BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#1
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#2
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#3
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#4
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#6 SYUBHAT-2: Tidak ada kebenaran Absolut
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#7: Syubhat 3 : TUJUAN SEMUA AGAMA MENYERU KEPADA KEADILAN
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#8 -Syubhat 4 : AJARAN SEMUA AGAMA SAMA
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#9
- BANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#10 Syubhat #6
Diterbitkan pertama kali pada: 07-Des-2021 @ 21:42
6 menit membacaBANTAHAN TERHADAP KAUM LIBERAL#5
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
3 Jumadil Ula 1443
➡️ Syubhat 1 : ALLAH MENGHENDAKI PLURALISME AGAMA
Sisi pendalilan mereka bahwa dalam Al Qur’an ada ayat-ayat yang menyatakan bahwa tidak menghendaki umat hanya satu.
Contohnya..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَـعَلَ النَّا سَ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلَا يَزَا لُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَ
“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih (pendapat),”
(QS. Hud 11: Ayat 118)
{وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً}
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya satu umat (saja). (Al-Maidah: 48) dan QS An Nahl ayat 94.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
يٰۤاَ يُّهَا النَّا سُ اِنَّا خَلَقْنٰكُمْ مِّنْ ذَكَرٍ وَّاُنْثٰى وَجَعَلْنٰكُمْ شُعُوْبًا وَّقَبَآئِلَ لِتَعَا رَفُوْا
“Wahai manusia! Sungguh, Kami telah menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal.”
(QS. Al-Hujurat 49: Ayat 13)
Ini yang mereka jadikan dalil bahwa Allah ingin umat ini beragam dan pluralisme.
♦️ BANTAHAN
Dari dua sisi.
▶️1. Kehendak Allah tersebut adalah Iradah Kauniyyah, yang tidak melazimkan Allah rido. Akan tetapi Allah takdirkan itu terjadi.
Contoh. (namun Allah tidak rido)
– Adanya Iblis adalah kehendak Allah
– adanya Fir’aun juga atas kehendak Allah
– terjadi perzinahan, pembunuhan
⏩2. Bahwasanya ayat-ayat yang dijadikan dalil ternyata dipotong oleh kaum pluralis, jika dilihat ayat secara utuh apalagi melihat sebelum dan sesudahnya maka sangat jelas justru membantah kaum pluralis.
Iradah Kauniyyah, Allah kehendaki tapi tidak Allah cintai.
⛔Kata mereka, misalnya
📌Husein Muhammad : “Begitu banyak Tuhan menuturkan tentang ide pluralisme ini m Tuhanlah yang menghendaki makhluk-Nya bukan hanya berbeda secara realitas fisikal, melainkan juga berbeda-beda dalam ide, gagasan, berkeyakinan, dan beragama, sebagaimana yang disebutkan dalam firman-Nya. (ayat-ayat di atas misal QS Hud ayat 118, QS Al Maidah 48).Dengan demikian, sangatlah jelas bahwa ketunggalan dalam beragama dan berkeyakinan tidaklah dikehendaki Tuhan.”
📌 Dia juga berkata,” Jika Tuhan menghendaki bahwa manusia diciptakan berbeda-beda, maka adalah sangat logis dan amat bijaksana bahwa Dia juga memberikan perlindungan-Nya kepada para penganut agama yang berbeda-beda tersebut dan tempat-tempat mereka menyembah, mengagungkan otoritas yang mereka yakini.”
📌 Komaruddin Hidayat dalam kitab Psikologi Beragama, berkata,” Berkaitan dengan pluralisme agama, Al Qur’an secara eksplisit berulang kali mengungkapkan bahwa keanekaragaman flora, fauna, bangsa, bahasa serta agama merupakan tanda-tanda kebesaran Allah”. (ini dusta, Allah tidak mengatakan seperti itu – agama)
📌 Jalaludin Rakhmat, berkata, “Tuhan tidak menghendaki kamu semua menganut agama yang tunggal. Keragaman itu dimaksudkan untuk menguji kita semua. Ujiannya adalah seberapa banyak kita memberikan kontribusi kebaikan kepada umat manusia. Setiap agama disuruh untuk bersaing dengan agama yang lain dalam memberikan kontribusi kepada kemanusiaan”.
✳️ BANTAHAN
▶️1. TIDAK semua yang dikehendaki Allah dicintai Allah. Terkadang Allah kehendaki suatu yang buruk karena ada hikmah dibalik itu.
Contoh,
Allah kehendaki adanya iblis, dan menangguhkan kematian iblis untuk menggoda karena ada hikmahnya.
♦️Iradah Allah ada dua.♦️
➡️1. Iradah Syariyyah, kehendak Allah yang Allah cintai namun belum tentu terjadi.
Contoh
Allah ingin Firaun beriman, oleh karena itu Allah utus Musa dan Harun.
Tidak beriman nya Fir’aun adalah iradah kauniyyah, sedangkan Allah ingin Firaun beriman adalah iradah Syariyyah (yang tidak terjadi).
