MAKNA DOA DAN DZIKIR – 64
Diterbitkan pertama kali pada: 25-Jan-2025 @ 07:34
5 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 64*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
25 Rajab 1446H/25 Januari 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.
➡️ *122. Bacaan ketika kaget/terkejut kagum terhadap sesuatu*
🔸
سُبْحَانَاللَّهِ
Subhaanallah.
“Maha Suci Allah.” [HR. Bukhari dengan Fathul Bari 1/210, 390 dan 414, Muslim 4/1857]
Kalimat pensucian Allah dari segala kekurangan.
Telah bersabda Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam,
إِنَّ الْمُؤْمِنَ لاَ يَنْجُسُ
“Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis”.
Dari jalan Abu Hurairah, ia berkata: “Rasulullah ﷺ pernah menjumpaiku di salah satu jalan dari jalan-jalan yang ada di Madinah, sedangkan aku menyingkir pergi dan segera aku mandi kemudian aku datang (menemui beliau), lalu beliau bersabda, “Kemana engkau tadi wahai Abu Hurairah?”
Jawabku, “Aku tadi dalam keadaan junub, maka aku tidak suka duduk bersamamu dalam keadaan tidak bersih (suci)”,
Maka beliau bersabda, “Subhanallah! Sesungguhnya orang mu’min itu tidak najis” (Dalam riwayat yang lain beliau bersabda, “Sesungguhnya orang muslim itu tidak najis) HR Bukhari dan Muslim
🔹Hadits lain…
dari [Aisyah], beliau berkata: “Seorang perempuan bertanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Bagaimanakah cara orang perempuan mandi dari haidnya?” Perawi Hadits berkata: “Kemudian Aisyah menyebutkan bahwa beliau mengajarkan cara mandi kepada perempuan tersebut. Kemudian beliau bersabda, ‘Kamu ambil kapas misk (kasturi), lalu kamu bersucilah dengannya’. Perempuan itu berkata: ‘Bagaimana cara bersuci dengannya? ‘ Beliau bersabda, ‘*Maha suci Allah!*
Kamu bersucilah dengannya dan beliau pun bersembunyi. “Lalu Aisyah berkata: ‘Maka kutarik perempuan itu karena aku sudah tahu apa yang dikehendaki oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dan kukatakan kepada perempuan tersebut, ‘Sapulah tempat keluar darah haidmu dengan kapas itu’.” HR Muslim, shahih.
🔸Hadits lain..
Telah menceritakan kepada kami Abu Bakar bin Abu Syaibah, telah menceritakan kepada kami ‘Affan bin Muslim, telah menceritakan kepada kami Hammad, telah menceritakan kepada kami Tsabit dari Anas, bahwa saudara perempuan Rubai’, ibunya Haritsah, pernah melukai seseorang. Lalu semua keluarganya pergi mengadukan hal itu kepada Nabi ﷺ, lantas Rasulullah ﷺ pun bersabda, “Laksanakanlah hukum qishash, laksanakanlah hukum qishash.” Tetapi Ummu Rubayyi’ merasa keberatan dengan hukuman ini seraya berkata, “Ya Rasulullah, apakah Anda akan menjatuhkan hukuman qishash terhadap fulanah? Demi Allah, janganlah Anda menjatuhkan hukuman qishash terhadapanya.” Kemudian Nabi ﷺ bersabda, “Subhanallah wahai Ummu Rubayyi’, bukankah hukuman qishash itu sudah merupakan suatu ketentuan dari Allah?” Ummu Rubayi’ menjawab, “Demi Allah wahai Rasulullah, janganlah dia dijatuhi hukuman qishah untuk selama-lamanya.” Sementara itu, Ummu Rubayyi’ terus mendesak, sampai pihak keluarga kurban mau menerima diyat. Akhirnya Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah ada orang yang apabila bersumpah atas nama Allah, maka dia akan berbuat baik kepada-Nya.”
🔸Hadits lain..
dari Anas berkata, “Bahwasanya Rasulullah ﷺ menjenguk seorang laki-laki dari kaum muslimin yang sudah seperti anak burung. Rasulullah ﷺ bertanya kepadanya, “Apakah engkau pernah berdoa meminta sesuatu?” dia menjawab, “Ya, pernah. Aku dahulu pernah berkata, ‘Ya Allah apabila engkau hendak mengazabku di akhirat nanti, maka gantilah azab tersebut di dunia!’ Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, “Subhanallah, kamu tidak akan sanggup! Kenapa kamu tidak berdoa saja dengan mengatakan, “ALLAHUMMA AATINA FIDDUNYA HASANATAN WA FIL AKHIRATI HASANATAN WAQINA ADZAABANNAR (ya Allah berikanlah aku kebaikan di dunia dan di akhirat serta lindungilah aku dari azab neraka).” Anas berkata, “Maka orang tersebut berdoa kepada Allah ‘Azza wa Jalla (dengan doa tersebut), lalu Allah menyembuhkannya.”
🔸Kalimat lain.. Ketika kagum.
اللَّهُ أَكْبَرُ
Allaahu Akbar.
“Allah Maha Besar.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 8/441, lihat pula Shahih At-Tirmidzi 2/103, 2/235, dan Musnad Ahmad 5/218]
Hati nya kagum karena lihat sesuatu dan tertuju pada hal tersebut. Intinya lebih kepada hal gembira.
