KASYFU SYUBHAAT #-4 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-1 Muqaddimah
- KASYFU SYUBHAAT #-2 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-3 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-5 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-6 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-4 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-7
- KASYFU SYUBHAAT #-8 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-9 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
- KASYFU SYUBHAAT #-10 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
Diterbitkan pertama kali pada: 12-Jun-2022 @ 19:17
4 menit membaca*KASYFU SYUBHAAT* #-4 (Asy Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab Rahimahullahu)
🎙️Ustadz Dr. Firanda Andirja, LC, M.A
14 Dzulqaidah 1443H
Masjid Al Ikhlas Dukuh Bima
➡️ Kaum Musyrikin mengetahui Allah Maha Esa dalam penciptaan alam semesta..
Namun mereka masih melakukan kesyirikan dalam hal ibadah. Saat itu dinamai i’tiqad.
Mereka juga berdoa kepada Allah dan juga berdoa kepada malaikat demi kebaikan diri mereka dan demi kedekatan mereka kepada Allah,agar malaikat itu memberi syafaat kepadanya, atau berdoa kepada orang sholeh seperti Latta atau seorang Nabi seperti Isa alaihissalam.
Penjelasan beberapa perkara
➡️ *A. Kaum musyrikin sesembahan mereka bervariasi.*
🔸1. Menyembah Allah, hakikat syirik bukan tidak menyembah Allah tapi menyekutukan Allah.
🔸2. Mereka menyembah malaikat. QS Saba 40.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيْعًا ثُمَّ يَقُوْلُ لِلْمَلٰٓئِكَةِ اَهٰۤؤُلَآ ءِ اِيَّا كُمْ كَا نُوْا يَعْبُدُوْنَ
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) Allah mengumpulkan mereka semuanya kemudian Dia berfirman kepada para malaikat, “Apakah kepadamu mereka ini dahulu menyembah?””
(QS. Saba’ 34: Ayat 40)
🔸3. Menyembah orang sholeh seperti Latta, wadd, suwa’, demikian juga Uzair.
🔸4. Menyembah Nabi seperti Isa.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَاِ ذْ قَا لَ اللّٰهُ يٰعِيْسَى ابْنَ مَرْيَمَ ءَاَنْتَ قُلْتَ لِلنَّا سِ اتَّخِذُوْنِيْ وَاُ مِّيَ اِلٰهَيْنِ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ قَا لَ سُبْحٰنَكَ مَا يَكُوْنُ لِيْۤ اَنْ اَقُوْلَ مَا لَـيْسَ لِيْ بِحَقٍّ ۗ اِنْ كُنْتُ قُلْتُهٗ فَقَدْ عَلِمْتَهٗ ۗ تَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ وَلَاۤ اَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِكَ ۗ اِنَّكَ اَنْتَ عَلَّا مُ الْغُيُوْبِ
“Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman, “Wahai ‘Isa putra Maryam! Engkaukah yang mengatakan kepada orang-orang, jadikanlah aku dan ibuku sebagai dua Tuhan selain Allah?” (‘Isa) menjawab, “Maha Suci Engkau, tidak patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya tentulah Engkau telah mengetahuinya. Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada-Mu. Sungguh, Engkaulah Yang Maha Mengetahui segala yang gaib.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 116)
Sebagian mereka juga menyembah Ibu Nabi Isa, yaitu Maryam (orang sholeh).
🔸5. Menyembah berhala.
Itupun sebagai simbol sebagaimana penjelasan Syahiristani (Ulama Asyairah).
Berhala itu untuk mewakili sesuatu yang disembah.
➡️ *Sebab mereka menyembah orang-orang sholeh. Untuk mendapatkan syafaat.*
🔸1. Qs Az Zumar ayat 3
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَ لَا لِلّٰهِ الدِّيْنُ الْخَا لِصُ ۗ وَا لَّذِيْنَ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِهٖۤ اَوْلِيَآءَ ۘ مَا نَعْبُدُهُمْ اِلَّا لِيُقَرِّبُوْنَاۤ اِلَى اللّٰهِ زُلْفٰى ۗ اِنَّ اللّٰهَ يَحْكُمُ بَيْنَهُمْ فِيْ مَا هُمْ فِيْهِ يَخْتَلِفُوْنَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ لَا يَهْدِيْ مَنْ هُوَ كٰذِبٌ كَفَّا رٌ
“Ingatlah! Hanya milik Allah agama yang murni (dari syirik). Dan orang-orang yang mengambil pelindung selain Dia (berkata), “Kami tidak menyembah mereka melainkan (berharap) agar mereka mendekatkan kami kepada Allah dengan sedekat-dekatnya.” Sungguh, Allah akan memberi putusan di antara mereka tentang apa yang mereka perselisihkan. Sungguh, Allah tidak memberi petunjuk kepada pendusta dan orang yang sangat ingkar.”
