KEUTAMAAN AMALAN BULAN DZULHIJJAH
Diterbitkan pertama kali pada: 18-Jul-2020 @ 11:56
6 menit membaca*KEUTAMAAN AMALAN BULAN DZULHIJJAH*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
27 Dzulqaidah 1441 H
Allah telah memilih sesuatu lebih utama dari yang lainnya…
Allah berfirman,
وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَآءُ وَيَخْتَارُ ۗ مَا كَانَ لَهُمُ ٱلْخِيَرَةُ ۚ سُبْحَـٰنَ ٱللَّهِ وَتَعَـٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan (dengan Dia).QS Al-Qashash (28) Ayat 68
Allah menjadi sesuatu lebih mulia dari yang lainnya.
ada manusia yang lebi mulia – para Rasul dan para Nabi dan orang2 yang sholeh.
ada tempat yang lebih mulia – Masjidil haram dan Masjid Nabawi..
dan ada waktu2 yang lebih mulia..
*Waktu-waktu mulia*
1. Bulan termulia sepanjang tahun = bulan Ramadhan
Allah Ta’ala berfirman,
شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ
“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang batil” (QS. Al-Baqarah [2]: 185).
2. Hari termulia sepanjang pekan yaitu Jumat
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ
Sebaik-baik hari dimana matahari terbit di saat itu adalah hari Jum’at.
3. Malam termulia, 10 malam terakhir Ramadhan, dan terbaik adalah Lailatul Qadr.
4. Siang termulia sepanjang tahun, 10 awal Dzulhijjah. Dan terbaik adalah hari An Nahr (10 Dzulhijjah).
Bulan Dzulhijjah sendiri mulia karena dia adalah salah 1 dari bulan haram dan juga salah 1 bulan haji.
إن عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.” (QS. At Taubah: 36
Bulan Haji adalah Syawal, Dzulqaidah dan Dzulhijjah (bulan yang diselenggarakan haji padanya).
10 siang Dzulhijjah lebih afdhal dari 10 hari terakhir Ramadhan…
*Keutamaan 10 Hari pertama Dzulhijjah :*
1. Allah berfirman,
وَالْفَجْرِ (1) وَلَيَالٍ عَشْرٍ
Demi fajar, dan malam yang sepuluh
10 malam yang dimaksud dalam ayat ini menurut jumhur ulama adalah 10 hari Dzulhijjah.
Orang Arab sering bilang malam walaupun maksud nya siang.
Allah berfirman:
وَالشَّفْعِ وَالْوَتْرِ (3
Demi genap dan demi ganjil
Genap = hari Nahr
Ganjil = hari Arafah
3. Ada hari Arafah yang disitu diturunkan ayat..
Allah berfirman:
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian, dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku telah meridhai Islam itu agama bagi kalian.” (Qs. Al Maidah: 3)
Para ulama sepakat bahwa ayat itu turun di bulan Dzulhijjah saat haji wada’di hari Arafah. Hal ini berdasarkan atsar dari Umar bin Al Khaththaab radhiyallaahi ‘anhu, bahwasanya seorang ulama Yahudi berkata kepada Umar, “Wahai Amiirul Mu’miniin, tahukah engkau satu ayat dalam kitab suci kalian yang kalian baca, yang jika seandainya ayat itu turun kepada kami maka kami akan jadikan hari turunnya ayat tersebut sebagai hari raya.” Umar berkata, “Ayat apakah itu?” Yahudi itu membacakan ayat tersebut, “Al yauma akmaltu lakum….” Umar pun berkata, “Sungguh kami telah mengetahui di mana dan kapan ayat itu turun. Ayat itu turun pada saat Nabi sedang berada di padang Arafah di hari Jum’at.” (HR. Al Bukhari)
4. Allah berfirman
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْلُومَـٰتٍ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلْأَنْعَـٰمِ ۖ فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْبَآئِسَ ٱلْفَقِيرَ
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak. Maka makanlah sebahagian daripadanya dan (sebahagian lagi) berikanlah untuk dimakan orang-orang yang sengsara dan fakir. QS Al-Hajj (22) Ayat 28
