Uncategorized

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3

This entry is part 3 of 16 in the series Bantahan_thd_liberal

Diterbitkan pertama kali pada: 14-Nov-2021 @ 21:17

4 menit membaca

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
9 Rabi’ul Akhir 1443H

SEJARAH PLURALISME

▶️Pada agama samawi (Nasrani, yahudi).

Yahudi, tidak ada pluralisme agama, karena yahudi agama yang tertutup, eksklusif, sangat rasis.

Mereka anggap diri mereka sebagai wali-wali Allah, sampai Allah memerintahkan Rasulullah ﷺ untuk membantahnya

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ يٰۤاَ يُّهَا الَّذِيْنَ هَا دُوْۤا اِنْ زَعَمْتُمْ اَنَّكُمْ اَوْلِيَآءُ لِلّٰهِ مِنْ دُوْنِ النَّا سِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

“Katakanlah (Muhammad), “Wahai orang-orang Yahudi! Jika kamu mengira bahwa kamulah kekasih/wali-wali Allah, bukan orang-orang yang lain, maka mintalah kematianmu, jika kamu orang yang benar.””
(QS. Al-Jumu’ah 62: Ayat 6)

Dalam ayat yang lain,

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

قُلْ اِنْ كَا نَتْ لَـکُمُ الدَّا رُ الْاٰ خِرَةُ عِنْدَ اللّٰهِ خَا لِصَةً مِّنْ دُوْنِ النَّا سِ فَتَمَنَّوُا الْمَوْتَ اِنْ کُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Jika negeri akhirat di sisi Allah, khusus untukmu saja bukan untuk orang lain, maka mintalah kematian jika kamu orang yang benar.””
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 94)

Tetapi mereka bakalan tidak meminta kematian itu

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَ لَنْ يَّتَمَنَّوْهُ اَبَدًا بِۢمَا قَدَّمَتْ اَيْدِيْهِمْ ۗ وَا للّٰهُ عَلِيْمٌ بِۢا لظّٰلِمِيْنَ
“Tetapi mereka tidak akan menginginkan kematian itu sama sekali karena dosa-dosa yang telah dilakukan tangan-tangan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang zalim.”
(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 95)

Kata para ulama ayat ini adalah ayat mubahalah. Ini tantangan kepada mereka.

📌Adapun liberalisme ada dalam perkara-perkara duniawi. Seperti kesetaraan gender, homo dst

▶️Pada agama non sammwi

Pertama kali muncul benih-benih pluralisme di kalangan Nasrani pada jaman pencerahan (age of enlightenment), sekitar abad 18.

Muncul, karena negara dikuasai oleh pihak gereja sehingga timbul diskriminasi, sementara banyak pakar, tokoh yang menentang pihak gereja. Minta toleransi dalam segala hal, termasuk agama.

Terus berkembang dan berkembang sampai ke agama.

Puncaknya, pada tahun 1965 M,konsili dibawah Paus Paulus VI memutuskan bahwa keselamatan akan diperoleh bagi orang-orang diluar gereja juga,bahkan yang dari agama lain.

Gereja juga hormati kalangan muslim.

Awal abad 20, pluralisme agama lebih mengakar dalam budaya eropa. John Hick adalah bapak pluralisme.. Dari Nasrani.

Premansory, perkumpulan yang dibuat oleh Yahudi yang seakan-akan menerima seluruh agama tetapi faktanya memusuhi seluruh agama.

▶️ Agama non samawi (tidak menerima kitab suci yang diturunkan Tuhan)

Hindu (paling tua), ada tokoh Brahma Samaj.
Buda
Sikh

Abad 19M muncul Sri Rama Khrisna, yang mengatakan semua agama punya satu tujuan.

Muncul agama baru, Sikh,
Merupakan cikal bakal pluralisme, awalnya perpaduan Islam dan Hindu.

Dibuat oleh habir, diteruskan oleh anaknya Nanak.

Namun yang bener-bener pluralisme adalah yang dari Nasrani, dimotori oleh John Hick.

Perubahan yang dilakukan adalah perubahan ritual agama masing-masing.

