TAFSIR QS AL A’RAF#15: AYAT 120-129
- TAFSIR QS AL A’RAF#1 : AYAT 1-11
- TAFSIR QS AL A’RAF#2: AYAT 12-22
- TAFSIR QS AL A’RAF#3: AYAT 22-30
- TAFSIR QS AL A’RAF#4: AYAT 31-37
- TAFSIR QS AL A’RAF#5: AYAT 38-43
- TAFSIR QS AL A’RAF#15: AYAT 120-129
- TAFSIR QS AL A’RAF#6: AYAT 44 -51
- TAFSIR QS AL A’RAF#7: AYAT 52 -56
- TAFSIR QS AL A’RAF#8: AYAT 57-64
- TAFSIR QS AL A’RAF#9: AYAT 65-72
Diterbitkan pertama kali pada: 01-Agu-2021 @ 21:29
6 menit membaca📖 TAFSIR QS AL A’RAF#15: AYAT 120-129
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 23 Dzulhijjah 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
KISAH NABI MUSA ALAIHISSALAM BAGIAN 2
Sebelumnya dijelaskan duel antara Nabi Musa alaihissalam dengan para tukang sihir Firaun yang akhirnya mereka kalah dan beriman kepada Nabi Musa.
وَأُلْقِيَ السَّحَرَةُ سَاجِدِينَ (120) قَالُوا آمَنَّا بِرَبِّ الْعَالَمِينَ (121)
Dan ahli-ahli sihir itu serta-merta mereka bersujud kepada Allah. Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan semesta alam”
Mereka beriman kepada Allah karena mereka tahu bahwa mukjizat Nabi Musa bukanlah sihir.
Pepatah arab mengatakan “betapa banyak perkara yang mudhorot terkadang membawa manfaat”.
Mereka, ketika menjadi tukang sihir adalah mudhorot, tapi ini sebab mereka beriman, karena mereka tahu bahwa yang dibawa Nabi Musa adalah bukan sihir tapi datang dari Tuhan (bukan sihir seperti yang mereka tahu).
Dan orang-orang yang menonton duel tersebut tidak beriman.
Sebagian orang yang pernah terjerumus maksiat bisa dapat hidayah, misalnya pelaku riba yang tahu kerusakan riba akhirnya bisa menjadi sebab dia meninggalkan riba tersebut.
Ketika para tukang sihir sujud, mereka berkata bahwa mereka sujud kepada Rabbul Alamin, yaitu
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
“(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 122)
Melihat ini maka Fir’aun marah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ فِرْعَوْنُ اٰمَنْتُمْ بِهٖ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَـكُمْ ۚ اِنَّ هٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوْهُ فِى الْمَدِيْنَةِ لِتُخْرِجُوْا مِنْهَاۤ اَهْلَهَا ۚ فَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ
“Fir’aun berkata, “Mengapa kalian beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian ? Sesungguhnya ini benar-benar tipu muslihat yang telah kalian rencanakan di kota ini, untuk mengusir penduduknya. Kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatanmu ini).”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 123)
Ini adalah ancaman berat dari Fir’aun.
Fir’aun memberi syubhat bahwa hal tersebut adalah persengkokolan antara tukang sihir dan Nabi Musa Alaihissalam.
Fir’aun ini orang nya sangat cerdas,wibawa, kharismatik.. Ketika tukang sihir kalah, maka langsung buat dua syubhat.
1. Ini adalah sekongkol kalian
2. Ayat lain, Fir’aun berkata, “Musa ini guru kalian”
Dengan tujuan untuk mengusir penduduk dari Mesir. Untuk balikan fakta. Ini adalah provokasi yang luar biasa.
Padahal dari awal Nabi Musa tidak pernah bicara tentang kekuasaan.
Firaun memberi ancaman mereka dengan ancaman global dan terperinci.
Yang membuat orang menjadi takut.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَاُ قَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَ رْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَا فٍ ثُمَّ لَاُ صَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَ
“Pasti akan aku potong tangan dan kakimu dengan bersilang (tangan kanan dan kaki kiri atau sebaliknya), kemudian aku akan menyalib kamu semua.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 124)
Ini ancaman siksaan terperinci, Fir’aun dikenal sebagai tukang menyiksa.
Disalip disini maksudnya digantung di kayu sampai mati (secara bahasa arab).
