Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATematikAqidah

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN

This entry is part 7 of 16 in the series Bantahan_thd_liberal

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Des-2021 @ 21:48

5 menit membaca

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
22 Jumadil Ula 1443

➡️ Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN

Pola pikir mereka adalah keadilan adalah substansi dan agama adalah sarana.

▶️ Logika berfikir (syubhat).

1. Tujuan yang hendak dicapai seluruh agama adalah keadilan.
2. Seluruh agama hanyalah sarana (baju atau wujud lahiriyah).

⛔Kesimpulan mereka : semua agama yang menyeru kepada keadilan maka itu adalah agama yang benar.

➡️Ulil Abshar Abdalla berkata, “Musuh semua agama adalah ketidakadilan. Nilai yang diutamakan Islam adalah keadilan. Misi Islam yang saya anggap paling penting sekarang adalah bagaimana menegakkan keadilan di muka bumi, terutama di bidang politik dan ekonomi (tentu juga di bidang budaya), bukan menegakkan jilbab, mengurung kembali perempuan, memelihara jenggot, memendekkan ujung celana, dan tetek bengek masalah yang menurut saya bersifat furu’iyyah”. (Menjadi Muslim Liberal hal 8).

➡️Ulil juga berkata, “Setiap nilai kebaikan, di mana pun tempatnya, sejatinya adalah nilai Islami juga. Islam, seperti pernah dikemukakan Cak Nur dan sejumlah pemikir lain, adalah ‘nilai generis’ yang bisa ada di Kristen, Hindu, Budha, Konghucu, Yahudi, Taoisme, agama dan kepercayaan lokal, dan sebagainya. Bisa jadi, kebenaran ‘Islam’ bisa ada dalam filsafat Marxisme. Saya tidak lagi memandang bentuk, tetapi isi. Keyakinan dan praktik keislaman yang dianut oleh orang-orang yang menamakan diri sebagai umat Islam hanyalah ‘baju’ dan formal. Bukan itu yang penting. Yang pokok adalah nilai yang tersembunyi di baliknya. Amat konyol umat manusia bertikai karena perbedaan ‘baju’ yang dipakai, sementara mereka lupa, inti ‘memakai baju’ yang dipakai adalah menjaga martabat manusia sebagai makhluk berbudaya. Semua agama adalah baju, sarana, wasilah, alat untuk menuju tujuan pokok : penyerahan diri kepada Yang Maha Benar.” (Menjadi Muslim Liberal, hal 6-7).

➡️H. Husein Muhammad berkata,” Keadilan adalah pilar utama bagi tegaknya kehidupan manusia. Kesejahteraan suatu bangsa hanya bisa terwujud manakala keadilan ditegakkan dan kezaliman dihapuskan. Simbol-simbol dan identitas-identitas apa pun, termasuk identitas agama, tidak dapat menjamin kebahagiaan suatu bangsa jika ditegakkan atas sistem tiranik (zhulm).”

♦️Dalil mereka, ada beberapa.

🖊️1. Logika : Intisari agama adalah kebersamaan, keadilan, rahmat, toleransi, hikmah, persamaan, kemanusiaan, kebebasan dll.

📌Mereka namakan dengan Qath’iyyat (kebenaran absolut). Dan Al Kulliyyat (universal).

Semua yang bertentangan dengan itu ditolak. Misalnya menyalahkan agama lain.

Dan itu harus didahulukan daripada nash karena nash itu bersufat dzani (persanggkaan).

🖊️ 2. Tujuan agama adalah menjaga lima perkara,diantaranya menjaga agama, menjaga nyawa, menjaga harta, menjaga keturunan, menjaga akal.

Berdasar perkataan Syatibi.

Menjaga agama ditafsirkan sekarang dengan kebebasan beragama.

🖊️3. QUR’AN Surat Hud ayat 117.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَمَا كَا نَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ

“Allah tidak akan membinasakan suatu negeri karena sekedar syirik saja tetapi karena dhalim.” (QS. Hud 11: Ayat 117)

⏩ dalil 1,dalam syariat ada Intisari perkara-perkara yang Qath’i (tidak mungkin salah) dan kully (tidak mungkin berubah)

Persamaan, Keadilan, Kebebasan, Toleransi, Kasih sayang

Inilah ide pokok Tuhan.

✳️ Kelaziman buruk dari logika ini:

▶️1. Syariat / hukum yang ada sekarang ini bukan hukum Allah tetapi hukum manusia,yang dipraktekkan oleh Nabi ﷺ dalam rangka mewujudkan hukum Allah.
(yang berupa ide pokok)

➡️Abdul Moqsith Ghazali berkata, ” toleransi.. Merupakan salah satu ajaran inti Islam yang sejajar dengan agama lain seperti rahmat, hikmah, kemaslahatan universal, keadilan. Beberapa ajaran inti Islam tersebut merupakan sesuatu yang Qath’iyyat, yakni tidak bisa dibatalkan dengan nalar apapun dan Kulliyyat (universal), melintasi ruang dan waktu (zaman dan tempat)”

➡️ Ulil berkata,” Menurut saya, tidak ada yang disebut ‘Hukum Tuhan’ dalam pengertian seperti dipahami kebanyakan orang Islam. Misalnya hukum Tuhan tentang pencurian, jual beli, pernikahan, pemerintahan, dsb. Yang ada adalah prinsip-prinsip umum yang universal yang dalam tradisi pengkajian hukum Islam klasik disebut sebagai maqashidusy-syariah atau tujuan umum syariat. Nilai-nilai itu adalah perlindungan atas kebebasan beragama, akal, kepemilikan, keluarga/keturunan, dan kehormatan (honor). Bagaimana nilai-nilai itu diterjemahkan dalam konteks sejarah dan sosial tertentu, itu adalah urusan manusia muslim sendiri.”

