BULUGHUL MARAM-28
📖 *BULUGHUL MARAM-28*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
16 Syawal 1447H/5 April 2026
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.
✅ SIFAT SHOLAT
Al Mufashol – surat pendek mulai Juz 26 sampai Juz 30.
Dibagi tiga.
1. Tiwal (panjang) – Subuh dan Dhuhur. Kenapa Nabi ﷺ baca agak panjang? Karena sebagian besar manusia lalai.
2. Wasith (sedang) – Isya
3. Qishor (pendek) – Maghrib
🔹HADITS KE-230
Bacaan Nabi ﷺ saya sholat subuh pada hari Jumat.
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقْرَأُ فِي صَلَاةِ اَلْفَجْرِ يَوْمَ اَلْجُمْعَةِ : (الم تَنْزِيلُ ) اَلسَّجْدَةَ و (هَلْ أَتَى عَلَى اَلْإِنْسَانِ) ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَلِلطَّبَرَانِيِّ مِنْ حَدِيثِ اِبْنِ مَسْعُودٍ : ( يُدِيمُ ذَلِكَ )
Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam sholat Shubuh pada hari jum’at biasanya membaca (Alif Laam Mim Tanziil) Al-Sajadah dan (Hal ataa ‘alal insaani). Muttafaq Alaihi.
Menurut riwayat Thabrani dari hadits Ibnu
Mas’ud: Beliau selalu membaca surat tersebut.
Dua surat itu total 5 halaman.
Kedua surat ini sangat penting untuk kita.. Berisi penciptaan manusia, Nabi Adam Masuk surga, manusia dikumpulkan di Padang Mahsyar – semuanya terjadi pada hari jum’at.
Masjidil Haram sering mendawamkan bacaan dua surat ini pada sholat subuh hari Jum’at.
Harus dipahami bahwa di dalam sholat ini ada ayat sajadah. Harus sujud saat ketemu ayat tersebut.
Kalau ingin amalkan sunnah ini, jangan setengah-setengah, tapi baca seutuhnya kedua surat tersebut. Jangan terlalu dipaksakan misal nya baca surya As Sajadah dibagi dalam dua rakaat.
🔹 HADITS KE-231
وَعَنْ حُذَيْفَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( صَلَّيْتُ مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَمَا مَرَّتْ بِهِ آيَةُ رَحْمَةٍ إِلَّا وَقَفَ عِنْدَهَا يَسْأَلُ وَلَا آيَةُ عَذَابٍ إِلَّا تَعَوَّذَ مِنْهَا ) أَخْرَجَهُ اَلْخَمْسَةُ وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ
Hudzaifah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku sholat bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam setiap melewati bacaan ayat tentang rahmat beliau berhenti untuk berdoa meminta rahmat
dan setiap melewati bacaan tentang adzab beliau berhenti untuk berdoa meminta perlindungan dari-Nya. Dikeluarkan oleh Imam Lima. Hadits hasan menurut Tirmidzi.
Artinya Nabi ﷺ membaca dengan Tadabur.
Imam yang berhenti saat membaca ayat bisa jadi sedang berdoa meminta rahmat atau atau berdoa untuk terhindar dari adzab.
Namun Nabi ﷺ melaksanakan sholat demikian saat sholat malam. Bukan saat Sholat wajib.
🔹 HADITS KE-232
وَعَنْ اِبْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( أَلَا وَإِنِّي نُهِيتُ أَنْ أَقْرَأَ اَلْقُرْآنَ رَاكِعًا أَوْ سَاجِدًا فَأَمَّا اَلرُّكُوعُ فَعَظِّمُوا فِيهِ اَلرَّبَّ وَأَمَّا اَلسُّجُودُ فَاجْتَهِدُوا فِي اَلدُّعَاءِ فَقَمِنٌ أَنْ يُسْتَجَابَ لَكُمْ ) رَوَاهُ مُسْلِمٌ
Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Ketahuilah bahwa aku benar-benar dilarang untuk membaca al-Qur’an sewaktu ruku’ dan sujud adapun sewaktu ruku’ agungkanlah Tuhan dan sewaktu sujud bersungguh-sungguhlah dalam berdoa karena besar harapan akan dikabulkan do’amu. Riwayat Muslim.
🔸 Faidah.
1. Saat ruku dan sujud haram hukumnya baca Al Qur’an. Bahkan ada ulama yang lebih ekstrem menghukumi batal sholatnya. Ruku’ dan Sujud adalah gerakan saat menghinakan diri dan dilarang baca sesuatu yang mulia – Al Qur’an.
2. Hukum dzikir saat ruku dan sujud.
Ada dua pendapat hukummya.
A. Sunnah
B. Wajib – ini pendapat yang kuat.
Tambahan wabihamdi – ini khilaf.
Kalau lupa – baca sujud sahwi.
