ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA : MUQODIMAH
- Asmaul Husna – Kaidah
- ASMAUL HUSNA # Al Baary, Al Mushowir, Al Maalik, Al Malik.
- ASMAUL HUSNA # ASY SYAKUR – ASY SYAKIR
- ASMAUL HUSNA – AL ALIM – AL KHOBIIR-AL LATIF
- ASMAUL HUSNA # AR-RAZZAAQ & AR RAAZIQ
- ASMAUL HUSNA # AL AHAD dan ASH SHOMAD.
- ASMAUL HUSNA# AL GHOFIR, AL GHOFUR, AL GHOFAR, AT AL AFUU, AT TAWWAB
- ASMAUL HUSNA # AL SUBBUH, AL QUDDUS, AS SALAM, ATH THAYYIB
- ASMAUL HUSNA # ATH THAYYIB
Diterbitkan pertama kali pada: 17-Jun-2020 @ 21:35
3 menit membacaAsmaul Husna : AR Razzaaq – AR Raaziq
Ustadz Dr Firanda Andirja, Lc MA
26 Syawal 1441 H
AR Razzaaq = banyak memberi rizki
AR Raaziq = Maha Pemberi rizki
Ar Razaaq, Dalam Banyak ayat,
وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
Dan Dia adalah sebaik-baik Pemberi Rezeki.
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِينُ
Sesungguhnya Allah, Dialah Maha Pemberi rezeki Yang Mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh. Qs Adz Dzariyat.
وَأَنْتَ خَيرُ الرَّازِقِينَ.
Engkaulah Pemberi rezeki Yang Paling Utama.” (Al-Maidah: 114)
وَمَآ أَنفَقْتُم مِّن شَىْءٍۢ فَهُوَ يُخْلِفُهُۥ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ
Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang sebaik-baiknya.
Surat Saba (34) Ayat 39
Ar Raaziq
Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
إِنَّ اللَّهَ هُوَ الخالق الْقَابِضُ الْبَاسِطُ الرَّازِقُ
“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala adalah Dzat Yang Maha Pencipta, Dialah yang menahan dan melapangkan rezeki. ”
AR RIZQU = Rezeki = anugerah Allah
Ar Razqu = Sifat Allah memberi rezeki
Kandungan :
1. Allah menjamin seluruh rizki makhluk-Nya, bahkan rizki hewan, apalagi manusia
وَمَا مِنْ دَابَّةٍ فِي الْأَرْضِ إِلَّا عَلَى اللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِي كِتَابٍ مُبِينٍ
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh mahfuzh).
Qs Huud ayat 6
وَكَأَيِّنْ مِنْ دَابَّةٍ لَا تَحْمِلُ رِزْقَهَا اللَّهُ يَرْزُقُهَا وايا كم
Dan berapa banyak binatang yang tidak (dapat) membawa (mengurus) rezekinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezeki kepadanya, dan juga kepada kalian.
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّكُمْ كُنْتُمْ تَوَكَّلُونَ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرُزِقْتُمْ كَمَا تُرْزَقُ الطَّيْرُ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا
“Seandainya kalian benar-benar bertawakkal pada Allah, tentu kalian akan diberi rezeki sebagaimana burung diberi rezeki. Ia pergi di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali di sore hari dalam keadaan kenyang.” (HR. Tirmidzi, shahih)
2. ALLAH telah menentukan rezeki manusia sebagaimana ajalnya.
Dalam sebuah hadits,
يُرْسَلُ إِلَيْهِ الْمَلَكُ فَيَنْفُخُ فِيْهِ الرُّوْحَ، وَيُؤْمَرُ بِأَرْبَعِ كَلِمَاتٍ: بِكَتْبِ رِزْقِهِ وَأَجَلِهِ وَعَمَلِهِ وَشَقِيٌّ أَوْ سَعِيْدٌ.
Malaikat disuruh mencatat rizki sang janin dan ajalnya.
Hadits lain,
لَنْ تَمُوتَ حَتَّى تَسْتَوْفِىَ رِزْقَهَا
Tidak ada satu jiwa pun yang akan wafat kecuali rizki nya telah diberikan semuanya.
3. ALLAH gandengkan Ar Razzaaq dan Dzul quwwah.
Ini menunjukkan Allah Maha Kuat dalam memberi rizki kepada seluruh makhluk yang begitu banyak dalam satu saat.
Allah Subhanahu wa Ta’ala terus-terusan memberi rizki tanpa henti.
Semua makhluk minta tidak akan kurangi sedikitpun.
