TAFSIR QS AL A’RAF#16: AYAT 130-137
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#16: AYAT 130-137
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
Diterbitkan pertama kali pada: 08-Agu-2021 @ 21:06
4 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#16: AYAT 130-137
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 30 Dzulhijjah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
KISAH NABI MUSA BAGIAN 3
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ اَخَذْنَاۤ اٰلَ فِرْعَوْنَ بِا لسِّنِيْنَ وَنَقْصٍ مِّنَ الثَّمَرٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُوْنَ
“Dan sungguh, Kami telah menghukum Fir’aun dan kaumnya dengan (mendatangkan musim kemarau) dan kekurangan buah-buahan, agar mereka mengambil pelajaran.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 130)
Allah menjelaskan kondisi Firaun dan KAUMNYA. Setelah duel Nabi Musa dan para penyihir, Nabi Musa masih lama hidupnya. Ada yang mengatakan 40 tahun, ada yang 20 tahun.. Intinya lama dan Nabi Musa masih terus berdakwah dan Fir’aun terus membangkang.
لسِّنِيْنَ
Maksudnya bukan tahun, tapi kemarau yang cukup lama atau semua daerah.
وَنَقْصٍ
Dengan nakhirah, untuk menunjukkan sangat besar (hukuman). Pohon berbuah tapi satu buah.. Sehingga tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
Ini adalah teguran Allah kepada Fir’aun dan kaumnya.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاِ ذَا جَآءَتْهُمُ الْحَسَنَةُ قَا لُوْا لَـنَا هٰذِهٖ ۚ وَاِ نْ تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَّطَّيَّرُوْا بِمُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗ ۗ اَ لَاۤ اِنَّمَا طٰٓئِرُهُمْ عِنْدَ اللّٰهِ وَلٰـكِنَّ اَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُوْنَ
“Kemudian apabila kebaikan (kemakmuran) datang kepada mereka, mereka berkata, “Ini adalah karena (usaha) kami.” Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan pengikutnya. Ketahuilah, sesungguhnya nasib mereka di tangan Allah, namun kebanyakan mereka tidak mengetahui.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 131)
Tathoyur dengan anggap Musa sebagai sumber kesialan.
❕Faidah ayat ini.
▶️1. Jika sebutkan kebaikan, Allah menggunakan kata idza
Adapun tatkala menyebut keburukan Allah gunakan kaya wain
Idza menunjukkan sering terjadi
In menunjukkan kudroh – jarang terjadi
طٰٓئِرُ
Maksudnya adalah amal dan balasan mereka di sisi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Surat Al-Isra (17) Ayat 13
وَكُلَّ إِنسَـٰنٍ أَلْزَمْنَـٰهُ طَـٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ
Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami tetapkan amal perbuatannya (sebagaimana tetapnya kalung) pada lehernya.
Thoir, kalau nisbahnya manusia artinya amalan, kalau nisbahnya Allah maka artinya balasan.
▶️2. Bantahan terhadap orang-orang yang anggap siap benda tertentu.
Intiya amal dan basalan.
Thahir bin Asyur dalam tafsirnya, Kesialan yang Sesunguhnya adalah menyelisihi perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala
Semua dosa yang kita lakukan adalah sumber kesialan mereka.
Mereka menimpakan kesialan kepada Nabi Musa Alaihissalam.
اَكْثَرَهُمْ
Allah gunakan kata ini menunjukkan bahwa tidak semua kaum berpaling, artinya ada yang sadar diri.
Apakah mereka sadar setelah Allah hukum?
