Ustadz Dr. Firanda Andirja, Lc MATauhidAqidah

KASYFU SYUBHAAT #-11 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)

This entry is part 11 of 17 in the series Kasyfu_syubhat

Diterbitkan pertama kali pada: 06-Nov-2022 @ 21:25

7 menit membaca

*KASYFU SYUBHAAT* #-11 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
Ahad malam, 13 Rabi’ul Tsani 1444 H (6 NOV 2022)
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima

✅ SYUBHAT KE-5 : MEMINTA SYAFAAT NABI ﷺ DENGAN MEMINTA PADA KUBURAN NABI ﷺ DENGAN MENGATAKAN WAHAI RASULULLAH BERILAH SYAFAAT KEPADA KU PADA HARI KIAMAT KELAK.

Permohonan tersebut ditujukan kepada Nabi ﷺ padahal Nabi ﷺ telah wafat, entah pada kuburan Nabi ﷺ atau jauh dari kuburan Nabi ﷺ.

Bolehkah kita memohon syafaat kepada Nabi ﷺ yang sudah wafat.

*Syafaat Hanya Milik Allah Ta’ala*

➡️ Kalau dia mengatakan: “Apakah engkau ‎mengingkari syafa’at Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wasallam dan berlepas diri ‎dari padanya?‎”

✅ Maka jawablah: “Saya sama sekali tidak ‎mengingkari syafa’at itu, juga tidak berlepas diri ‎dari syafaat Nabi ﷺ, bahkan saya meyakini, bahwa beliau Shalallahu’alaihi wasallam adalah ‎Asysyaafi’ (yang diberi izin untuk meminta syafa’at) dan Musyaffa’ ‎‎(diberi izin untuk mendapatkan hak memberi syafa’at kepada orang lain) dan ‎saya benar-benar mengharap mendapatkan syafa’at beliau ﷺ itu.

Akan ‎tetapi, bagaimanapun juga semua syafa’at itu ‎kepunyaan Allah semata, sebagaimana yang ‎difirmankan-Nya:‎

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا

Katakanlah:“Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu ‎semua.” (Az Zumar: 44).‎

Dan tidak akan ada syafa’at itu kecuali sesudah ‎mendapatkan izin dari Allah.

Allah Subhanahu wata’ala berfirman:‎

مَنْ ذَا الَّذِي يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلا بِإِذْنِهِ

“Siapa yang dapat memberi syafa’at di sisi Allah ‎tanpa izin-Nya?” (Al Baqarah: 255). ‎

Dan Nabi ﷺ tidak akan dapat memberi syafa’at ‎terhadap seseorang kecuali sesudah Allah mengizinkan ‎untuk memberi syafa’at kepada orang itu, sebagaimana ‎Allah Ta’ala telah berfirman:‎

وَلا يَشْفَعُونَ إِلا لِمَنِ ارْتَضَى

‎“Dan mereka tidak bisa memberi syafa’at melainkan ‎kepada orang yang diridhai Allah.” (Al-Anbiyaa’: 28).‎

Sedangkan Allah sendiri hanya ridha kepada ‎tauhid. Seperti yang difirmankan-Nya:‎

وَمَنْ يَبْتَغِ غَيْرَ الإسْلامِ دِينًا فَلَنْ يُقْبَلَ مِنْهُ

‎“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, ‎maka sekali-sekali tidaklah akan diterima (agama itu) ‎dari padanya.” (Ali ‘Imran: 85).‎

Jadi, jika syafa’at itu semuanya kepunyaan Allah ‎dan tidak akan ada kecuali sesudah mendapatkan izin ‎Allah, sedang Nabi ﷺ sendiri dan yang lainnya tidak ‎dapat memberi syafa’at terhadap seseorang sebelum ‎Allah mengizinkannya untuk memberi syafa’at kepada ‎seseorang itu, serta syafa’at itu hanya diizinkan untuk ‎ahli tauhid, maka dari sini menjadi jelas dan teranglah ‎bagi anda, bahwasanya syafa’at itu semuanya ‎kepunyaan Allah, dan saya akan memohon syafa’at itu ‎dari Dia. Untuk itu saya berdo’a:

اللهم لا تحرمني شفاعته، اللهم شفعه في

“Ya Allah, janganlah ‎engkau jadikan aku orang yang tak mendapatkan ‎bagian dari syafa’at Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, Ya Allah, berilah beliau ‎hak memberi syafa’at untukku,”

Dan do’a-do’a yang ‎sejenisnya”

*Syafaat Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam*

➡️ Apabila dia mengatakan: “Nabi Shalallahu‘alaihi wasallam telah diberi hak ‎memberi syafa’at, lalu saya memohon kepada beliau Shallallahu‘alaihi wasallam ‎sebagian apa yang telah Allah berikan kepada beliau.”

