KELAS UFA#TEMATIK :89-97 Argumentasi salah dalam agama & QA :24-32..
- KELAS UFA# Materi 34-35-36-37-38 : MODEL2 UJUB
- KELAS UFA#Materi 29-30-31-32-33 : BAHAYA UJUB
- KELAS UFA#Materi 25-26-27-28: RIYA TERSELUBUNG – UJUB
- KELAS UFA#Materi 1-2-3-4: MEMPELAJARI AMALAN HATI
- KELAS UFA#Materi 5-6-7-8-9 : Amalan Hati – IKLHAS
- KELAS UFA#TEMATIK :89-97 Argumentasi salah dalam agama & QA :24-32..
- KELAS UFA#Materi 10-11-12-13-14 : FAIDAH IKHLAS
- KELAS UFA# Materi 39-40-41-42-43 : Tawakal
- KELAS UFA# Materi 44-45-46-47-48 : KEUTAMAAN TAWAKAL
- KELAS UFA# Materi 49-50-51-52-53 : HAKIKAT TAWAKAL
Diterbitkan pertama kali pada: 05-Jan-2022 @ 13:06
11 menit membacaKELAS UFA
06.12.2021
➡️ 🍃Tematik 89 – Diantara Kesalahan Beragama, Berdalil dengan Karomah Seseorang🍃
Misal dia menyeru kemungkaran atau kebidahan kemudian terjadi gempa dan dia selamat.
Orang yang selamat musibah padahal aqidah dan amalannya salah misalnya Yahudi, Nasrani..
Allah berfirman:
{فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ}
“Maka apabila mereka mengarungi (lautan) dengan kapal mereka berdoa kepada Allah dengan memurnikan agama bagi-Nya; kemudian tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah), (QS al-‘Ankabuut:65).
Keselamatan mereka karna Rububiyah Allah.
Bukan berarti kesyirikan mereka benar.
Bukan berarti kafir kemudian jago dalam hal olah raga..
Contoh lain terjadi kebakaran di toko yang pasang foto Fulan dan selamat fotonya.
Bukan berarti Fulan tersebut benar.
Semua harus dikembalikan kepada Al Qur’an dan Sunnah.
➡️ TEMATIK 90 🍃Diantara Kesalahan Beragama, Mencampur Kebenaran dengan Kebatilan🍃
Contoh : Dakwah dengan musik.
Tentunya orang jadi senang..
Kata Allah..
وَلَا تَلْبِسُوا۟ ٱلْحَقَّ بِٱلْبَٰطِلِ وَتَكْتُمُوا۟ ٱلْحَقَّ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Dan janganlah kamu campur adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu, sedang kamu mengetahui.
Jangan campur adukkan kebenaran dengan Kebatilan.
➡️ 🍃Tematik 91 – Diantara Kesalahan Beragama, Menetapkan Hukum Dengan Memahami Dalil Sepihak🍃
Seperti Kaum Khawarij dan Murji’ah. Orang-orang khawarij mudah mengkafirkan orang-orang muslimin.
Mereka Berdalil dengan ayat.
{وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنزلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ}
Barang siapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir. (Al-Maidah: 44)
Mereka lupa banyak ayat-ayat yang lain, hadits-hadits lain menjelaskan tidak langsung kafir secara mutlak yang perlu rincian dan lainnya.
Contoh lain Berdalil dengan hadits Nabi ﷺ.
لَا يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَشْرَبُ الْخَمْرَ حِينَ يَشْرَبُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَسْرِقُ حِينَ يَسْرِقُ وَهُوَ مُؤْمِنٌ وَلَا يَنْتَهِبُ نُهْبَةً يَرْفَعُ النَّاسُ إِلَيْهِ فِيهَا أَبْصَارَهُمْ وَهُوَ مُؤْمِنٌ
“Tidaklah orang yang berzina ketika ia sedang berzina dalam keadaan dia Mukmin, dan tidaklah orang yang meminum arak disaat ia minum arak dalam keadaan Mukmin, dan tidaklah orang yang mencuri disaat ia mencuri dalam keadaan Mukmin, dan tidaklah seseorang merampok harta orang kaya yang dihormati oleh manusia dalam keadaan ia Mukmin.”
Lihatlah dalil yang lain banyak, jangan hanya melihat satu sisi dan tinggalkan sisi yang lain.
Nabi ﷺ tidak mengkafirkan orang yang berzina bahkan Nabi ﷺ menegakkan hukum had. Hukum had diantara fungsinya adalah untuk menggugurkan dosa mereka.
