KELAS UFA# TEMATIK 10-11-12-13-14 : JANGAN CURANG- BISIK-BISIK-FUTUR-JAGA HATI
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA# TEMATIK 10-11-12-13-14 : JANGAN CURANG- BISIK-BISIK-FUTUR-JAGA HATI
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
Diterbitkan pertama kali pada: 16-Jul-2021 @ 14:25
6 menit membacaKELAS UFA. 12.07.2021
➡️ TEMATIK 10 – Hati-Hati, Jangan Kurangi Hak Orang Lain – Part 1
Allah berfirman,
وَلَا تَبْخَسُوا۟ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ
Dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia.
Ini ayat disebutkan Allah 3x dalam Al Qur’an.
Surat Al A’raf ayat 85,surat Hud dan surat Asy-Syu’ara
Kebanyakannya dibawakan tentang kisah Nabi Syu’aib kepada kaumnya.
Nabi Syu’aib mengingatkan kaumnya, supaya tidak mengurangi hak-hak masyarakat.
Kisah Nabi Syu’aib adalah kisah yang masyhur, bagaimana Allah ﷻ pernah membinasakan diantaranya karena kesyirikan dan mengurangi hak orang lain.
Mereka mengurangi timbangan dan mengurangi takaran.
Dan dalam hadits, Nabi ﷺ berkata,
لَتُؤَدُّنَّ الْحُقُوقَ إِلَى أَهْلِهَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُقَادَ لِلشَّاةِ الْجَلْحَاءِ مِنَ الشَّاةِ الْقَرْنَاءِ
“Sungguh semua hak akan dikembalikan kepada pemiliknya pada hari kiamat. Sampai diqishas kambing yang tidak bertanduk kepada kambing yang bertanduk.” (HR. Ahmad & Muslim)
Nabi menekankan kalau hewan saja hak nya dikembalikan apalagi manusia.
الظُّلْمَ ظُلُمَاتٌ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Kedzaliman adalah kegelapan yang bertubi-tubi pada hari kiamat kelak. (hadits)
Oleh karenanya di dalam Alqur’an tidak dibuka dengan wail (celaka), kecuali dua surat yang keduanya berkaitan dengan hak orang lain..
1. Pertama,
وَيْلٌ لِّلْمُطَفِّفِيْنَ
“Celakalah bagi orang-orang yang mengurangi takaran timbangan. QS Al Muthaffifin ayat 1.
Allah mencela orang yang mengurangi takaran dan timbangan…
Thaffif. Mengurangi timbangan walaupun sedikit.
2. Terkait harga diri manusia
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيْلٌ لِّـكُلِّ هُمَزَةٍ لُّمَزَةٍ
“Celakalah bagi setiap pengumpat dan mengejek / mencela,”
(QS. Al-Humazah 104: Ayat 1)
Yaitu jatuhkan harga diri orang lain.
Ketika haji wada’, Nabi ﷺ mengatakan,
إِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ حَرَامٌ عَلَيْكُمْ، كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا فِي شَهْرِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا…
Sesungguhnya darah dan harta kalian, haram bagi sesama kalian. Sebagaimana haramnya hari ini, haramnya bulan ini di negeri kalian ini…
فَإِنَّ دِمَاءَكُمْ وَأَمْوَالَكُمْ وَأَعْرَاضَكُمْ عَلَيْكُمْ حَرَامٌ كَحُرْمَةِ يَوْمِكُمْ هَذَا، فِي بَلَدِكُمْ هَذَا، فِي شَهْرِكُمْ هَذَا
“Sesungguhnya darah kalian haram tidak boleh ditumpahkan, harta-harta kalian haram tidak boleh diambil dan harga diri kalian tidak boleh dijatuhkan. Sebagaimana kehormatannya hari ini di negeri (tanah haram) kalian ini dan pada bulan kalian ini”
Bagaimana aplikasi nya?
Misalnya dengan istri, jangan kurangi haknya, dia punya hak untuk bercengkerama, punya hak untuk disayang, lembut, jalan-jalan, hak kita kasih makan.. Bila kita mampu.
Kepada anak-anak? Adakah kita tunaikan hak mereka?
Mereka punya hak dinasihati, kita jenguk, kita penuhi kebutuhan..
Pada sekolah, murid sudah bayar, maka sudah kah kita beri pelajaran?
Dalam berdagang, jangan kurangi timbangan dll..
➡️ TEMATIK 11 – Hati-Hati, Jangan Kurangi Hak Orang Lain – Part 2
Ketika kita tidak menunaikan hak-hak kerabat dekatnya maka banyak yang lari dari kerabat dekatnya..
