This entry is part 56 of 57 in the series Hisnul Muslim
6 menit membaca

*MAKNA DOA DAN DZIKIR – 66*
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
16 Sya’ban 1446H/15 Februari 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

🗞️Kitab – Hisnul Muslim oleh Syaikh Said bin Ali Al Qahthani.

➡️ *127. Bacaan ketika menyembelih hewan sembelihan/kurban*

An Nahr = khusus unta yang beda cara penyembelihanan dibanding dengan hewan lain (kambing, sapi)
 

بِسْمِ اللَّهِ وَاللَّهُ أَكْبَرُ اَللَّهُمَّ مِنْكَ ولَكَ اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنِّي

Bismillaahi wallaahu Akbar. Allaahumma minka wa laka. Allaahumma taqabbal minnii.

 

“Dengan nama Allah, (aku menyembelih), Allah Maha Besar. Ya Allah! (ternak ini) dari-Mu (nikmat yang Engkau berikan, dan kami sembelih) untuk-Mu. Ya Allah! Terimalah kurban ini dariku.”

[HR. Muslim 3/1557, Al-Baihaqi 9/287, sedangkan kalimat di antara dua kurung, menurut riwayat Al-Baihaqi 9/287. Dan yang terakhir, diambil dari riwayat Muslim.]

Dalam hadits lain yang agak panjang,

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ ضَحَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهم عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ فَقَالَ حِينَ وَجَّهَهُمَا ( إِنِّي وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ حَنِيفًا وَمَا أَنَا مِنَ الْمُشْرِكِينَ )   ( إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ ) اللَّهُمَّ إِنَّ هَذَا مِنْكَ وَلَكَ عَنْ مُحَمَّدٍ وَأُمَّتِهِ ثُمَّ سَمَّى اللَّهَ وَكَبَّرَ وَذَبَحَ

Diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, ia berkata: “Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menyembelih dua ekor kambing kibasy pada hari ‘Id. Setelah mengarahkan keduanya (ke kiblat), Beliau berkata, ’Sesungguhnya aku hadapkan wajahku secara lurus kepada Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik. Sesungguhnya shalatku, penyembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah bagi Allah Rabb semesta alam, tiada sekutu bagiNya dan itulah yang telah diperintahkan kepadaku, dan aku orang yang pertama berserah diri. Ya, Allah! Sesungguhnya ini dariMu dan untukMu, kurban dari Muhammad dan umatnya.’ Kemudian Beliau menyebut asma Allah, bertakbir lalu menyembelihnya.”
HR Ad Darimi.

🔹FAIDAH

1. Ibadah penyembelihan ini bagian dari ibadah yang wajib diserahkan kepada Allah semata.

Ibadah Qurban adalah ibadah harta yang terbaik.

Sering digandengkan dengan ibadah sholat.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَا نْحَرْ 

“Maka laksanakanlah sholat karena Tuhanmu, dan berkurbanlah (sebagai ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah).”
(QS. Al-Kausar 108: Ayat 2)

Dalam ayat lain,

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ

Katakanlah: sesungguhnya sembahyangku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.
Surat Al-An’am (6) Ayat 162

Allah melaknat orang yang menyembelih bukan karena Allah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam juga bersabda:

لعن اللهُ مَن ذبح لغيرِ اللهِ

“Allah melaknat orang yang menyembelih untuk selain Allah” (HR. Muslim).

Rasulullah ﷺ sangat menjaga umat nya dari kemungkinan terjatuh dalam kesyirikan.

Dari Tsabit bin Dhohak berkata:
نذر رجل على عهد رسول الله صلى الله عليه وسلم أن ينحر إبلا ببوانة ـ وفي رواية : لأنه وُلِد له ولد ذكر ـ فأتى النبي صلى الله عليه وسلم فقال : إني نذرت أن أنحر إبلا ببوانة . فقال النبي صلى الله عليه وسلم :” هل كان فيها وثن من أوثان الجاهلية يعبد ؟ ” قالوا : لا . :” هل كان فيها عيد من أعيادهم ؟ ” ، قالوا: لا . قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : ” أوف بنذرك فإنه لاوفاء لنذر في معصية الله ولا فيما فيما لا يملك ابن آدم 