Orang minum khamr, mencuri juga ditegakkan hukum had, tidak dikafirkan oleh Rasulullah ﷺ.
Para sahabat juga mensholatkan jenazah orang yang berbuat maksiat, padahal kalau kafir tidak ada sholat jenazah.
Kemudian orang-orang murji’ah mengatakan perbuatan maksiat tidak memengaruhi iman. Yang penting imannya tinggi meskipun maksiat.
Jadi dalam memahami agama harus melihat secara komprehensif, bukan dari keyakinan trus dicari dalilnya.
➡️ 🍃Tematik 92 – Diantara Kesalahan Beragama, Berdalil dengan Pengalaman Tertentu🍃
Misalnya seorang dikejar anjing kemudian baca ayat kursi dan selamat. dan jadikan itu sebagai syariat. Padahal bisa jadi anjing tidak jadi ngejar karena alasan lain.
Baca kursi mungkin untuk nambah keimanan.
Nanti bisa jadi ke gereja berdoa dan berhasil jadi dalil.
Pengalaman keberhasilan itu bisa jadi Allah kabulkan karena lihat keimanan atau bahkan karena istidraj..
Maka pengalaman bukan dalil untuk suatu amalan tertentu.
➡️ 🍃Tematik 93 – Diantara Kesalahan Beragama, Hanya Berdalil dengan Hadis Mutawatir dan Menolak Hadis Ahad🍃
Dan ini dilakukan oleh orang-orang Mu’tazilah. Dan diikuti oleh sebagian ahlu bidah yang lain.
Mereka berkata, “Dalam masalah aqidah hanya ikuti hadits yang mutawatir’.
Betapa banyak, sahabat menyampaikan masalah aqidah yang tidak mutawatir (dibawa 10 orang lebih).
Ahlussunnah Wal jamaah berdalil dengan hadits mutawatir maupun bukan asalkan shahih. Dalam aqidah maupun ibadah.
Ini diikuti oleh kaum liberal. Hadits mutawatir itu hanya sedikit.
➡️ 🍃Tematik 94 – Diantara Kesalahan Beragama, Berdalil Karena Senioritas Umur Lebih Tua🍃
Tidak ada sisi pentarjihan dengan senioritas.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Keberkahan ada pada orang-orang senior diantara kalian”
Para ulama menjelaskan maksud senior ini:
1. Senior dari sisi ilmu, meskipun muda tapi ilmunya tinggi maka dianggap senior.
2. Senior dari sisi umur. Orang yang tua, mereka memiliki keberkahan. Lebih hikmah, lebih bijak apalagi ulama..
Tetapi tidak ada pentarjiah dari sisi senioritas.
Yang tua bisa salah begitu juga yang muda bisa salah.
Kita hormati orang tua tapi tua tidak mesti lebih benar…
➡️ 🍃Tematik 95 – Diantara Kesalahan Beragama, Berdalil dengan Perkataan Ahli Filsafat🍃
Sebagian orang tatkala berbicara tentang asma wasifat berdalil dengan perkataan ahli filsafat seperti aristoteles, plato. Dan kemudian dianggap perkataan ahli filsafat itu suatu kepastian hukum yang absolut.
Dan ini tidak benar. Kemudian dalil-dalil yang menyelisihi hukum yang absolut itu harus ditakwil, harus dipalingkan, harus ditolak dengan berbagai macam metode mereka.
Siapa yang mengatakan bahwa perkataan ahli filsafat itu adalah kebenaran yang absolut? Ini jelas tidak benar.
Yang benar adalah Al Qur’an dan Sunnah, dan akal harus tunduk pada Al Qur’an dan Sunnah.
Sungguh menyedihkan sebagian ulama ketika berbicara asma wasifat berdalil dengan ucapan aristoteles, padahal dia seorang yang kafir. Dia orang Yunani yang bukan Yahudi, bukan Nasrani dan bukan Muslim.
Lalu bagaimana bisa perkataannya lebih dikedepankan daripada Al Qur’an dan Sunnah..
➡️ 🍃Tematik 96 – Diantara Kesalahan Beragama, Berdalil dengan Perkataan Imam Madzhab🍃
Imam Madzhab tidak maksum, dan tidak ada Imam Mahdzab mengajarkan muridnya untuk taklid.
Kenyataan nya Imam Syafi’i murid Imam Malik dan Imam Syafi’i tidak taklid kepada Imam Malik. Begitu juga kepada Imam Asysyaibani.
Imam Ahmad adalah murid Imam Syafi’i, tapi Imam Ahmad tidak taklid kepada Imam Syafi’i.
Mereka punya mahdzab sendiri-sendiri.
