MAKNA DOA DAN DZIKIR – 36
Diterbitkan pertama kali pada: 06-Jan-2024 @ 10:31
5 menit membaca*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 36*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
24 Jumadil Akhir 1445H/6.01.2024
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Nikmat terbesar yang Allah berikan kepada kita adalah Allah mudahkan kita duduk di majelis ilmu.
➡️ *Kita lanjutkan dengan membaca kitab Hisnul Muslim*
4️⃣9️⃣ *Do’a kepada orang yang sakit*
Doa yang kita baca saat menjenguk orang sakit.
لاَ بَأْسَ طَهُورٌ إِنْ شَاءَ اللَّهُ
La ba’sa thahuurun Insya Allah
“Tidak mengapa, semoga sakitmu ini membuat dosamu bersih, Insya Allah”. [HR. Bukhari]
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi ﷺ menjenguk orang badui yang sedang sakit. Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, mengatakan: Nabi ﷺ punya kebiasaan ketika menjenguk orang sakit maka beliau mengucapkan: (dzikir di atas).
Para ulama ada khilaf, apakah bacaan ini doa atau hanya ucapan yang baik.
Pendapat yang mengatakan ini bukan doa, karena dalam doa dianjurkan untuk tidak ada kata Insya Allah atau Insyi’ta, yang makna nya meragukan kemampuan Allah dalam mengabulkan doa kita.
melainkan bentuk pemberitahuan dari Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam bahwa sakit yang didera saat ini boleh jadi menjadi sebab terampuni dosa-dosanya atas izin Allah.
Kalimat yang baik bisa memberi semangat orang yang sakit untuk sembuh.
📍FAIDAH
🔸1. Project akhirat – keutamaan menjenguk orang sakit.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا عَادَ الرَّجُلُ أَخَاهُ الْمُسْلِمَ مَشَى فِيْ خِرَافَةِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسَ فَإِذَا جَلَسَ غَمَرَتْهُ الرَّحْمَةُ، فَإِنْ كَانَ غُدْوَةً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ، وَإِنْ كَانَ مَسَاءً صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُوْنَ أَلْفَ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ
“Apabila seseorang menjenguk saudaranya yang muslim (yang sedang sakit), maka (seakan-akan) dia berjalan sambil memetik buah-buahan Surga sehingga dia duduk, apabila sudah duduk maka diturunkan kepadanya rahmat dengan deras. Apabila menjenguknya di pagi hari maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar mendapat rahmat hingga waktu sore tiba. Apabila menjenguknya di sore hari, maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya agar diberi rahmat hingga waktu pagi tiba.” (HR. at-Tirmidzi, Ibnu Majah dan Imam Ahmad, shahih).
Malaikat kalau berdoa sangat kuat,sangat hebat.
Nabi ﷺ sering menjenguk orang sakit, bahkan ada riwayat beliau ﷺ kunjungi anak sakit yang belum masuk Islam.
Lihatlah bagaimana Abu Bakar
🔸2. Kalimat لاَ بَأْسَ tidak apa-apa, adalah kalimat yang baik dan memberi semangat.
Makna طَهُورٌ adalah bersih, maksudnya membersihkan dosa.
Nabi ﷺ beliau bersabda,
مَا يُصِيبُ الْمُسْلِمَ مِنْ نَصَبٍ وَلَا وَصَبٍ وَلَا هَمٍّ وَلَا حُزْنٍ وَلَا أَذًى وَلَا غَمٍّ حَتَّى الشَّوْكَةِ يُشَاكُهَا إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ بِهَا مِنْ خَطَايَاهُ
“Tidaklah seorang muslim tertimpa suatu kelelahan, atau penyakit, atau kehawatiran, atau kesedihan, atau gangguan, bahkan duri yang melukainya melainkan Allah akan menghapus kesalahan-kesalahannya karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Dan jangan mencela penyakit.
Diriwayatkan dari Jabir bin ‘Abdillah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah ﷺ , menjenguk Ummu As-Saaib atau Ummul Musayyib .