“Seseorang bernazar pada zaman Rasulullah ﷺ akan menyembelih unta di Buwanah – dalam redaksi lain- karena dia mendapatkan anak lelaki, maka beliau mendatangi Nabi sallallahu alaihi wa sallam seraya berkata, “Sesungguhnya saya bernazar menyembelih untah di Buwanah. Maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam bertanya, “Apa disana ada patung jahiliyah yang disembah ? mereka menjawab, “Tidak. Apakah disana ada perayaan mereka? Mereka menjawab, “Tidak. Maka Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tunaikan nazar anda, karena tidak boleh melaksanakan nazar dalam rangka kemaksiatan kepada Allah dan yang tidak dimiliki bani Adam. [HR. Abu Dawud].

2. Wajib hukum nya baca tasmiyah (bismillah) bersamaan dengan kelembutan saat menyembelih.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ كَتَبَ الإِحْسَانَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ فَإِذَا قَتَلْتُمْ فَأَحْسِنُوا الْقِتْلَةَ وَإِذَا ذَبَحْتُمْ فَأَحْسِنُوا الذَّبْح وَ ليُحِدَّ أَحَدُكُمْ شَفْرَتَهُ فَلْيُرِحْ ذَبِيحَتَهُ

“Sesungguhnya Allah mewajibkan berbuat ihsan dalam segala hal. Jika kalian membunuh maka bunuhlah dengan ihsan, jika kalian menyembelih, sembelihlah dengan ihsan. Hendaknya kalian mempertajam pisaunya dan menyenangkan sembelihannya.” (HR. Muslim).

3. Ada beberapa hal terkait penyembelihan.

A. Ibadah – berpahala
B. Adat..
B1. Untuk sambut tamu – jadi sunnah
B2. Untuk nafkah – bisa berpahala
B3. Untuk sesembahan selain Allah, maka ini haram.

➡️ *128. Bacaan untuk menolak gangguan setan*

 

أَعُوذُ بكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ الَّتِيْ لاَ يُجَاوِزُهُنَّ بَرٌّ وَلاَ فَاجِرٌ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ، وَبَرَأَ وَذَرَأَ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنَ السَّمَاءِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيْهَا، وَمِنْ شَرِّ مَا ذَرَأَ فِي اْلأَرْضِ، وَمِنْ شَرِّ مَا يَخْرُجُ مِنْهَا، وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلاَّ طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَانُ

A’uudzu bi kalimaatillaahit taammaat allati la yujaawizu-hunna birrun wa laa faajirun min syarri ma khalaqa, wa bara’a wa dzara’a, wa min syarri ma yanzilu minas samaa’i, wa min syarri maa ya’ruju fiiha, wa min syarri maa dzara’a fil ardhi, wa min syarri maa yakhruju fiiha, wa min syarri fitanil laili wan nahaar, wa min syarri kulli thaariqin illaa thariqan yathruqu bi khairin, ya Rahmaan.

 

“Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, yang tidak akan diterobos oleh orang baik dan orang durhaka, dari kejahatan apa yang diciptakan-Nya, dari kejahatan apa yang turun dari langit dan yang naik ke dalamnya, dari kejahatan yang tumbuh di bumi dan yang keluar daripadanya, dari kejahatan fitnah-fitnah malam dan siang, serta dari kejahatan-kejahatan yang datang (di waktu malam) kecuali dengan tujuan baik, wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.” [HR. Ahmad 3/419 dengan sanad yang shahih, Ibnus Sunni no. 637, lihat pula Majma’uz Zawa’id 10/127 dan Takhrijuth Thahawiyah lil Arnauth 133]

