ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA : MUQODIMAH
- Asmaul Husna – Kaidah
- ASMAUL HUSNA # Al Baary, Al Mushowir, Al Maalik, Al Malik.
- ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA# AL GHOFIR, AL GHOFUR, AL GHOFAR, AT AL AFUU, AT TAWWAB
- ASMAUL HUSNA # AL SUBBUH, AL QUDDUS, AS SALAM, ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
Diterbitkan pertama kali pada: 23-Jun-2020 @ 06:40
6 menit membaca*ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR*
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA2
2 Dzulqaidah 1441 H
*Asy Syakur atau Asy Syakir*
Maha Membalas Kebaikan (berterima kasih).
ASY SYAKIR, ada dalam ayat-ayat
وَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًۭا فَإِنَّ ٱللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
Dan barangsiapa yang mengerjakan suatu kebajikan dengan kerelaan hati, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri kebaikan lagi Maha Mengetahui. QS Al Baqarah ayat 158.
مَّا يَفْعَلُ ٱللَّهُ بِعَذَابِكُمْ إِن شَكَرْتُمْ وَءَامَنتُمْ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ شَاكِرًا عَلِيمًۭا
Allah tidak akan menyiksamu, jika kamu bersyukur dan beriman. Dan Allah adalah Maha Membalas Kebaikan dan Maha Mengetahui. QS An Nisa ayat 147.
ASY SYAKUR, dijumpai pada ayat-ayat
وَمَنْ يَقْتَرِفْ حَسَنَةً نَزِدْ لَهُ فِيهَا حُسْنًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ شَكُورٌ
Dan siapa yang mengerjakan kebaikan akan Kami tambahkan baginya kebaikan pada kebaikannya itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Qs Asy Syura ayat 23.
إِن تُقْرِضُوا۟ ٱللَّهَ قَرْضًا حَسَنًۭا يُضَـٰعِفْهُ لَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۚ وَٱللَّهُ شَكُورٌ حَلِيمٌ
Jika kamu meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan balasannya kepadamu dan mengampuni kamu. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun. Qs At Taghabun ayat 17.
لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُم مِّن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ غَفُورٌۭ شَكُورٌۭ
agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.
Qs Fathir (35) Ayat 30
وَقَالُوا الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَذْهَبَ عَنَّا الْحَزَنَ ۖ إِنَّ رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
Dan mereka berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampum lagi Maha Mensyukuri.
Qs Fathir ayat 34.
*Makna*
1. Allah membalas kebaikan seseorang meskipun sangat kecil, bahkan baru niat kebaikan Allah sudah balas.
2. Allah membalas pahalanya berlipat ganda.
Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,:
“Setiap amalan kebaikan yang dilakukan oleh manusia akan dilipatgandakan dengan sepuluh kebaikan yang semisal hingga tujuh ratus kali lipat. ” (HR. Bukhari dan Muslim )
Terlihat, kualitas pahala dilipatgandakan, belum lagi ada Lailatul qadr, umrah di bulan Ramadhan.
3. Allah tidak butuh dengan kebaikan kita.
Barangsiapa yang bersyukur Sesunguhnya ia bersyukur untuk dirinya.
إِنْ أَحْسَنْتُمْ أَحْسَنْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ
Jika Kalian berbuat baik sesungguhnya untuk diri kalian sendiri
Terlebih lagi Allah yang memberi taufiq dan hidayah untuk beramal sholeh.
4. Allah tidak hanya membalas kebajikan, kebaikan di akhirat, bahkan Allah membalas di dunia.
Barangsiapa siapa bertakwa dan bersabar Allah tidak akan menyia-nyiakan kebaikan.
Betapa banyak cerita yang sesuai kaidah Balasan sesuai dengan perbuatan.
5. Allah membalas orang-orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah dengan ganti yang lebih baik.
Contoh :
Nabi Yusuf tinggalkan sesuatu karena Allah, maka diganti dengan yang jauh lebih baik.
Nabi Sulaiman, saat tinggalkan kuda-kudanya karena lalaikan ibadah Allah ganti dengan angin.
Para Suhada, ruh mereka beterbangan diganti dengan yang jauh lebih baik.
Perkara-perkara yang hendak diperhatikan dalam bersyukur kepada Allah:
A. Ikhlas dalam beribadah agar Allah membalas dengan yang terbaik.
1. Contoh : wanita pezina yang beri minum anjing, karena Ikhlas.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
أَنَّ امْرَأَةً بَغِيًّا رَأَتْ كَلْبًا فِى يَوْمٍ حَارٍّ يُطِيفُ بِبِئْرٍ قَدْ أَدْلَعَ لِسَانَهُ مِنَ الْعَطَشِ فَنَزَعَتْ لَهُ بِمُوقِهَا فَغُفِرَ لَهَا
“Ada seorang wanita pezina melihat seekor anjing di hari yang panasnya begitu terik. Anjing itu menngelilingi sumur tersebut sambil menjulurkan lidahnya karena kehausan. Lalu wanita itu melepas sepatunya (lalu menimba air dengannya). Ia pun diampuni karena amalannya tersebut.” (HR. Muslim).