Dengan sebab mereka Islam tersebar namun mereka tidak ada yang maksum.
Para ulama tidak ada yang mengajarkan untuk taklid kepada dirinya.
Yang Wajib di taklid adalah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.
➡️ 🍃24 Q & A – Bagaimana Menyikapi Perbedaan dan Perdebatan di Sosial Media Saat ini?🍃
Kaidah umum, tinggalkan yang ragu dan kembali kepada yang kita yakini.
Kita check dulu, kalau gak punya ilmu kita tunda dulu, tanpa harus menghukumi.. Tanpa mencela
Dalam satu masalah tidak perlu bantah berkali-kali, sampaikan kebenaran dengan cara yang bijak.. Hidayah di tangan Allah
➡️ 🍃25 Q & A – Sikap Kita Kepada Orang Tua yang Berbeda Kepemahaman Agamanya🍃
Orang tua adalah pintu surga bagi kita dan selama masih hidup usahakan kita masuk surga melalui pintu tersebut dengan sebaik-baiknya.
Bila orang tua beda pemahaman dengan kita maka kita bisa diskusi dengan baik, bila malah terjadi mudhorot maka kita tahan.
Kita tidak bisa instan, harus sabar berdakwah dan pelan, dengan cara yang sebaik-baiknya.
➡️ 🍃26 Q & A – Hukum Wanita Memakai Minyak Wangi🍃
Kapan seorang wanita boleh memakai minyak wangi…
Apakah wanita tidak boleh pakai parfum sama sekali?
Islam memuliakan wanita, tidak boleh disentuh oleh sembarangan orang..
Laki-laki yang ingin bisa menyentuh wanita harus memulai proses yang berat.. Mitsaqan Ghalizha
وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيثَاقًا غَلِيظًا
“Dan mereka (isteri-isterimu) telah mengambil dari kamu perjanjian yang kuat.” (An Nisa: 21)
Sehingga menjadikan seorang wanita menjadi halal disentuh oleh laki-laki yang menikahinya..
Diantara dosa besar terkait wanita adalah dosa perzinahan..
Allah Azza wa Jalla berfirman :
وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا
Dan janganlah kamu mendekati zina; (zina) itu sungguh suatu perbuatan keji, dan suatu jalan yang buruk. [al-Isra’/17:32].
Tatkala Allah mengatakan jangan mendekati zina, bukan hanya zina saja yang dilarang tetapi semua jalan yang mengantarkan kepada zina.
Seperti berkhalwat, wanita membuka aurat dst..
Diantara hal yang dilarang syariat agar wanita tidak menjadi santapan para lelaki yang tidak bertanggung jawab adalah wanita dilarang keluar rumah dalam kondisi memakai parfum.
Diantaranya..
اَلْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ ، وَإِنَّهَا إِذَا خَرَجَتْ مِنْ بَيْتِهَا اِسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ، وَإِنَّهَا لاَتَكُوْنُ أَقْرَبَ إِلَى اللهِ مِنْهَا فِيْ قَعْرِ بَيْتِهَا
Wanita itu aurat, jika ia keluar dari rumahnya maka akan diitai syaitan
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْمَرْأَةُ عَوْرَةٌ، فَإِذَا خَرَجَتِ اسْتَشْرَفَهَا الشَّيْطَانُ
“Wanita adalah aurat. Apabila dia keluar rumah, akan diintai oleh syetan. ”
Diintai syetan..
Ada dua tafsiran, salah satunya Syetan dari kalangan jin menanti kapan wanita keluar dari rumah sehingga dihiasi dan indah bagi para lelaki.
Makanya kata Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِي صُورَةِ شَيْطَانٍ
“Sesungguhnya wanita itu datang dalam bentuk setan dan balik dalam bentuk setan (pula)” (HR. Muslim)
Syetan hiasi sehingga Wanita akan menjadi perhatian para lelaki.
Jilbab yang menjadikan wanita menjadi pusat perhatian maka itu salah fungsi. Jilbab yang menjadikan wanita semakin cantik, semakin indah maka ini juga jilbab yang salah fungsi.
Diantara juga wanita keluar rumah yang memakai minyak wangi yang akhirnya tercium oleh para lelaki, yang timbulkan nafsu para lelaki.
Rasulullah ﷺ bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ اسْتَعْطَرَتْ فَمَرَّتْ عَلَى قَوْمٍ لِيَجِدُوا مِنْ رِيحِهَا فَهِيَ زَانِيَةٌ
“Seorang perempuan yang mengenakan wewangian lalu melalui sekumpulan laki-laki agar mereka mencium bau harum yang dia pakai maka perempuan tersebut adalah seorang pezina.” (HR. An-Nasa’i, Abu Daud, Tirmidzi, dan Ahmad. Syaikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’)
Paling tidak para lelaki akan terjerumus pada zina mata.
