adalah fardu kifayah.

Anjuran untuk sering mendengarkan lantunan Al Qur’an agar menjadi sholeh. Berusaha menjadi sholeh.

Oleh karena percuma bila orang hafal Al Qur’an tapi tidak sholeh.

Belajar Ilmu Al Qur’an itu fardhu kifayahy, yaitu para ulama. Namun menjadi sholeh dalam kewajiban setiap muslim.

▸ **Ketiga:** Menisbahkan penyucian kepada sebab tidak masalah, meskipun yang sebenarnya menyucikan seseorang adalah Allah ﷻ semata.

Yang menjadikan sholeh adalah Allah, Nabi ﷺ tidak bisa menjadikan seseorang menjadi sholeh.

Nabi ﷺ pun dijadikan sholeh oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan banyak persiapan.

Nabi ﷺ tidak mampu menjadi kan Abu Thalib orang sholeh, padahal Abu Thalib menjaga Nabi ﷺ selama 42 tahun.

▸ **Keempat:** Bertawasul dengan sifat-sifat Allah.

Allah Maha Bijak – masalah pengkabulan doa adalah disisi Allah

Semoga bermanfaat,

#Ka’bah #taubat #istighfar #Ibrahim #ismail

##$$-aa-$$##

Ayat_pilihan

TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-13
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?