Contoh lain.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَا للّٰهُ يُرِيْدُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْكُمْ ۗ وَيُرِيْدُ الَّذِيْنَ يَتَّبِعُوْنَ الشَّهَوٰتِ اَنْ تَمِيْلُوْا مَيْلًا عَظِيْمًا
“Dan Allah hendak menerima tobatmu, sedang orang-orang yang mengikuti keinginannya menghendaki agar kamu berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran).”
(QS. An-Nisa’ 4: Ayat 27)
➡️2. Iradah Kauniyyyah, yaitu kehendak Allah yang pasti terjadi namun tidak mesti dicintai oleh Allah.
Contoh
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنْ يُّرِدِ اللّٰهُ اَنْ يَّهْدِيَهٗ يَشْرَحْ صَدْرَهٗ لِلْاِ سْلَا مِ ۚ وَمَنْ يُّرِدْ اَنْ يُّضِلَّهٗ يَجْعَلْ صَدْرَهٗ ضَيِّقًا حَرَجًا كَاَ نَّمَا يَصَّعَّدُ فِى السَّمَآءِ
“Barang siapa dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan membukakan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barang siapa dikehendaki-Nya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan-akan dia (sedang) mendaki ke langit.”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 125)
✳️Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذَاۤ اَرَا دَ اللّٰهُ بِقَوْمٍ سُوْٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهٗ ۚ وَمَا لَهُمْ مِّنْ دُوْنِهٖ مِنْ وَّا لٍ
“Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 11)
✔️Diantara dalil bahwa pluralisme agama berselisih (iradah kauniyyah) tidak Allah ridho adalah.
Allah mencela perpecahan dan menyeru persatuan.
Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا
Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kalian bercerai-berai.(Ali Imran: 103) (jadi beda dengan orang pluralisme).
Allah melarang kaum muslim meniru Yahudi dan Nasrani yang terpecah belah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَا تَكُوْنُوْا كَا لَّذِيْنَ تَفَرَّقُوْا وَا خْتَلَفُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ الْبَيِّنٰتُ ۗ وَاُ ولٰٓئِكَ لَهُمْ عَذَا بٌ عَظِيْمٌ
“Dan janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang bercerai-berai dan berselisih (Yahudi dan Nasrani) setelah sampai kepada mereka keterangan yang jelas. Dan mereka itulah orang-orang yang mendapat azab yang berat,”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 105)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
تَحْسَبُهُمْ جَمِيْعًا وَّقُلُوْبُهُمْ شَتّٰى ۗ ذٰلِكَ بِاَ نَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُوْنَ
“Kamu kira mereka itu bersatu padahal hati mereka terpecah belah. Yang demikian itu karena mereka orang-orang yang tidak mengerti.”
(QS. Al-Hasyr 59: Ayat 14)
مُنِيبِينَ إِلَيْهِ وَاتَّقُوهُ وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَلا تَكُونُوا مِنَ الْمُشْرِكِينَ (31) مِنَ الَّذِينَ فَرَّقُوا دِينَهُمْ وَكَانُوا شِيَعًا كُلُّ حِزْبٍ بِمَا لَدَيْهِمْ فَرِحُونَ (32) }
“dengan kembali bertobat kepada-Nya dan bertakwalah kepada-Nya serta dirikanlah salat dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yaitu orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan. Tiap-tiap golongan merasa bangga dengan apa yang ada pada golongan mereka.” Qs Ar Rum ayat 31-32.
Jadi Allah tidak suka dengan perpecahan.
♦️BANTAHAN 2
mereka memotong-motong ayat.
Muqaddimah : banyak ayat yang menjelaskan Allah tidak ingin umat cuma satu tapi beragam, akan tetapi yang beragam diklasifikasikan menjadi dua kelompok.
1. Yang dapat hidayah, masuk surga
2. Yang sesat, masuk neraka.
Dalil QS Al An’am 149.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ فَلِلّٰهِ الْحُجَّةُ الْبَا لِغَةُ ۚ فَلَوْ شَآءَ لَهَدٰٮكُمْ اَجْمَعِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Alasan yang kuat hanya pada Allah. Maka, kalau Dia menghendaki, niscaya kamu semua mendapat petunjuk.””
(QS. Al-An’am 6: Ayat 149)
📌Ternyata tidak semua Allah beri hidayah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ يُّضِلُّ مَنْ يَّشَآءُ وَيَهْدِيْ مَنْ يَّشَآءُ ۗ وَلَـتُسْــئَلُنَّ عَمَّا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ
“Dan jika Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kamu satu umat (saja) (kaum pluralisme titik di sini) , tetapi Dia menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Tetapi, kamu pasti akan ditanya tentang apa yang telah kamu kerjakan.”(QS. An-Nahl 16: Ayat 93)
Bukan berarti beragam semuanya benar, ada yang salah juga.
📌♦️ Detail
Mereka Berdalil dengan ayat ini..