Rasulullah ﷺ berkata kepadanya,
مَا لَكِ؟ يَا أُمَّ السَّائِبِ أَوْ يَا أُمَّ الْمُسَيِّبِ تُزَفْزِفِينَ؟
“Ada apa denganmu, Ummu As-Saib atau Ummul Musayyib, badanmu bergetar (mungkin karena demam.”
Ummu As-Saib berkata,
الْحُمَّى، لَا بَارَكَ اللهُ فِيهَا
“(Ini karena) demam, semoga Allah tidak memberikan keberkahan kepadanya.”
Maka Rasulullah ﷺ mengatakan,
لَا تَسُبِّي الْحُمَّى، فَإِنَّهَا تُذْهِبُ خَطَايَا بَنِي آدَمَ، كَمَا يُذْهِبُ الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ
“Janganlah Engkau mencela demam. Karena demam itu bisa menghilangkan kesalahan-kesalahan (dosa) manusia, sebagaimana kiir (alat yang dipakai pandai besi) bisa menghilangkan karat besi.” (HR. Muslim)
🔸3. Insya Allah – hanya sebagai informasi atau khabar. Semoga bersemangat untuk sembuh.
🔸4. Nabi ﷺ sering mencari tahu kabar para sahabatnya.
🔸5. Diwajibkan untuk yang sakit adalah husnudzan kepada Allah, dan hadirkan dua hal yaitu khouf dan Roja kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Sesungguhnya Nabi Muhammad ﷺ menjenguk pemuda yang akan meninggal (sakaratul maut). Lalu Rasulullah ﷺ berkata, “Bagaimana engkau mendapati dirimu?”
Pemuda itu menjawab, “Demi Allah wahai Rasulullah, sesungguhnya aku berharap kepada Allah dan sesungguhnya aku takut pada dosa-dosaku.
Lalu Rasulullah berkata, “Keduanya (Raja’ dan Khauf) tidak berkumpul dalam hati seorang hamba yang sedang sekarat kecuali Allah akan memberikan apa yang dia harapkan dan menyelamatkan dari apa yang dia takutkan.” (HR. Imam Turmudzi)
🔸6. Jadikan waktu saat untuk tafakur. Untuk memikirkan umur yang telah dia gunakan. (Muhasabah).
Jadi keuntungan untuk si sakit adalah dosa digugurkan dan ada waktu untuk Muhasabah.
🔸 Jenguk orang sakit adalah maslahat
Boleh menjenguk lawan jenis asal aman dari fitnah.
Saat Aisyah radhiyallahu anhaa membesuk Bilal radhiyallahu anhu, tapi aman dari fitnah karena di situ ada Abu Bakar radhiyallahu anhu.
4️⃣9️⃣ 📍DZIKIR lainnya
أَسْأَلُ اللَّهَ الْعَظِيمَ، رَبَّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ أَنْ يَشْفِيَكَ
As’alullaahal ‘Azhiima Rabbal ‘arsyil ‘Azhiim an yasy-fiyaka.
“Aku mohon kepada Allah yang Maha Mulia pemilik ‘Arasy Yang Agung, agar Dia menyembuhkanmu”. Dibaca tujuh kali.
“Setiap hamba muslim yang mengunjungi orang sakit, yang belum datang ajalnya kemudian dia membaca: (do’a di atas) tujuh kali, maka (orang yang sakit tersebut) akan disembuhkan”. [HR. At-Tirmidzi, Abu Dawud]
Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang menjenguk orang sakit, yang belum datang ajalnya, kemudian dia membaca doa ini di dekatnya sebanyak 7x, maka Allah akan menyembuhkannya dari penyakitnya itu.
Sebagai mukmin harus yakin dengan doa yang Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan.
📍FAIDAH
🔸1. Membesuk orang sakit adalah hak sebagai muslim. Hak itu sesuatu yang wajib ditunaikan. (fardhu kifayah).