5. Haji adalah bulan2 tertentu..
ٱلْحَجُّ أَشْهُرٌۭ مَّعْلُومَـٰتٌۭ
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi
Abdullah Ibnu Umar radhiallahu’anhu berkata,
الْحَجِّ شَوَّالٌ وَذُو الْقَعْدَةِ وَعَشْرٌ مِنْ ذِى الْحَجَّةِ
“Bulan-bulan haji Syawwal, Dzulqa’dah, dan Sepuluh hari (pertama) dari Dzulhijjah”
Dzulhijjah adalah penutup bulan haji.
sedangkan bulan-bulan haram adalah Dzulqaidah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab.
*Keutamaan yang dari Sunnah*
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيهن أحب إلى الله من هذه الأيام العشر. قالوا ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله ولم يرجع من ذالك بشيء. (رواه البخاري)
“Tidak ada hari yang amal shalih lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari yang sepuluh ini (maksudnya 10 awal Dzulhijjah) .”
Para sahabat bertanya: “Apakah lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah ?”
Beliau bersabda, “Iya. Lebih baik daripada jihad fii sabiilillaah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan harta dan jiwa raganya lantas dia tidak pernah kembali lagi (meninggal dan harta dirampas) .” (HR. Al Bukhari)
Menjelaskan agungnya beramal di awal Bulan Dzulhijjah.
1. Jihad adalah amalan yang paling agung, puncak dari Islam adalah jihad namun Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menjelaskan ternyata jihad bertingkat2.
Yang tertinggi adalah yang jihad dengan mati syahid dan hartanya dirampas..
Adapun jihad yang selainnya dibawah amalan 10 awal Dzulhijjah.
2. Dalam riwayat yang lain…
مَامِنْ عَمَلٍ أَزْكَى عِنْدَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ
Sangat memberi harapan dan Lebih mulia
Jadi amal sholeh ini ada 3 sifat..
1. Lebih dicintai
2. Sangat memberi harapan
3. Lebih mulia
Ibnu Rajab dalam Fathul Baari, Menjelaskan:
1. Amalan wajib di 10 hari pertama Dzulhijjah lebih afdhal di hari yang lain
2. Amal sunnah di 10 Hari Dzulhijjah lebih afdhal dari amalan sunnah di hari yang lain, tetapi tidak lebih afdhal dari amalan wajib di hari yang lain.
*Apa yang dimaksud amalan sholeh di sini?*
Makna nya umum..
1. Ibadah untuk diri sendiri, contoh sholat, puasa, dzikir, bertilawah,
2. Ibadah untuk membantu orang lain, misalnya Dakwah, sedekah, silaturahim, berbakti kepada kedua orang tua dll.
Dan ada ibadah yang secara khusus ada keutamaan..
1. Dzikir – sesuai dengan firman Allah.
لِّيَشْهَدُوا۟ مَنَـٰفِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ فِىٓ أَيَّامٍۢ مَّعْلُومَـٰتٍ
supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan
2. Hadits..
Rasulullaah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
فأكثروا فيهن من التهليل والتكبير والتحميد
“Maka perbanyaklah di hari-hari tersebut dengan tahlil, takbir, dan tahmid.” (HR. Ahmad, Shahih)
3. Puasa, ada khilaf diantara ulama hadits.
Seandainya hadits dhoif namun boleh tetep puasa karena dalil umum.. (tanggal 1 – 8).
Jadi gambaran tanggal untuk puasa adalah
tanggal 10 haram puasa
tanggal 11-12-13 haram puasa (hari Tasyrik), yang ingin Ayyamul bidh puasa di tanggal 14,15,16.
tanggal 9 hari Arafah..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim)
tanggal 1-8 tetap disunnahkan.