▶️1️⃣Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَـعَلَ النَّا سَ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلَا يَزَا لُوْنَ مُخْتَلِفِيْنَ
“Dan jika Rabb mu menghendaki, tentu Dia jadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih,”
(QS. Hud 11: Ayat 118)
Kata mereka مُخْتَلِفِيْنَ ditafsirkan dengan beragam.
Kita lanjutkan ke ayat 119.
اِلَّا مَنْ رَّحِمَ رَبُّكَ ۗ وَلِذٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَاَ مْلَـئَنَّ جَهَـنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَا لنَّا سِ اَجْمَعِيْنَ
“kecuali orang yang dirahmati oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Keputusan Tuhanmu telah tetap, “Aku pasti akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.””
(QS. Hud 11: Ayat 119)
♦️Jelas perselisihan itu Allah tidak sukai, dan yang tidak beragam itu yang Allah kehendaki.
Ijma ahli tafsir tidak ada yang mengatakan perselisihan agama tidak dicintai Allah.
Ath Thabari, yang berselisih bisa masuk neraka..
Ayat berikutnya…
▶️2️⃣ QS AL MAIDAH AYAT 48
{وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَاحِدَةً}
Sekiranya Allah menghendaki, niscaya kalian dijadikan-Nya umat yang satu . (Al-Maidah: 48)
Kata mereka, Allah tidak kehendaki umat yang satu.
Kita lihat lengkap ayatnya..
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نْزَلْنَاۤ اِلَيْكَ الْكِتٰبَ بِا لْحَـقِّ مُصَدِّقًا لِّمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتٰبِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَا حْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ عَمَّا جَآءَكَ مِنَ الْحَـقِّ ۗ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَّمِنْهَا جًا ۗ وَلَوْ شَآءَ اللّٰهُ لَجَـعَلَـكُمْ اُمَّةً وَّا حِدَةً وَّلٰـكِنْ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَاۤ اٰتٰٮكُمْ فَا سْتَبِقُوا الْخَـيْـرٰتِ ۗ اِلَى اللّٰهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيْعًا فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ فِيْهِ تَخْتَلِفُوْنَ
“Dan Kami telah menurunkan Kitab (Al-Qur’an) kepadamu (Muhammad) dengan membawa kebenaran, yang membenarkan kitab-kitab sebelumnya dan menjaganya, maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu. Untuk setiap umat di antara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang. Kalau Allah menghendaki, niscaya kamu dijadikan-Nya satu umat (saja), tetapi Allah hendak menguji kamu terhadap karunia yang telah diberikan-Nya kepadamu, maka berlomba-lombalah berbuat kebajikan. Hanya kepada Allah kamu semua kembali, lalu diberitahukan-Nya kepadamu terhadap apa yang dahulu kamu perselisihkan,”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 48)
Allah ulangi lagi pada ayat berikutnya
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاَ نِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ وَلَا تَتَّبِعْ اَهْوَآءَهُمْ وَا حْذَرْهُمْ اَنْ يَّفْتِنُوْكَ عَنْۢ بَعْضِ مَاۤ اَنْزَلَ اللّٰهُ اِلَيْكَ ۗ فَاِ نْ تَوَلَّوْا فَا عْلَمْ اَنَّمَا يُرِيْدُ اللّٰهُ اَنْ يُّصِيْبَهُمْ بِبَـعْضِ ذُنُوْبِهِمْ ۗ وَاِ نَّ كَثِيْرًا مِّنَ النَّا سِ لَفٰسِقُوْنَ
“Dan hendaklah engkau memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah dan janganlah engkau mengikuti keinginan mereka. Dan waspadalah terhadap mereka, jangan sampai mereka memerdayakan engkau terhadap sebagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah berkehendak menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebagian dosa-dosa mereka. Dan sungguh, kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 49)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَفَحُكْمَ الْجَـاهِلِيَّةِ يَـبْغُوْنَ ۗ وَمَنْ اَحْسَنُ مِنَ اللّٰهِ حُكْمًا لِّـقَوْمٍ يُّوْقِنُوْنَ
“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki? (Hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang meyakini (agamanya)?”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 50)
Intinya mereka potong ayat.
Allah menyuruh mereka berhukum dengan Al Qur’an. Al Qur’an adalah muhaimin bagi kitab sebelumnya.
Abu Muqsith Al Ghozali berbohong dengan mengatakan bahwa Al Qur’an membenarkan Kitab-kitab sebelumnya.
Yang benar adalah Al Qur’an menjadi hakim untuk kitab sebelumnya. (memansukhkan).
Terjadi nya berbagi macam agama ini adalah kehendak kauniyyah tapi tidak semua diridhoi… Ada yang dapat petunjuk (masuk surga) dan ada yang tidak (masuk neraka)
Benteng dari bahaya pluralisme adalah belajar aqidah yang benar. Belajar tauhid dan syirik yang benar.
Semoga bermanfaat.
##$$-aa-$$##


