Asmaul HusnaAqidahUstadz Armin Akbar, Lc

ASMAUL HUSAN#AL LATIF – AL KHABIR – AL AFU

This entry is part 13 of 19 in the series AsmaulHusna

Diterbitkan pertama kali pada: 28-Jun-2020 @ 13:07

3 menit membaca

Fiqih Asmaul Husna
Ustadz Armin Akbar
15 Rabi’ul Akhir 1441 H

*Al Latif*

Artinya Yang Maha Lembut. Disebutkan 7x dalam Al-Qur’an.

Allah berfirman,

يَـٰبُنَىَّ إِنَّهَآ إِن تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍۢ مِّنْ خَرْدَلٍۢ فَتَكُن فِى صَخْرَةٍ أَوْ فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ أَوْ فِى ٱلْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا ٱللَّهُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌۭ
(Luqman berkata): “Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi, dan berada dalam batu atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkannya (membalasinya). Sesungguhnya Allah Maha Halus lagi Maha Mengetahui.
Qs Luqman ayat 16.

Makna ada 2
1. Seperti Al Khabil = mengetahui segala sesuatu secara detail

2. Allah memberikan kebaikan2 kepada hamba-hamba-Nya tanpa dia sadari / perkirakan.

Bisa berupa rejeki qs Ath thalaq

Atau berupa agama, dengan mendapatkan hidayah.
Juga hindarkan diri dari keburukan, misalnya seorang gagal bisnis, Allah akan hindarkan dia dari dosa RIBA.

Juga bermakna mengangkat derajat.

{وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْوِ}

Dan sesungguhnya Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari rumah penjara dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir. (Yusuf: 100)

{مِنْ بَعْدِ أَنْ نزغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي إِنَّ رَبِّي لَطِيفٌ لِمَا يَشَاءُ}

setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. (Yusuf: 100)

Diantara kelembutan Allah, memberi yang melebihi, apa yang kita minta.
Dan Allah membebani kita sesuai kemampuan.

Juga menjadikan kita (pernah) bermaksiat supaya kita bertaubat dan tidak timbul ujub. Akan ada jalan rahmat Allah.

Lihat kisah Al Qasimi yang awalnya dikenal sangat alim, namun karena kesombongan akhirnya mati sebagai atheis.

Termasuk sifat lembut Allah, rejeki diberikan kepada siapa yang dikehendaki termasuk orang kafir.

ٱللَّهُ لَطِيفٌۢ بِعِبَادِهِۦ يَرْزُقُ مَن يَشَآءُ ۖ وَهُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ
Allah Maha lembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada yang di kehendaki-Nya dan Dialah Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa.
Qs Asy Syura 19.

*Buah beriman Al Latief:*

1. Bertambah rasa cinta kepada Allah
2. Rasa tenang di dalam diri, karena kita yakin apa yang ditakdirkan Allah adalah yang terbaik.
3. Lebih hati-hati dalam bersikap.

*Al Khabir*

Kedua nama sering di gandeng.

Contohnya firman Allah :

أَلَا يَعْلَمُ مَنْ خَلَقَ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ
Apakah Allah Yang menciptakan itu tidak mengetahui (yang kamu lahirkan atau rahasiakan); dan Dia Maha Halus lagi Maha Mengetahui?
Qs Al Mulk ayat 14.

Artinya Yang Maha Mengetahui, mirip Al Alim
Al Khabir lebih dalam dari pada AlAlim (umum).

Al Khabir, Allah mengetahui segala sesuatu yang sangat detail.
Agar kita selalu berhati-hati dalam bersikap, karena sering digabungkan dengan amalan.

وَاللَّهُ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian kerjakan.