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 3)
🔸2. QS Yunus 18
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَيَعْبُدُوْنَ مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَيَقُوْلُوْنَ هٰۤؤُلَآ ءِ شُفَعَآ ؤُنَا عِنْدَ اللّٰهِ ۗ قُلْ اَتُـنَـبِّــئُوْنَ اللّٰهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى السَّمٰوٰتِ وَلَا فِى الْاَ رْضِ ۗ سُبْحٰنَهٗ وَتَعٰلٰى عَمَّا يُشْرِكُوْنَ
“Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat mendatangkan bencana kepada mereka dan tidak (pula) memberi manfaat, dan mereka berkata, “Mereka itu adalah pemberi syafaat kami di hadapan Allah.” Katakanlah, “Apakah kamu akan memberi tahu kepada Allah sesuatu yang tidak diketahui-Nya apa yang di langit dan tidak (pula) yang di Bumi? Maha Suci Allah dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan itu.”
(QS. Yunus 10: Ayat 18)
🔸4. Qs Al An’am 94
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَلَقَدْ جِئْتُمُوْنَا فُرَا دٰى كَمَا خَلَقْنٰكُمْ اَوَّلَ مَرَّةٍ وَّتَرَكْتُمْ مَّا خَوَّلْنٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُوْرِكُمْ ۚ وَمَا نَرٰى مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ الَّذِيْنَ زَعَمْتُمْ اَنَّهُمْ فِيْكُمْ شُرَكٰٓـؤُا ۗ لَقَدْ تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنْكُمْ مَّا كُنْتُمْ تَزْعُمُوْنَ
“Dan kamu benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kamu pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepadamu, kamu tinggalkan di belakangmu (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafaat (pertolongan) besertamu yang kamu anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh, telah terputuslah (semua pertalian) antara kamu dan telah lenyap dari kamu apa yang dahulu kamu sangka (sebagai sekutu Allah).”
(QS. Al-An’am 6: Ayat 94)
🔸5. QS Az Zumar 43
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
اَمِ اتَّخَذُوْا مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ شُفَعَآءَ ۗ قُلْ اَوَلَوْ كَا نُوْا لَا يَمْلِكُوْنَ شَيْئًـا وَّلَا يَعْقِلُوْنَ
“Ataukah mereka mengambil penolong selain Allah. Katakanlah, “Apakah (kamu mengambilnya juga) meskipun mereka tidak memiliki sesuatu apa pun dan tidak mengerti?””
(QS. Az-Zumar 39: Ayat 43)
🔸6. Qs Yasin 23
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
ءَاَ تَّخِذُ مِنْ دُوْنِهٖۤ اٰلِهَةً اِنْ يُّرِدْنِ الرَّحْمٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّيْ شَفَا عَتُهُمْ شَيْــئًا وَّلَا يُنْقِذُوْنِ
“Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya? Jika (Allah) Yang Maha Pengasih menghendaki bencana terhadapku, pasti pertolongan mereka tidak berguna sama sekali bagi diriku dan mereka (juga) tidak dapat menyelamatkanku.”
(QS. Ya-Sin 36: Ayat 23)
Sering dijumpai orang-orang lebih semangat minta-minta di kuburan dari pada di rumah Allah.
Allah dekat dengan hamba-hamba-Nya, tanpa perlu perantara.
➡️ *AR Razi (Asyairah)*. Tafsir Ar Razi. 17/227, berkata.. “Mereka orang musyrikin Arab membuat patung sesuai bentuk Nabi dan orang-orang sholeh mereka. Mereka meyakini berhala-berhala yang disembah itu akan memberi syafaat.
Kemusryikan itu seperti kesyirikan saat ini saat orang-orang meminta-minta pada kuburan. Mengagungkan kuburan.”
Orang-orang yang dalam kondisi terdesak berdoa Yaa Qadir Jailani.. Terkumpul beberapa kesyirikan.
1. Meyakini Qadir Jailani Maha Mendengar
2. Meyakini Qadir Jailani Maha Mengetahui
3. Meyakini Qadir Jailani Bisa menolong….
➡️ Penulis melanjutkan.. Bahwa Rasulullah ﷺ memerangi mereka di atas kesyirikan dan menyeru untuk mengikhlaskan ibadah hanya kepada Allah.
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
وَّاَنَّ الْمَسٰجِدَ لِلّٰهِ فَلَا تَدْعُوْا مَعَ اللّٰهِ اَحَدًا
“Dan sesungguhnya masjid-masjid itu adalah untuk Allah. Maka janganlah kamu menyembah apa pun di dalamnya selain Allah.”
(QS. Al-Jinn 72: Ayat 18)
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
لَهٗ دَعْوَةُ الْحَـقِّ ۗ وَا لَّذِيْنَ يَدْعُوْنَ مِنْ دُوْنِهٖ لَا يَسْتَجِيْبُوْنَ لَهُمْ بِشَيْءٍ اِلَّا كَبَا سِطِ كَفَّيْهِ اِلَى الْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَا لِـغِهٖ ۗ وَمَا دُعَآءُ الْكٰفِرِيْنَ اِلَّا فِيْ ضَلٰلٍ
“Hanya kepada Allah doa yang benar. Berhala-berhala yang mereka sembah selain Allah tidak dapat mengabulkan apa pun bagi mereka, tidak ubahnya seperti orang yang membukakan kedua telapak tangannya ke dalam air agar (air) sampai ke mulutnya. Padahal air itu tidak akan sampai ke mulutnya. Dan doa orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka.”
(QS. Ar-Ra’d 13: Ayat 14)
🖍️ Bukan syarat syirik untuk meyakini bahwa sesembahan itu adalah Maha Pencipta.
##$$-aa-$$##