▶️ 2. Berarti hukum bisa dirubah sesuai tuntutan kemaslahatan. Inilah Islam progresif.

Kata mereka jangan ikuti Islam yang fosil.

Ulil berkata,” Jika Islam hendak diseret kepada suatu penafsiran yang justru berlawanan dengan maslahat manusia itu sendiri, atau malah menindas kemanusiaan, maka Islam semacam ini adalah agama fosil yang tidak lagi berguna buat umat Islam. Mari kita cari Islam yang lebih segar, lebih cerah yang lebih memenuhi maslahat manusia. Mari kita tinggalkan Islam yang beku, yang menjadi sarang dogmatism yang menindas maslahat manusia itu sendiri.

🖊️ 3. Mereka menuduh Islam tidak relevan dengan zaman sekarang.

📌 BANTAHAN.

1️⃣. Kita setuju dengan ide-ide pokok tapi penerapan sesuai dengan praktik Nabi ﷺ bukan dengan hawa nafsu mereka.

2️⃣Jika kita harus memunculkan hukum-hukum baru lantas keputusan siapa yang jadi patokan?

Intinya Al Qur’an dan Hadits yang detail expaired..

3️⃣ Detail. (Dr. Shalah al-Shawi.

1. Syariat ini berlaku sampai akhir zaman.
2. Ayat-ayat Al-Quran dan Sunnah berlaku sampai akhir zaman
3. Allah tidak membebani hamba-Nya dengan memerintahkan membuat hukum yang mereka tidak mampu
4. Syariat ada yang fix (masalah ibadah dan aqidah) dan ada yang fleksibel (muamalah).

📌 Dalil 2 : 5 perkara yang harus dijaga, yaitu agama, nyawa, harta, akal, nasab.

Contoh jaga nasab (larangan zina, adanya masa idah). Jaga harta (larangan mencuri), jaga akal (larangan khamr), jaga agama (larangan merubah agama).

Skala prioritas : agama, nyawa, harta.

➡️ AM Ghazali :… Kemaslahatan dapat diwujudkan dengan menjaga lima perkara. Kata Al – Syathibi.

Jaga agama dimaknai mereka bebas beragama. Ini kedustaan AM Ghazali.
Skala prioritas : agama, nyawa, harta
Pilih agama daripada jaga nyawa..

Yang dimaksud jaga agama adalah agama Islam, karena menurut Syathibi disyariatkan jihad dan membunuh orang murtad.

📌 DALIL 3 : QS Hud ayat 117.

وَمَا كَا نَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ الْقُرٰى بِظُلْمٍ وَّاَهْلُهَا مُصْلِحُوْنَ

“Dan Tuhanmu tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zalim, selama penduduknya orang-orang yang berbuat kebaikan.” (QS. Hud 11: Ayat 117)

Pendalilan liberal : Allah tidak akan adzab hanya karena syirik semata, tetapi Allah hanya mengadzab jika berbuat dhalim (tidak adil).

Jika demikian, jangan terlalu sensitif terhadap kesyirikan.

❕ BANTAHAN. Ayat ini ada 2 penafsiran.

▶️1. Ar Razi dan Al Qurthubi : Allah tidak akan membinasakan secara total. Jika hanya karena syirik tapi harus dengan maksiat yang lain. Contoh kaum Luth (syirik dan maksiat)

⏩2. Mayoritas ahli tafsir. Misal Ath Thabari.
Allah Tidak pernah adzab dengan cara dzalim (tanpa kesalahan). (ini lebih benar).

✔️Taruhlah milih pendapat pertama, bukan berarti syirik boleh. Dan tidak diadzab.

Justru ayat-ayat menunjukkan ada adzab hanya ada karena syirik. Qs Al Kahfi 35-42 (kebun yang rusak). Dan Kisah Nabi Nuh (adzab banjir)

✔️ Taruhlah tidak ada adzab didunia, ada adzab di akhirat bagi orang kafir.
Banyak contoh orang baik (tidak dzalim kepada orang lain) tetapi disiksa karena musyrik.

Contoh kaum Nasrani Qs Al Maidah : 73),

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

لَـقَدْ كَفَرَ الَّذِيْنَ قَا لُوْۤا اِنَّ اللّٰهَ ثَا لِثُ ثَلٰثَةٍ ۘ وَمَا مِنْ اِلٰهٍ اِلَّاۤ اِلٰـهٌ وَّا حِدٌ ۗ وَاِ نْ لَّمْ يَنْتَهُوْا عَمَّا يَقُوْلُوْنَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا مِنْهُمْ عَذَا بٌ اَ لِيْمٌ
“Sungguh, telah kafir orang-orang yang mengatakan bahwa Allah adalah salah satu dari yang tiga, padahal tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa azab yang pedih.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 73)

Contoh lain : Abu Thalib, Amru bin Luhai, Abdullah bin Jud’an.

Semoga bermanfaat..

##$$-aa-$$##

Bantahan_thd_liberal

BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?