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَا لُوْا مَهْمَا تَأْتِنَا بِهٖ مِنْ اٰيَةٍ لِّـتَسْحَرَنَا بِهَا ۙ فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِيْنَ
“Dan mereka berkata (kepada Musa), “Bukti apa pun yang engkau bawa kepada kami untuk menyihir kami, kami tidak akan beriman kepadamu.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 132)
Ini menunjukkan mereka ngeyel…
بِمُؤْمِنِيْنَ
Ini menunjukkan bahwa mereka membangkang sebanyak – banyak nya.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاَ رْسَلْنَا عَلَيْهِمُ الطُّوْفَا نَ وَا لْجَـرَا دَ وَا لْقُمَّلَ وَا لضَّفَا دِعَ وَا لدَّمَ اٰيٰتٍ مُّفَصَّلٰتٍ ۗ فَا سْتَكْبَرُوْا وَكَا نُوْا قَوْمًا مُّجْرِمِيْنَ
“Maka, Kami kirimkan kepada mereka topan, belalang, kutu, katak, dan darah (air minum berubah menjadi darah) sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 133)
Ada berapa tanda?
1. Aththufan (khilaf kematian atau banjir)
2. Belalang
3. Kutu (tapi tidak bagi Bani Israil)
4. Katak (tapi tidak bagi Bani Israil)
5. Darah (tapi tidak bagi Bani Israil)
Kata..
مُّفَصَّلٰتٍ
Ada dua tafsir
📐1. Mukjizat yang jelas
📐📐 2. Berjarak-jarak.
Namun mereka sombong..
Semua musibah adalah karena dosa-dosa kita.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَـمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ الرِّجْزُ قَا لُوْا يٰمُوْسَى ادْعُ لَـنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِنْدَكَ ۚ لَئِنْ كَشَفْتَ عَنَّا الرِّجْزَ لَـنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَـنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ
“Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu) mereka pun berkata, “Wahai Musa! Mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu sesuai dengan janji-Nya kepadamu. Jika engkau dapat menghilangkan azab itu dari kami, niscaya kami akan beriman kepadamu dan pasti akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 134)
Nabi Musa mengatakan kepada kaumnya, kalau adzab tersebut akan di cabut maka harus beriman.
Setelah mereka tidak kuat menahan adzab, mereka menyerah kepada Musa alaihissalam dan berkata mereka akan beriman.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ الرِّجْزَ اِلٰۤى اَجَلٍ هُمْ بٰلِغُوْهُ اِذَا هُمْ يَنْكُثُوْنَ
“Tetapi setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang harus mereka penuhi ternyata mereka ingkar janji.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 135)
Nanum mereka kembali tidak beriman.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَا نْتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَاَ غْرَقْنٰهُمْ فِى الْيَمِّ بِاَ نَّهُمْ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَكَا نُوْا عَنْهَا غٰفِلِيْنَ
“Maka, Kami hukum sebagian di antara mereka, lalu Kami tenggelamkan mereka di laut karena mereka telah mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikan ayat-ayat Kami.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 136)
Mereka dibinasakan karena mereka mendustakan ayat-ayat Allah.
Mereka lalai dan tidak sadar bahwa itu teguran.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ وْرَثْنَا الْـقَوْمَ الَّذِيْنَ كَا نُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَا رِقَ الْاَ رْضِ وَمَغَا رِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ الْحُسْنٰى عَلٰى بَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ ۙ بِمَا صَبَرُوْا ۗ وَدَمَّرْنَا مَا كَا نَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهٗ وَمَا كَا نُوْا يَعْرِشُوْنَ
“Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 137)
Warisan, menguasai sebagian daerah.
Negeri yang diberkahi adalah termasuk negeri Syam.
{وَنُرِيدُ أَنْ نَمُنَّ عَلَى الَّذِينَ اسْتُضْعِفُوا فِي الأرْضِ}
Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas (Bani Israil) di bumi (Mesir). (Al-Qashash: 5)
Ini adalah janji yang baik kepada Bani Israil.
Kenapa Allah berikan janji tersebut kepada Bani Israil? Karena mereka sabar atas kesulitan yang mereka hadapi.
Barangsiapa yang hadapi ujian dengan marah maka Allah serahkan solusi nya kepada dirinya sendiri.
Barangsiapa yang hadapi dengan kesabaran, maka Allah yang akan beri solusi.
*
Sabar saat ada permasalahan perlu keimanan.*
##$$-aa-$$##

