TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-10
*TAFSIR AYAT-AYAT PILIHAN-10*
Karya Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Ustadz Dr Firanda Andirja Lc MA
20 Muharam 1448H / 5 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima Bekasi
🔹 Tafsir surat Al Baqarah. 109-110.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman,
{وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ فَاعْفُوا وَاصْفَحُوا حَتَّى يَأْتِيَ اللَّهُ بِأَمْرِهِ إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ (109) وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ (110) }
Sebagian besar Ahli Kitab yang berangan-angan agar mereka dapat mengembalikan kalian kepada kekafiran setelah kalian beriman, karena hasad yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran. Maka maafkanlah dan biarkahlah mereka dan berlapang dada sampai Allah mendatangkan perintah-Nya. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan apa-apa yang kalian usahakan dari kebaikan bagi diri kalian, tentu kalian akan mendapat balasannya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kalian kerjakan.
Ayat Bercerita tentang orang-orang Yahudi yang ingin orang-orang muslim kembali kafir karena hasad yang ada di hati yahudi.
Arti فَاعْفُوا adalah maafkan jangan diberi hukuman orang yang bersalah.
Arti وَاصْفَحُوا adalah berpaling, hilangkan yang tersisa dalam dada. Tidak sekedar maaf tapi dilupakan.
Seperti dalam, Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala:
{وَلْيَعْفُوا وَلْيَصْفَحُوا}
dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. (An-Nur: 22)
{أَلا تُحِبُّونَ أَنْ يَغْفِرَ اللَّهُ لَكُمْ}
Apakah kalian tidak ingin bahwa Allah mengampuni kalian? (An-Nur: 22), hingga akhir ayat.
Yahudi itu paling rasis, ingin kaum muslim rusak dengan tontonan dll. Mereka tahu muslim lebih mulia karena muslim itu bertauhid.
✅ FAIDAH
▸ **Pertama:** Ada orang-orang yang menisbahkan diri kepada ilmu dan agama, namun melakukan hal ini dengan sengaja sebagai bentuk keberanian terhadap Allah. Betapa banyak orang yang mengingkari hal ini!
Seseorang yang punya ilmu belum tentu pasti menerima kebenaran dengan menentang Allah karena hasad.
عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، أَنَّ النَّبِيَّ ﷺ قَالَ:
«لَتَتَّبِعُنَّ سَنَنَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ شِبْرًا بِشِبْرٍ، وَذِرَاعًا بِذِرَاعٍ، حَتَّى لَوْ دَخَلُوا جُحْرَ ضَبٍّ لَدَخَلْتُمُوهُ»
قِيلَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى؟
قَالَ: «فَمَنْ؟»
Dari Abu Sa‘id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ bersabda:
“Sungguh kalian benar-benar akan mengikuti jalan orang-orang sebelum kalian (Yahudi dan Nasrani) , sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta, sampai jika mereka masuk ke lubang dhabb (biawak) (yang sempit dan kelok-kelok) , kalian pun akan mengikutinya.”
Para sahabat bertanya: “Apakah mereka itu Yahudi dan Nasrani?”
Beliau menjawab: “Siapa lagi kalau bukan mereka?”
📚 (HR. Bukhari dan Muslim)
Mereka sembunyikan ayat karena menyenangkan pembesar Bani Israil.
▸ **Kedua:** Peringatan tentang banyaknya jenis manusia seperti ini.
Allah gunakan lafazh banyak – كَثِيرٌ
Artinya tidak semua. Ini Sifat adil Allah.
▸ **Ketiga:** Orang yang menisbahkan diri kepada ilmu dapat berupaya menyesatkan orang lain apabila tidak mampu mengalahkannya.
Hanya ingin predikat saja. Jika tidak berhasil, angan-angan tetap ada. Ini buruk nya mereka.
Contoh – mereka ini suku Aus dan Kasraj kembali kufur. Ini angan-angan yang buruk dan berdosa.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam telah menjelaskan 4 macam manusia ;
أحدثكم حديثا فاحفظوه: إنما الدنيا لأربعة نفر: عبد رزقه الله مالاً وعلمًا فهو يتقي فيه ربه ويصِلُ فيه رحمه ويعلم لله فيه حقًّا، فهذا بأفضل المنازل، وعبد رزقه الله علمًا ولم يرزقه مالاً فهو صادق النية يقول لو أن لي مالاً لعملت بعمل فلان، فهو بنيته، فأجرهما سواء، وعبد رزقه الله مالاً ولم يرزقه علمًا فهو يخبِط في ماله بغير علم لا يتقي فيه ربه ولا يصل فيه رحمه ولا يعلم لله فيه حقا، فهذا بأخبث المنازل، وعبد لم يرزقه الله مالاً ولا علمًا فهو يقول لو أن لي مالاً لعملت فيه بعمل فلان، فهو بنيته، فوزرهما سواء
“Aku akan sampaikan kepada kalian sebuah hadis, maka ingatlah! Sesungguhnya dunia diisi oleh empat golongan orang:
(1) Seorang hamba yang dikaruniai oleh Allah harta dan ilmu. Dengan ilmu itu ia bertakwa kepada Allah, ia dapat menggunakannya untuk menyambung silaturahmi, dan ia mengetahui bahwa Allah memiliki hak padanya. Ini adalah tingkatan yang paling baik.