Kalau sengaja Tidak baca – batal sholatnya.
Setidak nya kita baca dzikir saat ruku dan sujud 1x, sunnahnya 3x.
3. Tidak dianjurkan imam untuk baca doa saat sujud.
Hadits ini tidak dianjurkan untuk sholat 5 waktu karena sholat 5 waktu melibatkan banyak orang. Misalnya setiap sujud 2 menit Karena bacaan doa yang dipanjatkan.
Kalau imam baca doa berarti kurangi dzikir kepada Allah, karena ngejar waktu.
Bagaimana dengan orang yang sujud lama (sering pada sujud terakhir). Ini menyelisihi gerakan imam. Bila tertinggal dua rukun sholat bersama imam bisa jadi batal sholatnya.
Bila sampai imam salam dia masih sujud, maka dia batal
Kalau ingin sujud panjang, sebaiknya saat sholat sunnah. Agar tidak menyelisihi imam. Dijadikan imam itu untuk diikuti.
Hati-hati dengan prinsip baik menurut kita.
4. Bacaan ruku dan sujud jangan sampai tertukar. Ada ulama yang menghukumi batal sholatnya, Karena dia baca sesuatu yang tidak pada tempatnya.
Bila memang tertukar dan kita baru sadar kemudian (tidak sengaja) , maka lakukan sujud sahwi. Bila sengaja – maka sholatnya batal.
Kalau jadi makmum dan bacaan nya salah. Dan ingat saat sudah tidak pada tempatnya. Ini tidak perlu lakukan sujud sahwi karena kesalahan makmum dipikul oleh Imam. ❗
Kecuali terjadi Saat sudah masbuk.
🔹 HADITS KE-233
وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- قَالَتْ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: فِي رُكُوعِهِ وَسُجُودِهِ : “سُبْحَانَكَ اَللَّهُمَّ]رَبَّنَا] وَبِحَمْدِكَ اَللَّهُمَّ اِغْفِرْ لِي ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam ruku’ dan sujudnya membaca: “subhaanaka allaahumma rabbanaa wabihamdika allahummaghfirlii (artinya Maha Suci Engkau ya Allah Tuhan kami dengan memuji-Mu ya Allah ampunilah aku).” Muttafaq Alaihi
🔹 HADITS KE-234
وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ –رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ– قَالَ : ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا قَامَ إِلَى اَلصَّلَاةِ يُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْكَعُ ثُمَّ يَقُولُ : “سَمِعَ اَللَّهُ لِمَنْ حَمِدَهُ” حِينَ يَرْفَعُ صُلْبَهُ مِنْ اَلرُّكُوعِ ثُمَّ يَقُولُ وَهُوَ قَائِمٌ : “رَبَّنَا وَلَكَ اَلْحَمْدُ” ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَهْوِي سَاجِدًا ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ رَأْسَهُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَسْجُدُ ثُمَّ يُكَبِّرُ حِينَ يَرْفَعُ ثُمَّ يَفْعَلُ ذَلِكَ فِي اَلصَّلَاةِ كُلِّهَا وَيُكَبِّرُ حِينَ يَقُومُ مِنْ اِثْنَتَيْنِ بَعْدَ اَلْجُلُوسِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam apabila sholat beliau bertakbir ketika berdiri kemudian bertakbir ketika ruku’ lalu membaca “sami’allaahu liman hamidah” (Allah mendengar orang yang memuji-Nya) ketika beliau mengangkat tulang punggungnya dari ruku’. Saat berdiri beliau membaca “rabbanaa walakal hamdu” (Ya Tuhan kami hanya bagi-Mu segala puji) kemudian beliau melakukan demikian seluruhnya dalam sholat dan bertakbir ketika bangkit dari dua rakaat setelah duduk tahiyyat.” Muttafaq Alaihi.
Takbiratul ihram – rukun sholat.
Takbir intiqal – sebaiknya dibaca juga supaya keluar dari khilaf ulama. Ini termasuk wajib sholat.
Nabi ﷺ baca sami’allaahu liman hamidah (tasmi’)
Saat angkat punggung nya.
Jangan baca saat sudah berdiri tegak. Ini bisa batal karena baca bukan pada tempatnya. Kalau masih ada bacaan tersebut saat sudah tegak maka ini masih aman.
Saat sudah tegak baca rabbanaa walakal hamdu (Tahmid).
🔸 Pendapat – 1
Imam – hanya baca Tasmi’
Makmum – tahmid.
🔸 Pendapat 2 : Imam dan makmum baca tasmi’ dan tahmid.
Nabi ﷺ bertakbir ketika akan sujud. Bagaimana bacaan nya? Apakah bacaan Allah Akbar panjang? Tidak cukup seperti baca takbir biasa.
Semoga bermanfaat,
#takbir #intiqal #sujud #sahwi
##$$-aa-$$##

