This entry is part 6 of 28 in the series Bulughul-maram
5 menit membaca

📖 *BULUGHUL MARAM-06*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
27 Syawal 1446 H/26 April 2025

Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.

🔸 Wudhu

*HADITS KE-42*

Memulai dengan yang kanan.

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُعْجِبُهُ التَّيَمُّنُ فِي تَنَعُّلِهِ وَتَرَجُّلِهِ وَطَهُورِهِ وَفِي شَأْنِهِ كُلِّهِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam suka mendahulukan yang kanan dalam bersandal menyisir rambut bersuci dan dalam segala hal. Muttafaq Alaihi.

*HADITS KE-43*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا تَوَضَّأْتُمْ فابدأوا بِمَيَامِنِكُمْ ) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Apabila kamu sekalian berwudlu maka mulailah dengan bagian-bagian anggotamu yang kanan.” Dikeluarkan oleh Imam Empat dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah.

Dengan dua hadits di atas ada bahasan anggota tubuh yang lain, apakah harus dahulukan yang kanan.

Sebagian ulama wajibkan bagian kaki dan tangan. Sedangkan wajah, kepala hanya anjuran.

Ada atsar dari Ali yang mengatakan bahwa beliau tidak peduli mana dahulu kanan atau kiri.

Namun yang lebih kuat adalah dahulukan yang kanan.

*HADITS KE-44* terkait sorban

عَنْ اَلْمُغِيرَةِ بْنِ شُعْبَةٍ رضي الله عنه ( أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم تَوَضَّأَ فَمَسَحَ بِنَاصِيَتِهِ وَعَلَى اَلْعِمَامَةِ وَالْخُفَّيْنِ ) أَخْرَجَهُ مُسْلِم

Dari Mughirah Ibnu Syu’bah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berwudlu lalu beliau mengusap ubun-ubunnya bagian atas sorbannya dan kedua sepatunya. Dikeluarkan oleh Muslim.

Ada sebagian hadits yang menjelaskan usap kepala hanya sebagian saja.

Nabi ﷺ ketika pakai sorban (mungkin susah lepaskan), hanya nampakkan sedikit bagian kepala (ubun-ubun) namun beliau ﷺ meneruskan mengusap ke seluruh bagian sorban nya.

Usap kepala seharus nya tidak terlihat bagian air di kepala (yang kelihatan bila dibasuh).

Adanya keringanan pengusapan khuf saja, tapi bagi ibu-ibu, boleh usap jilbab setelah usap ubun-ubun.

Sering dijumpai orang-orang yang sakit yang masih boleh kena air tidak wudhu. Bermuda-mudahan dalam hindari wudhu, tayamum. Bila sebagian kecil anggota wudhu tidak boleh basah bisa hanya diusap..

*HADITS KE-45*

عَنْ جَابِرٍ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا -فِي صِفَةِ حَجِّ اَلنَّبِيِّ صَلَّى اَللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- قَالَ صلى الله عليه وسلم
( اِبْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ اَللَّهُ بِهِ ) أَخْرَجَهُ النَّسَائِيُّ هَكَذَا بِلَفْظِ اَلْأَمْر ِ وَهُوَ عِنْدَ مُسْلِمٍ بِلَفْظِ اَلْخَبَر

Dari Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu tentang cara haji Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Mulailah dengan apa yang telah dimulai oleh Allah.” Diriwayatkan oleh Nasa’i dengan kalimat perintah sedang Muslim meriwayatkannya dengan kalimat berita.

Ini terjadi saat Manasik Haji dan ini adalah hal umum.

Dalam surat Al Maidah – diawali dengan wajah.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

يٰۤـاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْۤا اِذَا قُمْتُمْ اِلَى الصَّلٰوةِ فَا غْسِلُوْا وُجُوْهَكُمْ وَاَ يْدِيَكُمْ اِلَى الْمَرَا فِقِ وَا مْسَحُوْا بِرُءُوْسِكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ اِلَى الْـكَعْبَيْنِ 

“Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan sholat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki.” (QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 6)

Faidah nya – wajib untuk tertib wudhu.