(2) Seorang hamba yang diberi Allah ilmu, tetapi tidak diberi harta. Namun, ia memiliki niat yang benar sambil berkata, ‘Andai saja aku memiliki harta, niscaya aku akan melakukan amalan seperti si Fulan.’ Maka, ia (mendapatkan pahala) berdasarkan apa yang dia niatkan. Sehingga keduanya mendapatkan pahala yang sama.
(3) Seorang hamba yang diberikan harta, tetapi Allah tidak memberikannya ilmu. Ia menggunakan hartanya tanpa ilmu. Ia tidak menggunakan hartanya dalam takwa kepada Allah, ia tidak menggunakan untuk menyambung silaturahmi, dan ia juga tidak tahu bahwa Allah memiliki hak atas hartanya. Dan inilah tingkatan terburuk.
(4) Seorang hamba yang tidak diberikan Allah harta maupun ilmu, namun ia berkata, ‘Andai aku memiliki harta, tentu aku akan melakukan apa yang dilakukan Fulan.’ Maka, ia berdasarkan niatnya. Sehingga bagi keduanya, mendapatkan dosa yang sama.”
HR Ahmad.
Islam mengatur sampai angan-angan yang buruk pun tidak boleh.
▸ **Keempat:** Sebab dari perkara yang aneh ini adalah hasad, bukan karena takut mudarat yang akan menimpa dan bukan pula karena ingin mendapatkan maslahat.
Sebab angan-angan aneh ini karena hasad.
Nabi ﷺ tawarkan keselamatan pada Heraklius dan ditolak oleh Heraklius karena hasad.
Kisah Nabi Hud dan Nabi Sholeh yang nabi Arab hilang dari Taurat.. Karena hasad nya orang Yahudi.
Yahudi akui nabi tapi nabi khusus orang arab.
▸ **Kelima:** Orang yang menisbahkan diri kepada akal dan ilmu sering kali berusaha mendatangkan apa ia ketahui bahwa itu maslahat bagi dunianya, dan berusaha menghilangkan apa yang mereka ketahui itu mudarat bagi dunianya. Mereka mengetahui bahwa menghilangkan mafsadat dan memperoleh maslahat ada dalam syariat agama ini.
Dahulu mereka meminta kemenangan terhadap orang yang menzalimi mereka sebelum kedatangannya (nabi terakhir). Namun ketika nabi itu datang kepada mereka, sifat hasad mendorong mereka melakukan sebagaimana yang telah disebutkan.
Yahudi karena hasad nya menghilangkan kemaslahatan dan ambil mudhorot duniawi. Akal mereka tidak dipakai karena hasad.
Hasad paling parah adalah hasad nya iblis.
Gak perlu nikmat tapi yang penting sama-sama menderita.
Aqidah mereka kalau masuk neraka cuma sebentar. Ini yang buat mereka nekat lakukan keburukan.
▸ **Keenam:** Hasad dapat menjadi sebab kekufuran, sebagaimana yang terjadi pada orang-orang Yahudi dan juga terjadi pada Iblis.
Iblis tadinya beriman. Dari bangsa jin. Karena jin yang berilmu kumpulnya dengan malaikat.
وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَائِكَةِ اسْجُدُوا لِآدَمَ فَسَجَدُوا إِلَّا إِبْلِيسَ أَبَىٰ وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِينَ
“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka mereka pun sujud kecuali Iblis. Ia menolak dan menyombongkan diri, dan ia termasuk golongan orang-orang kafir.” QS AL Baqarah 34.
Seakan akan iblis adalah malaikat.
Iblis tidak hasad pada malaikat karena tidak ada syahwat, pasti rajin..
▸ **Ketujuh:** Sikap memaafkan termasuk sebab kemuliaan dan mengalahkan musuh, sebagaimana disebutkan dalam hadis.
▸ **Kedelapan:** Pelajaran agar bersikap lembut dalam setiap urusan dan melaksanakannya secara bertahap, sebagaimana yang dicontohkan oleh Umar bin Abdul Aziz.
Contoh dari Umar bin Abdul Aziz, yang menerapkan sunnah secara bertahap (berbeda dengan anaknya yang ingin frontal)
Contoh lain, khamr disebut dalam Al Qur’an 4x dan diharamkan pada ayat yang turun terakhir.
Sedikit demi sedikit itu lebih baik, begitu juga dakwah.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #pilihan #tauhid #takwa #bertahap #albaqarah #hasad #yahudi #rasis
##$$-aa-$$##