Dalam hadits qudsi disebutkan, Allah Ta’ala berfirman,
يَا عِبَادِى لَوْ أَنَّ أَوَّلَكُمْ وَآخِرَكُمْ وَإِنْسَكُمْ وَجِنَّكُمْ قَامُوا فِى صَعِيدٍ وَاحِدٍ فَسَأَلُونِى فَأَعْطَيْتُ كُلَّ إِنْسَانٍ مَسْأَلَتَهُ مَا نَقَصَ ذَلِكَ مِمَّا عِنْدِى إِلاَّ كَمَا يَنْقُصُ الْمِخْيَطُ إِذَا أُدْخِلَ الْبَحْرَ
“Wahai hamba-Ku, seandainya orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang belakangan serta semua jin dan manusia berdiri di atas bukit untuk memohon kepada-Ku, kemudian masing-masing Aku penuh permintaannya, maka hal itu tidak akan mengurangi kekuasaan yang ada di sisi-Ku, melainkan hanya seperti benang yang menyerap air ketika dimasukkan ke dalam lautan.” (HR. Muslim no. 2577)
Diantara makna Maha Pemberi Rizki adalah Allah membentangkan dan menyempitkan rizki seusai kehendak Nya dan nikmat Nya.
۞ وَلَوْ بَسَطَ ٱللَّهُ ٱلرِّزْقَ لِعِبَادِهِۦ لَبَغَوْا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَـٰكِن يُنَزِّلُ بِقَدَرٍۢ مَّا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرٌۢ بَصِيرٌۭ
Dan jikalau Allah melapangkan rezeki kepada hamba-hamba-Nya tentulah mereka akan melampaui batas di muka bumi, tetapi Allah menurunkan apa yang dikehendaki-Nya dengan ukuran. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (keadaan) hamba-hamba-Nya lagi Maha Melihat.
Surat Asy-Syura (42) Ayat 27
Rizki dari ALLAH ada 2:
1. Rizki Umum, Berkaitan dengan kebutuhan materi.
Allah berikan kepada orang-orang beriman dan orang-orang kafir.
Rizki umum mencakup yang halal dan yang haram.
Doa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam setelah shalat subuh,
اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا طَيِّبًا، وَعَمَلاً مُتَقَبَّلاً
Ya Allah, sesungguhnya aku meminta kepada–Mu ilmu yang bermanfaat, rizki yang halal, dan amalan yang diterima.
HR. Ibnu Majah.
Ini menunjukkan ada rizki yang baik dan ada rizki yang haram.
Banyak orang kafir yang kaya raya, contoh Firaun, Qarun.
Ini dalil bahwa kekayaan bukan tanda pemuliaan dari Allah, bisa jadi istidroj.
firman Allah Ta’ala,
فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16)
“Adapun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu Dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, Maka Dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku”. Adapun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya Maka Dia berkata: “Tuhanku menghinakanku“. (QS. Al Fajr: 15-16)
Akan tetapi bila ada orang yang memiliki harta yang banyak lantas diinfakkan di jalan Allah itu pemuliaan dari Allah.
Kita boleh cemburu pada orang yang harta banyak dan dermawan.
Mu’tazilah mengingkari rezeki buruk dari Allah.
2. Rizki khusus, berkaitan dengan keimanan dan akhirat.
Ada 2,
Di Dunia, rezeki buat sedekah, ketenteraman jiwa, kebahagian, anak dan istri sholeh.
Di akhirat, nikmat-nikmat surga.
قَدْ أَحْسَنَ اللَّهُ لَهُ رِزْقًا
Sesungguhnya Allah memberikan rezeki (surga) yang baik kepadanya. (Ath-Thalaq: 11)
ۖوَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةًۭ وَعَشِيًّۭا
Bagi mereka rezekinya di surga itu tiap-tiap pagi dan petang. Qs Maryam ayat 62.
FAIDAH BERIMAN KEPADA AR RAZZAAQ
1. Yakin rezeki pasti datang , tentu harus dicari.
هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ ذَلُولًۭا فَٱمْشُوا۟ فِى مَنَاكِبِهَا وَكُلُوا۟ مِن رِّزْقِهِۦ
Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebahagian dari rezeki-Nya.
2. Maka, jangan gelisah dengan perkara rezeki.
3. Jangan cari rezeki yang haram.
4. Jangan mendahulukan rezeki dunia sehingga lupa dengan rezeki akhirat.
بَلْ تُؤْثِرُونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا
Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi.
وَٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ
Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal.
##$$—aa-$$##