Ibnu Abbas pernah menyaksikan Rasulullah ﷺ wudhu dengan mengakhirkan usap kepala setelah bagian wajah, tangan dan kaki.

Yang lebih kuat adalah wudhu harus tertib.

*HADITS KE-46*

عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم إِذَا تَوَضَّأَ أَدَارَ اَلْمَاءَ عَلَى مُرْفَقَيْهِ ) أَخْرَجَهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادِ ضَعِيف
Dia berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam jika berwudlu mengalirkan air pada kedua siku-sikunya. Dikeluarkan oleh Daruquthni dengan sanad yang lemah.

Hadits ini dari Jabir bin Abdillah. Bagian suku adalah bagian yang sering terlewatkan dalam wudhu.

Abu Hurairah (HR Muslim) kalau wudhu basuh tangan melebihi siku, sampai lengan sedikit.

*HADITS KE-47*

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( لَا وُضُوءَ لِمَنْ لَمْ يَذْكُرِ اِسْمَ اَللَّهِ عَلَيْهِ ) أَخْرَجَهُ أَحْمَدُ وَأَبُو دَاوُدَ وَابْنُ مَاجَهْ بِإِسْنَادٍ ضَعِيف ٍ
لِلترْمِذِيِّ: عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْد وَأَبِي سَعِيدٍ نَحْوُه ُقَالَ أَحْمَدُ: لَا يَثْبُتُ فِيهِ شَيْء

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda : “Tidaklah sah wudlu seseorang yang tidak menyebut nama Allah.” Diriwayatkan oleh Ahmad Abu Dawud dan Ibnu Majah dengan sanad yang lemah.

Dalam hadits serupa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Said Ibnu Zaid dan Abu Said Ahmad berkata : Tidak dapat ditetapkan suatu hukum 

Ibnu Syaibah – menyatakan hadits ini hasan li ghairihi.

Makna – tidak ada wudhu tanpa dimulai dengan Bismillah.

1. Tidak sempurna wudhu seseorang.

Abu Hurairah – Rasulullah ﷺ : siapa yang wudhu, dengan mulai Bismillah, maka semua anggota tubuh suci.
Kalau tanpa baca Bismillah yang suci hanya anggota wudhu yang suci.

2. Batal wudhu.

Aman nya – baca Bismillah sebelum wudhu.

Bagaimana di rumah yang wudhu di kamar mandi yang ada toilet.

1. Sudah niat wudhu, baca Bismillah sebelum masuk kamar mandi.

2. Laksanakan hajat dulu, sebagian ulama, membolehkan baca bismillah sebelum wudhu meskipun dalam kamar mandi yang ada toilet.

Perkara yang dibenci (Dzikir dalam toilet) dikalahkan dengan perkara yang mendesak.

*HADITS KE-48*

عَنْ طَلْحَةَ بْنِ مُصَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ قَالَ: ( رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَفْصِلُ بَيْنَ اَلْمَضْمَضَةِ وَالِاسْتِنْشَاقِ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ بِإِسْنَادِ ضَعِيف

Dari Thalhah Ibnu Musharrif dari ayahnya dari kakeknya dia berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memisahkan antara berkumur dan hirup air melalui hidung. Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang lemah.

Praktek yang lebih tepat ada hadits berikutnya.

*HADITS KE-49*

عَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ- ( ثُمَّ تَمَضْمَضَ صلى الله عليه وسلم وَاسْتَنْثَرَ ثَلَاثًا يُمَضْمِضُ وَيَنْثِرُ مِنْ اَلْكَفِّ اَلَّذِي يَأْخُذُ مِنْهُ اَلْمَاءَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ

Dari Ali Radliyallaahu ‘anhu tentang cara wudlu: Kemudian Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam berkumur dan menghisap air melalui hidung dengan telapak tangan yang digunakan untuk mengambil air. Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i.

