Syarah Dzikir Pagi Petang-15
Diterbitkan pertama kali pada: 24-Des-2022 @ 06:00
3 menit membaca*Syarah Dzikir Pagi Petang-15*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
30 Jumadil Awal 1444H/24 Des 2022
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
✅ 1 Membaca Ayat Kursi
✅ 2. Membaca paket surat. Al Ikhlas, Al Falaq dan An Naas.
✅ 3. Mensucikan dan Memuji Allah, dibaca 100x
سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ
“Maha Suci Allah dan aku memuji-Nya” (Dibaca 100x)
✅ 4. Dzikir Mengandung Keagungan pada Allah Subhanahu Wa Ta’ala
أَصْبَحْنَا وَأَصْبَحَ الْمُلْكُ لِلَّهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ. رَبِّ أَسْأَلُكَ خَيْرَ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَخَيْرَ مَا بَعْدَهُ، وَأَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا فِيْ هَـٰذَا الْيَوْمِ وَشَرِّ مَا بَعْدَهُ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكَسَلِ وَسُوْءِ الْكِبَرِ، رَبِّ أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابٍ فِي النَّارِ وَعَذَابٍ فِي الْقَبْرِ
✅ 5. Sayyidul Istighfar
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ، وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ لَكَ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ، فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ
✅ 6. Dibaca 3x
اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَدَنِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ سَمْعِيْ، اَللَّهُمَّ عَافِنِيْ فِيْ بَصَرِيْ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ. اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْكُفْرِ وَالْفَقْرِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ، لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
✅ 7. Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِينِي وَدُنْيَايَ وَأَهْلِي وَمَالِي، اَللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي، وَآمِنْ رَوْعَاتِي، اَللَّهُمَّ احْفَظْنِي مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِي، وَعَنْ يَمِينِي، وَعَنْ شِمَالِي، وَمِنْ فَوْقِي، وَأَعُوذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِي
✅ 8. Dibaca 3x
رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِاْلإِسْلاَمِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَبِيًّا
✅ 9. Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
✅ 10. Dibaca 1x
أَصْبَحْنَا عَلَى فِطْرَةِ اْلإِسْلاَمِ، وَعَلَى كَلِمَةِ اْلإِخْلاَصِ، وَعَلَى دِيْنِ نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَوَعَلَى مِلَّةِ أَبِيْنَا إِبْرَاهِيْمَ، حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
✅ 11. Dibaca 1x
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ، فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ، رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ، وَأَنْ أَقْتَرِفَ عَلَى نَفْسِيْ سُوْءًا، أَوْ أَجُرَّهُ إِلَى مُسْلِمٍ
Allaahumma ‘aalimal ghoibi wasy-syahaadati, faathiros-samaawaati wal ardh, robba kulli syai-in wa maliikahu, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, a’uudzu bika min syarri nafsii, wa min syarrisy-syaithooni wa syirkih, wa an aqtarifa ‘alaa nafsii suu-an, au ajurrohu ilaa muslim.
Ya Allah, yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, wahai Tuhan pencipta langit dan bumi, Tuhan segala sesuatu dan yang merajainya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan diriku, setan dan balatentaranya, dan aku (berlindung kepadaMu) dari berbuat kejelekan terhadap diriku atau mendorongnya kepada seorang muslim.
HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud.
Ini adalah potongan dzikir yang selalu Nabi ﷺ baca..
Dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, bahwa Abu Bakr As Siddiq berkata kepada Nabi ﷺ : Tunjukkanlah aku beberapa kalimat, yang aku baca setiap pagi dan sore. Kemudian beliau bersabda: “Bacalah: (doa di atas sampai wa syirkihi)”
Dan ada riwayat lain yang dzikir nya lebih panjang seperti dzikir diatas.
Dzikir ini dibaca saat pagi, petang dan saat akan istirahat pada malam hari.
➡️ Sisi penting Dzikir ini
🔹 Dzikir ini adalah permintaan dari Abu Bakar radhiyallahu anhu.
🔹Doa ini diajarkan oleh Nabi ﷺ, bukan dari Ustadz, atau wali atau yang lainnya
🔹 Dzikir ini dimulai dengan pujian, sebagai adzab dari berdoa
🔹Ada kalimat tauhid. Ulama menjelaskan bahwa doa yang diucapkan seseorang dengan memurnikan tauhid maka doa itu menjadi sempurna
🔹Ada doa minta perlindungan dari segala bentuk keburukan baik dari diri sendiri ataupun syaithon. Jangan sampai keburukan dari diri kita dan jadi sumber keburukan orang lain.
