This entry is part 19 of 28 in the series Bulughul-maram
5 menit membaca

📖 *BULUGHUL MARAM-19*
🖋️ Ibnu Hajar as-Asqalani
Ustadz Muhammad Anwar, Lc MPd
11 Jumadil Awal 1447H/2 Nopember 2025
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

Kitab ini berisi 1350 an hadits yang berkaitan dengan fikih.

✅ Tentang Adzan (lanjutan).

🔹HADITS KE-158

وَعَنْ جَابِرٍ- رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُ- أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ اَلنِّدَاءَ : اَللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ اَلدَّعْوَةِ اَلتَّامَّةِ وَالصَّلَاةِ اَلْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا اَلْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا اَلَّذِي وَعَدْتَهُ حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِي يَوْمَ اَلْقِيَامَةِ ) أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ .

Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Barangsiapa yang ketika mendengar adzan berdoa: Allaahumma robba haadzihi da’watit taammati was sholaatil qooimati aati Muhammadanil washiliilata wal fadliilata wab ‘atshu maqooman mahmuudal ladzi wa’adtahu (artinya: Ya Allah Tuhan dakwah/panggilan yang sempurna (panggilan adzan) dan sholat yang ditegakkan (sholat 5 waktu) berilah Nabi Muhammad wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (tingkatan yang paling tinggi dari semua makhluk di surga) dan bangunkanlah/bangkitkanlah beliau dalam tempat yang terpuji seperti yang telah Engkau janjikan / syafa’at Al Utsma) maka dia akan memperoleh syafaat dariku pada hari Kiamat.” Dikeluarkan oleh Imam Empat.

Adapun tambahan.. Innaka laatufkihul mi’at ada khilaf tentang kesahihannya.

Ulama merinci Dzikri setelah adzan yang lain.

🔹Bacaan Setelah Adzan (Bersaksi) – Lafal lain

وَأَنَا أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَـٰهَ إِلَّا اللَّهُ، وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، رَضِيْتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُوْلًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِيْنًا

Wa anaa asyhadu al-laa ilaaha illallaah, wahdahu laa syariika lah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rosuuluh, rodhiitu billaahi robbaa, wa bi muhammadin rosuulaa, wa bil islaami diinaa.

Aku juga bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya. Aku ridha Allah sebagai Rabbku, Muhammad sebagai Rasulku dan Islam sebagai agamaku.
HR. Ahmad 1565, Muslim 386 dan yang lainnya.

Dari Sa’d bin Abi Waqqash Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang ketika mendengar adzan dia mengucapkan: (bacaan di atas), siapa yang mengucapkan itu maka dosa-dosanya akan diampuni.”

🔹Bacaan Setelah Adzan (Shalawat)

Membaca shalawat kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ

Allaahumma sholli ‘alaa muhammad.
Ya Allah, berilah shalawat kepada Muhammad atau membaca shalawat Ibrahimiyyah seperti yang dibaca saat Tasyahhud. HR. Muslim 1/288.

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, ia berkata bahwa ia mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika kalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkan oleh muadzin. Kemudian bershalawatlah untukku. Karena siapa yang bershalawat kepadaku sekali, maka Allah akan bershalawat kepadanya (memberi ampunan kepadanya) sebanyak sepuluh kali. Kemudian mintalah wasilah kepada Allah untukku. Karena wasilah itu adalah tempat di surga yang hanya diperuntukkan bagi hamba Allah, aku berharap akulah yang mendapatkannya. Siapa yang meminta untukku wasilah seperti itu, dialah yang berhak mendapatkan syafa’atku.” (HR. Muslim no. 384).

✅ *Tentang Syarat Syarat Sholat*

🔹HADITS KE-159

عَنْ عَلِيِّ بْنِ طَلْقٍ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا فَسَا أَحَدُكُمْ فِي اَلصَّلَاةِ فَلْيَنْصَرِفْ وَلْيَتَوَضَّأْ وَلْيُعِدْ اَلصَّلَاةَ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ

Dari Ali Ibnu Abu Thalib Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Apabila seseorang di antara kamu kentut dalam sholat maka hendaknya ia membatalkan sholat berwudlu dan mengulangi sholatnya. Riwayat Imam Lima. Shahih menurut Ibnu Hibban.

