BULUGHUL MARAM-45
📖 *BULUGHUL MARAM-45*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
5 Jumadil Awal 1448H/17 Oktober 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
✅ Sholat Jumat
🔹 HADITS KE-361
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا خَطَبَ, احْمَرَّتْ عَيْنَاهُ, وَعَلَا صَوْتُهُ, وَاشْتَدَّ غَضَبُهُ, حَتَّى كَأَنَّهُ مُنْذِرُ جَيْشٍ يَقُولُ: صَبَّحَكُمْ وَمَسَّاكُمْ, وَيَقُولُ: “أَمَّا بَعْدُ, فَإِنَّ خَيْرَ اَلْحَدِيثِ كِتَابُ اَللَّهِ, وَخَيْرَ اَلْهَدْيِ هَدْي ُ مُحَمَّدٍ, وَشَرَّ اَلْأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ. وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ كَانَتْ خُطْبَةُ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ: ( يَحْمَدُ اَللَّهَ وَيُثْنِي عَلَيْهِ, ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِ ذَلِكَ, وَقَدْ عَلَا صَوْتُهُ ) وَفِي رِوَايَةٍ لَهُ: ( مَنْ يَهْدِه ِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ ) وَلِلنَّسَائِيِّ: ( وَكُلَّ ضَلَالَةٍ فِي اَلنَّارِ )
Jabir Ibnu Abdullah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Adalah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila berkhotbah memerah kedua matanya, meninggi suaranya, dan mengeras amarahnya seakan-akan beliau seorang komandan tentara yang berkata: Musuh akan menyerangmu pagi-pagi dan petang. Beliau bersabda: “Amma ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan ialah Kitabullah (al-Qur’an), sebaik-baiknya petunjuk ialah petunjuk Muhammad, sejelek-jelek perkara ialah yang diada-adakan (bid’ah), dan setiap bid’ah itu sesat.” Diriwayatkan oleh Muslim.
Dalam suatu riwayatnya yang lain: Khutbah Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam pada hari Jum’at ialah: Beliau memuji Allah dan mengagungkan-Nya, kemudian beliau mengucapkan seperti khutbah di atas dan suaru beliau keras.
Dalam suatu riwayatnya yang lain. “Barangsiapa yang diberi petunjuk/hidayah oleh Allah, maka tiada orang yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang disesatkan oleh Allah, maka tiada orang yang dapat memberikan hidayah padanya.”
Menurut riwayat Nasa’i: “Dan setiap kesesatan itu tempatnya di neraka.”
➡️ Faidah
1. Bagaimana Rasulullah ﷺ berkhutbah dengan penuh renungan dan penghayatan.
2. Rukun khutbah Jum’at, menurut 4 mahdzab.
Hanafiyah, 1 rukun yaitu dzikir.
Malikiyah, 1 rukun : beri peringatan atau beri kabar gembira.
Hambali, 4 rukun : memuji Allah, shalawat kepada Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al Qur’an.
Syafi’iyah, ada 5 rukun : memuji Allah, shalawat kepada Nabi, wasiat takwa, membaca ayat Al Qur’an + tambah mendoakan kaum muslimin.
Konsekuensinya karena itu rukun khutbah, semua rukun harus dipenuhi.
Demi kehati-hatian, kita berpatokan pada madzah Syafi’i.
Sunnah dalam berkhutbah ditinggalkan tidak akan batalkan khutbah Jum’at.
Misal – berdiri, pakai tongkat, duduk diantara dua khutbah, perpendek khutbah.
🔹 HADITS KE-362
وَعَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: ( إِنَّ طُولَ صَلَاةِ اَلرَّجُلِ, وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Ammar Ibnu Yasir Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku pernah mendengar Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya lamanya sholat seseorang dan pendek khutbahnya adalah pertanda akan pemahamannya (yang mendalam).” Riwayat Muslim.
➡️ Faidah
1. Faqih maksudnya paham, bukan harus seorang ulama.
2. Sholat lebih panjang dari pada khutbah hanya salah satu tanda Faqih nya imam.
3. Kadang yang sebaliknya juga menunjukkan Faqih nya imam – karena kalau sholat nya panjang kasihan jama’ah yang kena panas matahari langsung.
4. Yang lebih penting adalah menyampaikan nasihat dan pesan dengan jelas dan dipahami jama’ah.
🔹 HADITS KE-363
وَعَنْ أُمِّ هِشَامٍ بِنْتِ حَارِثَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( مَا أَخَذْتُ: “ق وَالْقُرْآنِ اَلْمَجِيدِ”, إِلَّا عَنْ لِسَانِ رَسُولِ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَؤُهَا كُلَّ جُمُعَةٍ عَلَى اَلْمِنْبَرِ إِذَا خَطَبَ اَلنَّاسَ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Ummu Hisyam Binti Haritsah Ibnu Al-Nu’man Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku tidak menghapal (Qof. Walqur’anil Majiid kecuali dari lidah Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam yang beliau baca setiap Jum’at di atas mimbar ketika berkhutbah di hadapan orang-orang. Riwayat Muslim.
➡️ Faidah
1. Ayat-ayat Al Qur’an adalah materi utama dalam khutbah.
2. Kandungan surat Qaf (panjang 2 halaman) ini sangat dibutuhkan oleh umat. Jadi pengulangan materi boleh dilakukan.
3. Perempuan boleh ikut sholat Jumat. Tapi lebih utama untuk sholat Dhuhur di rumah.
🔹 HADITS KE-364
وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ تَكَلَّمَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَهُوَ كَمَثَلِ اَلْحِمَارِ يَحْمِلُ أَسْفَارًا, وَاَلَّذِي يَقُولُ لَهُ: أَنْصِتْ, لَيْسَتْ لَهُ جُمُعَةٌ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ, بِإِسْنَادٍ لَا بَأْسَ بِهِ وَهُوَ يُفَسِّرُ حَدِيْثَ أَبَى هُرَيْرَةَ فِى الصَّحِحَيْنِ مَرْفُوْعًا
إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ: أَنْصِتْ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَالْإِمَامِ يَخْطُبُ, فَقَدْ لَغَوْتَ
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa berbicara pada sholat Jum’at ketika imam sedang berkhutbah, maka ia seperti keledai yang memikul kitab-kitab. Dan orang yang berkata: Diamlah, tidak ada Jum’at baginya.”
Diriwayatkan oleh Ahmad dengan sanad tidak apa-apa, sebab ia menafsirkan hadits Abu Hurairah yang marfu’ dalam shahih Bukhari-Muslim.
Jika engkau berkata pada temanmu diamlah” pada sholat Jum’at sedang imam sedang berkhutbah, maka engkau telah sia-sia.”
➡️ Faidah
1. Larangan berbicara saat khutbah berlangsung. Agar bisa ambil nasihat khutbah Jumat. Luruskan niat saat hadir sholat jumat.
2. Betapa banyak orang yang datang sholat jumat tidak dapat pahala, hanya gugur kewajibannya.
Semoga bermanfaat.
#bulughulmaram #sholat #jumat #khutbah