🔸Hadits1
Anas bin Malik radhiallahu’anhu berkata, “Rasulullah ﷺ menyerang penduduk Khaibar pada pagi buta, yang ketika itu mereka (penduduk Khaibar) sedang berangkat untuk berladang dengan membawa sekop-sekop mereka. Tatkala melihat beliau, mereka berkata, “Awas, ada Muhammad dan pasukannya.” Lalu mereka berlari berlindung di baik benteng.
Maka Nabi ﷺ mengangkat tangannya seraya bertakbir, “Allahu Akbar, hancurlah Khaibar. Sesungguhnya kami apabila mendatangi perkampungan suatu kaum, maka amat buruklah pagi hari yang dialami orang-orang yang diperingatkan tersebut.” (QS. Ash-Shaffat 177).
🔹Hadits2
Terkait kisah seorang jago pedang, dikira masuk Surga oleh para shahabat tapi Rasulullah shallallahu alaihi wasallam mengatakan dia masuk Neraka, karena ternyata bunuh diri.
Ucapan Masya Allah Juga digunakan untuk diucapkan saat kagum untuk mencegah terjadi ‘ain.
➡️ *123. Yang dilakukan bila ada sesuatu yang menggembirakan*
كَانَ النَّبِيُّ إِذَا أَتَاهُ أَمْرٌ يَسُرُّهُ أَوْ يُسَرُّ بِهِ خَرَّ سَاجِدًا شُكْرًا لِلَّهِ تَبَارَكَ وَتَعَالَى
“Nabi ﷺ apabila ada sesuatu yang menggembirakan atau menyenangkannya, beliau bersujud, pertanda syukur kepada Allah Yang Maha Suci dan Maha Tinggi”. [HR. Ashhabus Sunan, kecuali An-Nasai, lihat Shahih Ibnu Majah 1/233 dan Irwa’ul Ghalil 2/226]
dari Abu Bakrah berkata, “Nabi ﷺ apabila didatangi oleh urusan yang menyenangkan atau diberi kabar gembira, beliau tersungkur sujud sebagai tanda syukur kepada Allah Tabaraka wa Ta’ala.” HR Ibnu Majah.
✅ FAIDAH
1. disunnahkan untuk sujud syukur ketika dapat nikmat baru. Baik itu nikmat untuk kita atau untuk kaum Muslimin.
2. Sujud syukur itu ada kesamaan sujud tilawah. Tidak mesti harus keadaan suci. Tidak mesti hadap qiblat. Perbedaannya adalah sujud syukur tidak boleh dilakukan dalam sholat,karena menambah gerakan. Sedang sujud tilawah ada hubungan dengan apa yang dibaca.
Kedua sujud ini tidak diakhiri dengan salam. Sebagian ulama boleh dengan ucapan takbir.
3. Terlalu banyak amalan para sahabat yang lakukan sujud syukur ini. Contoh nya Kaab bin Malik yang taubat nya diterima.
Ali bin Abi Thalib sujud ketiga dengar gembong khawarij terbunuh.
Abu Bakar ketika dengar terbunuhnya Musailamah al kadzab.
➡️ *124. Bacaan dan perbuatan apabila merasa sakit pada anggota badan*
Letakkanlah tanganmu pada tubuh yang terasa sakit, dan bacalah: “Bismillaah” tiga kali, lalu bacalah tujuh kali:
أَعُوذُ بِاللَّهِ وَقُدْرَتِهِ مِنْ شَرِّ مَا أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A’uudzu billaahi wa qadratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru.
“Aku berlindung kepada Allah dan kekuasaan-Nya dari kejahatan sesuatu yang aku jumpai dan yang aku takuti”. [HR. Muslim 4/1728]
diriwayatkan dari Abu Abdillah Utsman bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhu, tatkala beliau mengeluh sakit kepada Rasulullah ﷺ , beliau mengatakan,
ضع يدك على الذي يألم من جسدك وقل بسم الله ثلاثا وقل سبع مرات أعوذ بعزة الله وقدرته من شر ما أجد وأحاذر
“Letakkan tanganmu di tempat yang sakit, kemudian bacalah doa ini sebanyak tujuh kali,
أَعُوذُ بعزة الله وَقُدْرَتِهِ مِن شَرِّ ما أَجِدُ وَأُحَاذِرُ
A’udzu billahi wa qudratihi min syarri maa ajidu wa uhaadziru
(Aku berlindung kepada Allah dan kuasa-Nya dari keburukan yang kurasakan dan kukhawatirkan).” (HR. Muslim)
✅ FAIDAH
1. dianjurkan untuk diucapkan oleh orang yang merasa sakit di bagian tubuhnya. Sebaiknya hati nya connect (yakin).
2. Dalam dzikir ada nama Allah, ada sifat Allah. Jadi kita boleh berdoa dengan Nama-nama dan Sifat-sifat Allah.
Yaa Razaaq (dengan nama)
Wahai Pencipta Langit dan Bumi.. (dengan sifat)
3. Berobat dengan cara medis itu tidak haram selama tidak meyakini yang menyembuhkan adalah dokter atau obat yang diminum. Ini bisa jatuh pada syirik kecil.
4. Afdhal nya seorang muslim, dirinya sendri yang bacakan dzikir tersebut. Tapi boleh Orang lain yang baca dzikir tersebut.
Semoga bermanfaat.
#salaf #sunnah #sakit #junub #Subhanallah #MasyaAllah
##$$-aa-##$$