فَإِذَا جَاءَتِ الصَّاخَّةُ
Dan apabila datang suara yang memekakkan (tiupan sangkakala yang kedua)
(يَوْمَ يَفِرُّ الْمَرْءُ مِنْ أَخِيهِ * وَأُمِّهِ وَأَبِيهِ * وَصَاحِبَتِهِ وَبَنِيهِ)
pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya. (‘Abasa: 34-36)
Kenapa lari dari saudaranya? Karena takut dituntut haknya karena di dunia dia tidak menunaikan hak mereka (kurangi hak mereka).
Banyak hal terkait hak orang lain, atasan dan bawahan, pembantu rumah tangga, kakak adik, anak, suami istri dst..
Dalam sebuah hadits qudsi, Allah berfirman,
ﺛَﻼَﺛَﺔٌ ﺃَﻧَﺎ ﺧَﺼْﻤُﻬُﻢْ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ : ﺭَﺟُﻞٌ ﺃَﻋْﻄَﻰ ﺑِﻲ ﺛُﻢَّ ﻏَﺪَﺭَ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺑَﺎﻉَ ﺣُﺮًّﺍ ﻓَﺄَﻛَﻞَ ﺛَﻤَﻨَﻪُ، ﻭَﺭَﺟُﻞٌ ﺍﺳْﺘَﺄْﺟَﺮَ ﺃَﺟِﻴﺮًﺍ ﻓَﺎﺳْﺘَﻮْﻓَﻰ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻟَﻢْ ﻳُﻌْﻂِ ﺃَﺟْﺮَﻩُ
“Tiga orang, saya yang akan menjadi musuhnya pada hari kiamat: Orang yang berjanji dengan menyebut nama-Ku lalu dia melanggar janji, Orang yang menjual orang yang merdeka lalu dia menikmati hasil penjualannya tersebut, dan Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan” (HR. Bukhari).
Ustadz hanya menyebut diantara..
Orang yang mempekerjakan orang lain, namun setelah orang tersebut bekerja dengan baik upahnya tidak dibayarkan
Berkaitan dengan hak-hak manusia, ada dua
1. Berkaitan dengan harta.
2. Berkaitan dengan harga diri.
Ketika kita menilai seseorang harus menilai dengan benar, harus adil.. (sisi baik dan sisi buruk)
Jangankan kepada sesama muslim kepada kafir pun harus adil..
Allah berfirman,
وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى
Jangan sampai kebencian mu kepada suatu kaum menjadikan engkau tidak adil kepadanya (ucapan dan sikap). Berbuat adil itu lebih dekat kepada ketakwaan
Hati-hati menjatuhkan orang lain, membuat gambaran yang buruk.
Kita harus perhatikan hak-hak orang lain terutama keluarga dekat.
Karena sifat dasar manusia suka menuntut haknya lupa dengan hak orang lain,lupa kewajiban..
➡️ TEMATIK 12 : SAAT JALAN BERTIGA BERSAMA KAWAN
ADAB Majelis bertiga, tidak boleh yang dua orang berbisik-bisik.
Rasulullah ﷺ bersabda,
إِذَا كُنْتُمْ ثَلَاثَةً, فَلَا يَتَنَاجَى اثْنَانِ دُونَ الْآخَرِ, حَتَّى تَخْتَلِطُوا بِالنَّاسِ; مِنْ أَجْلِ أَنَّ ذَلِكَ يُحْزِنُهُ
“Jika kalian bertiga, maka janganlah dua orang berbicara/berbisik-bisik berduaan sementara yang ketiga tidak diajak, sampai kalian bercampur dengan manusia. Karena hal ini bisa membuat orang yang ketiga tadi bersedih.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Ini adab yang agung dari Nabi ﷺ,tidak ada di agama manapun.
Bila bertiga, dan yang ketiga tidak diajak ngobrol maka syetan akan mendikte dia..
Kata ulama, termasuk bila bertiga dan dua orang berbicara dengan bahasa suku, yang ketiga tidak tahu bahasa tersebut.
Jangan kasih celah saudara kita suudzon.
Saat Rasulullah ﷺ itikaf di masjid, kemudian datang istri beliau Shafiyyah binti Huyay, kemudian karena gelap, Nabi ﷺ keluar mengantar ke rumahnya, tidak biarkan dia jalan sendiri pulang.
Ketika Nabi ﷺ jalan berdua dengan istrinya tiba-tiba ada dua lelaki jalan dengan cepat tidak seperti biasanya.
Kemudian Rasulullah ﷺ berkata, ‘Pelan-pelan saja, ini istriku”, seakan-akan Nabi ﷺ berkata, “Jangan kalian curiga, ini istriku”.