2. Seorang lelaki yang memindahkan gangguan dari jalan, maka Allah ampuni dia.
Iman bercabang2, dan yang paling rendah adalah hilangkan gangguan di jalan.
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,
« الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ أَوْ بِضْعٌ وَسِتُّونَ شُعْبَةً فَأَفْضَلُهَا قَوْلُ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَدْنَاهَا إِمَاطَةُ الأَذَى عَنِ الطَّرِيقِ وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ
“Iman itu ada tujuh puluh atau enam puluh cabang lebih, yang paling utama adalah ucapan ‘Laailaahaillallah’, sedangkan yang paling rendahnya adalah menyingkirkan sesuatu yang mengganggu dari jalan, dan malu itu salah satu cabang keimanan” (HR. Bukhari dan Muslim)
3. Ibu yang membelah sebutir kurma untuk kedua putrinya.
Aisyah radhiallahu ‘anhaa berkata:
دَخَلَتْ امْرَأَةٌ مَعَهَا ابْنَتَانِ لَهَا تَسْأَلُ فَلَمْ تَجِدْ عِنْدِي شَيْئًا غَيْرَ تَمْرَةٍ فَأَعْطَيْتُهَا إِيَّاهَا فَقَسَمَتْهَا بَيْنَ ابْنَتَيْهَا وَلَمْ تَأْكُلْ مِنْهَا ثُمَّ قَامَتْ فَخَرَجَتْ فَدَخَلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَيْنَا فَأَخْبَرْتُهُ فَقَالَ
Seorang ibu bersama dua putrinya menemuiku meminta makanan, akan tetapi ia tidak mendapati sedikit makananpun yang ada padaku kecuali sebutir kurma. Maka akupun memberikan kurma tersebut kepadanya, lalu ia membagi sebutir kurma tersebut untuk kedua putrinya, dan ia tidak makan kurma itu sedikitpun. Setelah itu ibu itu berdiri dan pergi keluar. Lalu masuklah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka akupun mengabarkannya tentang ini, maka Nabi bersabda :
مَنِ ابْتُلِيَ مِنْ هَذِهِ الْبَنَاتِ بِشَيْءٍ فَأَحْسَنَ إِلَيْهِنَّ كُنَّ لَهُ سِتْرًا مِنَ النَّارِ
“Barangsiapa yang diuji dengan sesuatu dari anak-anak perempuan lalu ia berbuat baik kepada mereka maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka” (HR Bukhari dan Muslim)
B. Allah Asy Syakur dan Allah mencintai hambaNya yang suka bersyukur.
1. SYUKUR kepada Allah, banyak beribadah.
اعْمَلُوا آلَ دَاوُودَ شُكْرًا ۚ وَقَلِيلٌ مِنْ عِبَادِيَ الشَّكُورُ
Bekerjalah hai keluarga Daud untuk bersyukur (kepada Allah). Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang berterima kasih.
2. Diantara bentuk syukur kepada Allah adalah bersyukur kepada orang lain.
Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,
لا يشكر الله من لا يشكر الناس
“Orang yang tidak berterima kasih kepada manusia, berarti ia tidak bersyukur kepada Allah” (HR. Tirmidzi no.2081, ia berkata: “Hadits ini hasan shahih”).
Beliau shallallahu alaihi wasallam juga bersabda,
مَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ، فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ
“Barangsiapa yang telah berbuat suatu kebaikan padamu, maka balaslah dengan yang serupa. Jika engkau tidak bisa membalasnya dengan yang serupa maka doakanlah ia hingga engkau mengira doamu tersebut bisa sudah membalas dengan serupa atas kebaikan ia” (HR. Abu Daud ).
Seorang yang tauhid nya benar, maka juga harus bersyukur kepada orang tua nya.
*AL HALIM*
Secara bahasa dari Al Hilmu, lawan dari ketergesaan.
Juga Al Hikmah = bijak.
Maksudnya adalah Allah tidak segera memberi hukuman kepada hamba-hamba-Nya yang membangkang tetapi Allah menunda agar mereka safar dan kembali kepada Allah.
