TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
- TAFSIR QS AL A’RAF#10: AYAT 73-79
Diterbitkan pertama kali pada: 25-Apr-2021 @ 17:25
4 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 13 Ramadhan 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita teruskan…
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ خُذُوْا زِيْنَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَّكُلُوْا وَا شْرَبُوْا وَلَا تُسْرِفُوْا ۚ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ
“Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaianmu yang bagus pada setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 31)
Israf = berbuat berlebihan..
Ayat ini menyangkut kebiasaan kaum musyrikin yang tawaf dengan telanjang.
Karena tidak mau pakai baju yang pernah dipakai berbuat maksiat.
زِيْنَتَكُمْ
Ada dua tafsir..
1. Tutup aurat
2. Sesuatu yang hiasi tubuh, pakai minyak wangi, siwak.
Sebagian salaf punya baju bagus khusus untuk sholat.
Masjid ada dua maksudnya bangunan masjid atau tempat sholat yang lain.
Allah tidak sebutkan obyek yang dimakan dan diminum.
Artinya mutlak apa saja boleh dimakan kecuali ada larangan.
Yang penting jangan berlebihan dari sisi kadar (terlalu kenyang) atau terlalu mahal.
Jika seseorang bisa makan dengan tidak berlebih maka akan sehat.
Maka ada ulama yang menyatakan bahwa ilmu kedokteran ada pada setengah ayat ini.
Dalam hadits disebutkan adab makan, yaitu 1/3 untuk makan, 1/3 untuk minum dan 1/3 untuk nafas.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِيْنَةَ اللّٰهِ الَّتِيْۤ اَخْرَجَ لِعِبَا دِهٖ وَا لطَّيِّبٰتِ مِنَ الرِّزْقِ ۗ قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَا لِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ كَذٰلِكَ نُفَصِّلُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah disediakan untuk hamba-hamba-Nya dan rezeki yang baik-baik?”
Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu untuk orang-orang yang mengetahui.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 32)
Ini pertanyaan yang tidak perlu dijawab yaitu untuk ingkari dan ejekan.
Allah sandarkan zinah (perhiasan) kepada Allah.
Allah keluarkan perkara-perkara indah tersebut untuk Hamba-Nya.
Allah sifati dengan hal-hal yang baik.
Ini semua menunjukkan bahwa Allah menghalalkan perhiasan (pakaian).
زِيْنَةَ اللّٰهِ
Mencakup umum ;
– makanan apapun yang lezat-lezat6,
– minuman apapun termasuk yang lezat
– perhiasan apapun kecuali yang dilarang misal emas dan sutra
– kendaraan apapun yang indah
Syarat : tidak berlebihan dan tidak sombong.
Ini juga bantahan telak untuk kaum suffiyah, yang melarang makanan yang mahal.
قُلْ هِيَ لِلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا فِى الْحَيٰوةِ الدُّنْيَا خَا لِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ
Katakanlah, “Semua itu untuk orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, dan khusus (untuk mereka saja) pada hari Kiamat.
Artinya perkara-perkara yang halal tersebut murni untuk orang beriman.
خَا لِصَةً يَّوْمَ الْقِيٰمَةِ
Ada dua tafsir.
1. Orang-orang beriman tidak akan diadzab karena menikmati hal-hal yang halal, berbeda dengan orang kafir, karena orang beriman digunakan untuk ketakwaan.
Mahfum muqolafahnya..
Berarti,
A. Orang kafir akan diadzab karena menikmati hal-hal tersebut (untuk kufur)
Demikian juga yang gunakan nikmat tersebut untuk maksiat.
B. Kenikmatan – kenikmatan tersebut (termasuk tempat tinggal yang mewah), berlanjut di surga.
Berbeda dengan penghuni neraka.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ اِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْـفَوَا حِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَ الْاِ ثْمَ وَا لْبَـغْيَ بِغَيْرِ الْحَـقِّ وَاَ نْ تُشْرِكُوْا بِا للّٰهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهٖ سُلْطٰنًا وَّاَنْ تَقُوْلُوْا عَلَى اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Tuhanku hanya mengharamkan segala perbuatan keji yang terlihat dan yang tersembunyi, perbuatan dosa, perbuatan zalim tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kamu mempersekutukan Allah dengan sesuatu, sedangkan Dia tidak menurunkan alasan untuk itu, dan (mengharamkan) kamu membicarakan tentang Allah apa yang tidak kamu ketahui.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 33)
➡️ “Allah sebutkan 4 model dosa :*
1. Perbuatan yang memalukan secara fitrah, yang nampak maupun tersembunyi.
2. Perbuatan dosa terkait diri sendiri
3. Perbuatan dzalim terkait hak orang lain baik harta, darah maupun harga diri. Kesyirikan (tidak adil) tanpa hujjah.
4. Berbicara tentang Allah tanpa ilmu, terkait Asmaul Husna, sifat-sifat Allah, perbuatan-perbuatan Allah, syariat Allah.