Intinya adalah untuk menakut-nakuti penduduk Mesir.
Namun para tukang sihir justru tidak takut.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُـوْۤا اِنَّاۤ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ
“Mereka (para pesihir) menjawab, “Sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami,”
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 125)
Maksudnya (Tafsir) adalah,
➡️1. Mereka berkata “terserah, Kau bunuh kami atau tidak, kami pun akan mati”
➡️2. Mereka berkata, “gak ada masalah”
Karena mereka yakin akan mendapatkan kenikmatan surga yang Allah janjikan, (dalam surat Thoha).
Ada yang mengatakan bahwa mereka ketika diancam ini Allah perlihatkan surga kepada mereka. Sehingga iman semakin kokoh.
➡️ Seakan-akan mereka berkata, “Silakan bunuh kami, dan kita akan kembali kepada Allah dan Allah akan hukum kita pada hari kiamat kelak”.
Tafsir yang banyak dikuatkan adalah “silakan bunuh kami dan kami akan merasakan kenikmatan”
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمَا تَـنْقِمُ مِنَّاۤ اِلَّاۤ اَنْ اٰمَنَّا بِاٰ يٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۗ رَبَّنَاۤ اَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَّتَوَفَّنَا مُسْلِمِيْنَ
“dan engkau tidak melakukan balas dendam kepada kami, melainkan karena kami beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.”
(Mereka berdoa), “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan matikanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri kepada-Mu).””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 126)
Tukang sihir yang sudah beriman itu bisa membantah Fir’aun.. Yaitu sebab mereka beriman lah yang membuat Fir’aun mengancam akan menyiksa mereka.
Ini adalah keadaan umum bahwa orang-orang beriman akan disiksa.. Yaitu karena Islam.
Pakai jilbab dilecehkan dan seterusnya.. Doa mereka adalah meminta kesabaran karena yang ancam mereka adalah Fir’aun, bukan sembarangan.
Doa mereka menggunakan kata,
اَفْرِغْ
Artinya curahkan (tumpahkan) kesabaran sebanyak-banyaknya..
Dan berdoa supaya diwafatkan dalam Islam, artinya Husnul khatimah.
Dianjurkan bila kondisi kita ada firasat akan meninggal, kondisi sedang parah, maka berdoa lah untuk Husnul khatimah..
Seperti yang dilakukan oleh Nabi Yusuf setelah tugas nya hampir selesai.
۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْـَٔاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًۭا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّـٰلِحِينَ
Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta’bir mimpi. (Ya Tuhan) Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. Quran Surat Yusuf (12) Ayat 101
Dan syetan kerahkan seluruh kekuatan nya untuk menggoda manusia saat sakaratul maut.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengucapkan,
وَأَعُوذُ بِكَ أَن يَتَخَبَّطَنِي الشَّيطَانُ عِندَ المَوتِ
Aku berlindung kepada-Mu agar tidak disesatkan setan ketika kematian. (HR. Ahmad 8667, Abu Daud 1554 dan dishahihkan al-Albani)
Ini juga dalil bahwa semua Nabi agama Islam.
قُلْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ عَلَيْنَا وَمَآ أُنزِلَ عَلَىٰٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْمَـٰعِيلَ وَإِسْحَـٰقَ وَيَعْقُوبَ وَٱلْأَسْبَاطِ وَمَآ أُوتِىَ مُوسَىٰ وَعِيسَىٰ وَٱلنَّبِيُّونَ مِن رَّبِّهِمْ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍۢ مِّنْهُمْ وَنَحْنُ لَهُۥ مُسْلِمُونَ
Katakanlah: “Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishaq, Ya’qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri”.
Surat Ali-Imran (3) Ayat 84
Seluruh agama Islam, hanya saja sebelumnya di nisbah kan kepada suku setelah ada penyimpangan..
Ini ditinjau dari Tauhid..
Kata Ibnu Katsir, Pada pagi harinya mereka masih sebagai ahli sihir, tetapi pada akhirnya di petang hari mereka adalah para syuhada yang berbakti.
Islam mereka cuma sebentar, duel mereka pada waktu dhuha.
Ini adalah dalil bahwa amal tergantung akhirnya. Jangan memandang hina orang yang belum dapat hidayah.