✅Maka jawabannya sebagai berikut:

“Sesungguhnya ‎Allah telah memberi beliau Shallallahu‘alaihi wasallam hak memberi syafa’at, ‎tetapi Dia melarang kamu berdo’a memohon kepada ‎Nabi ﷺ . Untuk itu Allah berfirman:‎

فَلا تَدْعُوا مَعَ اللَّهِ أَحَدًا

“Maka janganlah kamu berdo’a kepada seseorang ‎disamping (berdoa kepada) Allah.” (Al Jin:18).‎

✅ Dan juga, bahwasanya syafa’at itu juga diberikan ‎kepada selain Nabi ﷺ , maka benar, bahwasanya para ‎malaikat akan memberi syafa’at. Begitu juga para wali sholeh / syuhada  ‎itu akan memberi syafa’at. Bahkan anak kecil belum baligh.

Lalu, apakah kamu ‎mengatakan: “Sesungguhnya Allah telah memberi ‎kepada mereka (yang disebut di atas) itu hak memberi ‎syafa’at, dan saya memohon syafa’at itu dari mereka?” Jika kamu memang mengatakan (mengakui) begitu, ‎maka berarti kamu telah kembali kepada ‎penyembahan kepada orang shalih yang sudah ‎nyatakan Allah dalam kitab-Nya, akan tetapi jika kamu ‎mengatakan: Tidak, (tidak mengatakan seperti ucapan ‎di atas), maka menjadi batallah ucapanmu terdahulu: ‎‎“Allah telah memberi kepada beliau Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam hak ‎memberi syafa’at, lalu saya memohon kepada beliau ‎sebagian apa yang sudah Allah berikan padanya.”

⏺️ *PENJELASAN*

🔷 *Syafaat*

Diambil dari kata اشفغ yang artinya genap.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

وَّا لشَّفْعِ وَا لْوَتْرِ 
“demi yang genap dan yang ganjil,”
(QS. Al-Fajr 89: Ayat 3)

Kenapa dikatakan syafaat?

🖍️Rukun syafaat.

1. Al Masyfu’ “indahuSyafaat terjadi di sisinya (dalam hal ini Allah)

2. Al Masyfu’ – Yang meminta syafaat

3. Asysyaafi’ – Yang memberi syafaat.

✔️*Dalam hal dunia*

1. Al Masyfu’ “indahuSyafaat terjadi di sisinya – Raja
2. Al Masyfu’ – Yang meminta syafaat – Rakyat
3. Asysyaafi’ – Yang memberi syafaat-menteri.

Rakyat terhalangi kalau minta ke raja maka minta melalui menteri.

🔹Ciri syafaat dunia
– syafi’ memberi syafaat biasanya tanpa izin Al Masyfu’ ‘indahu

Menteri langsung beri syafaat untuk rakyat di sisi raja.

– Raja akhirnya mengabulkan tanpa harus ridha.
– raja biasanya tidak enak sama menteri (ada sisi keterpaksaan).

– menteri membantu informasi kepada raja (yang mungkin raja tidak tahu).

– biasanya Al masyfu (rakyat) lebih konsen kepada Asysyafi’ (menteri). Atau dia tidak terlalu pusing kalau menteri sudah ngurusin.

✔️*Dalam hal syafaat di akhirat *

1. Al Masyfu’ “indahuSyafaat terjadi di sisinya – Allah
2. Al Masyfu’ – Yang meminta syafaat – hamba
3. Asysyaafi’ – Yang memberi syafaat-
Para Nabi, malaikat, syuhada, orang-orang sholeh/kaum mukminin, anak-anak yang meninggal belum baligh

🔹 Syarat2 syafaat akhirat

🔸1. Izin Allah kepada Syafi’ (Syafi’ harus minta izin agar bisa menjadi syafi’)

🔹✖️Syafaat Nabi di akhirat :

A. Syafaat Al Uthmaa (saat matahari jarak 1 mil untuk segera sidang). Nabi ﷺ sujud dulu untuk meminta izin. Dan Allah beri izin.

B. Nabi ﷺ mengeluarkan sebagian orang dari neraka. Dalam hadits disebut sampai sujud 3-4x.

Kalau Nabi ﷺ saja minta izin, bagaimana dengan yang lain?

🔸2. Ridha Allah kepada yang akan diberi syafaat untuknya. Mereka harus ahli tauhid.

عن أبي هريرة قال : يا رَسُولَ اللَّهِ من أَسْعَدُ الناس بِشَفَاعَتِكَ يوم الْقِيَامَةِ قال رسول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لقد ظَنَنْتُ يا أَبَا هُرَيْرَةَ أَنْ لَا يَسْأَلُنِي عن هذا الحديث أَحَدٌ أَوَّلُ مِنْكَ لِمَا رأيت من حِرْصِكَ على الحديث أَسْعَدُ الناس بِشَفَاعَتِي يوم الْقِيَامَةِ من قال لَا إِلَهَ إلا الله خَالِصًا من قَلْبِهِ

Dari Abu Huroiroh radhiallahu ‘anhu, ia berkata, “Wahai Rasulullah, siapakah yang paling berbahagia dengan syafa’atmu pada hari kiamat?”. Nabi ﷺ berkata, “Aku telah menyangka bahwasanya tidak ada seorangpun yang mendahuluimu bertanya kepadaku tentang hadits ini, karena aku melihat semangatmu dalam mencari hadits. Orang yang paling berbahagia dengan syafa’atku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan *Laa ilaah ilallaah ikhlas dari hatinya*” (HR Al-Bukhari)

Bukan yang paling banyak minta, tapi ahli tauhid.

firman Allah Ta’ala.