Makanya dalam haji dan umrah, tatkala hendak ihram, dilarang pakai parfum karena parfum bisa membuat hawa nafsu bergejolak.
Bahkan seorang wanita yang pergi ke masjid juga dilarang untuk memakai parfum.
Kalau ke masjid saja dilarang pakai parfum, apalagi bila pergi ke mall dan lainnya.
Apakah larangan itu apakah mutlak?
1. Wanita pakai parfum di dalam rumah. Ini boleh dan malah dianjurkan bila untuk suami,kerabat, mahram.
Bila ada lelaki asing (tamu) maka juga tidak boleh.
2. Kondisi keluar rumah, Wanita pakai minyak wangi yang sangat ringan, untuk hilangkan bau badan, deodoran atau bedak yang tipis, misalnya.. Maka ini boleh.
Mahfum mukhalafah hadits.. (Wanita yang pakai parfum agar tercium oleh laki-laki adalah wanita pezina) adalah bila parfum nya tidak tercium laki-laki maka tidak apa-apa.
Jadi bau parfum yang boleh adalah parfum yang ringan.
3. Wanita pakai parfum yang baunya kecium. Boleh dalam kondisi dia keluar rumah, naik mobil.. Ditemani oleh suami atau anaknya, dan turun mobil langsung ke tempat wanita berkumpul. Artinya tidak tercium bau parfum nya oleh para lelaki….
➡️ 🍃27 Q & A – Hukum Memakai Sepatu Berbahan Kulit Babi🍃
Seluruh tubuh babi adalah najis.
Sesuatu yang najis bila dihilangkan penyebabnya maka bisa menjadi halal.
Bangkai sapi, kambing itu juga najis karena darah tertahan tidak keluar.
Kulit bangkai sapi bisa dihilangkan kan kotoran, minyak, darah dengan disamak.. Dan ini menjadi suci.
Kalau sudah disamak maka suci.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ.
“Jika kulit bangkai disamak, sungguh menjadi suci.” (HR. Muslim)
Namun ini tidak sama dengan kulit babi, karena kulit babi itu sendiri yang najis. Jadi tetap saja najis m
Ulama berbeda pendapat dalam hal bulu babi. Tapi mendingan usah, pakai kuas dari bulu babi.
➡️ 🍃Istri Dilarang Suami Ikut Kajian Sunnah – Q&A : 28🍃
Tunjukkan bahwa semakin mengenal sunnah makin meningkatkan amalan sunnah, seperti meningkatkan pelayanan kepada suami.
Kalau tidak ada kajian sama sekali dan terjadi penyimpangan maka boleh diam-diam ikuti kajian.
➡️🍃Bolehkah Wanita Menampakkan Rambut Kepada Saudara Ipar Laki-laki? – Q&A: 29🍃
Ipar bukan mahram..
Saudara laki-laki terkadang maut.
Rasulullah ﷺ bersabda,
الْحَمْوُ الْمَوْتُ
Ipar adalah maut.
Kadang terjadi perzinahan.
Jadi benar saudara Ipar tidak boleh melihat rambut.
➡️ 🍃Apakah Ada Kewajiban Mendakwahi Tetangga? – Q&A: 30🍃
Kalau tidak sanggup maka yang penting saudara kita selamat.
Kalau ada kesempatan kita nasihati dengan cara yang baik.
Kalau nasihat itu dari hati maka akan masuk ke hati.
➡️ 🍃Tematik 97 – Ilmu Allah yang Maha Luas, Sedangkan Makhluk Sangat Terbatas🍃
Allah memberi petunjuk kepada yang dikehendaki, dan menyesatkan siapa yang dikehendaki.
Iblis diciptakan itu ada hikmahnya, diluar kemampuan kita.
Allah menciptakan sunnatullah.
Kita tahu kematian itu takdir tapi kita tidak boleh berdiri di tengah jalan terus pasrah kalau takdir nya belum mati ketabrak maka tidak akan mati..
Kita tahu takdir akan lapar dan kenyang tapi kita tidak tahu kapan tepatnya kita akan lapar atau kenyang.
Kita sudah ditakdirkan akan masuk surga atau neraka, tapi kita tidak pernah tahu cacatan di Lauhul Mahfudz..
Yang kita tahu kalau beramal kita mendapat pahala, dan kalau berbuat maksiat akan mendapat dosa.