, فَسَا=kentut angin saja
Kalau kentut selain angin saja = ضرط

Syarat adalah sesuatu yang keberadaannya menjadi penentu sah atau tidak sah nya amalan sesuatu.

Contoh lain syarat sholat adalah menutup aurat.

🔹HADITS KE-160

وَعَنْ عَائِشَةَ عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ : ( لَا يَقْبَلُ اَللَّهُ صَلَاةَ حَائِضٍ إِلَّا بِخِمَارٍ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ إِلَّا النَّسَائِيُّ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Allah tidak akan menerima sholat seorang perempuan yang telah haid. (telah baligh kecuali dengan memakai khimar atau mukena. Riwayat Imam Lima kecuali Nasa’i dan dinilai shahih oleh Ibnu Khuzaimah.

Ini juga syarat sah sholat. Maksudnya syarat bagi wanita yang sudah baligh.

Madzab Hanafiyah – punggung kaki wanita bukan aurat. Sehingga saat sholat terlihat kakinya. Pendapat ini lemah.

Aurat sholat perempuan, dagu termasuk. Sehingga perlu ada perhatian saat sholat.

🔹HADITS KE-161

وَعَنْ جَابِرٍ رضي الله عنه أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ لَهُ ( إِنْ كَانَ اَلثَّوْبُ وَاسِعًا فَالْتَحِفْ بِهِ ) – يَعْنِي فِي اَلصَّلَاةِ – وَلِمُسْلِمٍ ( فَخَالِفْ بَيْنَ طَرَفَيْهِ – وَإِنْ كَانَ ضَيِّقًا فَاتَّزِرْ بِهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
وَلَهُمَا مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( لَا يُصَلِّي أَحَدُكُمْ فِي اَلثَّوْبِ اَلْوَاحِدِ لَيْسَ عَلَى عَاتِقِهِ مِنْهُ شَيْءٌ )

Dari Jabir Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda kepadanya: Apabila kain itu lebar maka berkudunglah dengannya -yakni dalam sholat.-

Dulu pakaian itu sederhana. Bentuk selimut pun boleh untuk nutup aurat saat sholat.

Menurut riwayat Muslim: Maka selempangkanlah di antara dua ujungnya dan apabila sempit maka bersarunglah dengannya. Muttafaq Alaihi.

Menurut riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu beliau bersabda: Janganlah seseorang di antara kamu sholat dengan memakai selembar kain yang sebagian dari kain itu tidak dapat ditaruh di atas bahunya.

Larangan ini bersifat makruh. Sehingga sholat dengan tutup bahu itu termasuk wajib sholat. (sebagian ulama).

🔹HADITS KE-162

وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ; أَنَّهَا سَأَلَتْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم ( أَتُصَلِّي اَلْمَرْأَةُ فِي دِرْعٍ وَخِمَارٍ بِغَيْرِ إِزَارٍ ؟ قَالَ : إِذَا كَانَ اَلدِّرْعُ سَابِغًا يُغَطِّي ظُهُورَ قَدَمَيْهَا ) أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَ اَلْأَئِمَّةُ وَقْفَهُ

Dari Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu bahwa dia bertanya kepada Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam: Bolehkah seorang perempuan sholat dengan memakai baju panjang dan kerudung tanpa sarung؟ Beliau bersabda: Boleh apabila baju panjang itu lebar menutupi punggung atas kedua kakinya. Dikeluarkan oleh Abu Dawud. Para Imam Hadits menilainya mauquf.

Pakaian wanita boleh nyeret Dengan batas sejengkal.

Sebagian ulama membolehkan wanita sholat terlihat telapak kaki.