لَوْ يُؤَاخِذُهُمْ بِمَا كَسَبُوا لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ ۚ بَلْ لَهُمْ مَوْعِدٌ لَنْ يَجِدُوا مِنْ دُونِهِ مَوْئِلًا
Jika Dia mengazab mereka karena perbuatan mereka, tentu Dia akan menyegerakan azab bagi mereka. Tetapi bagi mereka ada waktu yang tertentu (untuk mendapat azab) yang mereka sekali-kali tidak akan menemukan tempat berlindung dari padanya.
Qs Al Kahfi ayat 58.
وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِظُلْمِهِمْ مَا تَرَكَ عَلَيْهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ
Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatupun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktunya (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak (pula) mendahulukannya. Qs An Nahl 61.
Dalam sebuah hadits disebutkan, bahwasanya Allah berfirman, “Anak keturunan Adam mencela KU, dan tidak sepatutnya ia mencela Ku, dan dia mendustakan Ku, dan tidak sepatutnya hal itu baginya, adapun celaannya adalah ucajaj9: Sesungguhnya Aku memiliki anak, Sedangkan ia mendustakan Ku adalah perkataannya: Dia (Allah) tidak dapat mengembalikanku sebagaimana Dia telah menciptakanku.” HR Bukhari.
Meskipun dikatakan seperti itu, Allah masih tetap memberikan rezeki. Meskipun disakiti, Allah tetap memberikan maaf. Dalam hadits yang dikeluarkan dalam shahihain,
لَيْسَ أَحَدٌ – أَوْ لَيْسَ شَىْءٌ – أَصْبَرَ عَلَى أَذًى سَمِعَهُ مِنَ اللَّهِ ، إِنَّهُمْ لَيَدْعُونَ لَهُ وَلَدًا ، وَإِنَّهُ لَيُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ
“Tidak ada sesuatu pun yang lebih sabar dari bentuk disakiti yang ia dengar selain Allah. Mereka menyatakan bahwa Allah memiliki anak. Meski demikian, Allah masih memaafkan mereka dan tetap memberikan mereka rezeki.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Allah masih memerintahkan Nabi Musa dan Nabi Harun untuk lemah lembut kepada Firaun yang durhaka,
اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (43) فَقُولا لَهُ قَوْلا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (44) }
Pergilah kamu berdua kepada Fir’aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.
Qs Thaha ayat 43-44.
Juga firman Allah,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلَّا إِلَهٌ وَاحِدٌ وَإِنْ لَمْ يَنْتَهُوا عَمَّا يَقُولُونَ لَيَمَسَّنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ (73) أَفَلَا يَتُوبُونَ إِلَى اللَّهِ وَيَسْتَغْفِرُونَهُ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ (74)
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan, “Bahwa Allah salah seorang dari yang tiga “padahal sekali-kali tidak ada Tuhan selain dari Tuhan Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yang mereka katakan itu, pasti orang-orang yang kafir di antara mereka akan ditimpa siksaan yang pedih. Maka mengapa mereka tidak bertobat kepada Allah dan memohon ampun kepada-Nya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Qs Al Maidah ayat 73-74.
Allah Subhanahu wa Ta’ala juga berfirman,
إِنَّ الَّذِينَ فَتَنُوا الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا فَلَهُمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَلَهُمْ عَذَابُ الْحَرِيقِ
Sesungguhnya orang-orang yang mendatangkan cobaan kepada orang-orang yang mukmin laki-laki dan perempuan kemudian mereka tidak bertaubat, maka bagi mereka azab Jahannam dan bagi mereka azab (neraka) yang membakar.
Qs Al Buruj ayat 10.
Allah memuji Ibrahim dengan pujian Halim, karena tidak membakas perbuatan dzalim kepada nya.
إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّاهٌ مُنِيبٌ
“Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi penghiba dan suka kembali kepada Allah.” (QS. Huud: 75).
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam memuji sahabat yang punya sifat al hilm (tidak tergesa-gesa).
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada salah seorang shahabatnya,
إِنَّ فِيْكَ خَصْلَتَيْنِ يُحِبُّهُمَا اللَّهُ الْحِلْمُ وَالأَنَاةُ
”Sesungguhnya kamu mempunyai dua akhlak yang sangat dicintai Allah dan Rasul-Nya, yaitu sifat al-hilm (mampu menahan emosi) dan al-anah (sikap tenang dan tidak tergesa-gesa).”
(HR.Muslim)
SEMOGA BERMANFAAT.
##$$-aa-$$##



Jazakumullahu Khair ya ikhwah sangat bermanfaat. Alhamdulillah ana nemu web ini hehe ana banyak ga kecatet ayat sama hadist yang disampaikan ustadzuuna Firanda Hafidzahullah. Barakallahu Fiikum.
Masya Allah, Barakallahu fii kum… Alhadmulillahi bini’matihi taatimu sholehah…