Kita husnudzon kepada Allah, barangsiapa beramal sholeh maka Allah akan memberi petunjuk..
➡️ 🍃31 Q & A – Suami tidak Memberi Nafkah Bolehkah Istri Tidak Taat Pada Suami🍃
Taat kepada suami adalah kewajiban yang utama bagi istri..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ
“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad)
Meskipun tidak sholat sunnah, tidak puasa sunnah.. Jaga kemaluan dan taat suami.
Kalau ternyata suami tidak penuhi kewajiban nya, istri boleh tidak taat kepada suaminya. Sejauh mana tidak taat kepada suami, sejauh mana suami tidak menunaikan kewajiban.
Demikian juga bila istri menolak ajakan suami, suami boleh tidak memberi nafkah..
Itu secara hukum syari, tapi kalau mau cari solusi tidak lah perlu saling membalas.
➡️ 🍃32 Q & A – Tips Agar Pasangan Kenal Hidayah Sunnah🍃
Bila suami belum mengenal sunnah maka jangan ikut yang salah, untuk agama cari pada orang yang berilmu.
Jaga hubungan baik dengan suami..
Ajak komunitas istri yang sudah ngaji, adakan acara di rumah dengan suami kok komunitas tersebut.
➡️🍃33 Q & A – Seorang Istri Sedekah Dengan Harta Pribadi🍃
Sedekah yang utama adalah kepada kerabat karena ada dua pahala yaitu pahala silaturahim dan pahala sedekah.
Kerabat bisa kepada orang tua, kakak, adik, paman, ponakan dst.
Kalau kerabat sudah cukup, maka sedekah kepada orang lain yang membutuhkan karena hal itu akan mengurangi penderitaannya.
Kerabat yang cukup bisa dikasih hadiah.
➡️ 🍃34 Q & A – Hukum Memakai Khadam Jin Muslim🍃
Tidak boleh demikian, yang boleh menguasai jin hanya Nabi Sulaiman yang pernah berdoa
{قَالَ رَبِّ اغْفِرْ لِي وَهَبْ لِي مُلْكًا لَا يَنْبَغِي لأحَدٍ مِنْ بَعْدِي إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ}
Ia berkata, “Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang jua pun sesudah-ku; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi.” (Shad: 35)
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan,
إِنَّ عِفْرِيتًا مِنَ الجِنِّ تَفَلَّتَ البَارِحَةَ لِيَقْطَعَ عَلَيَّ صَلاَتِي، فَأَمْكَنَنِي اللَّهُ مِنْهُ فَأَخَذْتُهُ، فَأَرَدْتُ أَنْ أَرْبُطَهُ عَلَى سَارِيَةٍ مِنْ سَوَارِي المَسْجِدِ حَتَّى تَنْظُرُوا إِلَيْهِ كُلُّكُمْ، فَذَكَرْتُ دَعْوَةَ أَخِي سُلَيْمَانَ رَبِّ هَبْ لِي مُلْكًا لاَ يَنْبَغِي لِأَحَدٍ مِنْ بَعْدِي فَرَدَدْتُهُ خَاسِئًا
Sesungguhnya jin Ifrit tiba-tiba menggangguku untuk memutus shalatku tadi malam. Kemudian Allah memberi kemampuan kepadaku untuk mengalahkannya, lalu akupun memegangnya. Kemudian aku ingin mengikatnya di salah satu tiang masjid, sehingga kalian semua bisa melihatnya. Namun aku teringat doa saudaraku Nabi Sulaiman: Wahai Rabku, anugerahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku. Kemudian akupun melepaskannya sementara dia dalam kondisi terhina. (HR. Bukhari).
Nabi ﷺ tidak bisa menguasai jin, yang boleh hanya Nabi Sulaiman.
Jin itu Allah tundukkan untuk Nabi Sulaiman, tanpa ada mahar/pembayaran tertentu…Dan itulah nilai kesyirikan Seperti orang yang punya Khadam.
Maka dalam Al Qur’an, Allah berkata..
{يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الإنْسِ}
Hai golongan jin (setan), sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia. (Al-An’am: 128)
{قَدِ اسْتَكْثَرْتُمْ مِنَ الإنْسِ}
sesungguhnya kalian telah banyak (menyesatkan) manusia. (Al-An’am: 128)
{وَقَالَ أَوْلِيَاؤُهُمْ مِنَ الإنْسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ}
Lalu berkatalah kawan-kawan mereka dari golongan manusia, “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah dapat kesenangan dari sebagian (yang lain).” (Al-An’am: 128)