Oleh karena nya jangan bosan untuk berdakwah dan jangan terlalu pede dengan imannya karena kita tidak tahu bagaimana akhir hayat kita.
Ada khilaf apakah mereka benar-benar dibunuh, karena Allah tidak menjelaskan. Cuma para ulama menjelaskan bahwa mereka dibunuh sebagai konsekuensi ancaman Fir’aun (Ibnu Abbas yang dikutip oleh Ibnu Katsir)
Ini adalah kekalahan yang memalukan bagi Fir’aun namun mereka punya provokator..
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَقَا لَ الْمَلَاُ مِنْ قَوْمِ فِرْعَوْنَ اَتَذَرُ مُوْسٰى وَقَوْمَهٗ لِيُفْسِدُوْا فِى الْاَ رْضِ وَيَذَرَكَ وَاٰ لِهَتَكَ ۗ قَا لَ سَنُقَتِّلُ اَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْيٖ نِسَآءَهُمْ ۚ وَاِ نَّا فَوْقَهُمْ قَاهِرُوْنَ
“Dan para pemuka dari kaum Fir’aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya untuk berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir’aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 127)
Provokator itu mendukung Fir’aun.
Mereka menganggap perbuatan Musa dan pengikut nya adalah membuat kerusakan, padahal malah perbaikan, Ini karena Musa dan pengikut menyelisihi mereka sehingga dianggap membuat kerusakan.
Ada dua qiroat,
📐
وَيَذَرَكَ وَاٰ لِهَتَكَ
Musa meninggalkan mu wahai Firaun dan meninggalkan sembahan-sesembahan mu.
➡️Seakan-akan Musa punya Tuhan-tuhan.
♦️Ada beberapa pendapat.
▶️1. Fir’aun diyakini oleh kaumnya bahwa dewa-dewa menitis padanya, dewa paling top menitis pada Fir’aun. Sehingga mengatakan, Aku adalah Tuhanmu yang maha tinggi”.
▶️2. Firaun membuat berhala-berhala yang disembah sebagai perwakilannya.
📐📐
وَيَذَرَكَ وَاِ لَهَتَكَ
Musa meninggalkan mu wahai Firaun dan meninggalkan menyembahmu.
Ibnu Abbas : Firaun disembah dan tidak menyembah.
Karena Firaun berkata, ‘Aku adalah Tuhanmu yang maha tinggi”.
Anak laki-laki dibunuh dan perempuan dibiarkan hidup supaya mereka selalu berkuasa atas mereka.
Penduduk Bani Israil ketakutan, mereka sudah disiksa 400 tahun oleh Fir’aun..
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لَ مُوْسٰى لِقَوْمِهِ اسْتَعِيْنُوْا بِا للّٰهِ وَا صْبِرُوْا ۚ اِنَّ الْاَ رْضَ لِلّٰهِ ۗ يُوْرِثُهَا مَنْ يَّشَآءُ مِنْ عِبَا دِهٖ ۗ وَا لْعَا قِبَةُ لِلْمُتَّقِيْنَ
“Musa berkata kepada kaumnya, “Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi (ini) milik Allah; diwariskan-Nya kepada siapa saja yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 128)
Jaman sekarang orang kurang percaya dengan iman, lebih percaya pada yang kelihatan.
Musa adalah Nabi yang sangat sabar padahal punya kekuatan.
Kesudahan yang baik adalah bagi orang yang bertakwa.
Yang jadi masalah adalah saat kita diuji kita salah prosedur, kurang bertakwa sehingga hasilnya kurang baik.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قَا لُـوْۤا اُوْذِيْنَا مِنْ قَبْلِ اَنْ تَأْتِيَنَا وَمِنْۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۗ قَا لَ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى الْاَ رْضِ فَيَنْظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُوْنَ
“Mereka (kaum Musa) berkata, “Kami telah ditindas/disiksa (oleh Fir’aun) sebelum engkau datang kepada kami dan setelah engkau datang.” (Musa) menjawab, “Mudah-mudahan Tuhanmu membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi; maka Dia akan melihat bagaimana perbuatanmu.””
(QS. Al-A’raf 7: Ayat 129)
Kaum Nabi Musa adalah yang sangat ngeyel.
Allah akan melihat amal perbuatan mereka saat dikuasai ataupun saat menjadi penguasa.
Semoga bermanfaat..
$$##-aa-##$$


