BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
Diterbitkan pertama kali pada: 09-Nov-2021 @ 21:28
4 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
4 Rabi’ul Akhir 1443H
✔️Telah dijelaskan, sisi pendalilan.
Agama yang diridhai Allah hanyalah Islam
1. Pernyataan Allah
2. Ahli Kitab telah divonis kafir, musyrik, di neraka dalam Al Qur’an.
➡️3. Sisi berikutnya, Allah jadikan Al Qur’an sebagai Muhaimin, menjadi hakim bagi kitab-kitab sebelumnya (dimansukh).
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab yang diturunkan sebelumnya dan menjaganya, maka berhukumlah menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. ”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 48)
Nabi wajib berhukum dengan Al Qur’an kepada siapapun, ahlul kitab maupun yang lainnya.
⏩Hal ini didukung bahwa kitab-kitab sebelumnya telah mengalami perubahan. Yang Allah sebutkan dalam Al-Qur’an.
▶️1. Merubah ayat-ayat Allah
يُحَرِّفُونَ ٱلْكَلِمَ عَن مَّوَاضِعِهِ
mereka mengubah perkataan dari tempat-tempatnya.
▶️2. Sengaja melupakan ayat-ayat Allah
وَنَسُوا۟ حَظًّۭا مِّمَّا ذُكِّرُوا۟ بِهِ
dan mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan dengannya, (Taurat dan Injil tidak lengkap)
▶️3. Mereka mengarang ayat-ayat Allah
فَوَيْلٌۭ لِّلَّذِينَ يَكْتُبُونَ ٱلْكِتَـٰبَ بِأَيْدِيهِمْ ثُمَّ يَقُولُونَ هَـٰذَا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ لِيَشْتَرُوا۟ بِهِۦ ثَمَنًۭا قَلِيلًۭا ۖ فَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا كَتَبَتْ أَيْدِيهِمْ وَوَيْلٌۭ لَّهُم مِّمَّا يَكْسِبُونَ
Maka kecelakaan yAng besarlah bagi orang-orang yang menulis Al Kitab dengan tangan mereka sendiri, lalu dikatakannya; “Ini dari Allah”, (dengan maksud) untuk memperoleh keuntungan yang sedikit dengan perbuatan itu. Maka kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang ditulis oleh tangan mereka sendiri, dan kecelakaan yang besarlah bagi mereka, akibat apa yang mereka kerjakan.
Allah sebutkan kata celaka 3x.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ نَّ مِنْهُمْ لَـفَرِيْقًا يَّلْوٗنَ اَلْسِنَتَهُمْ بِا لْكِتٰبِ لِتَحْسَبُوْهُ مِنَ الْكِتٰبِ وَمَا هُوَ مِنَ الْكِتٰبِ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ وَمَا هُوَ مِنْ عِنْدِ اللّٰهِ ۚ وَيَقُوْلُوْنَ عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ وَ هُمْ يَعْلَمُوْنَ
“Dan sungguh, di antara mereka niscaya ada segolongan yang memutarbalikkan lidahnya membaca kitab, agar kamu menyangka (yang mereka baca) itu sebagian dari Kitab, padahal itu bukan dari Kitab dan mereka berkata, “Itu dari Allah,” padahal itu bukan dari Allah. Mereka mengatakan hal yang dusta terhadap Allah, padahal mereka mengetahui.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 78)
▶️4. Ada yang mereka sembunyikan.
Maka kita tidak boleh mencari hidayah dari kitab lain.
عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ الَّله أَنَّ عُمَرَ بْنَ الْخَطَّابِ أَتَى النَّبِيَّ بِكِتَابٍ أَصَابَهُ مِنْ بَعْضِ أَهْلِ الْكُتُبِ فَقَرَأَهُ النَّبِيُّ فَغَضِبَ فَقَالَ: أَمُتَهَوِّكُونَ فِيهَا يَا ابْنَ الْخَطَّابِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَقَدْ جِئْتُكُمْ بِهَا بَيْضَاءَ نَقِيَّةً لَا تَسْأَلُوهُمْ عَنْ شَيْءٍ فَيُخْبِرُوكُمْ بِحَقٍّ فَتُكَذِّبُوا بِهِ أَوْ بِبَاطِلٍ فَتُصَدِّقُوا بِهِ، وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ لَوْ أَنَّ مُوسَى كَانَ حَيًّا مَا وَسِعَهُ إِلَّا أَنْ يَتَّبِعَنِي
Dari Jabir bin ‘Abdillah radhiallahu ‘anhuma, Suatu saat ‘Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhu menghadap Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan membawa sebuah kitab yang ia dapatkan dari sebagian Ahli Kitab. Lalu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam membacanya. Beliau kemudian marah dan bersabda, “Apakah engkau termasuk orang yang bingung, wahai Ibnul Khaththab? Demi Dzat yang jiwaku berada di Tangan-Nya sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa agama yang putih bersih. Jangan kalian bertanya sesuatu kepada mereka (Ahlul Kitab) karena (boleh jadi) mereka mengabarkan al-haq kepada kalian namun kalian mendustakan al-haq tersebut, atau mereka mengabarkan satu kebatilan lalu kalian membenarkan kebatilan tersebut. Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-Nya, seandainya Musa ‘alaihissalam masih hidup niscaya tidak diperkenan baginya melainkan dia harus mengikutiku.”