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ – رضي الله عنه – قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – – حَقُّ اَلْمُسْلِمِ عَلَى اَلْمُسْلِمِ سِتٌّ: إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ, وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ, وَإِذَا اِسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْهُ, وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اَللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ, وَإِذَا مَاتَ فَاتْبَعْهُ – رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Hak muslim kepada muslim yang lain ada enam.”
Beliau ﷺ bersabda, ”
(1) Apabila engkau bertemu, ucapkanlah salam kepadanya;
(2) apabila engkau diundang, penuhilah undangannya;
(3) apabila engkau dimintai nasihat, berilah nasihat kepadanya;
(4) apabila dia bersin lalu dia memuji Allah (mengucapkan ’alhamdulillah’), doakanlah dia (dengan mengucapkan ’yarhamukallah’);
(5) apabila dia sakit, jenguklah dia; dan
(6) apabila dia meninggal dunia, iringilah jenazahnya (sampai ke pemakaman).” (HR. Muslim) [
🔸2. Kalimat ziarah dengan iyadah. Ied maksudnya selalu berulang (perayaan).
Iyadah=mengunjungi (untuk sakit).
Ziarah =berkunjung
Ziarah =berkunjung kepada orang yang tidak sakit.
Iyadah = kunjungan yang berulang.
Ini adalah salah satu bentuk hebatnya bahasa arab dengan penggunaan yang tepat.
➡️Ada beberapa doa lain.
📍Doa Kepada Orang Sakit
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، أَذْهِبِ البَاسَ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma robban-naas, adz-hibil baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syifaa-a illaa syifaa-uka, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.
Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah sakit ini, sembuhkanlah, Engkaulah As-Syafi (Sang Penyembuh), tidak ada kesembuhan kecuali kesembuhan dari-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.
HR. Bukhari dan Muslim.
Hadis selengkapnya:
Dari A’isyah radhiyallahu ‘anha, beliau menceritakan: Apabila ada di antara kami yang sakit maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusapkan tangan kanan beliau, kemudian membaca: (doa di atas).
🔸Doa Kepada Orang Sakit
اَللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ، مُذْهِبَ الْبَاسِ، اِشْفِ، أَنْتَ الشَّافِى، لاَ شَافِىَ إِلاَّ أَنْتَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا
Allaahumma robban-naas, mudz-hibal baas, isyfi, antasy-syaafii, laa syaafiya illaa anta, syifaa-an laa yughoodiru saqoman.
Ya Allah, Rabb seluruh manusia, yang menghilangkan kesusahan, sembuhkanlah, Engkaulah Yang Maha Menyembuhkan. Tidak ada yang menyembuhkan kecuali Engkau, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit lain.HR. Bukhari.
Selengkapnya:
‘Abdul ‘Aziz dan Tsabit pernah menemui Anas bin Malik. Tsabit berkata pada Anas saat itu, “Wahai Abu Hamzah (nama kunyah dari Anas), aku sakit.” Anas berkata, maukah aku meruqyahmu (menyembuhkanmu) dengan ruqyah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” Tsabit pun menjawab, “Iya, boleh.” Lalu Anas membacakan doa: (doa di atas).
🔺Doa Kepada Orang Sakit
اَللَّهُمَّ اشْفِ عَبْدَكَ يَنْكَأُ لَكَ عَدُوًّا، أَوْ يَمْشِي لَكَ إِلَى صَلَاةٍ
Allaahummasyfi ‘abdaka yanka-u laka ‘aduwwan, au yamsyii laka ilaa sholaah.
Ya Allah, sembuhkanlah hamba-Mu ini, dia yang melawan musuh-Mu, dan dia berjalan menuju shalat jamaah karena-Mu.
HR. Abu Dawud dan dihasankan Al-Hafidz Ibn Hajar.
Dari Abdullah bin Amr bin Al-‘Ash radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Apabila ada seseorang yang hendak mengunjungi orang sakit, maka hendaknya dia membaca: (doa di atas).
Semoga bermanfaat.
#sakit #doa #jenguk #ziarah
##$$-aa-$$##


