TAFSIR QS AL AN’AM#14 : AYAT 141-147
- TAFSIR QS AL AN’AM#1: AYAT 1-12
- TAFSIR QS AL AN’AM#2: AYAT 13-26
- TAFSIR QS AL AN’AM#3: AYAT 27-35
- TAFSIR QS AL AN’AM#4: AYAT 36-47
- TAFSIR QS AL AN’AM#5: AYAT 48-55
- TAFSIR QS AL AN’AM#14 : AYAT 141-147
- TAFSIR QS AL AN’AM #6: AYAT 56-69
- TAFSIR QS AL AN’AM#7 : AYAT 70-83
- TAFSIR QS AL AN’AM#8 : AYAT 84-93
- TAFSIR QS AL AN’AM#9 : AYAT 94-101
Diterbitkan pertama kali pada: 14-Mar-2021 @ 20:57
4 menit membaca📖 TAFSIR QS AL AN’AM#14 : AYAT 141-147
👤Ustadz Dr Firanda Andirja MA
🗓️ 2 Syaban 1442H
🕌 Masjid AlIkhlas Dukuh Bima (zoom)
Ada beberapa Faidah dari ayat 141.
Allah menjelaskan bahwa Allah menciptakan hewan untuk dinikmati.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَهُوَ الَّذِيْۤ اَنْشَاَ جَنّٰتٍ مَّعْرُوْشٰتٍ وَّغَيْرَ مَعْرُوْشٰتٍ وَّا لنَّخْلَ وَا لزَّرْعَ مُخْتَلِفًا اُكُلُهٗ وَا لزَّيْتُوْنَ وَا لرُّمَّا نَ مُتَشَا بِهًا وَّغَيْرَ مُتَشَا بِهٍ ۗ كُلُوْا مِنْ ثَمَرِهٖۤ اِذَاۤ اَثْمَرَ وَاٰ تُوْا حَقَّهٗ يَوْمَ حَصَا دِهٖ ۖ وَلَا تُسْرِفُوْا ۗ اِنَّهٗ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِيْنَ ۙ
“Dan Dia-lah yang menjadikan tanaman-tanaman yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya, tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan,”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 141)
Berbagai macam tumbuhan yang hidup tumbuh berdampingan dengan tanah yang sama namun rasanya berbeda.
Al Qurthubi mengatakan bahwa air yang sifatnya ke bawah namun di pohon bisa naik, ini tentu Allah yang mengatur. Ini juga bantahan kepada falasifah yang mengatakan semua terjadi dengan sendirinya.
Tafsir ayat in ada tiga i, salah satunya..
1. Ayat ini dahulu ketika orang-orang panen biasanya orang miskin hadir dan harus diberi bagian. Ada aturan zakat dengan hitungan tersendiri.
Makan jangan sampai berlebih-lebihan.
Dari sisi jumlah yang dimakan dan harga
Allah jadikan manusia sebagai Khalifah, perwakilan. Harusnya ikuti aturan Allah.
Diantara aturan dalam harta adalah jangan berlebih-lebihan dan jangan sombong.
(jangan sok share).
Seseorang harus waspada akan sesuatu yang dipakai, jangan berlebih-lebihan dan jangan sombong.
♦️Kalau dulu isbal saja bisa dianggap sombong…
Sedekah juga tidak boleh sombong. Dan jangan berlebihan, yaitu sampai keluarga kekurangan.
Rasulullah ﷺ bersabda, -“Sebaik-baik sedekah tetapi keluarga masih cukup.”
Kecuali sudah terbukti pandai cari harta dan tawakal yang tinggi, boleh sedekah dengan seluruh harta, contohnya Abu Bakar.
♦️✳️Israf, adalah penggunaan harta yang haram. Seperti beli rokok dst.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَ مِنَ الْاَ نْعَا مِ حَمُوْلَةً وَّفَرْشًا ۗ كُلُوْا مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّٰهُ وَ لَا تَتَّبِعُوْا خُطُوٰتِ الشَّيْطٰنِ ۗ اِنَّهٗ لَـكُمْ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ ۙ
“dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk disembelih. Makanlah rezeki yang diberikan Allah kepadamu, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagimu,”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 142)
Konteks nya tetap hewan-hewan, karena orang-orang musyrikin dulu suka mengharam-haramkan.
حَمُوْلَةً
Angkutan/tunggangan
وَّفَرْشًا
Hewan yang disembelih.
Jangan ikuti langkah syetan, bahkan masuk sampai makanan.
Iblis dibiarkan hidup, untuk menyesatkan manusia, jelas musuh bagi manusia.
Syetan masuk dalam segala hal, termasuk makanan, halalkan yang haram,dan halalkan yang haram.
Amr bin ‘Amir al-Khuza’i {ususnya terburai di neraka) yang memulai haramkan unta untuk ditunggangi.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ثَمٰنِيَةَ اَزْوَا جٍ ۚ مِنَ الضَّأْنِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْمَعْزِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُ نْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَا مُ الْاُ نْثَيَيْنِ ۗ نَـبِّـئُــوْنِيْ بِعِلْمٍ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ ۙ
“Ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasar pengetahuan jika kamu orang yang benar.””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 143)
Unta, sapi, kambing, domba ada jantan dan betina,dan ada janin di dalam perut betinanya. Dan Allah menghalalkan hewan-hewan ini, yang sebelumnya diharamkan oleh kaum musyrikin.