➡️ Keistimewaan empat perkara ini.
A. Disepakati oleh seluruh syariat para nabi (Ibnu Taimiyyah)
B. Diharamkan secara dzat nya, seluruh kondisi haram. (Ibnu Taimiyyah)
C. Inilah empat perkara yang justru dilakukan oleh kaum musyrikin (Thahir bin Azur).
Diantara bentuk fawahiz disebutkan Ibnu Taimiyyah adalah membuka aurat termasuk melihat aurat orang
Berdoa di kuburan orang sholeh mudah dikabulkan adalah termasuk bicara tentang Allah tanpa ilmu.
Yang mereka yakini adalah hanya akal, mimpi, hikayat..
سُلْطٰنًا
Hujjah (maksudnya).
Mereka bicara sifat-sifat Allah dalam Al-Qur’an sebagai kesyirikan, naudzubillah.
Sebagian ulama menyatakan 4 dosa ini sebagai urutan dan yang paling parah adalah berbicara tentang Allah tanpa ilmu.
Sumber segala kerusakan adalah kesalahan ini.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلِكُلِّ اُمَّةٍ اَجَلٌ ۚ فَاِ ذَا جَآءَ اَجَلُهُمْ لَا يَسْتَئۡخِرُوْنَ سَا عَةً وَّلَا يَسْتَقْدِمُوْنَ
“Dan setiap umat mempunyai ajal (batas waktu). Apabila ajalnya tiba, mereka tidak dapat meminta penundaan atau percepatan sesaat pun.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 34)
Ini adalah ayat peringatan. Dan adzab Allah tidak bisa ditunda.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰبَنِيْۤ اٰدَمَ اِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنْكُمْ يَقُصُّوْنَ عَلَيْكُمْ اٰيٰتِيْ ۙ فَمَنِ اتَّقٰى وَاَ صْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُوْنَ
“Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepadamu rasul-rasul dari kalanganmu sendiri, yang menceritakan ayat-ayat-Ku kepadamu, maka barang siapa bertakwa dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka, dan mereka tidak bersedih hati.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 35)
Orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah tidak perlu takut akan apa yang terjadi, setelah meninggal.
Allah yang akan urusi apa yang ditinggalkan.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا وَا سْتَكْبَرُوْا عَنْهَاۤ اُولٰٓئِكَ اَصْحٰبُ النَّا رِ ۚ هُمْ فِيْهَا خٰلِدُوْنَ
“Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 36)
Seakan-akan Allah sebutkan dua model manusia terhadap datangnya rasul.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا اَوْ كَذَّبَ بِاٰ يٰتِهٖ ۗ اُولٰٓئِكَ يَنَا لُهُمْ نَصِيْبُهُمْ مِّنَ الْـكِتٰبِ ۗ حَتّٰۤى اِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُـنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ ۙ قَا لُوْۤا اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ قَا لُوْا ضَلُّوْا عَنَّا وَشَهِدُوْا عَلٰۤى اَنْفُسِهِمْ اَنَّهُمْ كَا نُوْا كٰفِرِيْنَ
“Siapakah yang lebih zalim daripada orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah atau yang mendustakan ayat-ayat-Nya?
Mereka itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan dalam Kitab sampai datang para utusan (malaikat) Kami kepada mereka untuk mencabut nyawanya.
Mereka (para malaikat) berkata, “Manakah sembahan yang biasa kamu sembah selain Allah?” Mereka (orang musyrik) menjawab, “Semuanya telah lenyap dari kami.” Dan mereka memberikan kesaksian terhadap diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang kafir.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 37)
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam tidak pernah berdusta atas nama Allah.
Al kitab (maksudnya).
1. Lauhil mahfud, seusai yang telah tercatat
2. Al Qur’an, mereka dapat ancaman yang ada dalam Al-Qur’an yaitu siksa neraka Jahanam.
Faidah yang Allah sebutkan. Yang mencabut nyawa dengan
رُسُلُـنَا
Jamak..
Dalam Al-Qur’an disebutkan yang mencabut nyawa ada tiga :
1. Allah yang cabut nyawa
2. Malaikat maut
3. Rusuluna, jamak..
Artinya.. Malaikat maut hanya satu tapi anak buah banyak, dan atas perintah Allah.
Semoga bermanfaat..
$$##—aa-##$$