وَكَمْ مِنْ مَلَكٍ فِي السَّمَاوَاتِ لَا تُغْنِي شَفَاعَتُهُمْ شَيْئًا إِلَّا مِنْ بَعْدِ أَنْ يَأْذَنَ اللَّهُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيَرْضَىٰ

“Dan berapa banyaknya malaikat di langit, syafa’at mereka sedikitpun tidak berguna kecuali sesudah Allah mengijinkan bagi orang yang dikehendaki dan diridhai(Nya)”. [An-Najm/53 : 26]

Di dunia, doa itu salah satu bentuk syafaat. Seperti saat Nabi Nuh yang minta kepada Allah selamatkan anak nya dan ditolak Allah karena musyrik.

Nabi ﷺ pernah berdoa minta Allah untuk Abdullah bin Salul yang Allah tolak.

🖍️ Firman Allah,

قُلْ لِلَّهِ الشَّفَاعَةُ جَمِيعًا

Katakanlah:“Hanya kepunyaan Allah syafa’at itu ‎semua.”

Kata *Lillah* – didahulukan – penekanan. Bahwa syafaat itu hanya milik Allah.

Diantara fungsi syafaat adalah untuk memuliakan para pemberi syafaat yang diberi izin.

➡️ *Syafaat hanya milik Allah, dan Nabi pun minta izin kepada Allah,dan penerima syafaat pun juga atas izin dari Allah.

Oleh karena itu minta syafaat hanya kepada Allah.

🖍️ *Para pemberi syafaat diberi izin pada waktunya*

Nabi ﷺ diberi izin untuk memberi syafaat (Al Uthma/keluarkan dari neraka) kelak pada hari kiamat.

Jadi syafaat Nabi ﷺ tidak bisa diminta sekarang.

➡️ *SYUBHAT – BUKANKAH SYAFAAT SUDAH DIKASIH KEPADA NABI?*

⛔ *BANTAHAN*

1. Diberikan izin namun tidak mutlak kapan saja. Yaitu hanya ketika hari kiamat, bukan di dunia atau di barzakh (mereka minta kepada Nabi sekarang)

Karenanya kalau minta sekarang maka salah.

🔹Tidak mutlak untuk siapa saja tapi yang diizinkan Allah, karena itu kamu belum tentu masuk.

Rasulullah ﷺ ikut aturan dari Allah.

Maka berdoa – Ya Allah mudahkan Nabi memberi syafaat kepada ku..

2. Bukankah malaikat memberi syafaat?

وَلَا يَشۡفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ٱرۡتَضَىٰ

“Mereka tidak akan memberi syafaat kecuali bagi orang yang diridhai-Nya.”

وَكَم مِّن مَّلَكٖ فِي ٱلسَّمَٰوَٰتِ لَا تُغۡنِي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡ‍ًٔا إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ أَن يَأۡذَنَ ٱللَّهُ لِمَن يَشَآءُ وَيَرۡضَىٰٓ

“Betapa banyak malaikat di langit, tidaklah syafaat mereka bermanfaat kecuali setelah Allah memberi izin untuk orang yang Allah kehendaki dan Allah ridhai.” (an-Najm: 26)

Jadi ada syarat.

Apakah kamu berdoa – Jibril berilah syafaat kepada ku?

Tidak ada… Padalah malaikat masih hidup.

3. Syuhada’ – para sahabat tidak ada yang minta syafaat kepada syuhada di jbjrjaji.

4. Kaum mukminin, yang dalam hadits jelas bisa beri syafaat.

Dan ini tidak ada yang minta syafaat kepada kubur mereka.

5. Anak-anak yang belum baligh – dan tidak ada yang lakukan.

Maka, tidak boleh minta syafaat kepada mayit.

➡️ Bahkan benda mati – hajar aswad akan beri saksi di akhirat kelak, dan ini juga syafaat.

6. Rasulullah ﷺ tidak pernah mengatakan untuk minta syafaat kepada beliau saat sudah meninggal tetapi malah *anjurkan pada amalan*.

Misal – dengar adzan – doa minta wasilah.. Yang nanti nya akan dapat syafaat Rasulullah ﷺ.

Hadits – keutamaan tinggal di Madinah dengan sabar – akan dapat syafaat dari Rasulullah ﷺ

Hadits – meninggal di kota Madinah – dapat syafaat Rasulullah ﷺ

Kalau ada orang berdoa di kuburan wali dan tenang – ini termasuk model syafaat dunia. Ini baru muncul abad ke 4.

Para sahabat Radhiallahu’anhum yang tahu cepat masuk surga tidak lalukan demikian, demikian juga sampai imam yang empat.

##$$-aa-$$##

Kasyfu_syubhat

KASYFU SYUBHAAT #-10 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu) KASYFU SYUBHAAT #-12 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
Bagikan Catatan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ingin Umroh Nyaman Sesuai Tuntunan Rasulullah?