Allah menyuruh Nabi mendebat mereka dengan sesuatu yang logis namun mereka tidak bisa menjawab.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَمِنَ الْاِ بِلِ اثْنَيْنِ وَمِنَ الْبَقَرِ اثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءٰۤالذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ اَمِ الْاُ نْثَيَيْنِ اَمَّا اشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ اَرْحَا مُ الْاُ نْثَيَيْنِ ۗ اَمْ كُنْتُمْ شُهَدَآءَ اِذْ وَصّٰٮكُمُ اللّٰهُ بِهٰذَا ۚ فَمَنْ اَظْلَمُ مِمَّنِ افْتَـرٰى عَلَى اللّٰهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ النَّا سَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ
“Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, “Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kamu menjadi saksi ketika Allah menetapkan ini bagimu? Siapakah yang lebih zalim daripada orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa pengetahuan?” Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 144)
➡️❗❗Berbahaya bila haramkan yang halal, artinya berdusta atas nama Allah.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ لَّاۤ اَجِدُ فِيْ مَاۤ اُوْحِيَ اِلَيَّ مُحَرَّمًا عَلٰى طَا عِمٍ يَّطْعَمُهٗۤ اِلَّاۤ اَنْ يَّكُوْنَ مَيْتَةً اَوْ دَمًا مَّسْفُوْحًا اَوْ لَحْمَ خِنْزِيْرٍ فَاِ نَّهٗ رِجْسٌ اَوْ فِسْقًا اُهِلَّ لِغَيْرِ اللّٰهِ بِهٖ ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ غَيْرَ بَا غٍ وَّلَا عَا دٍ فَاِ نَّ رَبَّكَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ
“Katakanlah, “Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi, karena semua itu kotor atau hewan yang disembelih bukan atas (nama) Allah. Tetapi barang siapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat) maka sungguh, Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang.””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 145)
Allah jelaskan bahwa masalah pengharaman adalah hak Allah,saat itu di Mekah.
Hanya 4..
1. Bangkai
2. Darah yang mengalir (darah sisa di daging boleh dimakan)
3. Babi
4. Hewan disembelih bukan atas nama Allah.
Setelah di Madinah, ada tambahan pengharaman.
Dalam kondisi terdesak boleh makan yang haram, secukupnya untuk sambung hidup.
Tuhanmu Maha Pengampun, Maha Penyayang, ini menunjukkan bahwa dalam keadaan terpaksa makan yang diharamkan adalah halal.
Dalam surat Al Maidah ada tambahan hewan yang haram (jatuh, dimakan hewan buas dll), juga ada pengharaman khamr.
Dari sunnah, hewan buas , dan burung yang kuku tajam,diharamkan.
Selain itu khilaf, misalnya kuda, ular, landak,buaya dll.
Ular diperintahkan untuk dibunuh sehingga haram.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَعَلَى الَّذِيْنَ هَا دُوْا حَرَّمْنَا كُلَّ ذِيْ ظُفُرٍ ۚ وَمِنَ الْبَقَرِ وَا لْغَـنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُوْمَهُمَاۤ اِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُوْرُهُمَاۤ اَوِ الْحَـوَايَاۤ اَوْ مَا اخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۗ ذٰلِكَ جَزَيْنٰهُمْ بِبَـغْيِهِمْ ۚ وَاِ نَّا لَصٰدِقُوْنَ
“Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku, dan Kami haramkan kepada mereka lemak sapi dan domba, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena kedurhakaannya. Dan sungguh, Kami Maha Benar.” (QS. Al-An’am 6: Ayat 146)
Hukuman bagi Yahudi yang durhaka , diharamkan, diantaranya Hewan yang kukunya tidak terpisah (nempel),lemak sapi dan kambing yang dari bagian tertentu.
Itu adalah hukuman bagi mereka yang halal atas kedurhakaannya.
Aslinya semua makanan halal bagi Yahudi namun karena durhaka, akhirnya Allah hukum. (ada di kitab perjanjian lama).
Nabi Isa atas perintah Allah halalkan sebagian yang diharamkan untuk Yahudi, namun Nabi Isa dimusuhi oleh yahudi.
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَاِ نْ كَذَّبُوْكَ فَقُلْ رَّبُّكُمْ ذُوْ رَحْمَةٍ وَّا سِعَةٍ ۚ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهٗ عَنِ الْقَوْمِ الْمُجْرِمِيْنَ
“Maka, jika mereka mendustakan kamu, katakanlah, “Tuhanmu mempunyai rahmat yang luas, dan siksa-Nya kepada orang-orang yang berdosa tidak dapat dielakkan.”” (QS. Al-An’am 6: Ayat 147)
Allah luas rahmat-Nya namun, bila Allah adzab, tidak ada yang dapat menahannya.
Semoga bermanfaat.
$$##-aa-##$$


