This entry is part 12 of 19 in the series AsmaulHusna

Diterbitkan pertama kali pada: 26-Jun-2020 @ 17:26

2 menit membaca

Asmaul Husna – #3: Nama Allah
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
6 Syawal 1441 H

Nabi Shallallaahu’alaihi wa Sallam:

إِنَّ للهِ تِسْعَةُ وَ تِسْعِيْنَ اسْمًا مَنْ أحْصَاهَا دَخَلَ الجَنَّة

“Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, barangsiapa menghafalnya (kuasai, amalkan) akan masuk surga.”

99 nama tersebut apa saja?
Tidak ada hadits shahih yang menentukan nama-nama tersebut, karenanya para ulama berijtihad dalam menentukan nama-nama tersebut.

peneliti nama Allah antara lain,
Ibnu Mandah
Al Baihaqi
Al Qurthubi.
Al Khaththabi

Dr Muhammad Kholifah At Tamimi mengumpulkan seluruh nama tersebut ada sekitar 150 nama (ada yang sepakat ada yang berselisih)

Ada 89 nama yang disepakati.
10 yang diperselihkan.

Namun datang penentuan 99 nama tersebut dalam riwayat yang lemah.

1. Al Walid bin Muslim (mudalis)
2. Abdul Malik Ash shan’aani.. (dhaif)
3. Abdul Aziz bin Al Huzein. (dhaif)

Semua bermuara kepada Abu Hurairah.

Nama-nama Allah bisa diklasifikasikan menjadi 4.

1. Menunjukkan sifat Dzatiyah, contoh :
Ustadz contoh Al Qadhir (Maha Kuasa), As Sami (Maha Mendengar), Al Hayu (Maha Hidup), Al Ilmu (Maha Mengetahui).
Dst.

2. Menunjukkan sifat Fi’liyah kehendak Allah, jika Allah berkehendak, Allah kerjakan. Jika tidak maka tidak). Contoh :
Al Ghofur = Maha Pengampun
AT tawwab = Maha Penerima Taubat
Ar Razzaq = Maha Pemberi Rezeki
Dst

3. Mengandung makna Pensucian dari kekurangan dan aib.
Contoh :
AS salam = Yang Maha Selamat
Al Quddus = Yang Maha Suci
As Subbuh = Yang Maha Suci

4. Nama Allah yang menunjukkan beberapa sifat yang sempurna.
Contoh :
Al Majidu = Maha Agung
Al Adzimu = sempurna keagungan-Nya
As Shomad = Maha Tidak membutuhkan yang lain.
Al Hamid =Maha Terpuji

KESALAHAN berkaitan dengan Al Asmaul Husna
1. Menamakan Allah dengan nama tanpa dalil.
Contoh : AlAB (Nasrani),
Ahli Filsafat dengan beri nama Al Ilah Al Failah (sebab…)

2. Nama Allah dijadikan jimat.
3. Berdzikir dengan hanya mengulang-ulang satu nama Allah, yang hal ini tidak pernah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

Contoh, Ar Rahman dibaca 100x
Al Ghofur dibaca 1000 x.

Cara yang benar, berdoa dengan nama tersebut.

Rata-rata dzikir Nabi adalah kalimat yang sempurna.

Contoh = Allahu Akbar, Allah Maha Besar
Subhanallah = Maha Suci Allah

Contoh yang salah =
Allah, Allah 100 x, makna yang tidak sempurna
Hu hu hu (dia dia) 1000 x.

4. Orang-orang Mu’tazilah mengatakan nama Allah tidak bermakna,hanya sekedar nama. AQIDAH orang Jahmiyah.

Nama pertama :

الله
الا له

Allah asalnya Al Ilah, yang bermakna Al Ma’bud (Yang disembah).
الله
Ilaha = disembah,

Ibnu Abbas : Dialah pemilik penyembahan dsn peribadatan dari seluruh makhluk-Nya.

Lailahaillallah = tidak ada yang berhak disembah selain Allah.

5. Sebagian orang berdoa dengan sifat Allah.
Contoh, Yaa Rahmatullah, Yaa Qudratullah

Yang benar Yaa Rahim, Yaa Qadir

Kekhususan nama Allah.

1. Allah adalah sumber semua nama
Kita mengatakan diantara nama Allah adalah Ar Rahman, Al Ghofur dst.. Bukan sebaliknya.

Dalil nya banyak..

2. Allah adalah nama yang khusus buat Allah.

3. Ketika kita menyeru Allah maka kita berkata

يا الله
Tetap ada Alil Lam, adapun nama yang lain Alif Lam dihilangkan..

Contoh yang salah : Yaa Ar Rahman..

Yang benar adalah Yaa Rahman.. Dst.

4. Dialah nama yang paling banyak datang dalam Al-Qur’an

5. Paling banyak datang dalam dzikir Nabi Shallallahu alaihi wasallam.

Yaa Allah = Allahumma…

##$$-aa-$$##

AsmaulHusna

ASMAUL HUSNA # AL KARIMU AKRAM ASMAUL HUSAN#AL LATIF – AL KHABIR – AL AFU
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?