Allah mengetahui segala rahasia,seperti kisah dalam ayat ini…

وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَىٰ بَعْضِ أَزْوَاجِهِ حَدِيثًا فَلَمَّا نَبَّأَتْ بِهِ وَأَظْهَرَهُ اللَّهُ عَلَيْهِ عَرَّفَ بَعْضَهُ وَأَعْرَضَ عَنْ بَعْضٍ ۖ فَلَمَّا نَبَّأَهَا بِهِ قَالَتْ مَنْ أَنْبَأَكَ هَٰذَا ۖ قَالَ نَبَّأَنِيَ الْعَلِيمُ الْخَبِيرُ

Dan ingatlah ketika Nabi membicarakan secara rahasia kepada salah seorang isterinya (Hafsah) suatu peristiwa.

Maka tatkala (Hafsah) menceritakan peristiwa itu (kepada Aisyah) dan Allah memberitahukan hal itu (pembicaraan Hafsah dan Aisyah) kepada Muhammad lalu Muhammad memberitahukan sebagian (yang diberitakan Allah kepadanya) dan menyembunyikan sebagian yang lain (kepada Hafsah).

Maka tatkala (Muhammad) memberitahukan pembicaraan (antara Hafsah dan Aisyah) lalu (Hafsah) bertanya: “Siapakah yang telah memberitahukan hal ini kepadamu?”

Nabi menjawab: “Telah diberitahukan kepadaku oleh Allah yang Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.
Qs At Tahrim ayat 3.

Ayat menjelaskan, bila istri kita membuat kesalahan, jangan dibeberkan semua kesalahan, tapi sebagian saja.

Nama Allah Al Khabir juga digabungkan dengan rezeki..

*Buah beriman kepada Nama Allah Al Khabir.*

1. Membuat kita bijak, karena Allah Maha Mengetahui yang rahasia.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُ كَانَ بِعِبَادِهِ خَبِيرًا بَصِيرًا

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rezeki kepada siapa yang Dia kehendaki dan menyempitkannya; sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.
Qs Al Isra 30.

2. Husnudzon kepada Allah, karena Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi pada hamba-hamba-Nya.

*Al AFU*, Yang Maha Pemaaf.

Disebut dalam Al-Qur’an 5x.
Mirip Al Ghafur (hanya menutupi).
Al Afu (bener-bener memaafkan dan tidak menghukumi).

Bila disebut secara terpisah maka maknanya keseluruhan.

*Al Afu punya macam*

1. Allah ampuni seluruh hamba-hamba-Nya, termasuk kafir dengan tetap diberi rezeki.

وَلَوْ يُؤَاخِذُ اللَّهُ النَّاسَ بِمَا كَسَبُوا مَا تَرَكَ عَلَىٰ ظَهْرِهَا مِنْ دَابَّةٍ وَلَٰكِنْ يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى ۖ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ فَإِنَّ اللَّهَ كَانَ بِعِبَادِهِ بَصِيرًا

Dan kalau sekiranya Allah menyiksa manusia disebabkan usahanya, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di atas permukaan bumi suatu mahluk yang melatapun akan tetapi Allah menangguhkan (penyiksaan) mereka, sampai waktu yang tertentu; maka apabila datang ajal mereka, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Melihat (keadaan) hamba-hamba-Nya.
Qs Al Fathir 45

2. Yang khusus, kepada orang yang beriman, bertaubat.

Contoh taubat yang benar, wanita zaman Rasulullah shallallahu alaihi wasallam yang zina dan minta dirajam.

*Diantara bentuk Al Afu..*

1. Allah gugurkan dosa..

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

الصَّلَوَاتُ الخَمْسُ ، وَالجُمُعَةُ إِلَى الجُمُعَةِ ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ ، مُكَفِّراتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتُنِبَتِ الكَبَائِرُ )) رَوَاهُ مُسْلِمٌ.

“Shalat lima waktu, Jumat ke Jumat, dan Ramadhan ke Ramadhan adalah penghapus dosa-dosa yang di antara semua itu, jika dosa-dosa besar dijauhi.” (HR. Muslim) [HR. Muslim, no. 233]

Kalau amalan kita ikhlas maka, dosa besar bisa diampuni.

$$##-aa-##$$

AsmaulHusna

ASMAUL HUSNA#NAMA-NAMA ALLAH ASMAUL HUSNA # AR RAHMAN
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?