TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 93-97
*TAFSIR QS ALI IMRAN ayat 93-97*
Ustadz Muhammad Shoim
18 Muharam 1448H / 4 Juli 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kita lanjutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
كُلُّ الطَّعَا مِ كَا نَ حِلًّا لِّبَنِيْۤ اِسْرَآءِيْلَ اِلَّا مَا حَرَّمَ اِسْرَآءِيْلُ عَلٰى نَفْسِهٖ مِنْ قَبْلِ اَنْ تُنَزَّلَ التَّوْرٰٮةُ ۗ قُلْ فَأْتُوْا بِا لتَّوْرٰٮةِ فَا تْلُوْهَاۤ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
“Semua makanan itu (dahulunya) halal bagi Bani Israil, kecuali makanan yang diharamkan oleh Israil (Ya’qub) atas dirinya sendiri (karena sakit) sebelum Taurat diturunkan. Katakanlah (Muhammad), “Maka bawalah Taurat, lalu bacalah, jika kamu orang-orang yang benar.””
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 93)
Setelah turun Taurat, Allah haramkan beberapa makanan diantaranya daging babi.
Ayat ini menjelaskan kebenaran syariat yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فَمَنِ افْتَرٰى عَلَى اللّٰهِ الْكَذِبَ مِنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَاُ ولٰٓئِكَ هُمُ الظّٰلِمُوْنَ
“Maka barang siapa mengada-adakan kebohongan terhadap Allah setelah itu, maka mereka itulah orang-orang zalim.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 94)
Dzalim – karena mereka menentang syariat yang dibawa para Nabi ﷺ. Orang-orang yahudi itu ingin nge test Nabi ﷺ.
Dalam hadits Riwayat Ahmad, Ibnu Abbas pernah menceritakan: Ada segolongan kaum Yahudi datang kepada Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam, lalu mereka berkata, “Ceritakanlah kepada kami tentang beberapa perkara yang akan kami tanyakan kepadamu, tiada yang mengetahuinya kecuali hanya seorang nabi.”
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam menjawab: Tanyakanlah kepadaku apa yang kalian kehendaki, tetapi berjanjilah kalian kepadaku demi karena Allah dan janji yang telah diambil oleh Ya’qub dari anak-anaknya, sekiranya aku menceritakan kepada kalian sesuatu hal, lalu kalian mengetahuinya (membenarkannya), maka kalian benar-benar mau mengikutiku masuk Islam.
Mereka menjawab, “Baiklah, kami ikuti maumu.”
Mereka bertanya, “Ceritakanlah kepada kami tentang empat perkara; ceritakanlah kepada kami makanan apakah yang diharamkan oleh Israil atas dirinya? Bagaimanakah perihal air mani laki-laki dan air mani wanita, yakni bagaimanakah perbedaan antara anak laki-laki dan anak perempuan darinya? Ceritakanlah kepada kami perihal Nabi yang ummi ini dalam hal tidurnya? Siapakah yang menjadi temannya dari kalangan para malaikat?”
Lalu Nabi Shalallahu’alaihi Wasallam mengambil janji atas mereka, yaitu jika beliau menceritakan hal tersebut kepada mereka, maka mereka benar-benar mau mengikutinya.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda: “Aku bertanya kepada kalian demi Tuhan Yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa Israil (Nabi Ya’qub) pernah sakit keras dalam waktu yang cukup lama, lalu ia bernazar kepada Allah, jika Allah menyembuhkan penyakit yang selama ini dideritanya, ia benar-benar akan mengharamkan makanan dan minuman yang paling disukainya. Sedangkan makanan yang paling disukainya adalah daging unta, dan minuman yang paling disukainya adalah air susunya?”
Mereka menjawab, “Ya Allah, benar.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ya Allah, persaksikanlah atas mereka.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Aku tanyakan kepada kalian demi Tuhan yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang menurunkan kitab Taurat kepada Musa, apakah kalian mengetahui bahwa air mani laki-laki itu berwarna putih lagi kental dan air mani wanita itu berwarna kuning lagi encer.
Maka yang mana pun di antara keduanya lebih kuat, maka si anak nanti akan mirip dengannya, baik jenis maupun rupanya.
Dengan kata lain, jika air mani laki-laki mengalahkan air mani perempuan, maka anaknya nanti adalah laki-laki dengan seizin Allah. Dan jika air mani perempuan mengalahkan air mani laki-laki, maka anaknya nanti adalah perempuan dengan seizin Allah.”
(Mengalahkan = lebih tinggi = lebih duluan keluar, Kemiripan dilihat dari lebih banyak air maninya. Seperti matan dalam hadits lain).
Mereka menjawab, “Ya Allah, benar.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ya Allah, persaksikanlah atas mereka.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Aku bertanya kepada kalian demi Tuhan Yang telah menurunkan Taurat kepada Musa, tahukah kalian bahwa Nabi yang ummi ini kedua matanya tidur, tetapi hatinya tidak tidur.”