حَدَّثَنَا سَيَّارُ بْنُ حَاتِمٍ أَبُو سَلَمَةَ الْعَنَزِيُّ قَالَ حَدَّثَنَا جَعْفَرٌ يَعْنِي ابْنَ سُلَيْمَانَ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو التَّيَّاحِ قَالَ قُلْتُ لِعَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ خَنْبَشٍ التَّمِيمِيِّ وَكَانَ كَبِيرًا أَدْرَكْتَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نَعَمْ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ صَنَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةَ كَادَتْهُ الشَّيَاطِينُ فَقَالَ إِنَّ الشَّيَاطِينَ تَحَدَّرَتْ تِلْكَ اللَّيْلَةَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ الْأَوْدِيَةِ وَالشِّعَابِ وَفِيهِمْ شَيْطَانٌ بِيَدِهِ شُعْلَةُ نَارٍ يُرِيدُ أَنْ يُحْرِقَ بِهَا وَجْهَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَهَبَطَ إِلَيْهِ جِبْرِيلُ عَلَيْهِ السَّلَام فَقَالَ يَا مُحَمَّدُ قُلْ قَالَ مَا أَقُولُ قَالَ قُلْ أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ وَذَرَأَ وَبَرَأَ وَمِنْ شَرِّ مَا يَنْزِلُ مِنْ السَّمَاءِ وَمِنْ شَرِّ مَا يَعْرُجُ فِيهَا وَمِنْ شَرِّ فِتَنِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَمِنْ شَرِّ كُلِّ طَارِقٍ إِلَّا طَارِقًا يَطْرُقُ بِخَيْرٍ يَا رَحْمَنُ قَالَ فَطَفِئَتْ نَارُهُمْ وَهَزَمَهُمْ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى

Telah menceritakan kepada kami Sayyar bin Hatim Abu Salamah Al ‘Anazi berkata, telah menceritakan kepada kami Ja’far yaitu Ibnu Sulaiman berkata, telah menceritakan kepada kami Abu At Tayah berkata, saya bertanya kepada Abdur Rahman bin Khanbasy At Tamimi yang pada waktu itu sudah tua usia, apakah kamu bertemu Rasulullah ﷺ? dia berkata, Ya. (Abut At Tayyah radhiallahu’anhu) berkata, apa yang dilakukan Rasulullah ﷺ ketika datang setan kepadanya? dia berkata, “Setan datang secara bergemuruh kepada Rasulullah ﷺ pada malam itu dari lembah-lembah dan bukit-bukit dan di antara mereka ada yang membawa obor di tangannya, hendak membakar wajah Rasulullah ﷺ, lalu Jibril ‘alaihissalam turun kepada (Rasulullah ﷺ) dan berkata, wahai Muhammad katakanlah! Beliau bertanya, “Apa yang saya harus baca?” (Jibril ‘alaihissalam) berkata, bacalah: A’UDZU BI KALIMATILLAHI TAAMMATI MIN SYARRI MAA KHOLAQ WA DZAROA WA BAROA WA MIN SYARRI MA YANZIL MINAS SAMAAI WA MIN SYARRI MA YA’RUJU FIIHAA WA MIN SYARRI FITANIL LAILI WAN NAHAARI WA MIN SYARRI KULLI THORIQIN ILLAA THOORIQON YATHRUQU BI KHOIRIN YA ROHMAN (aku berlindung dengan kalimat Allah yang sempurna dari kejelekan yang Dia ciptakan, yang Dia buat dan yang Dia adakan dan dari kejelekan apa saja yang turun dari langit dan dari kejelekan apa saja yang naik pada-Nya, dan dari kejelekan fitnah malam dan siang, dan dari kejelekan yang datang pada malam hari kecuali yang datang dengan kebaikan wahai Rahman (Tuhan yang Maha Pengasih). (Abdur Rahman radhiallahu’anhu) berkata, lalu api mereka padam dan Allah Tabaraka wa Ta’ala menghancurkan mereka.” HR Ahmad, ada ulama yang melemahkan hadits ini.

🔹FAIDAH

1. Semangat orang-orang salaf untuk mengetahui petunjuk dari Rasulullah ﷺ dalam setiap keadaan.

2. Penjagaan Allah terhadap Nabi ﷺ dengan tujuan dakwah agama ini sampai dan tetap tegak.

3. Begitu besar kekuasaan Allah dan meliputi segala makhluk.

4. Sebagai muslim hendaknya kita berucap dengan lisan yang baik. Karena akan dilaporkan oleh malaikat.

Usamah bin Zaid, berkata.

قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ تَصُومُ حَتَّى لاَ تَكَادَ تُفْطِرُ وَتُفْطِرُ حَتَّى لاَ تَكَادَ أَنْ تَصُومَ إِلاَّ يَوْمَيْنِ إِنْ دَخَلاَ فِى صِيَامِكَ وَإِلاَّ صُمْتَهُمَا. قَالَ « أَىُّ يَوْمَيْنِ ». قُلْتُ يَوْمَ الاِثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ. قَالَ « ذَانِكَ يَوْمَانِ تُعْرَضُ فِيهِمَا الأَعْمَالُ عَلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِى وَأَنَا صَائِمٌ »

“Aku berkata pada Rasul –shallallahu ‘alaihi wa sallam-, “Wahai Rasulullah, engkau terlihat berpuasa sampai-sampai dikira tidak ada waktu bagimu untuk tidak puasa. Engkau juga terlihat tidak puasa, sampai-sampai dikira engkau tidak pernah puasa. Kecuali dua hari yang engkau bertemu dengannya dan berpuasa ketika itu.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bertanya, “Apa dua hari tersebut?” Usamah menjawab, “Senin dan Kamis.” Lalu beliau bersabda, “Dua hari tersebut adalah waktu dihadapkannya amalan pada Rabb semesta alam (pada Allah). Aku sangat suka ketika amalanku dihadapkan sedang aku dalam keadaan berpuasa.” (HR. An Nasai no. 2360 dan Ahmad 5: 201. Al Hafizh Abu Thohir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan).

➡️ *129. Istighfar dan taubat.*

Ini terkait hadits keutamaan istighfar dan taubat.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ (صلى الله عليه وسلم): وَاللَّهِ إِنِّي لأَسْتَغفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِي الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةٍ.

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: “Demi Allah! Sesungguhnya aku minta ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari lebih dari tujuh puluh kali.” [HR. Al-Bukhari dengan Fathul Bari 11/101]

Kita yang dosa nya jauh lebih banyak dari Nabi ﷺ hendaknya kita juga istighfar lebih banyak lagi.

Maksud Nabi ﷺ adalah ngajarin umat nya supaya banyak istighfar.

Adapun jumlah yang disebutkan 70,100 bukan pembatasan, tapi setiap hari dianjurkan untuk bertaubat dengan istighfar yang banyak.

🔹

وَقَالَ (صلى الله عليه وسلم): يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّي أَتُوبُ فِي الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ.

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: “Wahai manusia! Bertaubatlah kepada Allah, sesungguhnya aku bertaubat kepada-Nya seratus kali dalam sehari.” [HR. Muslim 4/2076]

🔹

أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيْمَ الَّذِيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ

‘Astaghfirullaahal adziimallaadzi ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih.

 

Rasulullah shallallahu alaihi wasalam bersabda: “Barangsiapa yang membaca: “Aku minta ampun kepada Allah, tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang Hidup dan terus-menerus mengurus makhluk-Nya.’ Maka Allah mengampuni dosa-dosanya. Sekalipun dia pernah melarikan diri dari medan perang.” [HR. Abu Dawud 2/85, At-Tirmidzi 5/569, Al-Hakim, dan menurut pendapatnya hadits di atas adalah shahih. Imam Adz-Dzahabi menyetujuinya 1/511, Al-Albani menyatakan hadits tersebut adalah shahih. Lihat pula Shahih At-Tirmidzi 3/182, Jami’ul Ushul li ahaditsir Rasul 4/389-390 dengan tahqiq Al-Arnauth]

Salah satu tujuh dosa besar membinasakan, adalah lari dari Medan perang.

Taubat harus disertai dengan penyesalan atas perbuatan maksiat yang dilakukan.
Taubat harus segera dilakukan sebelum tiba saat taubat diterima,yaitu saat kiamat dan nyawa sudah dicabut sampai kerongkongan.

Semoga bermanfaat.

#salaf #sunnah #kiamat #taubat #dzikir

##$$-aa-##$$

Hisnul Muslim

MAKNA DOA DAN DZIKIR – 64
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?