Kata mereka, “Subhaanallaah, Yaa Rasulullah, kami tidak nuduh macem-macem'”
Rasulullah, “Iya benar, tetapi saya takut syetan lemparkan sesuatu dalam hati kalian,
إِنَّ الشَّيْطَانَ يَجْرِى مِنَ الإِنْسَانِ مَجْرَى الدَّمِ
Sesunguhnya syetan mengalir dalam diri manusia seperti aliran darah”
Syetan mendikte..
Seperti bila bertiga, yang satu tidak diajak bicara atau bicara dengan bahasa yang tidak diketahuinya.. Jangan buka celah suudzon.
➡️ *TEMATIK 13 – MEMBOSANKAN
(Saat Aku Mulai Malas, Saat Semangatku Naik dan Turun)*
Diantara aqidah ahlu sunnah Iman itu naik dan turun, naik karena ketaatan dan turun karena kemaksiatan.
Futur, kemalasan dalam beribadah adalah penyakit, harus kita lawan, obati. Yang parah adalah bila terkena penyakit ini tapi tidak sadar.
Pepatah mengatakan
دَوَامُ الْحَالِ مِنَ الْمُحَالِ
“Untuk bisa terus menerus dalam satu kondisi adalah suatu keadaan yang mustahil”
Seorang tidak akan mampu untuk terus menerus bertakwa,
Nabi ﷺ bersabda dalam haditsnya,
اسْتَقِيمُوا وَلَنْ تُحْصُوا
“Istiqamahlah kalian walaupun memang kalian tidak akan mampu”.
Pasti ada kesalahan, ada kemalasan..
Makanya ketika Nabi ﷺ menasihati seorang sahabat, Nabi ﷺ mengatakan, ”
اتق الله حيثما كنت ، وأتبع السيئة الحسنة تمحها، وخالق الناس بخلق حسن
Bertaqwalah kepada Allah dimanapun engkau berada, dan hendaknya setelah melakukan kesalahan engkau melakukan kebaikan yang dapat menghapusnya. Serta bergaulah dengan orang lain dengan akhlak yang baik‘”
Ada satu hadits yang menjelaskan futur itu akan menimpa kita, ”
لِكُلِّ عَمَلٍ شِرَّةٌ، وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةٌ، فَمَنْ كَانَتْ فَتْرَتُهُ إِلَى سُنَّتِي، فَقَدْ أَفْلَحَ، وَمَنْ كَانَتْ إِلَى غَيْرِ ذَلِكَ فَقَدْ هَلَكَ
Segala sesuatu (amal sholeh) ada masa semangatnya, dan setiap masa semangat memiliki masa futur (malas). Barangsiapa ketika futur ia kembali kepada sunnahku (ajaranku) maka beruntunglah dia. Dan barangsiapa ketika futur ia kembali kepada selain ajaranku, maka binasalah dia.
Dalam riwayat lain, kata Nabi ﷺ,
إن للإسلام شرة وإن لكل شرة فترة، فإن [كان] صاحبهما سدد وقارب فارجوه، وإن أشير إليه بالأصابع فلا ترجوه
“Islam itu ada semangat dan di semangat itu ada kemalasan, jika ketika dia dalam kondisi malas tapi berusaha kembali mendekati sunnah, maka berharaplah kembali semangat. Tapi kalau orang nunjuk-nunjuk dia pada masa tersebut maka waspadalah.”
Sebagian ulama menjelaskan hadits ini bahwa seorang ketika bersemangat dia butuh keikhlasan… Bila tidak ikhlas maka janganlah berharap bisa kembali bila sedang futur.
➡️ TADABUR 14. YAA ALLAH teguhkan kami diatas agama Mu
Diantara doa yang penting untuk kita panjatkan dan Nabi ﷺ sering berdoa dengan doa ini..
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ، ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Nabi sering sekali baca doa ini sampai ditanya istrinya kenapa sering berdoa dengan doa ini
Dan Nabi ﷺ menjawab, “Sesungguhnya hati manusia diantara dua jemari Allah, Allah bolak balikkan sekehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala.”
Hati bisa berbuah dengan sangat cepat..
Maka dikatakan “Hati itu disebut Qalb karena dia sering berubah-ubah.”
Ketika berdoa, hadirkan dalam hati bahwa saya ini butuh pertolongan Mu YA Allah..
Kalau tidak Engkau tahan hatiku, hatiku sangat mudah berubah, bisa tiba-tiba maksiat..
Hati terpengaruh dengan apa yang kita lihat dan kita dengar, dengan interaksi sekitar kita.
Hati perlu dijaga…