4. Menyembelih qurban (bagi jamaah haji dengan Hadyu).
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
فصل لربك وانحر
“Maka shalatlah kamu untuk Tuhanmu dan berkurbanlah!” (Qs. Al Kautsar: 2)
*Takbir di 10 awal Dzulhijjah, ada 2.*
1. *Takbir Mutlaq*, kapan saja, siang maupun malam di 10 Hari Dzulhijjah,
mulai : ketika muncul hilal Dzulhijjah, malam hari terakhir bulan Dzulqaidah
Akhir : sebelum tenggelam matahari pada 13 Dzulhijjah
2. *Takbir Muqoyyat* (terikat – khusus). Berdasarkan amalan para sahabat Radhiallahu anhum..
Awal : setelah shalat subuh hari Arafah
Akhir : setelah shalat Ashar 13 Dzulhijjah.
*Lafaz takbir..*
*Pertama:*
الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ
Allahuakbar 2x, Laa-ilaa ha illallah wallahu Akbar, Allahu akbar walillahil hamd.
*Kedua:*
الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، لاَ إِلهَ إِلاَّ الله ، وَ الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ
Allahuakbar 3x, Laa-ilaa ha illallah wallahu Akbar, walillahil hamd.
*Ketiga:*
الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، الله ُأَكبَرُ ، و للهِ الحَمدُ ، الله ُأَكبَرُ و أَجَلُّ ، الله ُأَكبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا
Allahuakbar 3x, walillahil hamd, Allahu akbar wa ajal, Allahu Akbar maa hadaana.
*Larangan-larangan dengan 10 Hari awal Dzulhijjah*
1. Jauhi maksiat di bulan2 haram, diantaranya bukan Dzulhijjah (seluruhnya). Terutama bermaksiat di 10 Hari awal Dzulhijjah.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi. Di antaranya empat bulan haram. Itulah agama yang lurus, maka janganlah kamu menzhalimi dirimu (bermaksiat) dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya. Dan ketahuilah bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa.” (Qs. At Taubah: 36)
2. *Larangan berkaitan dengan orang yang ingin berkurban.*
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلاَلَ ذِى الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّىَ فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Jika kalian telah menyaksikan hilal Dzul Hijah (maksudnya telah memasuki satu Dzulhijah) dan kalian ingin berqurban, maka jangan potong rambut dan kukunya.”
Dalam lafazh lainnya,
مَنْ كَانَ لَهُ ذِبْحٌ يَذْبَحُهُ فَإِذَا أُهِلَّ هِلاَلُ ذِى الْحِجَّةِ فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ شَيْئًا حَتَّى يُضَحِّىَ
“Siapa saja yang ingin berqurban dan apabila telah memasuki awal Dzulhijah (1 Dzulhijah), maka janganlah ia memotong rambut dan kukunya sampai ia berqurban.” HR Bukhari.
Mulai = Malam pertama hari Dzulhijjah
3. Mencakup seluruh rambut (kepala, janggut, bulu kemaluan, kumis, dll)
4. Mencakup seluruh kuku
Hukum kalau melanggar, ada khilaf.. (haram, makruh, tidak apa-apa), yang lebih utama bila melanggar maka istighfar tidak ada bayar kafarat dan tidak ada hubungannya dengan sah tidak nya sembelihan.
Hikmah, tasyabuh orang yang haji berharap digugurkam dosa.
5. Boleh cukur rambut bila sembelihan sudah di potong.
Adapun orang yang umrah, dan sambil qurban, tahalul tanggal 6 Dzulhijjah.. Maka ini boleh potong rambut..
*SIAPA YANG dilarang potong rambut dan kuku?*
Ada khilaf
1. Hanya yang hendak menyembelih, berarti wakil tidak dilarang, jagal tidak dilarang, anak istri juga
2. Yang dilarang dia dan juga anggota keluarga (istri dan anak-anaknya), karena sembelih untuk anggota keluarganya.
Pendapat yang lebih kuat, adalah yang pertama…
semoga bermanfaat
$$##-aa-##$$


