TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
- TAFSIR QS AL A’RAF#10: AYAT 73-79
Diterbitkan pertama kali pada: 06-Jun-2021 @ 20:52
3 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 26 Syawal 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Kita lanjutkan…
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْ يُرْسِلُ الرِّيٰحَ بُشْرًاۢ بَيْنَ يَدَيْ رَحْمَتِهٖ ۗ حَتّٰۤى اِذَاۤ اَقَلَّتْ سَحَا بًا ثِقَا لًا سُقْنٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَاَ نْزَلْنَا بِهِ الْمَآءَ فَاَ خْرَجْنَا بِهٖ مِنْ كُلِّ الثَّمَرٰتِ ۗ كَذٰلِكَ نُخْرِجُ الْمَوْتٰى لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ
“Dialah Allah yang menggiring angin sebagai kabar gembira, sebelum rahmat Allah (hujan), sehingga apabila angin itu membawa awan mendung yang berat) , Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 57)
Sebenarnya Allah menjelaskan Kekuasaan Allah atas alam semesta ini.
Allah lah juga yang mengatur angin.
Hujan disebut rahmat makhluk ciptaan Allah, banyak membawa kebaikan (secara umum).
Rahmat Allah, maksudnya rahmat ciptaan Allah.
🔸Kabar gembira = dalil bahwa hujan bisa diprediksi namun hanya Allah yang tahu tentang perincian Allah.
Rincian ini meliputi : Kepastian, dimana, kadar hujan.
Prediksi hujan itu boleh karena bukan syirik tapi ilmu.
🔸Awan yang berat karena timbunan air.
sehingga apabila angin itu membawa awan mendung yang berat) , Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu. Kemudian Kami tumbuhkan dengan hujan itu berbagai macam buah-bahan. Ini adalah hubungan sebab akibat (sunatullah).
Allah membicarakan seluruh daerah tandus. Umum.
🔸Demikianlah Kami membangkitkan orang yang telah mati, agar kalian bisa mengambil pelajaran.
Bagian tubuh kita yang utuh adalah tulang ekor, Allah siram dengan hujan seperti mani laki-laki.. Dan akhirnya jadi manusia seutuhnya.
Itulah makna akhir ayat ini supaya manusia mengambil pelajaran.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا لْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَا تُهٗ بِاِ ذْنِ رَبِّهٖ ۚ وَا لَّذِيْ خَبُثَ لَا يَخْرُجُ اِلَّا نَكِدًا ۗ كَذٰلِكَ نُصَرِّفُ الْاٰ يٰتِ لِقَوْمٍ يَّشْكُرُوْنَ
“Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan izin Rabbnya ; dan tanah yang buruk, tanaman-tanamannya tumbuh merana (jelek). Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (kebesaran Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 58)
Allah sebutkan kondisi tanah yang tidak satu model.
Dengan ambil pelajaran, orang akan bersyukur.
Ambil pelajaran dengan cara berfikir. Dan akhirnya bisa bersyukur.
Berfikir tentang proses alam semesta.
Diantara ibadah adalah merenung..
Merenungkan ciptaan Allah.
Ibadah yang sering dilakukan Abu Darda adalah berfikir dan tafakur.
Allah sebutkan tanah yang baik dan buruk, menurut para ulama adalah untuk memberi pelajaran, seperti hati orang yang bermacam-macam.
Tasrif =
Perubahan kondisi satu kepada kondisi yang lain.
Ciptaan Allah adalah tanda-tanda adanya Allah Subhanahu wa Ta’ala.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَقَدْ اَرْسَلْنَا نُوْحًا اِلٰى قَوْمِهٖ فَقَا لَ يٰقَوْمِ اعْبُدُوا اللّٰهَ مَا لَـكُمْ مِّنْ اِلٰهٍ غَيْرُهٗ ۗ اِنِّيْۤ اَخَا فُ عَلَيْكُمْ عَذَا بَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
“Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, “Wahai kaumku! Sembahlah Allah! Tidak ada Tuhan (sembahan) bagimu selain Allah. Sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat (kiamat).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 59)
Ini surat pertama yang bicara tentang kisah nabi Nuh,secara tertib.
Faidah Allah sebutkan jenis tanah pada ayat ini.. Bahwa kondisi kaum para Nabi ada bermacam-macam, ada yang beriman dan ada yang tidak.
Ayat ini adalah hiburan bagi Rasulullah ﷺ, bahwa Nabi Nuh juga dimusuhui kaumnya.
Kaum Nabi Nuh mengejek tentang adzab, kaumnya mengejek,
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِهٖۤ اِنَّا لَـنَرٰٮكَ فِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ
“Pemuka-pemuka kaumnya berkata, “Sesungguhnya kami memandang kamu benar-benar berada dalam kesesatan yang nyata.”” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 60)
Ini adalah ejekan kaum Nuh.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ يٰقَوْمِ لَـيْسَ بِيْ ضَلٰلَةٌ وَّلٰـكِنِّيْ رَسُوْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ
“Dia (Nuh) menjawab, “Wahai kaumku! Aku tidak sesat; sungguh aku ini utusan dari Tuhan seluruh alam.”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 61)
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اُبَلِّغُكُمْ رِسٰلٰتِ رَبِّيْ وَاَ نْصَحُ لَـكُمْ وَاَ عْلَمُ مِنَ اللّٰهِ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ
“Aku menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, memberi nasihat kepadamu, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kamu ketahui.” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 62)
لَـكُمْ
1. Memberi nasihat
2.hanya untuk kalian.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَـتَّقُوْا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?” (QS. Al-A’raf 7: Ayat 63)
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَوَعَجِبْتُمْ اَنْ جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّنْ رَّبِّكُمْ عَلٰى رَجُلٍ مِّنْكُمْ لِيُنْذِرَكُمْ وَلِتَـتَّقُوْا وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ
“Dan herankah kamu bahwa ada peringatan yang datang dari Tuhanmu melalui seorang laki-laki dari kalanganmu sendiri, untuk memberi peringatan kepadamu dan agar kamu bertakwa, sehingga kamu mendapat rahmat?”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 63)
Nabi Nuh sebutkan 3 kondisi dalam doa Nabi Nuh.. yaitu : memberi peringatan agar bertakwa, sehingga mendapat rahmat dari Allah.
✳️ Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَكَذَّبُوْهُ فَاَ نْجَيْنٰهُ وَا لَّذِيْنَ مَعَهٗ فِى الْفُلْكِ وَاَ غْرَقْنَا الَّذِيْنَ كَذَّبُوْا بِاٰ يٰتِنَا ۗ اِنَّهُمْ كَا نُوْا قَوْمًا عَمِيْنَ
“Maka, mereka mendustakannya (Nuh). Lalu Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal. Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 64)
Allah sebutkan bahwa Nabi Nuh selamat, supaya ada kisah penyelamatan.. Dan setelah itu Allah adzab kaum Nabi Nuh.
Semoga bermanfaat..
##$$-aa-$$##