اَللَّهُمَّ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ
🔸Ghaib dibagi tiga
1. Masa lampau, seperti kisah
2. Ghaib yang terjadi sekarang
Dua perkara ini adalah ghaib yang nisbi.
Misalnya kisah ashabul Kahfi, nyata bagi yang mengalami tapi ghaib bagi kita.
3. Yang belum terjadi, hanya Allah yang Mengetahuinya.
فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضِ
🔸Fathir = menciptakan sesuatu yang belum ada semisalnya sebelumnya
Ibnu Abbas memahami makna Fathir ini saat ada orang-orang baduwi rebutan sumur dan terucapkan kata Fathir ini.
رَبَّ كُلِّ شَيْءٍ وَمَلِيْكَهُ
🔸Rabb, makna yang terdiri dari 3 hal (dalam satu Dzat)
1. Mencipta
2. Memiliki
3. Mengatur
أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ
Ilaha – ma’bud, yang disembah.
Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah.
⛔ Ada yang kurang dari terjemahan – Tidak ada Tuhan Selain Allah.⛔
أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ نَفْسِيْ، وَمِنْ شَرِّ الشَّيْطَانِ وَشِرْكِهِ
Kata وَشِرْكِهِ bisa dibaca wa syirkihi (kesyirikan) atau wa syarokihi (bala tentaranya).
Nafs = jiwa,
🔹jiwa ada yang baik yaitu yang menyuruh pada kebaikan (nafsu muthmainah)
🔹Jiwa yang jelek – jiwa yang menyuruh pada keburukan.
لأمَّارَةٌ بِالسُّوءِ
🔹Jiwa yang suka mencela
Mencela yang kemaksiatan
Mencela kebaikan yang sedikit
Manusia yang masih ada jiwa lawwamah ini pertanda ada kebaikan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَاۤ اُقْسِمُ بِا لنَّفْسِ اللَّوَّا مَةِ
“dan aku bersumpah demi jiwa yang selalu menyesali (dirinya sendiri).”
(QS. Al-Qiyamah 75: Ayat 2)
Ketika kita dimudahkan untuk melakukan kemaksiatan, maka kita dikuasai oleh jiwa yang buruk
Manusia diciptakan dengan fitrahnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
زُيِّنَ لِلنَّا سِ حُبُّ الشَّهَوٰتِ مِنَ النِّسَآءِ وَا لْبَـنِيْنَ وَا لْقَنَا طِيْرِ الْمُقَنْطَرَةِ مِنَ الذَّهَبِ وَا لْفِضَّةِ وَا لْخَـيْلِ الْمُسَوَّمَةِ وَا لْاَ نْعَا مِ وَا لْحَـرْثِ ۗ ذٰلِكَ مَتَا عُ الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا ۚ وَا للّٰهُ عِنْدَهٗ حُسْنُ الْمَاٰ بِ
“Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta/suka terhadap apa yang diinginkan, berupa perempuan-perempuan, anak-anak keturunan, harta benda yang bertumpuk dalam bentuk emas dan perak, kuda (kendaraan) pilihan, hewan ternak, dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik.” (QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 14)
Fitrah-fitrah ini bisa menjadi pengukur ketiga macam jiwa diatas.
Kita harapkan jiwa lawwamah dan muthmainnah ini yang dominan.
Sebab external dari syaithon.
Syaithon ini menggoda orang-orang yang berbuat maksiat dan orang-orang sholeh.
Dengan bisikan-bisikan.
Perlu kita lihat dan koreksi niat kita setiap saat.
🔹Diantara celah yang dilakukan syaithon.
1. Supaya manusia jatuh pada kesyirikan dan kekufuran
2. Bisikan untuk lakukan ibadah yang baru yang tidak dicontohkan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam (Nabi ﷺ menyebut dengan Bid’ah)
3. Dosa besar
4. Dosa kecil
5. Sering debat sesuatu yang tidak bermanfaat -akan timbul permusuhan
6. Fokus pada sunnah, tinggalkan yang wajib.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