🔹HADITS KE-163

وَعَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( كُنَّا مَعَ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِي لَيْلَةٍ مَظْلَمَةٍ فَأَشْكَلَتْ عَلَيْنَا اَلْقِبْلَةُ فَصَلَّيْنَا . فَلَمَّا طَلَعَتِ اَلشَّمْسُ إِذَا نَحْنُ صَلَّيْنَا إِلَى غَيْرِ اَلْقِبْلَةِ فَنَزَلَتْ : (فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا فَثَمَّ وَجْهُ اَللَّهِ ) ) أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَهُ

Amir Ibnu Rabi’ah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Kami pernah bersama Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam dalam suatu malam yang gelap maka kami kesulitan menentukan arah kiblat lalu kami sholat. Ketika matahari terbit ternyata kami telah sholat ke arah yang bukan kiblat maka turunlah ayat (Kemana saja kamu menghadap maka disanalah wajah Allah). Riwayat Tirmidzi. Hadits lemah menurutnya.

❗Hukum sholat yang tidak hadap arah kiblat.

1. Sah ketika sudah berusaha dengan sungguh-sungguh cari arah kiblat.

2. Tidak tahu arah kiblat, sudah berusaha cari, tapi gak yakin. Dan setelah sholat, dia ternyata ia dapati masih ada waktu, maka ia ulangi sholat.

3. Syafi’iyah – dia wajib ulangi sholat, baik ada waktu atau tidak ada waktu (setelah tahu salah arah sholat nya).

Hadits Muadz bin Jabal – sholat dengan Nabi ﷺ saat mendung tidak bisa ketemu arah kiblat. Setelah tahu ternyata salah arah maka Nabi ﷺ menyatakan sholat sudah sah.

🔹HADITS KE-164

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ : قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَا بَيْنَ اَلْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ قِبْلَةٌ ) رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَقَوَّاهُ اَلْبُخَارِيُّ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: Ruang antara Timur dan Barat adalah Kiblat. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dikuatkan oleh Bukhari.

Ini hadits menjelaskan apakah sholat harus menghadap ke arah bangunan Ka’ bah?

Ini diucapkan oleh Nabi ﷺ saat di Madinah, arah ke Makkah itu sebelah selatan.

Jadi miring dikit dari arah tepat Kabah itu sudah benar arah kiblat kita.

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ

maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram;

Masjidil Haram = wilayah Masjidil Haram. Bukan hanya Masjid nya saja.

🔹HADITS KE-165

وَعَنْ عَامِرِ بْنِ رَبِيعَةَ رضي الله عنه قَالَ : ( رَأَيْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُصَلِّي عَلَى رَاحِلَتِهِ حَيْثُ تَوَجَّهَتْ بِهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ زَادَ اَلْبُخَارِيُّ ( يُومِئُ بِرَأْسِهِ وَلَمْ يَكُنْ يَصْنَعُهُ فِي اَلْمَكْتُوبَةِ )
وَلِأَبِي دَاوُدَ : مِنْ حَدِيثِ أَنَسٍ : ( كَانَ إِذَا سَافَرَ فَأَرَادَ أَنْ يَتَطَوَّعَ اِسْتَقْبَلَ بِنَاقَتِهِ اَلْقِبْلَةِ فَكَبَّرَ ثُمَّ صَلَّى حَيْثُ كَانَ وَجْهَ رِكَابِهِ ) وَإِسْنَادُهُ حَسَنٌ

Amir Ibnu Rabi’ah Radliyallaahu ‘anhu berkata: Aku melihat Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam sholat di atas kendaraannya ke arah mana saja kendaraan itu menghadap. Muttafaq Alaihi.

Bukhari menambahkan: Beliau memberi isyarat dengan kepalanya namun beliau tidak melakukannya untuk sholat wajib.

Jadi sholat di atas kendaraan itu hanya untuk sholat sunnah, kecuali keadaan tertentu.

Dalam riwayat Abu Dawud dari hadits Anas Radliyallaahu ‘anhu : Apabila beliau bepergian kemudian ingin sholat sunat maka beliau menghadapkan unta kendaraannya ke arah kiblat. Beliau takbir kemudian sholat menghadap ke arah mana saja kendaraannya menghadap. Sanadnya hasan.

Semoga bermanfaat,

#adzan #sholat #muadzin #syafaat #surga

##$$-aa-$$###

Digita Template

Bulughul-maram

BULUGHUL MARAM-18 BULUGHUL MARAM-20
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?