Mereka menjawab, “Ya Allah, benar.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Ya Allah, persaksikanlah atas mereka.”
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda, “Dan sesungguhnya temanku adalah Jibril, tidak sekali-kali Allah mengutus seorang nabi melainkan dia adalah temannya.”
Mereka berkata, “Karena jawaban inilah kami berpisah denganmu. Seandainya temanmu adalah selain dia, niscaya aku benar-benar mengikutimu.” Pada saat itu juga Allah berfirman: Katakanlah, “Barang siapa yang menjadi musuh Jibril….” (Al-Baqarah: 97), hingga akhir ayat.
Ini mirip orang-orang syiah yang juga membenci Jibril alaihissalam.
Nabi Ya’qub (Israil) memiliki 12 putra.
Lawi → melahirkan para nabi seperti Musa dan Harun serta para imam Bani Israil.
Yahuda → melahirkan para raja seperti Dawud dan Sulaiman, dan menjadi asal-usul nama Yahudi.
Semua suku tersebut pada asalnya adalah Bani Israil, yaitu keturunan Nabi Ya’qub ‘alaihis salam.
Perlu dicatat bahwa rincian silsilah suku-suku Bani Israil ini banyak dikenal melalui sejarah yang berasal dari tradisi Bani Israil. Dalam Islam, kita menerima informasi yang dibenarkan oleh Al-Qur’an dan Sunnah, sedangkan rincian yang tidak ditegaskan oleh keduanya disikapi secara hati-hati sesuai kaidah dalam menyikapi Israiliyyat.
🔹 Hubungan ayat ini dengan ayat sebelumnya.
1. Israil ‘alaihissalam mengharamkan atas dirinya sesuatu yang paling disukainya demi karena Allah Subhanahu wa Ta’ala Hal ini diperbolehkan menurut syariat mereka, dan hal ini mempunyai kaitan jauh sesudah itu dengan firman-Nya: Kalian sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kalian menafkahkan sebagian harta yang kalian cintai..(Ali Imran: 92)
2. Kebenaran Nabi Isa bin Maryam yang lahir tanpa Bapak.
3. Syariat Nabi Isa memansukhkan syariat sebelumnya.
4. Syariat Rasulullah ﷺ juga memansukhkan syariat sebelumnya.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
قُلْ صَدَقَ اللّٰهُ ۗ فَا تَّبِعُوْا مِلَّةَ اِبْرٰهِيْمَ حَنِيْفًا ۗ وَمَا كَا نَ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
“Katakanlah (Muhammad), “Benarlah (segala yang difirmankan) Allah.” Maka ikutilah agama Ibrahim yang lurus, dan dia tidaklah termasuk orang musyrik.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 95)
Ayat ini menjadi sandaran orang-orang untuk baca Shodaqallahul Adzim.
Sunnahnya setelah baca Al Qur’an adalah,
سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـٰهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ، وَأَتُوْبُ إِلَيْكَ
Subhaanakallaahumma wa bihamdika, asyhadu al-laa ilaaha illaa anta, astaghfiruka, wa atuubu ilaik.
Maha Suci Engkau ya Allah, aku memuji-Mu. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Engkau, aku minta ampun dan bertaubat kepada-Mu.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُّضِعَ لِلنَّا سِ لَـلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبٰرَكًا وَّهُدًى لِّلْعٰلَمِيْنَ
“Sesungguhnya rumah (ibadah) pertama yang dibangun untuk manusia, ialah (Baitullah) yang di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi seluruh alam.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 96)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
فِيْهِ اٰيٰتٌۢ بَيِّنٰتٌ مَّقَا مُ اِبْرٰهِيْمَ ۚ وَمَنْ دَخَلَهٗ كَا نَ اٰمِنًا ۗ وَلِلّٰهِ عَلَى النَّا سِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَا عَ اِلَيْهِ سَبِيْلًا ۗ وَمَنْ كَفَرَ فَاِ نَّ اللّٰهَ غَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
“Di sana terdapat tanda-tanda yang jelas, (di antaranya) maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah) amanlah dia. Dan (di antara) kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, yaitu bagi orang-orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana. Barang siapa mengingkari (kewajiban) haji, maka ketahuilah bahwa Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 97)
Ayat ini turun ketika orang-orang yahudi mengklaim bahwa Baitul Maqdis lebih mulia dari pada Masjidil Haram (Ka’ bah).
Baitul Maqdis dibangun oleh Nabi Ya’qub alaihissalam, sedangkan Ka’bah dibangun oleh Nabi Ibrahim alaihissalam, kakek nabi Ya’qub. Selisih nya 40 tahun.
Kenapa disebut Bakkah – karena Baka itu artinya berdesakan. Akhirnya disebut Makkah.
Maqam Ibrahim digeser mundur oleh Umar bin Khaththab radhiyallahu anhu, agar orang yang tawaf tidak tertahan oleh Maqam Ibrahim.
Semoga bermanfaat.
#tafsir #salaf #sunnah #sedekah #wakaf
##$$-aa-$$##