*HADITS KE-50*

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ زَيْدٍ رضي الله عنه -فِي صِفَةِ اَلْوُضُوءِ-
( ثُمَّ أَدْخَلَ صلى الله عليه وسلم يَدَهُ فَمَضْمَضَ وَاسْتَنْشَقَ مِنْ كَفٍّ وَاحِدَةٍ يَفْعَلُ ذَلِكَ ثَلَاثًا ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ.

Dari Abdullah Ibnu Zaid Radliyallaahu ‘anhu tentang cara berwudlu: Kemudian beliau memasukkan tangannya lalu berkumur dan menghisap air melalui hidung satu tangan. Beliau melakukannya tiga kali. Muttafaq Alaihi.

*HADITS KE-51*

عَنْ أَنَسٍ رضي الله عنه قَالَ: ( رَأَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلًا وَفِي قَدَمِهِ مِثْلُ اَلظُّفْرِ لَمْ يُصِبْهُ اَلْمَاءُ فَقَالَ: اِرْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيّ ُ

Anas Radliyallaahu ‘anhu berkata: Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melihat seorang laki-laki yang pada telapak kakinya ada bagian sebesar kuku yang belum terkena air maka beliau bersabda : “Kembalilah lalu sempurnakan wudlumu.” Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Nasa’i.

Karena Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam pernah melihat sebagian sahabat yang ketika berwudhu tidak menyempurnakan mencuci kakinya, beliau memperingatkan mereka dengan keras dengan bersabda:
ويلٌ للأعقابِ من النَّارِ

“celaka tumit-tumit (yang tidak tersentuh air wudhu) di neraka” (HR. Bukhari dan Muslim).

Ada makna..

1. Mengulangi semua proses wudhu dari awal. Bila jeda waktu lama.
2. Mengulangi sebagian yang belum sempurna dan harus tertib. Bila waktu jeda tidak lama. Misalkan masih basah semua…

*HADITS KE-52*

عَنْهُ قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَتَوَضَّأُ بِالْمُدِّ وَيَغْتَسِلُ بِالصَّاعِ إِلَى خَمْسَةِ أَمْدَادٍ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Anas radhiyallahu anhu dia berkata: Rasulullah ﷺ berwudlu dengan satu mud air dan mandi dengan satu sho’ hingga lima mud air. Muttafaq Alaihi

Anas bin Malik termasuk sahabat yang paling paham tatacara ibadah Nabi ﷺ.

1 sha = 4 mud sekitar 3½ liter
1 mud = 2 telapak tangan yang digabungkan. Sekitar 1 gelas.

Doa Setelah Wudhu 1

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

Asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh.
Aku bersaksi, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagiNya. Aku bersaksi, bahwa Muhammad adalah hamba dan utusanNya.
HR. Muslim 1/209.

Doa Setelah Wudhu 2
Setelah doa pertama disambung dengan doa ini..

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنِيْ مِنَ التَّوَّابِيْنَ وَاجْعَلْنِيْ مِنَ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Allaahummaj ‘alnii minat-tawwaabiina waj ‘alnii minal mutathohhiriin.

Ya Allah, jadikanlah aku termasuk orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah aku termasuk orang-orang (yang senang) bersuci.
HR. At-Tirmidzi 1/78, dan lihat Shahih At-Tirmidzi 1/18.

Doa Setelah Wudhu 3

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ

Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.

Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.
HR. An-Nasai dalam ‘Amalul Yaumi wal Lailah, halaman 173 dan lihat Irwa’ul Ghalil, 1/135 dan 2/94.

Ulama ada khilaf tentang boleh tidak nya gabung ketiga Dzikri diatas.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُبْلِغُ -أَوْ فَيُسْبِغُ- الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ : أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Siapapun di antara kalian yang berwudhu dengan sempurna, kemudian membaca doa

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ

maka Allah akan membukakan untuknya delapan pintu surga dan dia boleh masuk lewat pintu manapun.” (HR. Muslim)

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #hadits #bulughulmaram #air #majelisilmu #wudhu #mud #basuh #usap

##$$-aa-$$##

Bulughul-maram

BULUGHUL MARAM-05 BULUGHUL MARAM-07
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?