HR Ahmad
➡️ 4 Allah mewajibkan Nabi-Nabi yang lain agar ikut Nabi Muhammad ﷺ
Seperti dalam hadits di atas.
Dan dalam Al Qur’an,
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ اَخَذَ اللّٰهُ مِيْثَا قَ النَّبِيّٖنَ لَمَاۤ اٰتَيْتُكُمْ مِّنْ كِتٰبٍ وَّحِكْمَةٍ ثُمَّ جَآءَكُمْ رَسُوْلٌ مُّصَدِّقٌ لِّمَا مَعَكُمْ لَـتُؤْمِنُنَّ بِهٖ وَلَـتَـنْصُرُنَّهٗ ۗ قَا لَ ءَاَقْرَرْتُمْ وَاَ خَذْتُمْ عَلٰى ذٰ لِكُمْ اِصْرِيْ ۗ قَا لُوْۤا اَقْرَرْنَا ۗ قَا لَ فَا شْهَدُوْا وَاَ نَاۡ مَعَكُمْ مِّنَ الشّٰهِدِيْنَ
“Dan (ingatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para nabi, “Manakala Aku memberikan Kitab dan Hikmah kepadamu, lalu datang kepada kamu seorang rasul yang membenarkan apa yang ada pada kamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman, “Apakah kamu setuju dan menerima perjanjian dengan-Ku atas yang demikian itu?” Mereka menjawab, “Kami setuju.” Allah berfirman, “Kalau begitu bersaksilah kamu (para nabi) dan Aku menjadi saksi bersama kamu.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 81)
Maka ketika Nabi Isa alaihissalam ketika turun ke bumi berhukum dengan Islam dan bahkan jadi makmum Imam Mahdi.
Praktek Nabi ﷺ mendakwahi Ahli Kitab dan majusi agar masuk Islam.
Nabi ﷺ kirim surat kepada Heraklius.
Karena Nabi ﷺ tahu mereka salah..
Ini jelas beda dengan klaim orang-orang liberal.
✳️ Pluralisme
⏩Ada 3 istilah
♦️1. Pluralisme agama.
Berasal dari dua kata
Plural = keragaman / Heterogen
Agama = para pegiat pluralis tidak membatasi makna agama pada masalah ketuhanan. Mencakup ideologi baru juga.
Terdapat hal tolak belakang diantara pakar pluralisme. Seperti antara Jalaludin Rahmat dan Abdm Moqsith Ghazali yang tidak jelas definisi pluralisme dari sisi ideologi …
Yang tepat adalah definisi dari MUI yang intinya menyatakan semua agama masuk surga.
♦️2. Eksklusifisme agama
Merasa benar sendiri yang lain salah, asal dari keyakinan semua agama.
Masing-masing agama merasa ekslusif
♦️3. Inklusifisme agama. (lawan Eksklusifisme).
Mirip dengan pluralisme.
Zuhari mengatakan Inklusifisme adalah Inti semua ajaran intinya sama,pengungkapan berbeda.
Jalaludin rahmat.. Semua agama itu kembali kepada Allah, Islam, Hindu, Budha, Nasrani, yahudi kembali kepada Allah.
✳️ Landasan Pluralisme agama
1️⃣ Semua agama benar dan mengantarkan ke surga.
Termasuk Ahli Kitab dan non samawi (Budha, hindu, sinto)
2️⃣ Hukum-hukum syariat harus tunduk kepada maslahat.
Menurut mereka, syariat adalah sarana dan maslahat adalah tujuan.. Kesimpulan sarana boleh dirubah untuk cari tujuan. Makanya syariat boleh dirubah.
Mereka suka mencela fikih-fikih klasic.
Mereka mencela/menghina Islam Syafi’i.. Fikih tidak berkembang dst.
Agama adalah sarana menuju peradaban mulia. (peradaban adalah tujuan). Kalau begitu agama mana pun asal tujuan nya bagus sama…
3️⃣ Tidak ada kebenaran yang absolut, semua nya nisbi atau relatif.
4️⃣ Teks syariat (Al Qur’an dan hadits) jangan ditafsirkan secara harfiah (tekstual) tetapi dengan kontekstual, sehingga muncul tafsir hermeneutika.
Contoh, mereka berkata homoseksual itu halal.. (cara).
Muncul fikih lintas agama yang ngaco.
Contoh.
Doa bersama dengan tuhan bareng-barengan.
Nikah beda agama boleh
Homoseksual halal
Warisan boleh bagi Yang beda agama
Istri boleh menceraikan
Laki-laki ada masa idah juga
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