Pluralisme John Hick adalah tetap menjaga identitas masing-masing agama tanda merubahnya akan tetapi agama adalah benar, karena teori tentang tuhan tidak beragam.

Dari-dai pluralisme tidak komitmen, kenyataan mereka juga merubah syariat agama.

⛔Mereka menolak :
syariat Jihad,
membayar Jizyah,
menolak tidak ada warisan beda agama.
Menolak tidak sah nya wanita muslimah dinikahi pria kafir.

Mereka tidak masalah dengan ritual ibadah.

✳️ SEJARAH PLURALISME di Dunia Islam

Mereka ingin mengesankan pluralisme sudah ada dari dulu, seperti kaum sufi.

❔ *Apakah Ibnu Arabi yang wafat 638H menyerukan pluralisme? Demikian juga dai-dai wahdatul wujud.
Demikian juga Ar Rumi, Al Jili.

Ibnu Arobi : semua alam semesta ini adalah Tuhan dan Tuhan adalah alam semesta.
Hamba adalah Tuhan dan Tuhan adalah hamba..

Ternyata Ibnu Arobi bukan pluralisme,tetapi wahdatul wujud. Tidak seperti yang diseru oleh

Ibnu Arobi, orang yang diadzab (Firaun, kaum Nuh, dst ), adalah orang yang beriman.

Semua makhluk adalah Tuhan dan makhluk adalah Tuhan , hakikat Ahyadiyyah.
Dengan demikian semua yang disembah oleh seluruh manusia (sapi, yesus, malaikat, matahari, dll) semua adalah satu, yaitu Allah.

Ini bertentangan dengan keyakinan agama yang ada.

Ibnu Arobi menyalahkan agama-agama yang ada. Karena masing-masing membatasi penyembahan pada Tuhannya manusia.

Sementara ajaran pluralisme tidak menyalahkan agama mana pun. (bahkan mengakui)

Kesimpulan : Pluralisme agama tidak pernah dikenal dalam sejarah Islam sebelumnya, produk.

➡️ FAKTOR-FAKTOR MUNCULNYA PLURALISME DI DUNIA ISLAM

1️⃣ faktor external,

▶️dari interaksi para mahasiswa dengan dunia Eropa dll.
Mereka belajar dari orang kafir untuk masuk surga.

▶️ Masuknya filsafat (Yunani, yang diterjemahkan) dalam dunia Islam.
Diantara adalah teori relativisme,tidak ada yang absolut. Ini senjata utama orang-orang liberal. Ini juga mengantarkan kepada sebab internal

2️⃣ faktor internal

▶️ Munculnya sekte bathiniyyah, yang memahami Al Qur’an dan Sunnah dengan tafsir bathin, bukan tafsir kontekstual.

Ada 10 laqob untuk sekte ini.

Mereka meyakini ada tafsir bathin di balik ayat-ayat Allah.

Ini berbahaya bahwa setiap ayat punya tafsir bathin.

Nurcholis Madjid berkata, “Firman-firman berkenaan dengan surga dan neraka misalnya bagi kaum muslimin bersifat muhkamat, tetapi bagi sebagian mereka, yaitu bathiniyyah, bersifat mutasyabihat sehingga pelukisan tentang surga dan neraka itu mereka pahami sebagai metafor metafor atau kias2 yang tidak mesti merujuk pada hakikatnya. Disini peranan hermeneutika menjadi penting.”

Hermeneutika itu tafsir tanpa kaidah.
Bathiniyyah adalah firqah sesat..

▶️ Muncul filsuf Islami (yang terpengaruh oleh aristoteteles dll) yang mereka juga memiliki takwil2 terhadap dhahir Qur’an.

Contoh adalah Ibnu Sina. Tokoh filsuf.
Ibnu Rusyd.

Menurut Ibnu Sina, ayat-ayat Al Qur’an misalnya tentang surga, neraka, hari kebangkitan, sehingga perlu ditafsirkan dengan kontekstual.

Adapun orang-orang awam harus tafsir tekstual agar mereka taat.

Mereka mengatakan Nabi ﷺ itu bohong tetapi untuk kemaslahatan.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Bantahan_thd_liberal

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2 BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?